SAMSUNG CAMERA PICTURES

Sobat MMBlog sekalian, alhamdulillah MMBlog sudah riding bareng dengan varian motor matik baru dari PT Astra Honda Motor, Honda Beat POP ESP. Kenapa MMBlog milihnya Beat POP ESP? Karena tampilannya emang baru dan seger temen-temen. Ya jadi kalau di foto jadi tampil beda lah 😀 . Di test ride, MMBlog menggunakan Honda Beat ESP berwarna biru, kalau di foto action warna motornya merah, itu hanya untuk keperluan photo shoot aja yah, hehe. terus gimana ketika matik yang brand ambassodar-nya JKT48 ini ketika diajak riding? Lanjut dulu masbro.

Oke setelah memilih Beat POP Biru, MMBlog sebelum riding, menyempatkan diri untuk muterin motor sekali, dan memperhatikan. Wah, ini matik lumayan kece juga yak, stylish euy, kayaknya buat nongkrong atau sekedar jalan santai asyik juga nih. sip deh, langsung tunggangin gak pake lama, hmm, joknya joknya gak terlalu empuk, juga gak keras, pas!.. Puter kunci kontak ke posisi ON, pencet tuas rem, dan stater… breemm..bremmm… WOW, ACG Stater yang dibenamkan di Beat POP ini bekerja dengan elegan, kalem, halus dan senyap ketika mesin dihidupkan. Ketika road captain sudah memberi aba-aba untuk melaju, MMBlog langsung aja melintir thottle Matik yang dibanderol Rp. 14.650.000,- ini, dan ia melaju. Eit, aktifin fitur Idling Stop Systemnya dulu dooong 😀 .

test ride-2

warna merah untuk photoshoot

Rute test ride kali ini adalah riding di jalan Danau Sunter Utara, lanjut ke arah jalan Besar Kemayoran, tembus ke Jubille International School, masuk ke Jalan Danau Sunter Selatan, dan kembali lagi ke AHTC (Astra Honda Training Center). Rute test ride bisa dibilang representatif untuk menguji kemampuan dari Honda Beat POP ESP. Berbagai kontur jalan dilalui, dari jalanan aspal mulus, beton bergerunjal, jalanan rusak berbatu, jalanan yang lengang, hingga macet ala Jakarta. Baiklah, MMBlog akan bahas variabelnya satu per satu.

Performa

test ride beat esp-3

Sebagai rider Honda Scoopy yang berkubikasi sama dengan Honda Beat POP ESP, MMBlog terkesima dengan performa matik yang berbagasi 11 liter ini. Cukup dengan sedikit pelintiran gas, matik ini sudah berasa responsif. Tidak perlu rpm tinggi yang membuat mesin meraung, untuk membuatnya jalan. Cruising dengan kecepatan sedang dapat dilakukan dengan nyaman dan santai. Dengan pelintiran throttle yang diurut, kecepatan dari diam hingga sentuh 60 km/jam dapat diraih dengan mudah, tanpa ada ngedenngeden, muluuusss. Nah, untuk hal ini MMBlog kasih jempol buat Beat POP, dibanding Scoopy milik MMBlog, Scoopy butuh pelintiran gas lebih dalam, dan motor agak meraung untuk dapat melaju dari diam. Ya mungkin karena masih karburator juga dan mesinnya juga konvensional (Belum ESP).

Kemudian bagaimana jika gasnya dihentak dan dibetot? Ini dia yang menarik, MMBlog sampai lupa kalau ini adalah motor 110 CC, karena emang ngaciiirrr. kebetulan juga gak ada lomba irit-iritan, pokoknya ketemu jalan lengang, langsung bejek gas poollll. Speedometer dengan cepat dan gak kerasa sentuh angka 90 km/jam, dan top speed yang MMBlog berhasil catat adalah 100 km/jam di jalan besar kemayoran. Ada cerita nih, ketika MMBlog udah gaspol dan ngacir 100km/jam lah kok Mang Nde dari Ndesoedisi.com bisa nyusul MMBlog dengan sangat mudah :mrgreen: . setelah di telisik, gak taunya Mang Nde berat badannya 40kg saja euy 😆 , lah MMBlog 74 kg, power weight rationya kerasa. Begitupula dengan Mang Rajendra Macantua, sempet adu akselerasi, di Jalan Danau Sunter selatan, MMBlog udah ngacir, dengan ngocok gas, eh itu si Maung Lawas lewat aja dengan santai di samping MMBlog, hasyeemmmm :mrgreen: . untuk performanya, MMBlog simpulkan asyik dan responsif! Lupa deh kalau ini motor matik 110 CC, mungkin karena teknologi ESP itu ya. Klaimnya soalnya kubikasi 110 mesin ESP tenaganya hampir sama dengan 125 konvensional, juoozz!

