Motor Sport Dengan Grafiti, Keren Juga Mas Bro!

7

Image

Iseng-iseng browsing, eh ngeliat CBR 600RR yang di grafiti. Wah, keren juga mas bro. Tapi MM pernah liat motor sport yang dibuat full grafiti ko malah aneh ya? Kayaknya kalo desain yang ini grafitinya jadi aksen, gak terlalu full dan masih tetap mengedepankan warna utamanya. Mungkin yang punya motorsport pada mau bikin? Kayaknya modifikator airbrusher kita bikin begini doang mah eces mas bro, monggo diemut-emut dulu gambarnya masbro.

Image

Image

Monkeymoto Road To Bromo (Part 3 Indahnya Kawasan Bromo Tengger Semeru)

12

Image

Mas bro semua, setelah sekuel artkel kedua kemarin lusa, sekarang MM mau ngebahas tentang “klimaks” dari touring kali ini. Kenapa MM bilang kalau klimaksnya adalah di Bromo? Pertama, karena ini emang ini tujuan turing MM and friend, kedua karena MM bener-bener takjub sama keindahannya, ketiga karena di kawasan Bromo ini MM ngerasa kalo MM ini emang cuman ordinary rider masbro. Oke deh, lanjuuut.

MM and friend berangkat ke Bromo dari rumah sahabat MM. Kami berangkat kurang lebih jam 7 pagi. Nah, ke Bromo ini MM and friend mendapatkan tambahan personil yaitu adik-adik dari sahabat MM yang rumahnya MM singgahi tersebut, kebetulan karena mereka juga suka main trail di Bromo jadi pasti membantu banget untuk urusan navigasi.

Image

Image

Bertolak pagi hari di Jawa Timur (Pasuruan) sama sekali gak macet, kami semua ngisi bensin terlebih dahulu (full tank) karena kata adik sahabat MM di kawasan Bromo Tengger Semeru udah gak ada Pertamina adanya Pertamini. Oke langsung jalan, gak lama kira-kira satu jam kurang dari Pasuruan, kami semua baru menyadari kalau kami udah riding di kaki gunung. Pemandangannya indah banget, jalannya mulus tapi ya agak sempit, terus kelok-kelok bahkan ada yang tikungan chicane, begitu tikungan langsung tikungan lagi, riding skill bener-bener diuji di sini. Di samping kanan kiri secara bergantian ada hamparan kebun kubis/sawi yang dibuat terasering, terkadang MM and friend juga disambut sama suara daun pinus yang bergesekan kena angin, diselimutin sama kabut, wah pokoknya saat itu kayak riding di surga deh (suer asik banget mas bro).

Image

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
sepanjang jalan disuguhin beginian teruuusss

 

Setelah riding di jalan yang begitu mulus, pemandangan yang indah, udara yang sejuk itu, kami berhenti sejenak untuk bertanya memastikan jalan yang hendak dilalui, karena terkadang jalan yang biasa dilalui seringkali ditutup karena aktifitas gunung Bromo yang tidak stabil. Akhirnya kami semua sampai di tempat para wisatawan biasa melihat Bromo. Subhanallah, ternyata memang komplek gunung Bromo itu sungguh indah. Seperti lukisan mas bro. Gak lupa pastinya foto-foto, hehe. Oia, nama daerah pintu masuk Bromo dari pasuruan itu namanya Tosari

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
sampe juga di kawasan Bromo Tengger Semeru, hampir 1000km

 

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
narsis dulu dah

 

Gak lama, sahabat MM melihat ada pergerakan di hamparan pasir Bromo, ternyata itu adalah sepeda motor. Dan seketika itu kami sepakat untuk ikut turun kebawah (kawasan gunung). Tapi sayang seribu sayang, jalan masuk menuju kawasan padang pasir dari tempat itu ditutup karena ada perbaikan jalan. Warga menyarankan apabila ingin masuk ke padang pasir, baiknya lewat malang saja, lewat desa Tumpang. Wah, muter lagi pikir MM. Tapi, adik sahabat MM punya inisiatif untuk mencari jalan alternatif. Mujur mas bro, ternyata suku tengger adalah suku yang sangat ramah, wajahnya yang suka berwarna merah muda itu sering sekali tersenyum apabila kita menyapa. Udah gitu, apabila kita bertanya arah jalan, mereka menjelaskan dengan sangat detail, disini juga MM mau saran apabila mau touring ke Bromo, sebaiknya ada personil yang bisa bahasa Jawa, lebih baik lagi apabila pakai bahasa Jawa halus. karena terkadang kalau nanya ke orang tua, mereka suka gak ngerti bahasa Indonesia.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
indahnya bromo, tapi itu gunung batok

