Sobat MMBlog sekalian, MMBlog udah hampir setahun menjadi rider bersama Mas Slamet Winarso aka Honda Win 100. Selama waktu riding itu, MMBlog merasakan bahwa motor ini (Honda Win 100) adalah motor yang benar-benar bisa diandalkan untuk menjadi kendaraan operasional sehar-hari. Banyak sekali kelebihan yang ditawarkan oleh motor ini, intinya sih, motor ini adalah jadi motor yang paling MMBlog demen buat riding, dibandingkan dengan si Merah aka Kawasaki ER6n sekalipun, pertinyiinnyi adalah, kenapa malah disuntik mati?

MMBlog pernah berbincang dengan salah seorang yang tahu betul sejarah motor ini, ketika motor ini disuntik mati pada tahun 2005, sebenernya demand atau permintaan dan juga pasar dari Honda Win 100 sendiri masih terbuka lebar dan luas. Tahun 2005, mungkin saat itu pabrikan lagi pengen mencoba hal baru yakni Matik, yang memang kenyataannya melahap porsi terbesar dari pangsa pasar sepeda motor di tanah air. Jadi mungkin harus dikorbankan deh si Win 100, dan mempercayakan matik sebagai volume maker dari ATPM yang bersangkutan.

Itu baru salah satu sebabnya, sebab lain menurut observasi MMBlog adalah, karena motor ultra entry level ini dianggap sebagai motor yang kurang bergengsi dan kurang bisa diajain gaya. Kenapa? Walaupun desainnya mungkin ada yang menarik, tapi CC-nya yang kecil, lari-nya yang relatif letoy, membuat motor ini kayak jadi bulan-bulanan di atmosfer sepeda motor tanah air yang tampil lebih hedon dengan performa yang kuat, kencang, dan kekinian.

motor si Doel anak sekolahan

Mungkin, kalau ada motor ultra entry level terbaru dari pabrikan (motor sport dengan 110 CC) berdimensi mungil, MMBlog gak akan pikir panjang untuk segera memboyong motor itu ke rumah. Karena MMBlog bener-bener udah ngerasain, gimana praktisnya motor sport entry level tersebut, gimana iritnya, gimana nyamannya, bahkan dibanding matik atau bebek-pun, sport ultra entry level masih ada di atas-nya.

Kandidatnya sebenernya masih ada banyak, AHM bisa bikin Honda Win Reborn, atau Suzuki bikin GD110, Yamaha juga punya Yamaha Indra, kalau Kawasaki? Belum ada sepertinya sportbike entry level Kawasaki. Yaa kita lihat aja ke depannya Sob, selama trend matik masih dalam grafik yang menanjak atau stabil sih, pesimis ada motor sport ultra entry level lagi. Riding lagi nyok!