Ganti Gear Set Dengan Ukurang Lebih Kecil Nambah Horse Power? Mitos Atau Fakta?

19
Villa Kanaya
gear

Sobat MMBlog sekalian, beberapa hari yang lalu, MMBlog menyempatkan diri untuk menyetel rantai Yamaha FZ6 Fazer S2 aka Mas Moel. Pengen ngecek aja, kekendoran apa enggak, ternyata emang agak kendor, yaudah, dikencengin dan dikasih treatment. MMBlog melihat, spek rantai atau gear set keseluruhan adalah menggunakan rantai 530, rantai yang tipe paling besar digunakan di sepeda motor nih. MMBlog langsung keingetan suatu hal.

Hal ini ada sebuah perbincangan dengan Mas Marzuki, seorang ahli di bidang perantai-an sepeda motor, Mas Marzuki adalah tim dari DID Indonesia, sempet ngobrol-ngobrol, beliau bilang, kalau temen-temen R6 atau R1 rider banyak yang udah mengkonversi gear set-nya dengan ukuran 520, yang buat balap apalagi, kebanyakan diganti. Hmm, kenapa ya? oke, MMBlog coba browsing.

Villa Kanaya
gear

Pembahasan terkait hal ini, ternyata belum ada yang bahas dalam bahasa Indonesia, tapi untuk diluaran, udah banyak yang bahas, hal ini memang menjadi mitos. Untuk motor besar, yang menggunakan rantai 530, terus mengganti dengan dengan ukuran 520, maka tenaga akan terkail, torsi juga demikian, akselerasi juga jadi lebih baik. Benarkah mitos tersebut? Ternyata benar!!!

Seperti yang dibuktikan oleh SuperStreetBikes, penggantian gear set dari 530 ke 520 dibuktikan peningkatan tenaganya oleh mesin Dyno. Motor tenaganya terkerek naik 1,5 daya kuda, dan torsinya naik 1,4 LB-FT. Di artikelnya, penyebabnya sendiri masih abu-abu sih, malah dibilangnya konyol dan aneh bisa nambah tenaga, tapi kalau perkara saving bobot, jelas menggunakan rantai 520 plus gear set aftermarket kelas tinggi memang jadi lebih ringan.

gear depan

Nah, rencananya, kalau rantai dan gear Mas Moel udah gak jelas juntrungannya, MMBlog mau konversikan ke rantai dan gear 520, sekaligus ngebuktiin, bener gak ada perubahan performa, at least kalau dipakai. Untuk motor Yamaha sendiri, lumayan mudah karena moge Yamaha bisa subtitusi milik Yamaha R25, mantep yak, murah meriah nih. gimana kalau dinaikin dikit ya mata gear belakangnya? Akselerasi pasti jadi lebih enteng lagi.

Semoga bisa nambah referensi temen-temen yah! link SSB MMBlog taro di bawah.

https://www.superstreetbike.com/does-520-chain-conversion-increase-horsepower-mythbusters#page-3

instagram

Villa Kanaya

19 COMMENTS

  1. IMHO mungkin karean gear set dengan ukuran lebih kecil, selain lebih ringan, juga bikin kerja mesin lebih ringan, so power dr crank lebih tersalur kan drpd dengan ger set yg lebih besar, power loss nya jg lebih besar.. power di crank gag berubah, tp on wheel yg berubah lbh mendekati power on crank..

    hmm tp dugaan lanjutan pribadi saya, pasti ada untung rugi nya.. gear set atau khususnya rantai yg lebih besar kemungkinan lebih baik dari sisi endurance nya, jd lebih awet dan lbh kuat menghadapi hentakan2 mesin yg powerfull.. klo yg ini udh lama kepikiran krn suka bandingin ukuran gear motor2 yg beredar, knp motor saya cuma 428, sdgkan tiger dan motor2 >200cc umumnya pake 520.. ya bs jd karna mtr saya yg 150cc jelas less powerful dibanding motor2 >200cc, sehingga butuh spare part yg jelas lebih kuat..
    tapi perlu penelitian/pencarian artikel lg yg menyatakan ukuran rantai yg lbh besar memang lebih kuat di banding rantai dengan ukuran lebih kecil, tp logika gampang nya sih hrs nya gtu ya…

    • Betul juga Mas. Logis sih, karena yang diukur adalah power on wheel ya, plus kinerja mesin juga jadi tambah enteng.

  2. Karena diukur dyno di roda belakang maka yang terukur tenaga dan torsi on wheel mas, artinya penggantian gear dengan tipe yang lebih kecil kemungkinan mengurangi power loss baik itu dari gesekan, bobot, atau lainnya, secara logika begitu, kalau mau dihitung pake rumus bisa juga sih, rumus gaya gesek, rumus resultansi gaya yang dipengaruhi massa/bobot, dll…

  3. Kalau rasionya sama tapi ketebalan yang diubah, mungkin karena ada pengurangan bobot sehingga ada kemungkinan juga memperingan kinerja mesin. Kalau dimotor bebek atau 150cc untuk racingkan pakai 415 sedangkan standarnya sekitar 420 atau 428.
    Singkatnya sih lebih tipis bobot lebih ringan tapi keawetan bisa berkurang, sedangkan lebih tebal bobot lebih berat namun lebih awet. Itupun juga dipengaruhi bahan dari sprocketnya apakah baja, almu, atau lainnya . Kalau saya standarnya 420 saya ganti pakai 428.
    Tapi untuk kasus mas Moel selama masih masuk hitungan pakai punya r25 pasti lebih ramah kantong. Jujur subtitusi parts termasuk kriteria saya dalam memilih motor, terlebih motor yang gak mainstream. hehehe.

  4. Keqnya karena gir kecil, power lossnya juga kecil, wajar sih apalagi kalo gantinya pake rantai “sultan” yg ringan tapi kuat

  5. Aneh si scr teori. Kalo naikin gear blakang nambah torsi iya, kalo ngecilin harusnya turun torsinya. Tapi coba aja buktiin dyno test before and after ganti gear kecil. Lumayan kan buat artikel. Fact or Fake… ?

  6. setahu sy pakde, walopun bukan moge, pun tenaga n torsi jg naik siknifikan, terasa banget bahkan topspeed jg naik 10-15 kalo motor cc 110-125cc, namun yg di ganti gear depan, belakang tetap. kalo gear belakang di ganti lebih kecil, tenaga malah ngedrop di rpm rendah…
    n power max lebih sulit di raih pas d gunakan harian krn tercapai di rpm yg blh tinggi.

    namun kalo yg di ganti gear depan aja, rpm rendah lbh bagus, tengah n atas jg naik.

    karena sy pernah mencobanya swndiri scr lgsg d motor pribadi, namun patut di ingat, dlm jangka panjang akan membuat piston+ring piston mudah rusak karena bekerja lebih keras

  7. Sukur lah banyak yg ngerti, jd inget Fu dulu sering setel rantai padahal 428 ,ganti 415 disentak putus untung gak ngancing divelg rantainya jatoh hilang ntah dimana,abis itu malah ttep pakai 428 aja tp aftermarket

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here