Jalan menuju jalan alternatif itu tetap indah mas bro, kawasan kaki gunung semeru itu gak ada tempat yang gak indah, semuanya indah. Sampai pada ketemu jalan alternatif itu, pemandangan indahpun udah gak ada artinya lagi. Wuaduh, jalan alternatif itu ternyata jalan pinggir tebing yang berpasir, pasirnya sumpah, itu pasir halus banget. Kita mesti jalan di jalan alternatif yang berpasir itu sejauh 7km. Disitu MM sempat putus asa, karena akhirnya si merah jatuh/ambruk untuk pertama kalinya. Untung jatuhnya di pasir jadi tidak ada lecet sama sekali. Udah gitu, jalan itu adalah turunan, jadi MM sangat sulit kalau mau mutar balik, lah turun aja susah apalagi coba nanjak dipasir. Dan ternyata, jalan alternatif itu adalah jalan warga yang biasanya digunakan hanya dengan jalan kaki, tidak naik kendaraan. TIPS, MENDING MUTER KE MALANG!

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
amblas euy

 

Setelah ngesot sana ngesot sini, Dunlop Sportmax yang nempel di pelek ER6N gak dapet traksi, akhirnya MM and friend sampai di kawasaki padang pasir Bromo. Wow, ternyata di kawasan pasir itu sangat indah masbro, kita dikelilingi tebing tinggi dan ditengah padang pasing itu ada gunung batok dan Bromo. Tapi ternyata, pasirnya lebih halus dari yang ada di jalan alternatif, asyeeeemmmm, sobek=sobek tenan. Di kawasan pasir itu akhirnya kami bertemu dengan warga yang juga naik motor, sahabat MM bertanya, “Mas, jauh gak mas kalo ke arah pura?”, jawabnya “Wah, jauh mas, kira-kira 5 kilometer”. Sontak MM langsung lemas, putus asa, dan ternyata tidak ada yang membawa air minum, dan kami benar-benar kehausan. TIPS, JANGAN LUPA BAWA MINUM! TERNYATA BIAR ANGINNYA DINGIN, TAPI MATAHARINYA PANAS!

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
wahm disc brakenya karatan!

 

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
panjang bener tuh pasir

 

Rasa lelah, putus asa, haus, membuat MM and friend hampir pingsan, sahabat MM malah ada yang ngingau “aaaiiirrrrr, aiiiiirrr mana aaaiiiirrrr”. Ditambah si merah sangat sulit bernegosiasi, sebentar-sebentar bannya tenggelam di pasir. Makin digas makin tenggelam. Akhirnya teman-teman MM yang juga kesulitan bawa Pio membantu MM buat dorong si merah. MM and friend yang rider perkotaan kelihatan banget cupunya, adik sahabat MM yang biasa main trail, bisa melaju dengan sangat santai dengan menggunakan bebek. Akhirnya adik-adik sahabat MM melaju duluan untuk pergi ke pasir berbisik buat membeli air mineral. Sedangkan MM and friend, menunggu dengan putus asa.

Setelah selang 1 jam lebih akhirnya adik sahabat MM membawa air minum, akhirnya kami di kasih tahu bahwa untuk riding di pasir, trotel gas jangan dibuka secara penuh atau diurut, tapi dibuka dengan dihentak-hentak, kalau bisa malah berdiri aja di motor, dan ternyata manjur mas bro! Tinggal seimbangin aja, ban jadi dapat traksi! TIPS, BUKA GAS DIHENTAK-HENTAK ATAU DIKOCOK.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
akhirnya bisa ngaso

 

Setelah beberapa lama akhirnya kami semua tiba di pasir berbisik (nama salah satu kawasan pasir Bromo), dan beristirahat. Foto-foto, dan MM baru sadar lagi kalo kawasan itu juga sangat indah. Tadi selama putus asa, cuma ngeliatin motor doang. Kemudian kami riding lagi, dan sempat ketemu sama bapak-bapak yang lagi main pasir juga, tapi pake BMW GS series, wuah MM baru kali ini liat GS main pasir, biasanya cuma mejeng aja di parkiran moge di mall. Tapi ternyata susah juga bawa GS bahkan ada yang jatuh, dan MM and friend membantu untuk bangunin motornya. Ternyata berat masbro, tapi karena jiwa brotherhood sesama biker itu kita semua asik-asik aja, dan malah ngobrol, oia, ada triumph tiger juga dan KTM yang trail 450 CC, wuah yang bawa ktm bisa wheelie di pasir euy, udah mahir banget kayaknya.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
gaya dulu dah