Handling dan Suspensi

test ride beat esp-5

nikung dulu aahh

Ngomongin matik, paling asyik ngomongin handling. Seperti yang udah kita tahu, matik itu rajanya belok, mau belokan kayak apa juga bisa embat, hehe. begitu juga dengan matik yang tinggi joknya hanya 735 mm ini, nikung cepat dan cermat dapat dilakukan tanpa kendala dan effortless, yup, nurut aja masbro, apalagi buat ngezig-zag atau changing line, sumpah enteng banget. Ketika kita melihat jalanan lain, dan kita ingin kesitu, seketika Beat POP ESP sudah bawa kita ke jalan itu. Terus pas macet bagaimana? Jujur, MMBlog baru pertama kali ini bawa Beat POP, dan langsung terbiasa dan dapet banget feelnya! Selap-selip diantara roda empat, dengan bodynya yang ramping, dan dimensinya yang mungil, serta ringan, nekuk setangnya jadi mudah! Everything is under control!

Terus suspensinya bagaimana? MMBlog dapat bilang bahwa suspensinya termasuk ke kategori intermediate alias di tengah-tengah. Dijalanan yang agak-agak rusak, MMBlog merasakan suspensi dari matik entry level AHM ini reboundnya lumayan cepat, “dep..dep..dep”, ya gak keempukan membal-membal, tapi juga gak keras kayak gerobak atau suspensi moge yang dipasang di motor kecil. Dari suspensi yang intermediate ini, nikung juga enak, gak ada gejala limbung. Hmm, suspensinya cukup nyamanlah untuk berkendara harian, gak ada deh tuh fitur perut mulas :mrgreen: .

Pengereman

test ride beat esp-2

stopie gak yaaa

Kebetulan, unit yang disediakan untuk test ride adalah unit yang menggunakan combi brake system. Terus bagaimana kerja combi brake system di matik yang jika dilihat dari belakang keliatan semok ini? Jelas bekerja dengan sangat mempuni masbro. Enaknyaaaa ngerem dengan menggunakan combi brake gini, tangan jadi gak pegel narik tuas rem. Jika tuas rem depan dan belakang ditarik bersamaan, maka remnya akan sangat-sangat terprediksi dan kita bisa ngerem dan berhenti di titik yang kita inginkan! Jemari juga gak butuh tenaga buat nariknya.

MMBlog sempet sengaja mengerem dengan ndut-ndutan, dan memang gigitan kaliper rem ke cakram sangat baik cengkramannya. Gak ada kata lain selain “pakem”! MMBlog juga sempet jajal ngerem hanya dengan menekan tuas rem di tangan kiri (tuas rem belakang), dan memang tuas rem kanan (depan) jadi berasa free atau bebas, lagi-lagi daya cengkramnya menarik nih motor! Untuk ukuran matik, MMBlog kasih empat jempol buat peranti penahan lajunya!

Riding Quality dan Idling Stop System

test ride beat esp-4

Bicara mengenai riding quality, Honda Beat POP ESP punya riding quality layaknya matik-matik entry level. Dengan spesifikasi MMBlog, 167/74 ini, Beat POP ESP jadi berasa mungil temen-temen. Tapi ketika melihat mas didik, Mang Nde, dan Wak Haji, berasa pas banget kayaknya! Berkendara dengannya, jauh dari rasa getar, yup, getarannya minim nih. udah gitu, motor ini punya kestabilan yang mumpuni, ketika diajak crusing di kecepatan 80-90 km/jam. Lebih dari itu.. yaa, pakai motor sport aja lah yaaa, hehe. Beat POP ini soalnya lebih asyik untuk berkendara dengan kecepatan sedang, dan berkendara nyaman, walaupun bisa diajak ngacir 105-110 km/jam (testimoni Mang Nde).

Terus bagaimana dengan Idling Stop System? Tentu bekerja sebagaimana mestinya ketika MMBlog berhenti dilampu merah atau macet. Awalnya rada kikuk juga, “kok ya modyar ini mesinnya yah?”. Namun, ketika gas dipelintir sedikit, asyiknya tanpa ada suara apa-apa, mesin langsung hidup dan siap untuk melaju lagi. ISS ini bekerja dengan konsisten ketika MMBlog dan temen-temen blogger terjebak macet di lampu merah ujung Danau Sunter utara, dan lampu di depan Jubilee. Ya mesinnya beneran mati, tapi ngidupinnya gampang! Tentu berkorelasi dengan volume penggunaan bahan bakar! Mantap! Bisa gak ya di aplikasi di motor sportnya? Xixixi :mrgreen: .

Kesimpulan

Dengan apa-apa yang MMBlog sampaikan di atas, Honda Beat POP ESP adalah matik entry level yang punya segudang fitur dan kelebihan yang menarik. Secara desain, motor ini siap diajak “gaul”, secara performa juga motor ini siap untuk dijadikan sebagai kendaraan andalan untuk operasional. Walaupun bagasinya belum helm-in, namun demikian bagasinya cukup luas untuk menyimpan sepatu booth dan juga jas hujan, serta dapat melindung barang-berang berharga lainnya. Untuk membuka bagasinya, kita harus membuka joknya, dan untuk buka jok, masih perlu menggunakan kunci yang dicolok ke lubang kunci dibagian buritan motor. Oke deh.

Nah, itulah review MMBlog terhadap Honda Beat ESP. Untuk ergonominya, temen-temen bisa klik disini untuk lebih jelasnya. Yang jelas sih, jika temen-temen biasa riding pake matik honda, pas riding bareng Honda Beat ESP, temen-temen bakalan punya rasa “ini matik emang matik Honda banget!!!”. Oke deh, semoga berguna ya, jika ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, temen-temen layangkan aja dikolom komentar.