Test Ride Yamaha SR400, Biangnya Nostalgia!

26

Yamaha SR400-20

Wah, MMBlog mohon maaf nih Sob, kemaren artikel dua hari kosong :mrgreen: . Biasa, badan lagi minta dimanjain 😆 , alias drop 😆 . Udah gitu, sempetin test ride Ducati 1198 pula, semapuutt :mrgreen: . Untung masih ada artikel cadangan yang belum MMBlog publish. Oke deh, happy reading temen-temen!

Sobat MMBlog sekalian, beberapa minggu yang lalu MMBlog berkesempatan untuk menjajal satu varian retro jadul dari Yamaha. Sebenernya ini bukan motor jadul, lah tahun produksinya aja tahun 2005. Dibilang muda enggak, dibilang tua juga enggak sih sebenernya. MMBlog curious banget ketika ditawarin untuk mereview motor ini Sob, soalnya sebelumnya MMBlog udah pernah ngereview pesaingnya, Honda CB400SS. Terus gimana impresi berkendara dengan motor retro satu silinder 400 CC dari Yamaha ini? Lanjut.

Ergonomi

Yamaha SR400-18

Khas motor-motor retro, ergonominya sangat-sangat bersahabat. Setang motor ini udah diganti oleh setang aftermarket yang posisinya lebih rendah temen-temen. Tapi tetep aja, karena posisi yoke atasnya tinggi, mau pakai setang rendahpun jadi tetep tinggi setangnya. Tangan MMBlog yang panjangnya seadanya ini dapat meraihnya dengan rileks. Joknya yang lurus, kayak papan setrikaan, gak empuk juga gak keras, ngepaslah. Posisi footstep juga agak ke depan, hmm, seketika MMBlog jadi inget sama Thunder 250 yang ada dirumah, soalnya ergonominya 11-12 sama Thunder. Terus gimana jika dibandingkan dengan Honda CB400SS? Nah, karena CB400SS setangnya menggunakan setang orisinil, maka posisi tangan lebih tinggi ketika menggapai setangnya temen-temen, tapi overall, sama aja. Jinjit gak nih? MMBlog saat itu pake sepatu teplek, agak jinjit sedikiiiittt. Tapi karena udah familiar banget sama motor-motor begini, jadi berasa napak banget :mrgreen: .

Yamaha SR400-19

Performa

Yamaha SR400-17

Akhirnya waktu test ride tiba juga. Hmm, tracknya hanya di bilangan kebayoran. Jalan woltermonginsidi hingga ke jalan wijaya. Oia, untuk informasi tambahan, ini motor knalpotnya udah diganti/custom, jadi suaranya khas motor-motor jadul yang “blaarr…blaarr”!!! hmm, pas MMBlog jajal, motor kondisinya masih hidup jadi tinggal tarik tuas kopling, masukin ke gigi 1, lepas kopling dan kasih pelintiran gas, seketika SR400 maju perlahan.

Hmmmm. Tenaganya smooth juga ya ternyata, sesuai dengan prediksi MMBlog. Mirip-mirip dengan CB400SS, namun yang MMBlog ingat, akselerasi CB400SS lebih galak. Mungkin karena CB400SS yang waktu itu MMBlog test kondisinya seperti baru, sedangkan si SR ini terlihat “agak lelah”. Tapi tetep, sensasi tampolan big single emang punya ciri khas! Tarikannya linear, namun nafasnya panjaaaang banget! Sensasi unik MMBlog dapatkan ketika riding dengan SR, soalnya suara knalpotnya bener-bener eksotik, “ngeblar”nya bener-bener bikin ketagihan.

Yamaha SR400-24

Yang MMBlog ingat, gigi 1 dapat mencapai 40 km/jam tanpa kesulitan. Gigi 2 lupa sampe berapa, fokus ngelihatin jalanan yang lumayan rame soalnya, hehe. secara keseluruhan, performanya lebih dari cukup untuk berkomuter di dalam kota. MMBlog gak tau nih gimana performanya kalau dibandingkan dengan Ninja 250 atau motor-motor 250 CC dua silinder lainnya, soalnya gak dibejek abis-abisan. Yang jelas dulu pas test CB400SS, kecepatan 100 mah dapat diraih dengan amat sangat mudah, mungkin sama aja dengan SR400 ini.