 

Setelah sampai di jalan keluar yang berbeda dengan jalan masuk, akhirnya kami berhenti di suatu tempat yang bernama bukit teletubies, emang lucu sih bukitnya kayak taman teletabis gitu, tapi sayang, semua batre kamera udah abis, jadi gak sempat foto-foto. Riding lagi, ternyata jalan keluarnya itu adalah pintu masuk apabila masbro mau masuk ke Bromo dan Malang namanya Desa Tumpang, jalannya adalah ponblok bukan pasir, jadi mendingan banget dah.  Gak sadar ternyata udah jam 4 sore, modyar tenan, lama juga main pasirnya.

Akhirnya sore di Jatim hari itu MM and friend abisin di malang, dan pas senja MM mampir (nginep sebenernya) kerumah paman MM yang berlokasi di PUSDIK ARHANUD Batu, sebuah komplek TNI-AD. Di rumah paman MM kita semua bermalam di MESS prajurit (Alhamdulillah paman MM udah jadi Komandan di sana). Terakhir, hari itu ditutup dengan traktiran paman MM (yang selalu di ikutin sama anaknya/sepupu MM yang rusuh tapi asik) di sebuah tempat makan di daerah Panderman, wah, rezeki banget nih. Akhirnya kami semua makan malam, dengan tubuh penuh pasir, dan pengalaman yang berkesan seumur hidup. Wah, panjang juga nih artikelnya, mudah-mudahan gak boring bacanya, besok artikel terakhir pulang ke jakarta, via malang-surabaya. Jakarta (panturaan euy) so stay tune

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Refreshment Honda CB1100, Jadi Tambah Retro

7

Image

Mas bro semua, via motorcyclenews.com diberitakan bahwa honda eropa telah melakukan refresment terhadap produk klasiknya yaitu CB1100. Motor ini pertama kali di rilis di jepang pada tahun 2009 dan kemudian merambah ke pasar eropa. Ternyata pasar menyambut kehadiran sepeda motor ini dengan sangat baik.

Adapun ubahan mencolok yang dilakukan adalah dengan mengganti pelek palang/racingnya dengan menggunakan pelek jari-jari. Kesan yang didapat sudah pasti tambah retro, memang sepertinya pelek jari-jari tidak akan pernah punah, karena daya tahan dan kelenturannya sangat bisa diandalkan di berbagai kondisi jalan. Kemudian penggunaan knalpot di kanan dan kiri, dengan lapis krom yang dominan sangat memperkuat aksen tradisionalnya. Selain itu penempatan headlamp yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya juga dilakukan.

Image

Ubahan signifikan lainnya adalah penambahan gigi yang tadinya 5 kini jadi 6, namun rasio giginya tetap dibuat sama. Mungkin hal ini dilakukan untuk menambah irit penggunaan bahan bakar. Selain itu tangki bahan bakar juga bertambah menjadi 17,5 liter sebelumnya 14,6 liter.

Motor seperti ini adalah sepeda motor yang selalu ada penggemarnya, diberbagai negara diseluruh dunia, sepeda motor honda CB dengan desain retro pernah mengukir sejarahnya masing-masing. Bahkan di indonesia sendiri versi mungilnya aja pasarannya gelap, kalo bagus atau orisinil harganya bisa tinggi banget.

Image

Kalo mas bro berminat sama motor ini sih kudu siapin dana yang lumayan, dan sepertinya probike atau hobby motor pernah ngejual versi tahun sebelumnya. Kalo buat MM sekarang mending di liatin aja dulu fotonya, hehe, barangkali bisa dijadiin acuan modifikasi jap’style yang tidak terlalu ekstrim.

Oke deh, diemut-emut aja dulu infonya mas bro.

Image

Sumber : MCN

Monkeymoto Road to Bromo (Part 2 Jogjakarta – Pasuruan)

16

Image

Mas bro semuanya, ketemu lagi nih dengan artikel touring monkeymoto yang kedua, hehe. Oke deh di bagian kedua ini MM mau ngebahas perjalan di hari kedua. Di hari kedua ini MM and friend berangkat dari Klaten pukul 10.30. agak ngaret karena sedikit bingung karena side bag pinjaman yang sahabat MM bawa mengalami robek. Walhasil MM and friend harus mengakali dan membagi bawaan yang ada di sidebag.

