Beli Motor Bekas di Luar Negeri Kemudian Kirim Indonesia (Impor Motor Bekas), Apakah Bisa? Ini Investigasi MMBlog!

12

Sobat MMBlog sekalian, sebagai blog yang sering dan konsisten ngebahas mengenai motor besar, nampaknya ada lumayan banyak temen-temen pembaca yang keracunan pengen juga punya moge. Moge, bisa dibilang, harganya emang kurang oke, relatif mahal, dan enggak rasional. Tapi diluar negeri sana, moge harganya murah, apalagi yang seken! Bayangin, CBR600RR bisa dijual dengan harga 40-50 jutaan tahun muda! Gimana enggak ngeces, lalu banyak yang nanya, bisa gak beli motor itu, terus dibawa ke Indonesia? Jatuhnya ya Impor motor bekas yah. Hmm, gak sedikit yang nanya gini, dan akhirnya, MMBlog tergelitik untuk melakukan penelusuran.

Pertama-tama, MMBlog mau tanya dulu. Impor-nya ini nanti kalau di tanah air, maunya bersurat resmi? Atau enggak ada suratnya nih? MMBlog bahas satu-satu deh yah.

Pertama untuk yang pengen moge bekas impornya bersurat resmi. Sepertinya, setelah MMBlog melakukan penelusuran dan investigasi online, 98% moge bekas yang diimpor gak akan bisa mendapatkan surat resmi macam Form A, Faktur, BPKB, dan STNK. Karena apa? Karena di Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI Nomor : 49/MPP/Kep/2/2000 tertulis:

Nah, bisa gak tuh ngikutin syarat-syaratnya? Katakanlah kita beli bekas sama orang di luar negeri, atau kita kerja diluar negeri terus pakai motor kita disana, bawa kesini, terus surat bukti uji tipe dari negara asal pembuatnya didapet dari mana? Jangankan bekas, kalau beli baru enggak bisa nongolin itu semua sebagai syarat, itu motor segelondongan enggak bakalan bisa masuk 😆 . kalaupun bisa masuk, seumpama di shiping dari luar, nanti di pelabuhan atau bea cukai ditanyain mana kelengkapan dokumennya. dan lain-lain yang ada di atas, nah lho? Jadi, untuk bersurat, kayaknya 98% mustahil dah.

Kedua untuk yang pengen moge bekas impornya bodong. Kalau ini ya mungkin aja, tapi tetep, untuk CBU segelondongan enggak akan bisa, tapi kalau peretelan, mungkin aja bisa Sob. jatuhnya jadi sparepart, begitu sampai disini, ya dirakit lagi. Otomatis, dokumennya juga gak ada, ya gak bisa lah dibikin surat. Peretelan disini gak melulu sampe terurai semua yah, kayak sasis, mesin pelek kepisah aja, jatuhnya udah keurai itu.

Bisa juga kalau temen-temen kayak penjelajah dunia gitu, atau peturing dunia. Beli motor di luar negeri, bikin carnet, terus tunggangin dah sampe ke sini, kan mantap! ini jatuhnya sebenernya kayak impor sementara, tapi tetep ya enggak bisa dibikin suratnnya. Duta besar juga bisa bawa kendaraan dari luar negeri untuk digunakan, tapi ya enggak terbit lah itu surat menyuratnya tetep.

Peraturan Impor Kendaraan Bukan Baru (Kendaraan Bekas)

Pemerintah sebagai penyelenggara kehidupan bernegara, sejatinya juga punya peraturan mengenai hal ini, hal ini di muat di Peraturan Menteri Perdagangan RI No 38/M-Dag/Per/12/2005 Tanggal 29 Desember 2005. Nah, bisa aja impor KENDARAAN bukan baru, tapi sayangnya, yang bisa impor adalah  Perusahaan Pemakai Langsung, dan Perusahaan Rekondisi Untuk Pemulihan dan Perbaikan Kendaraan Bermotor Bukan Baru. Kemudian, SEPEDA MOTOR TIDAK TERMASUK ke daftar/list kendaraan bukan baru yang boleh di impor. Yang boleh di Impor dalam keadaan bukan baru adalah kendaraan-kendaraan yang punya fungsi konstruktif, daya angkut besar terhadap barang, macam traktor, derek, dll. Untuk kendaraan yang peruntukkan sebagai transportasi perorangan/ atau Pleasure (senang-senang) ya enggak bisa.

Intinya sebenernya sederhana. Tulisan di atas itu MMBlog ngacu sama berbagai peraturan yang udah dibikin sama pemerintah. Tapi kalau mau bermain logika sederhana, impor atau beli kendaraan bekas diluar negeri secara personal, terus disuratin disini, ya enggak bisa lah. Yang ada, ATPM, Importir Umum, atau badan usaha lain yang resmi dan bayar pajak ke pemerintah bisa tutup buku, ngomel-ngomel, cuap-cuap, darah tinggi, dan berbagai ekspresi emosional lainnya 😆 , lah, ngapain beli di dealer kalau kita bisa beli sendiri dengan harga murah, bekas, kondisi segar, terus disuratin? Kalau emang bisa mah, MMBlog pribadi udah punya moge empat silinder full paper dari kapan tau masbro :mrgreen: .

Gimana? Udah jelas belum? Kalau belum jelas, silahkan klik tautan di bawah ya. sampai pedes dah tuh mata baca pasal perundang-undangan, wkwkwkwk.

KLIK

Check

KlIK LAGI

CEK

12 COMMENTS

  1. Haha.. ya jelas gak bisa lah.. ane main mobil exs singapur sma malaysia.. kalau ada barang antik (mini cooper lawas, mercy, bmw dll) ya di potong/di pritil/diurai atau istilahnya halfcut.. trus masukin peti, masukin kontener nanti sampe jkrta baru di rakit lagi.. ada surat? Kagak lah..haha tp ya gitu lah, orang indo mah asal ada duit berani aja jalan.

  2. Itu peraturan dibuag untuk melindungi kelangsungan hidup perusahaan terkait..
    Kalo gak gitu mana ada ATPM yang mau jual moge disini..hehheheee

  3. Mohon pencerahan nya mas. Kalau bawa mesin motor glondongan aja. Tampa harus di bongkar satu” memungkinkan kah.?? Bisa masuk ke indonesia

  4. Bro kalo misalnya kita beli mesinnya tok. Trus di swap sama motor yg udah kita punya yg full paper gimana?
    Nah mesin motor lama tetep kita simpan untuk keperluan gesek nomor mesin saat ganti plat atau perpanjang pajak kendaraan nya.
    Saya sih kepikiran gitu.
    Terus untuk pajaknya di cukai berapa persen bro dari harga barangnya? Mohon solusinya bro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here