Tanpa Starter Elektrik

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

ngengkolnya mantapp
ngengkolnya mantapp

Akhirnya setelah test ride, ini motor MMBlog matiin. Pengen nyoba idupin, lah lah lah, mana nih tombol staternya? Oia lupa kalau ini motor adalah SR400 tahun 2005 yang mana belum dilengkapi dengan elektri stater, jadi emang jantan banget dah, kick stater alias engkol masbro! Hmm, ngengkol motor 400CC? Pasti aja berat banget! Tapi tenang, ada tuas dekompresinya, persis kayak Thunder euy! Coba ngengkol, wkwkwk, tetep aja susyeehh masbroo 😆 . begini nih, biker jaman sekarang, Manja! 😆 . tapi setelah tahu selahnya, ngidupinnya gampang aja ternyata, kick staternya juga empuk dan enteng!

Yamaha SR400-25

Handling dan Suspensi

Yamaha SR400-21

Khas motor retro lagi, suspensinya konvensional biasa aja Sob. Depan teleskopik dan belakang suspensi ganda. Yaa begitulah suspensi motor-motor retro, empuuukkkk. Wajar karena yang diuber adalah kenyamanan berkendara. Hal ini bikin belok berasa mentul-mentul :mrgreen: . apalagi ini motor ukuran ban-nya ring 18, wkwkwk, jangan ngarep cornering gila-gilaan elbow-down yak 😆 . yang jelas beloknya mudah, bahkan selap-selip di kemacetan pun dapat dilakukan tanpa kesulitan sama sekali, setangnya bisa patah banget soalnya Sob. Suspensi dan handling begini ini cocoknya buat riding santai di sore hari pada hari libur, boncengan dengan orang yang dicintai, wuiiihh, mantaapp! :mrgreen: .

Yamaha SR400-22

Rem

Rem depannya discbrake satu biji, dan rem belakangnya tromol gede. Performa remnya? Ya lumayan senin-kemis dah, wkwkwk, dipencet hari senin, baru berenti hari kemis :mrgreen: . eh enggak deh, masih dalam kategori sabtu-minggu dah Sob :mrgreen: . yang jelas butuh pengereman berencana, hindari late-braking. Mungkin juga karena yang MMBlog bilang tadi, ini SR400 kondisinya udah “lumayan lelah”, jadi ekpektasi seperti mengendarai motor anyar atau motor baru harus dibuang jauh-jauh. Yakin, kalau direkondisi total lagi, remnya bakalan pakem!

Kesimpulan

Yamaha SR400-26

Yamaha SR400 dapat dibilang sebagai motor retro yang punya daya tarik tersendiri. IMHO, walaupun tidak sebeken CB series, tapi aura dan atmosfer retro dari motor ini sangat membuat ridernya berasa nunggang mesin waktu. Impressi riding dengan Yamaha SR400 adalah joy-ride, berkendara dengan penuh senyum, santai, tanpa mengesampingkan power yang dimiliki olehnya. Butuh tenaga dan akselerasi untuk menyusul bus kota yang mengeluarkan asap hitam seperti gurita? Mudah saja temen-temen, pelintir aja gasnya lebih dalam, hmm, seketika tubuh akan merasakan inertia. Terus juga bobot motor yang gak terlalu berat, dapat kita putar-puter dan gesar-geser diparkiran, emang motor harian banget!

Oke deh, semoga berguna ya Sob. Project test ride motor retro selanjutnya adalah Honda CB1100EX, xixixi, amiiiin (kalau ada yang minjemin :-p ). Atau CB400 Superfour juga mau (ngareepp :-p )

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Ajang Silaturahim dan Diskusi
Facebook : Vandra Risky
Facebook FP : monkeymotoblog
Twitter : @monkeymotoblog
Instagram : monkeymotoblog
Email : vandrarisky@gmail.com
monkeymotoblog@gmail.com
Blog Foto : photommblog.com

 [/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

26 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here