Rute di hari kedua ini tetap melewati jalur selatan, namun demikian, rutenya tidak terlalu selatan. Adapun rutenya adalah Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Ponorogo, Madiun, Mojokerto, Pasuruan. Jalan yang kami lalui cukup bervariasi, ada yang jalannya lurus terus, ada juga yang banyak kelokannya. Menurut MM jalan yang paling asyik untuk dilewati adalah jalan yang dari arah wonogiri menuju ponorogo (perbatasan) jalan ini banyak sekali tikungan-tikungan yang dapat membuat penggila cornering keasyikan. Ditambah jalannya yang relatif sepi,lega dan aspal yang mulus, ini membuat cornering semakin nyaman. MM sempet ninggalin teman-teman MM karena keasyikan nikung dengan kecepatan 80-90 km/jam. Gak knee down sih, soalnya pake jeans jadi serem, hehe.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
abis ini kelokan teruuusss

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
cuma tiga motor iring-iringan

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Sahabat MM di Pio Lawasanya, tetep JOSSSS

Yang menarik lagi adalah taksi yang ada di Sukoharjo. Taksi di Sukoharjo tidak menggunakan mobil dengan tipe sedan, tapi taksi di kota ini menggunakan mobil seperti avanza atau xenia, MM baru tahu akan hal ini. Lucu juga melihatnya di jalan ada avanza menggunakan plat kuning. Sukoharjo adalah kota yang tenang dan lalu-lintasnya tidak padat (jika dibandingkan dengan jakarta).

Image

MM and friend akhirnya tiba di perbatasan jateng jatim pukul 5 sore. Kami sempat berfoto-foto di perbatasan ini karena baru pertama kali ke jawa timur naek motor (bahkan MM juga baru pertama kali ke jatim) rasa senang dan semangat semakin membara di diri MM and friend, dan setelah foto-foto kami langsung riding memasuki kota jawa timur.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Selamat Jalan Jawa Tengah

 

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Selamat Datang Di Jawa Timur

Kami tiba di alun-alun ponorogo sudah menjelang isya, jadi kami memutuskan untuk berisitrahat di masjid agung yang ada di alun-alun. Secara bersamaan ternyata di alun-alun juga lagi ada pesta rakyat dan dimasjid agungpun sedang ada istighosah. Inilah masbro enaknya touring, selain bisa melihat pemandangan yang indah, dan menikmati jalan yang mulus, kita juga bisa mempelajari kearifan lokal budaya setempat. Kami sempat berbincang-bincang dengan warga yang akan melakukan istighosah, dan begitu dia mendengar kami naik motor dari jakarta dia langsung keheranan bertanya-tanya, kenapa tidak naik bis saja, “yah, namanya juga hobby mas”.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
ngaso di pelataran masjid agung, karena masjidnya mau ada istighosah

Perjalanan akhirnya kami lanjutkan pukul 10.30 malam hari (agak lama istirahatnya), sepanjang perjalanan MM sudah merasakan kantuk yang teramat sangat, beberapa kali si merah MM bejek hingga mencapai 150 km/jam agar MM menjadi tegang dan mengusir kantuk, beberapa kali MM juga mencubit paha sendiri agak kantuknya hilang. Memasuki kota mojokerto, ada bau khas yang menusuk hidung, setelah beberapa saat MM baru menyadari bahwa itu adalah bau tembakau. Wah, MM baru saja nih melewati pabrik rokok yang sangat besar, dan bau ini menemani terus hingga beberapa puluh kilometer.

MM and friend akhirnya tiba dipasuruan pukul 04.00 dini hari, setelah sebelumnya mengambil gambar dan sedikit liputan di pinggir tanggul lumpur lapindo. Rumah sahabat MM terletak di kecamatan pandaan, rumahnya tidak terlalu jauh dari perbukitan, memang anginnya terasa sejuk tapi sinar mataharinya sangat terik, jadi ya sejuk tapi tetap terbakar sinar matahari. Di pagi dan siang harinya, kegiatan MM hanyalah beristirahat. Memang ada rencana ingin berwisata ke daerah tretes, tapi karena motor salah satu sahabat MM bermasalah di piranti pengeraman belakangnnya, akhirnya niat itu diurungkan. Akhirnya motornya pun diperbaiki, dan kami beristirahat. wah, artikel berikutnya klimaks nih, alias maen pasir di bromo, so stay tune ya mas bro.[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Mesin Turbocharger Kawasaki, Jawaban Kawasaki Terhadap Motor Super Kompetitor

