Honda Spacy Dicontinue, Ketika Utility Kalah Telak Sama Desain!

10

Sobat MMBlog sekalian, akhirnya, motor skutik Honda yang bisa dibilang punya utilitas tingkat tinggi, Honda Spacy telah diberhentikan produksinya oleh AHM. Menarik melihat fenomena ini, karena apa? Karena, Utilitas atau bahasa lainnya adalah kegunaan, faedah, atau praktikalitas, kalah telak oleh desain yang sebenernya bisa dibilang “unfaedah”. Ya emang Unfaedah sih, lah wong cuman ngasih enak di mata thok?!

Honda Spacy, bisa dibilang sebagai skutik AHM yang punya tingkat praktikalitas dan kegunaan yang tinggi. Motor ini punya bagasi paling besar di skutik model skubek. Bahkan Hayate dan Skywave aja masih kalah gede dibanding bagasi Honda Spacy. Spacy, ketika peluncurannya, menggunakan model BCL serta suami yang ingin mengkomunikasikan bahwa motor ini punya daya angkut besar di bagasinya. Tas masuk, boneka masuk, helm masuk, kado masuk. Kenyataannya, emang banyak yang bisa dimasukin sih.

MMBlog pribadi, emang belum pernah punya Spacy, tapi jajal dikit pernah lah. Salah satu sahabat MMBlog yang udah gonta-ganti motor sampai 30 motor dalam waktu 10 tahun terakhir, pernah menggunakan Honda Spacy sebagai kendaraan hariannya. Reviewnya? Motor overall oke buat harian. Emang jok enggak terlalu empuk, tapi motor enteng, tarikan lumayan, dan bagasi sangat akomodatif!

Desain versus utilitas. Ternyata desain enggak boleh lebih rendah levelnya dari utilitas. Malah, kalau MMBlog lihat, untuk pasar Indonesia, desain harus buagus banget, harus spesial, dengan utilitas rendah atau unfaedah, itu enggak jadi masalah, motor tetep jadi favorit! Gimana Sob?  Beat yang gak helm ini, lebih mahal laku. Vario yang juga gak helm-in-helm-in amat, terus juga harganya mayan tinggi, laku keras? Gimana tuh? Hehehe. Pasar Indonesia emang unik! Harus punya efek WOW dulu di mata!

Ada pendapat lain Sob? silahkan diketik di kolom komentar yah! sekian, terima kasih, dan semoga berguna!

10 COMMENTS

  1. Tinggal address yg punya tingkat utilitas bagus tapi desain gak not bad, ntar nex2 bisa menggeser kakaknya yg lebih praktis kah? Secara desain nex2 itu lebih wow tapi praktikalitasnya meh…

  2. Design itu sebenernya itu ga cuman melulu hal looking aja, design itu sifatnya menyeluruh. Ada design tampak, ada design mesin, ada design ergonomi, dsb…Yg akhirnya menjadi satu produk yg utuh..

  3. Yang penting runcing, sekarang yg membulat/agak membulat sudah bukan selera kebanyakan masyarakat sini. Padahal yg membulat itu everlasting desain menurut saya contohnya Vespa walaupun modern tp desain ttp. 😃

  4. dessain ngak jelek, cuma headlamnya aja kegedean, walu secara keseluruhan dimensi, ukuran headlamnya dah sesuai, plus motor ini berat

    • jgn upa..plastiknya ampun2an…saya waktu luat sempet naksor..pas pegang2 kesing…njirrrrr…harga yg magal aka plstik masih dibawah kompetitor apalgi yg harganya murah….an

  5. coba kalo mesin diganti 110 esp, sein belakang dibuat terpisah di spakbor, desain headlamp sedikit dikecilin dan stripping dibuat polos emblem 3d elegant, mungkin jualannya bisa lumayan.
    ane dulu sebelum nebus address, nyari skutik yg akomodatif tapi body gk segede vario125/150, pilihannya kalau gk spacy ya address. tapi akhirnya nebus address karena menang di desain.

  6. Menurut saya, untuk pasar Indonesia, motor laris itu kuncinya;
    A. Desain 50%, B. Utilitas + fitur + 25%, C. Mesin 15%, D. Harga 10%. Kemudian dikalikan skor penilaian.

    Pabrikan yang mengutamakan pegang A+B akan menguasai pasar.
    Coba Bandingkan pabrikan yang mengedepankan dengan Kombinasi A+C, B+C, atau C+D.
    Misalnya,
    * Pabrikan 1. A = 0,5 x 8,5 . B= 0,25 x 8. C = 0,15 x 7. D = 0.1 x 5
    * Pabrikan 2. A = 0,5 x 7,5 . B= 0,25 x 7,5. C = 0,15 x 8. D = 0.1 x 9

    Hasil skor akhirnya
    P1 = 4,25 + 2 + 1,05 + 0,5 = 7,8
    vs
    P2 = 3,75 + 1.875 + 1.2 + 0.9 = 7.725

    jelas P1 menang walau beda tipis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here