IMG-20140413-00579

Si Tangguh di Perkebunan Teh Kiara Dua (untung sempet foto sekali)

honda-cengkareng

Sobat MMBlog sekalian, kali ini MMBlog pengen sharing pengalaman MMBlog touring/middle trip dengan menggunakan Honda Verza. Momentnya masih sama yaitu ketika Fun Riding Blogger dengan AHM. Nah, Honda Verza adalah motor yang terakhir MMBlog gunakan setelah sebelumnya riding dengan Honda Vario 125, Honda Blade 125, dan Honda CB150R Streetfire. Sebenernya MMBlog paling antusias ya riding pake Verza ini, kenapa? Soalnya emang sama sekali belum pernah, xixixixi 😆 . sekalinya ngejajal langsung untuk perjalanan luar kota, mantap daaahh 😀 .

Test ride motor ini MMBlog jalanin dari sebuah warung yang letaknya di suatu tempat di kecamatan Surade hingga finish di Pelabuhan Ratu. Nah, Verza ini sebelumnya di bawa oleh Kang Haji Taufik TMCBlog, setelah minta izin beliau MMBlog dikasih kuncinya dan beliau lanjut riding pake Vario 110 Fi. Oia, sebelumnya MMBlog udah pernah dudukin motor ini di showroom Honda Jatake Tangerang. Ergonominya? Gaya MMBlog banget ini maaahhh, mirip 11-11,5 sama ergonomi Thunder 250 yang sit-in alias duduk manis dan super nyaman. Posisi setangnya yang menjulang, jok, dan footpegnya yang rada maju kedepan, membuat MMBlog dapat duduk santai, “wuiiihhh enak niiihhhh”

Masukin kunci kontak, puter ke posisi ON, dan stater… Bruumm….. Wew, suaranya ngebass juga yak, mantep. Coba sedikit blayer-blayer, wuiiih, jadi kangen ama Thunder, xixixii. Oke deh, tarik tuas kopling, masukin ke gigi 1 “cklek”, aluss, dan Verza pun melaju. Kesan pertama MMBlog terhadap performa Verza adalah responsif, tapi bedanya sama streetfire adalah cenderung galak dan menghentak di putaran bawah, tapi agak kedodoran kalau speed udah mancapai 90 km/jam. Torsi bawah-menengahnya terasa padaaaat, apalagi jika dibawa ke jalanan tanjakan, gak perlu repot-repot gantung RPM dan pindahin gigi, tenaganya gak putus dan terus aja ngisi. Ditambah dengan ergonominya yang mana MMBlog bener-bener udah terbiasa, riding pake Verza betul-betul terasa enak banget buat MMBlog pribadi. Oia, digeber di kecepatan tinggi getaran yang dihasilkan juga minim, juoozzz. Sempet juga celingak-celinguk di dashboard, gak ada tachometer ternyata 😀

20140413_122318_1

Yang Di urutan Kedua MMBlog tuh 😀 (Makasih Mas DidikNh Otoride buat fotonya)

Berbagai kelokan juga dapat dilibas Verza dengan sangat baik. IMHO MMBlog lebih enak nikung pake Verza euy daripada pake streetfire, berasa lebih sreg aja gitu di hati. Nikung-nikung sampe sedikit rebah juga aman, gak ada gejala mentul-mentul, tapi sempet tergelincir juga pas nikung ada kerikil halus, untung  gak jatoh 😀 . Nah, bahasan menarik lainnya adalah suspensinya, reboundnya cepet banget kalau lewat jalanan rusak, agak sedikit keras, tetep nyaman tanpa fitur perut mulas. Apa karena karakter dual shock belakang ya? Untuk membawa beban berat, atau berboncengan, eceeesssss, gak ada kayaknya gejalan amblas 😆 . Oia, mau nanya ke temen-temen, itu shocknya bisa gak ya subtitusi ke Thunder 250? Punya thunder MMBlog kayaknya udah mokat itu shocknya, gerobak euy 😆 .

Kesimpulan dari test ride Verza untuk perjalanan luar kota adalah “motor ini cocok banget untuk digunakan diberbagai kondisi jalan. kalau ketemu kondisi jalan perkotaan OKE, terus kalau kondisi jalan luar kota/pedesaan juga HAYOOKKKK”. Dengan kombinasi kenyamanan, performa bawah menengah yang baik, dual shock belakang yang kokoh, serta mudah dalam pengoperasian membuat Verza dapat menjalankan berbagai macam tugas, terutama tugas-tugas berat seperti jalan jauh, bawa beban, bawa boncengan, bawa boks-boks, dsb. Semua medan dapat dilakui dan dilewati dengan sangat baik, lain cerita ya kalau offroad. Good Job buat AHM yang udah membuat sport entry level seperti Verza ini. Entry level, tapi injection, tenaganya bagus, ergonomi nyaman, suspensi oke, paket lengkap daaahhhh 😀

Semoga berguna yaaa…