3

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Mesin Turbin Kawasaki, Gede banget tuh turbin yang dibelakang mesin

Mas bro semuanya, ternyata di gelaran tokyo motorcycle show, selain heboh dengan Yamaha 250 ternyata geng ijo juga memperkenalkan mesin terbaru mereka. Mesin ini adalah mesin yang disokong dengan menggunakan turbocharger atau turbin. Memang belum diketahui secara pasti berapa kubikasi dari mesin terbaru dari Kawasaki ini. Tapi melihat bentuknya, kita sudah bisa menerka bahwa mesinnya menggunakan konfigurasi empat silinder segaris. Sebagai perbandingan, suzuki juga telah meluncurkan sebuah motor  prototipe 600 cc dengan konfigurasi mesin dua silinder segaris. Klaim suzuki bahwa sepeda motor ini memiliki peak power hingga 100bhp. Bisa dibayangkan mas bro dengan cc 600 dan dua silinder saja dapat memuntahkan power sebesar itu, bagaimana jika mesin turbin Kawasaki yang empat silinder? Terlebih jika kubikasinya 1000 cc atau lebih.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Mesin ZX-636, injectornya mungil

Analisa MM sih sepertinya mesin ini akan dicangkokan ke dua model, karena apa? Karena bentuk mesinnya memiliki keunikan jika ditonjolkan. Bisa jadi mesin ini akan menjadi penerus motor hyperbike Kawasaki seperti ZZR1400 dan juga dibuat versi nakednya. Versi ZZR1400 bisa dibilang sebagai line up Kawasaki yang jarang terkena refreshment secara radikal, gak tertutup kemungkinan mesin ini akan dicangkokin ke ZZR 1400 atau bakal digunakan ke sepeda motor yang memang benar-benar baru. Tapi ini Cuma analisa liar MM semata mas bro, belom ada keterangan lebih lanjut, hehe. Menurut MM juga, mesin ini adalah jawaban dari Kawasaki terhadap motor Honda RCV versi massal. Mungkin nantinya jika RCV versi massal hanya diproduksi secara limited, tetapi Kawasaki mencoba agar mesin dengan tenaga yang super duper besar namun efisien ini, dapat dimiliki oleh semua orang. Yah, MM awam sih soal perbandingan tenaga motor motogp sama mesin turbin, tapi yang sepengetahuan MM kedua mesin begini sama-sama superior.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
mesin ZX10R

Biasanya sih kalo bentuk mesinnya udah dipublis gini, motornya bakal diperkenalkan setahun kemudian kayak mesin 500 cc seriesnya Honda, atau Yamaha MT seriesnya Yamaha, jedanya kan kurang lebih setahun tuh hingga motornya rilis. Oke deh, diemut-emut aja dulu infonya mas bro.

Sumber : Visordown dan motorcyclenews

*dah keduluan sama irfan pertamax nih, hehe[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Monkeymoto Road To BROMO (Part 1 – Jakarta To Yogyakarta Via Jalur Selatan)

27

Image

Image

Mas bro semua, kali ini MM mau nulis artikel tentang touring paling akhir yang udah MM lakuin setahun lalu. Dalam Touring ini, MM nunggang Kawasaki ER6N dan teman seperjalanan MM nunggang Yamaha Scorpio. Jarak tempuh totalnya adalah 2300-an kilometer, dan semua itu dilalui dalam waktu 6 hari. Berangkat melalui jalur selatan pulau jawa dan pulang melalui jalur utara.

Hari pertama MM beserta kawan-kawan berangkat dari pesantren mutiara bangsa yang terletak di depok, berangkat jam 7 pagi (rencananya pengen lebih pagi) disertai dengan doa oleh pengasuh dan pengajar dari pesantren.  Personil yang berangkat ada 4 orang dan 3 motor, jadi satu dibonceng. Perjalanan pagi saat itu tidak terlalu ramai namun sangat ramai di arah yang berlawanan karena banyak orang yang baru saja berangkat untuk bekerja.

