Jika Begini Kondisinya, Lebih Baik Naik Kendaraan Umum Saja

8

Sobat MMBlog sekalian, hiruk-pikuk dan rimba bersepeda motor di Indonesia memang unik, ajaib, variatif, dan terlalu, terlalu banyak dinamika. Jika temen-temen melihat judul artikel ini dan melihat foto yang menjadi header di atas, terlihat fenomena bikers yang tentu dilihat dari sisi safety, tentu gak safety. Dilihat dari melanggar aturan, weleh pasalnya banyak nih. Lalu gimana harusnya?

Di Indonesia, sepeda motor bisa dibilang sarana transportasi yang paling realistis, efisien, dan menjanjikan. Mobil, harganya masih terlalu memberatkan bagi sebagian besar orang/keluarga. Kendaraan umum, memang belum mumpuni sama sekali, tapi kalau kondisinya seperti foto di atas, tentu opsi memilih kendaraan umum adalah opsi utama, tapi kan ribet Mas? Pilih ribet atau pilih selamet?

Keluarga yang terekam kamera Istri MMBlog tersebut melaju dari Jalan Pasar Minggu, kecuali bapak pengendaranya, penumpang lainnya yang berjumlah 4 orang dan perempuan semua itu tidak menggunakan helm. MMBlog dan Istri masih mikir, mungkon deket kali yah, rumahnya di daerah Lenteng Agung. Kena macet, geal-geol parah, pas jalanan lengang, ngebut! Terlihat sang putri yang duduk di tangki tertidur seperti pinguin, dengan kepala menengadah ke langit, sedih MMBlog Sob. Malah MMBlog dan Istri sempet pengen memberikan uang agar naik Taksi saja 😥 .

Karena rasa khawatir, akhirnya MMBlog mencoba untuk mengikuti. Ternyata Lenteng Agung Lanjut! Margonda lanjut! Grand Depok City Lanjut! Kampung Sawah lanjut! Weleeeh, jauh juga dan serute sama MMBlog, tau gitu nawarin buat ngangkut putrinya satu deh biar lebih enakan. Memang, sebelum pisah, mereka semua aman-aman dan selamat sentosa,  tapi alangkah indah dan baiknya apabila mencoba memaksakan saja untuk pergi dengan kendaraan umum aja kalau full team kayak gitu yah.

Hmm, gimana menurut temen-temen? Gak cuma bawa manusia lho, sang ibu juga membawa belanjaan. Asli ngilu banget saya bro!

8 COMMENTS

  1. Tipikal masyarakat kita ya gitu deh, semsh bisa keangkut ya tarik mang…….. Boro2 mikirin safety. Safety diri sendiri aja gak dipikirin, apalagi safetynya org lain di sekitarnya? Bagi mereka ngirit 1000 perak aja berarti amat besar. Kondisi ekonomi yg memicu kebiasaan tsb. Kl bagi org yg secara ekonomi msh memadai tentunya msh mikir lbh baik keluar duit lbh drpd bahayain diri sendiri dan keluarga tercinta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here