Honda C125, Bebek Pajangan!

4

Sobat MMBlog sekalian, selain memajang dan memperkenalkan Honda Forza 250, PT AHM di GIIAS 2018 juga menyuguhkan penampilan menarik nan klasik dari bebek legendaris mereka yakni Honda C125. Motor ini bergenre bebek/cub, statusnya CBU, oleh karenanya, harganya pun jadi terkerek lumayan tinggi untuk ukuran motor bebek, 55 juta rupiah, sebuah harga yang tentu, bukan untuk anak motor yang masih mikir mending ini mending itu, melainkan untuk calon pembeli unik yang pada intinya, susah buang duit.

Ngomongin motornya sendiri, jujurly Sob, pengetahuan MMBlog mengenai motor ini gak mendalam. MMBlog hanya tahu kalau mesinnya mirip-mirip sama mesin Supra X125. Body-body, menggunakan full plastik, yaa jaman sekarang kalau bisa pake plastik, ngapain pake pelat besi? Berat šŸ˜† . ini motor juga udah full digital bin full LED. Motor moderen dikemas dalam kemasan klasik lah intinya. Pas lihat langsung, motor ini punya built quality kelas atas yang gak main-main alias serius.

MMBlog melihat, Honda C125 bukanlah bebek yang bisa dipakai dan diandalkan sebagai kendaraan commuter harian. Honda C125 seperti yang MMBlog tulis di judul, motor ini adalah Bebek Pajangan. Yakin MMBlog, motor ini dalam setahun kilometernya gak akan sampai 2000 km! yang beli motor ini, begitu datang, motornya pasti langsung dibawa ke dalam rumah, dipajang. Kalau punya motor banyak, pasti dijejerin sama moge-moge eksotisnya, yups, bukan untuk dipake.

Kalau diperhatikan, Honda C125 punya kans lebih oke dan lebih baik ketimbang Honda SH150i, kenapa? Masih ada aura retro bin jadulnya walaupun berasa agak kentang karena pelek racingnya. Kalau SH150i agak berat dan penjualannya hanya bisa dihitung jari, maka Honda C125 masih bisa menarik hati. Buat kolektor, real kolektor, sepertinya masih agak-agak segan untuk beli motor ini, kolektor senengnya motor tua yang baru, bukan motor baru yang ditua-tuain.

Hmm, gimana Sob? MMBlog pribadi akan lebih appreciate kalau AHM bawa Supercub yang 110 CC, yang emang udah punya trademark sebagai motor pitung daripada C125. Oke deh, sekian, terima kasih, dan semoga kepengen yah!

4 COMMENTS

  1. “kolektor senengnya motor tua yang baru, bukan motor baru yang ditua-tuain. ” setuju banget… karena kolektor sih suka nya nilai historisnya bukan sama modelnya. klo cuma model beli ja supra fit trus dimodif dptnya kan lebih murah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here