Rute yang kami lalui hari pertama ini adalah Jonggol, Cianjur, Bandung, Garut,Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Kebumen, dan tiba di Yogyakarta. Jalur selatan memiliki perbedaan karakter jalan dan suhu udara yang sangat berbeda dengan jalur utara. Jalur selatan memiliki kontur jalan berbukit yang bisa dibilang tidak habis-habis, kelokan, tanjakan, turunan, begitu banyak dijumpai dijalur selatan.  Selain daripada itu suhunya juga lebih rendah ketimbang jalur utara, jadi berkendara di jalur selatan relatif lebih sejuk. Namun demikian, berkendara dengan karakter jalan seperti ini, mas bro tidak bisa terlalu santai, karena sangat dibutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi, terlebih apabila ingin menyusul kendaraan di depan. Untungnya kuda besi yang MM and friend tunggangi powernya cukup besar dan tetap tersedia di tiap rpm. Oia, pengendara mobil besar seperti truk dan busnya juga sangat bersahabat dan kooperatif.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
pit stop pertama
[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]
Image
motornya
[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]
Image
ridernya

Image

MM and friend tiba di Yogyakarta pukul 3 dini hari. Perjalanan yang sangat lama memang. Kami riding selama 4 jam, baru kemudian beristirahat. Istirahat yang pertama adalah di Bandung, sebuah rumah makan padang kecil. Kemudian istirahat kembali di sebuah masjid di Ciamis setelah MM sempat roliing speed dengan Harley Davidson Softail (ridernya sampai ngecungin jempol karena MM bisa tempel) yang sedang solo riding ke Yogyakarta. Istirahat-istirahat berikutnya kami lakukan di SPBU, karena sekalian mengisi bahan bakar. Istirahat paling lama MM and friend lakoni di sebuah restoran di kota kecil bernama Sumpiuh, kami beristirahat kurang lebih 1 jam (09.30 – 10.30), setelah isitrahat ini MM and friend langsung berkendara ke yogyakarta.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
perbatasan jabar jateng di jalur selatan
[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]
Image
ngaso dulu di pringsewu sumpiuh

Ketika tiba di Yogyakarta pada saat dini hari, kami memarkir kendaraan kami di depan gedung bank indonesia. Ternyata kota Yogyakarta ketika dini hari masih tetap ramai, walaupun tidak seramai Jakarta. Sempat sedikit bingung juga karena akan menginap dimana, tapi kemudian salah satu sahabat MM, Arief, berinisiatif untuk menghubungi saudaranya yang ditinggal di Jatinom, sebuah kecamatan yang terletak di Klaten, dan membutuhkan kurang lebih 1 jam perjalanan dari Yogyakarta. Akhirnya kami kembali riding ke Klaten, dan pukul 4 pagi menjelang shubuh kami tiba ditempat saudara sahabat MM. Perjalanan yang sangat panjang tapi sangat menyenangkan, berasa sekali tenaga mesin 650 sangat memanjakan ridernya, tapi itu semua harus dibayar dengan konsumsi bahan bakar yang juga relatif lebih boros. Dan pelajaran yang didapat adalah apabila mas bro menemukan sebuah jalanan yang lurus, mulusm dan sekelilingnya sangat terawat, bisa dibilang itu adalah perbatasan sebuah kota. Di jalan begini biasanya MM lupa diri dan ngegas ER6N dengan putaran gas yang lebih besar, hehe. Oke deh, bagian pertama segini dulu aja ya mas bro. Stay tune buat bagian keduanya.

Image

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
sampe juga di jogja

 

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Motor Build Up Suzuki 2014, Menarik Tapi Jangan Overprice dan Perbanyak Promosi

6

Image

Mas bro semuanya, setelah melihat tanda-tanda kemunculan satria f junior, kemudian via blognya bro irfan pertamax, MM ngelihat beberapa lini produk built up Suzuki yang bakal diluncurin pada tahun 2014. Disini ada beberapa produk Suzuki yang bakal digelontorkan di tanah air (masih rumor) seperti Brugman 200, Van Van 125, Gladius 650 (ini sih udah ada), V-strom 650 (ini udah pernah MM bahas), dan Inazuma dengan warna baru.

Kalau Gladius dan V-strom okelah, segmennya niche banget, tapi yang menarik buat MM adalah van-van dan brugman. Mengaju dengan apa yang ditulis sama bro irfan pertamax dan berita yang dimuat di laskar Suzuki, van-van 125 dan Brugman 200 bakal diproduksi di Thailand. Hal ini sudah barang tentu dapat mempengaruhi pricing yang bakal dibanderol.

