Suzuki Lets II, Kok Rasanya Menjanjikan Yah?

14

Sobat MMBlog sekalian, temen-temen pasti udah tahu banget dan faham betul kalau saat ini, Suzuki Indonesia telah memiliki varian matik entry level yang lumayan digemari oleh bikers yaitu Suzuki Nex II. Punya desain yang kekinian, moderen, plus relatif disenangi, fitur yang cukup, dan juga harga tervalue, Suzuki Nex II memang punya daya tarik tersendiri. Setelah Honda Genio hadir, tak ayal banyak suara yang mengatakan kalau motor ini ada garis kemiripan dengan Suzuki Lets, nah, gimana kalau ada Suzuki Lets II?

Suzuki Lets, bisa dikatakan sebagai matik rare item. Lagi dan lagi, IMHO, Suzuki nampaknya memang selalu “kecepetan” dalam ngasih desain atau fitur sepeda motor. Case arashi yang yang sebenernya motor bagus, dianggap nyeleneh karena menggunakan lampu di tebeng depan, bukan di batok. Eh, beberapa tahun kemudian, Honda Blade hadir dengan garis desain serupa, dan diterima dengan baik di pasaran.

Suzuki Lets pun begitu, motor ini menurut yang MMBlog baca, punya tingkat kenyamanan yang baik, jok nyaman, suspensi empuk, dan desain yang sebenernya, ala moge banget. Di zamannya, padahal pelek palang tiga adalah pelek yang lumrah digunakan di moge, lampu belakang kayak Hayabusa dan tebeng depan juga apik, lagi dan lagi, memang gak mirip banget sama Honda Genio, tapi ada flash back ke Suzuki Lets kalau melihat Genio.

Momentum ini sebenernya oke kalau Suzuki meluncurkan Suzuki Lets II. MMBlog yakin, matik fashinable saat ini lagi hot dan prospeknya bakalan stabil dan bagus. Dibuat lebih fancy kayak Suzuki Nex II, Suzuki Lets II bakalan meraih sukses. Gimana masbro? Nex II dan Lets II? Kok rasanya enak bener ya? kelop dan namanya chakeeppp!

14 COMMENTS

  1. Anjir maksa desain melewati jamannya wkwkwk, gw fokus bahas motor kuy aja yang katanya lampu belakang moge dan velg ala moge palang tiga (cuma ala ala faktanya matic palang tiga kurang diminati tapak tidak lebar atau cungkring), coba deh sesekali buat artikel mengapa masyarakat menomor 4 kan R2 merek S, kalau R4 sangat diterima good job untuk team

  2. S harus sering gembor2 iklan, ramein di road race dan menang, bengkel dmn2 sama parts murah, jangan lupa sama kecantikan produknya kayak era shogun R 110 sama satria 120R LSCM. Setelah itu mungkin namanya bakal terus membesar, reputasi membaik

  3. Bagus juga kalo Suzuki mengeluarkan Lets II soalnya waktu habis peluncuran GSX-150 saya ngobrol sama orang dealer Suzuki katanya suka ada aja orang yang nanyain Lets, sayangnya udah diskontinyu

  4. belakang genio udh keren soalnya meruncing & tajem, tp menurut gw setengah ke depan masih ngeganjel soalnya desainnya masih kurang meruncing,
    bisa jadi kalo let’s di redesign dgn lebih banyak menyudut model nex -> nex II

  5. yg penting itu soal;
    1. desain sesuai keinginan pasar
    2. price positioning thdp kompetitor
    3. fitur kekinian dan fungsional (bagasi yang bisa muat helm full face, tangki bensin besar-minimal 5 liter, pengisian BBM yg mudah, dual port usb charger + console untuk naruh HP 7″-8″ – sebab rata-rata HP Android dah 6,x”, lampu – hazard led light – DRL – stop lamp led – please lampu utama jangan LED putih-harus warna kuning-bohlam juga gak apa-paling kalo kurang terang ditambahin lampu tembak sama usernya, speedometer yg informatif – jam – Fuel Consumption – voltmeter – trip A – trip B, leg room yang lapang – ukuran pasnya adalah bisa naruh galon secara berdiri di tengah motor dan masih ada ruang buat kaki menggepit di kanan kirinya)

    ato paling gampang ya bawa suzuki swish 125 kesini. Biar jadi game changer
    jangan malah bawa burgman yang kemaren dan ban kecil itu

  6. Bwang, gak mungkin bwang.. Lu harus berpikir diluar biasanya klo mau ngikutin apa yang ada dipikiran SUZUKI. Pemikiran lu terlalu common bwang!

  7. Setuju kalo lets facelift atau sekali all new.

    Sebenarnya suzuki lets udh ada modal yg bagus. Jok dan kenyamanan udh baik dan suspensi yg lembut (yg sesuai dg kondisi jalanan indonesia) karena kedua rival rata” keras suspensinya. mungkin mesin ngambil dari nex lI. Tinggal designnya yg mengikuti keinginan pasar dan sisi marketingnya saja yg harus diperbaiki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here