Tapi sekali lagi, terkadang Suzuki suka jualan motor-motor segmented dengan gaya importir umur, meluncurin, kurang promosi, udah gitu kadang harganya gak kompetitif. MM harap Suzuki gak nerapin hal seperti itu di van-van dan brugman 200. Brugman 200 kalau menurut MM masih punya peluang untuk laris, bisa dibilang ini adalah matic dengan cc yang cukup besar dan tidak terkena ppnbm harga masih bisa dikatrol tidak begitu jauh dengan PCX, belum lagi dengan berbagai fiturnya. Brugman 200 bisa lebih menarik potential buyer buat memboyongnya ke rumah.

Image

Terakhir van-van 125, kali ini Suzuki nampaknya (kalo jadi meluncurin) pengen bermain di blue ocean strategy, dimana belom ada kompetitor yang bermain di dalamnya, dulu sih sempat ada hyosung karion 125, dibanderol dengan harga 17jutaan motor ini cukup laris dan banyak diburu penggemar. Nah dengan nama besar besar Suzuki dan dengan pricing yang masih wajar, bukan gak mungkin van-van 125 bisa menjadi trend setter atau bahkan trend baru gaya sepeda motor di tanah air. Eit, jangan salah lho bro, penggemar retro/japs/atau boober style di indonesia saat ini juga terus berkembang. Oke deh, MM rasa segini dulu analisanya. Semoga bermanfaat mas bro.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
bisa maen offroad juga

 

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Dapatkah Yamaha 250 Menggempur Sang Ninja?

13

Image

Mas bro sekalian, perhari ini hari kamis tanggal 20 november 2013, Yamaha jepang secara resmi merilis penampakan sebuah motor sport 250 cc bentuknya masih dibuat mirip dengan motor prototype moto GP yaitu  YZR-M1. Memang MM belom melihat ataupun mengetahui spek resmi dari motor ini, tapi MM mau coba bahas, apabila memang nanti motor ini dibuat mirip dengan Yamaha R6, apakah itu sudah cukup untuk menggempur dominasi sang Ninja?.

Image

Ninja 250 tampil dengan sangat dominan di Indonesia sejak tahun 2008, dengan sebelumnya sudah diperkuat dengan succesornya yang juga masih bertahan hingga kini yaitu ninja 150 RR dan ninja 150 R/L/M. Selain itu ninja 250 juga diperkuat (brand imagenya) dengan kehadiran ninja 650, zx6. Zx636, dan ninja 1000, belum lagi apabila Kawasaki juga ngeluarin ZX10R, lama kelamaan, “Ninja” itu sendiri menjadi  semua merek motor, jadi orang lebih tahu ninja daripada Kawasaki yang merupakan main brand motor itu sendiri.

Image

Kemudian target pasar, siapakah target pasar Yamaha 250 ini? apakah pengguna ninja? MM rasa tidak, karena pengguna ninja hanya ingin “naik kelas” ke sepeda motor dengan cc yang lebih besar atau jumlah silinder lebih besar. Jadi kemungkinan potential buyer dari Yamaha 250 adalah orang yang memang mau menambah koleksi motornya atau rider yang memang fanatik dengan Yamaha (fans boy).

Image

Tapi yang menarik di sini adalah motor yang launching ini adalah motor yang benar-benar baru, mesin baru, sasis baru, fresh, tidak seperti ninja 250 yang mesinnya sudah lama ada dan dilakukan refreshment, jadi mungkin mesin Yamaha ini memiliki berbagai macam keunggulan, belum lagi ditambah dengan sumber daya yang dimiliki oleh Yamaha, pasti strategy yang akan dilakukan untuk memasarkan sepeda motor ini tidak akan menghadapi banyak kendala. Oke deh, ini sih Cuma analisis ngasal MM aja, kita lihat aja nanti gimana sepak terjangnya.

How to Make Thunder 250 Double Disc (Wannabe)

11

Image

Mas Bro dan Sis semua, seperti yang sudah kita ketahui bahwa sepeda motor dengan kubikasi kurang atau sama dengan 250 CC, hanya mengaplikasikan satu piringan cakram di rem depannya. hal ini dimaksudkan agar memangkas bobot, dan pasti sudah dilakukan penelitian, bahwa hanya dengan menggunakan satu piringan cakram saja, sudah dapat menahan/menghentikan laju sepeda motor tersebut.

Tapi terkadang namanya biker, seringkali merasa tidak puas. Hal ini disebabkan karena tampilan roda depan motor tersebut menjadi “kopong” sebelah. Kemudian, Berbagai upaya dilakukan agar sepeda motornya tampil ala moge dengan double disc depan, seperti mengganti suspensi depan berikut dengan pelek limbah moge, tapi hal ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Paling minim butuh dana 6 juta rupiah, dan itupun beli dengan harga pertemanan habis-habisan.

Thunder 250 adalah sepeda motor yang orisinilnya juga menggunakan single disc untuk rem depannya. Namun demikian,  “masalah” ini dapat diselesaikan dengan sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya yang mencekik kantong.

Tromol depan Thunder 250 memiliki 6 lubang baut di sisi kiri tromol yang berfungsi untuk melekatkan disc ke tromol. Ternyata sisi kanan dari teromol ini juga sama bentuk dan dimensinya, tapi tidak berlubang. Yang perlu dilakukan adalah melepas tromol dari jari-jari kemudian membawanya ke tukang bubut untuk meneruskan lubang baut yang ada di sebelah kiri tromol agar menembus ke bagian kanan tromol. Kemudian setelah menembus, minta agar tukang bubut itu juga membuatkan drat atau ulir. Setelah selesai rangkai kembali tromol, pelek, beserta jari-jarinya, dan pasangkan disc tambahan tersebut. Kalau MM sih hanya menembuskan 4 lubang, soalnya memang MM hanya ingin double disc wanna be (discnya pun bekas, dan sudah speleng), jadi hanya kosmetik belaka, tidak ada kaliper yang menjepit discnya.

Image

Image

Nah, MM kurang tahu apa di tromol sepeda motor lain bisa dilakukan hal yang serupa dengan apa yang bisa dilakukan di tromol Thunder 250. Monggo mas bro cek di motor kesayangan mas bro masing-masing. Terus hasilnya? Seperti yang bisa dilihat di foto, tampilan roda depan jadi lebih padat, tapi ya begitulah trade offnya, bobot sepeda motor jadi bertambah, dan agak susah mengisi angin apabila alat pengisi anginnya tidak fleksibel (yang biasanya ada di ujung selang kompresor). Berikut fotonya pas udah jadi

Image

Image

Mudah-mudah2n menginspirasi (rada racun dikit)

Kesulitan Nyari Sparepart Motor Yang Udah Discontinue? Ini Salah Satu Solusinya

4

Image

Mas bro semua, seperti yang udah sebagian biker tahu bahwa  Thunder 250 adalah sepeda motor Suzukiyang sudah disuntik mati dari tahun 2006. Beberapa biker juga berpendapat bahwa dalam urusan sparepart,  Thunder 250 adalah sepeda motor yang sparepartnya udah mulai langka. Mungkin hal ini juga terjadi di beberapa sepeda motor lain yang udah didiscontinue. MM sependapat dengan hal ini, malah bukannya cuman langka, tapi harga sparepartnya juga mahal. Sebagai contoh adalah sepul atau generator yang dibanderol cukup fantastis bekisar 750-800 ribu rupiah, selain itu dibengkel resmipun juga sudah susah ditemukan.

Image

Dengan adanya masalah ini, apa yang harus dilakukan? Kita semua sudah tahu bahwa tekonologi informasi saat ini sudah berkembang sangat pesat. Media sosial seperti facebook, twiiter, dan masih banyak group-group yang ada di smart phone saat ini sudah sangant mudah di akses. Nah, kemudian, saran MM apabila mas bro sudah punya atau ingin punya motor yang telah discontinue, akan lebih baik apabila masbro ikut gabung di media sosial tersebut, tentu tergabung dalam komunitas atau club juga akan lebih baik. MM punya pengalaman ketika MM kesulitan mencari part kanibal  Thunder 250 yaitu keran bensin, MM segera sharing ke grup  Thunder 250 di facebook. Temang-teman pengguna  Thunder 250 yang lain dengan segera merespon dan memberikan solusi. Selain itu dengan join di sosial media, mas bro semua juga dapat mengetahui dimana bengkel-bengkel yang direkomendasikan  untuk merawat motor “unik” mas bro.

Disini MM Cuma mau sharing aja sih, soalnya MM langsung merasakan sendiri manfaatnya. Toh betul-betul gak ada ruginya mas bro. Malah dengan join di grup tersebut, mas bro juga jadi nambah teman, nambah ilmu, dan kadang-kadang juga malah bisa nambah rezeki, hehe. Oke deh, semoga membantu ya bro artikelnya.

%d bloggers like this: