Retro Muscle Bike, Ketika Zaman Tak Lagi Bersamanya

25

Image

Mas Bro semuanya, salah satu tipe motor yang pernah booming adalah tipe motor motor retro muscle. Empat pabrikan Jepang kayak Honda, Kawasaki, Yamaha, dan Suzuki pernah memproduksi motor dengan model kayak begini. Retro Muscle memiliki kubikasi yang besar (besar banget malah) berkisar dari 1200CC sampai 1400CC. Bukan Topspeed yang dicari, tapi yang dicari dari motor dengan tipe ini adalah torsi, kenyamanan, riding quality, dan “nostalgia”. Kayaknya motor dengan tipe begini lebih mementingkan “bond” atau hubungan batin antara rider dengan motor, soalnya beberapa pabrikan ngeluarin tipe motor ini dengan model yang mirip-mirip.

Oke deh, motor apa aja sih yang pernah jadi primadona sebagai Retro Muscle bike, lanjut..

1; Suzuki GSX1400

Image

Image

Suzuki GSX1400 adalah motor muscle retro dengan kubikasi terbesar, 1400CC. Speknya udah DOHC, tapi cuman pake oil cooler mas bro. Mesin segede gini pake oil cooler doang bisa dibayangin panasnya kayak apa, hehe. Hal ini juga menandakan kalo motor ini simple dalam perawatan. FYI, di FJB-FJB suka ada lho yang jual motor ini, surat lengkap, harganya 100 jutaan, tapi gak tau deh itu surat kawinan atau bawaan motor. Terakhir motor ini adalah motor muscle retro pertama yang discontinue.

2. Kawasaki ZRX1200

Image

Image

Ini retro muscle bike dari Kawasaki, 1200 CC dan beda sendiri karena pake lampu kotak kayak GLpro. Lucu juga Kawasaki masih mempertahankan lampu kotak. Ini motor masih dijual tapi JDM alias Japanese Domestic Market.

3. Honda CB1300

Image

Image

Retro Muscle Bike dari Honda ini, Kayaknya maish diproduksi sampe sekarang, di TMS kemaren diperlihatkan juga revisinya yang pake half fairing. MM pernah liat motor ini secara langsung di salah satu bengkel spesialis Thunder 250 di daerah depok, emang Guede banget mas bro. Kalo mas bro mau nebus, bisa kontak Hobby motor atau Probike, harganya tergantung dollar, dulu sih sekitar 330 jutaan. uhuy.

4. Yamaha XJR1300

Image

Image

Ini motor juga masih eksis sampe sekarang. Kayaknya Yamaha mempertahankan ini motor sebagai flagship motor retro mereka. Terutama di Eropa sana, Dikarenakan Yamaha juga memproduksi motor sejenis dengan kubikasi yang lebih imut yaitu YBR125 dan YBR/FAZER250. Pernah di boyong sama YMKI (sebelom jadi YIMM) ke JMCS pada tahun 2006. Sama juga masbro, guede beneeerrr.

Terakhir, emang sih motor dengan tipe atau model begini gak terlalu banyak penggemarnya. Apalagi trend sekarang lebih menjurus ke sport atau naked streetfighter. Apalagi di pasar eropa, sekarang ridernya lebih ngutamain motor yang ada fairingnya supaya bisa membelah angin dengan baik. kalo MM baca di forum bikers eropa, Leher mereka rasanya kayak digantung kalo riding pake motor yang gak fairingan, karena anginnya nampol banget.

Nah, Suzuki kan udah pensiun nih main motor beginian. Kira-kira siapa ya yang bakal mempertahanin model begini buat jangka waktu yang agak lama kedepannya?

Motor Retro dan Cruiser Tanggung, Mana Yang Lebih Prospektif?

29

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Eliminator VL 250

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
V enginenya menggoda

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
angker juga dimodif begini

Mas bro semua, dalam artikel kali ini MM mau ngebahas perbandingan mengenai kans kesuksesan antara motor cruiser dan retro CC tanggung. MM ngebahas mengenai hal ini soalnya dulu MM pernah punya pengalaman riding sama Kawasaki Eliminator 175 yang mana motor itu adalah motor cruiser dengan kubikasi yang relatif imut. Kalau bahas motor sport 250 atau 150 kayaknya udah mainstream banget, hehe. Terus, MM juga sebenernya dalam lubuk hati yang paling dalam, sebenernya punya hati sama motor dengan tipe retro macem CB atau Estrella atau japstyle kayak Grasstracker Bigboy. Oke deh lanjuut.

Sebenernya riding dengan dua tipe motor kayak gini itu sangat nyaman mas bro. Terutama kalau riding pake motor cruiser, wuih duduknya aja sit-in, kaki selonjoran, tangan menggenggam stang dengan sangat santai, nyaman banget daaahhh. MM juga berpendapat hal yang sama apabila berkendara dengan motor dengan tipe retro, kalau diperhatikan ergonomi motor retro itu 11 12 sama ergonomi standar Thunder 250. Bagi MM sih nyaman banget, Tapi trade offnya biasanya motor kayak begini handlingnya kurang oke, apalagi kalau dibandingkan dengan handling motor sport, jelas bagi speed freak ya bukan dunianya, hehe. Perkara selera sih Bro.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Intruder 250, pernah dijual Suzuki Indonesia, tapi kurang promosi dan pricingnya gak oke

Suzuki VL 250LC Intruder 01  2

Terus gimana sih kansnya? Pertama ke motor cruiser dulu. to the point kayaknya kalau motor cruiser dengan CC tanggung peminatnya agak kurang. Hal ini dikarenakan lebih banyak usia muda yang menjadi rider. kalau udah masuk ke usia mapan, mendingan beli motor gede sekalian. terus trend sekarang juga lagi ke motor sport. balap kayak motogp udah jadi kewajiban buat di tonton. Nah terus dulu kenapa pabrikan pada getol ngeluarin motor cruiser kayak Eliminator, Phantom, Intruder? karena saat itu lagi ngetrend banget Renegade/Mandragade/Vandragade (panggilan MM pas Kuliah) yang jadi icon bad boy. Dan kendala yang paling krusial adalah seringnya ada anggapan dari rider lain kalau motor dengan tipe begini adalah motor Cina. Ini yang paling gawat. Tapi sebenernya motor cruiser bukan gak punya kans sama sekali, menurut MM motor cruiser masih ada peluang kalau minimal kubikasinya adalah 250 dan dua silinder, akan lebih baik kalau DOHC dan udah pake radiator, ditambah pelek palang (atau opsi bisa juga jari-jari), dan ban gambot. Sebenernya daya tarik motor dengan tipe cruiser adalah mesin tipe V enginenya itu.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Estrella 250, retro abisss

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Cafe Racer Style

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Touring style

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
CB 223, ganteng dan cihuy

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Grasstracker 250, japs abis

Terakhir gimana dengan motor retro? Wah kalau ini sih punya kans dan prospek yang bagus mas bro. Di jalan-jalan sekarang udah banyak banget kita liat motor retro yang merupakan hasil modifan. Komunitasnya juga menjamur. Daya tarik motor retro hampir sama kayak daya tarik Vespa, lebih ngedepanin life style, terus ada unsur freedom, terus ada berbagai macem fashion juga yang mendukung dan mendukung. Kalau fashion pake motor sport kan monoton, mentok di helm branded, boots, sama jaket full protector doank, hihi. Terus gimana perkara kubikasi yang paling cocok? Menurut MM pribadi sih, kalau motor retro lebih fleksibel, 150 CC oke, 250 CC juga oke. Image Image

Oia, dan yang paling penting, pengabutan bahan bakarnya harus pakai Injection. Oke deh, segini aja dulu analisa MM, gimana menurut Bro semuanya? Perlu gak nih kira-kira motor dengan tipe begini diluncurin di tanah air?[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Ketemu Motor Antik, DKW Tahun 1960!

22

Image

Mas bro semua. Hari ini seharian MM pergi nemenin Mama buat rapat di salah satu kantor BUMN yang berlokasi di Cianjur. Kota yang udah sering banget MM lewatin baik itu menggunakan roda dua ataupun roda 4. Tapi hari ini ternyata baik di kota Cianjur maupun Jakarta sama-sama diguyur hujan.

Lanjut cerita, setelah Mama selesai rapat. akhirnya Mama ngajak buat makan di salah satu restoran yang bernama Ayam Jakarta. lah, ke Cianjur kok malah makan ayam Jakarta? gimana nih?hehe. Selesai makan, MM bergegas ke toilet. sambil celingak celinguk, eh MM ngeliat ada harta karun. Ya, apalagi kalo bukan motor masbro. Tapi yang spesial adalah ini adalah motor tua. MM kira ini motor merek Zundap, eh gak taunya pelayannya nyamperin terus bilang kalo ini adalah motor DKW keluaran tahun 1960, weleh weleh, umurnya udah 53 tahun euy. Kata sang pelayan juga kalau motor ini masih hidup dan jalan, cuma masalahnya cuma bannya yang kempes, dan tali kopling putus.

Wuih, ini motor adalah motor keluaran Jerman. Yang pasti udah teruji deh kehebatannya. Kalau MM liat dari blok mesinnya, kayaknya motor ini adalah motor 2 tak. Gak pake lama, MM langsung minta tolong Papa buat fotoin. Oke deh, monggo dilihat penampakannya mas bro.

Image

Image

Image

Yamaha, Ngotot Banget Euy Eksekusi Strategy Pemasarannya! Mantap!

6

 

Image

Bro dan Sis semuanya. Dunia otomotif saat ini tampaknya lagi nyorot ke Yamaha banget. Kenapa MM bilang demikian? Ya karena emang keliatan banget sih Yamaha sekarang lagi jor-joran banget mengeksekusi strategi pemasaran. Bisa mas bro liat kalo beberapa minggu ini atau beberapa bulan ke belakang, banyak gebrakan yang dilakuin oleh pabrikan garputala ini. Contohnya kayak ngeluarin motor gede 4 line up sekaligus! Terus ngundang Hohe buat ngegas R6 di sentul. Terus nampilin ketangguhan performa Jupiter Z1 (bebek) dan Yamaha R15 (sport) di sentul, gelar konser NOAH band yang lagi gandrung saat ini.Terus sebenernya apa sih tujuan dari ngelakuin semua hal ini? Udah pasti juga costnya gede banget nih.

Image

Oke deh, dulu pas MM kuliah MM pernah belajar Integrated Marketing Communication atau lebih dikenal dengan sebutan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Nah dimata kuliah ini tuh diajarin gimana caranya mensinergikan berbagai strategi pemasaran agar tercipta sebuah mindset/atau memperkuat sebuah mindset yang telah ada yang berujung kepada attitude (sikap) yang favourable (di sukai) dan berimbas kepada positive behavior yaitu purchase intention (keinginan untuk membeli).

MM coba runut apa aja strategi yang udah dilakonin:

1. Launching Motor Gede 4 lini sekaligus dengan harga yang asli Premium

Tujuan: mendongkrak image bahwa Yamaha adalah pabrikan yang concern sama sepeda motor sport dan meningkatkan brand equity atau prestise. Kalau dari penjualan sih kayaknya susah ya, harganya terlalu segmented, mending jualan matic aja kalo mau nyari untuk gede mah.

2. Nunjukin performa Z1 dan R15 di Sentul + Ngundang Hohe + konser NOAH

Tujuan: mencari perhatian publik (bahasa ABGnya Caper), seperti yang udah kita tahu mas bro, kehadiran Jorge Lorenzo dan Noah adalah sebuah magnet yang sangat efektif buat ngedatengin banyak orang dan media. Dengan bisa showoff (ngasih penampilan R6 ngeliuk-liuk di sentul) begini diharapkan orang-orang yang melihat langsung bakalan terpukau dan langsung memberikan respon positif. Dan diharapkan juga media bakal nge-blowup event ini.

Image

Nah, yang MM liat dari apa yang udah dilakukan oleh Yamana Indonesia. Ini semua adalah sebuah strategy yang sangat strategis. Terus sebenernya selain memperluat mindset (yang dalam hal ini Yamaha pengen banget memperkuat image Sport-nya) apalagi benefit atau keuntungan yang bisa diperoleh? Ya jelas mas bro, penjualan motor sportnya. Berbagai bisikan udah banyak beredar di dunia maya kalo yamaha bakalan melaunching sport 150 dan 250 CC nya. Dengan strategy yang udah dilakuin secara gila-gilaan saat ini, diharapkan ketika sport 150-250 yamaha meluncur, potential buyer atau bahkan orang yang cuman suka sama motor, langsung “memunculkan” merek Yamaha sebagai merek sepeda motor sport di otak mereka sebagai top of mind. Karena saat ini gak bisa dipungkiri top of mind orang indonesia kalo ditanya tentang motor sport ya jawabnya “Ninja”.

Memang sih, kalo dilihat secara kasat mata, rata-rata mereka yang riding dengan motor yamaha (terutama bawa vixion dan jupie MX) kebanyakan bawanya pada ngebut, identik banget sama sport atau balapan, jadi emang sedikit banyak image sport udah tertanam di merek Yamaha. Udah gitu ditambah dengan prestasi Yamaha di kancah balap nasional dan internasional yang gemilang, pasti udah jadi nilai tambah deh.

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Say NO To MIKA BENING!

29

Image

Gambar dari blognya mas Maskur

Mas bro sekalian, belum lama sekitar 2 jam yang lalu, MM riding ke daerah Setiabudi Jakarta Selatan tepatnya ke kantor soulmate MM buat ngasih oleh-oleh dan obat. MM berangkat lewat Menteng, terus ke arah Rasuna Said, sampai akhirnya belok kiri untuk bisa motong jalan lewat belakang. Berangkatnya sih gak macet mas bro, malah relatif lancar, tapi pulangnya ampun deh, MM kira malem begini di terowongan manggarai udah gak macet gak taunya malah makin panjang

Lanjut cerita, akhirnya MM sabar aja ngantri di kiri jalan bersamaan dengan biker-biker yang lain. Sampai pada hal yang gak mengenakan yaitu MM dipotong dengan amat tidak sopan (seruntulan) sama motor matic yang menggunakan mika bening untuk lampu belakang atau lampu rem. Siapapun anda, tolong dong di standarin lagi motornya.

Serius, MM bener-bener ngerasa terganggu mas bro kalau dijalan ketemu sama motor yang pakai mika bening. Akhirnya yang MM lakuin adalah memperlambat laju motor (tadi MM bawa Skupi) biar agak menjauh dari buritannya. Tapi emang cara bawa motornya bener-bener gak safety dan gak punya etika mas bro. MM heran padahal dandanannya cukup rapi, pake jacket, helm, sepatu, celana panjang, ya khas pekerja kantoran gitulah. Tapi kok bawa motornya dan modif motornya alay gitu ya?

Menurut MM pribadi sih silahkan aja kalau mau pake mika bening atau clear gitu, tapi ya diiringi dengan penggantian bohlan yang sinarnya warna merah atau pake LED. Kayak moge zaman sekarang kan gitu, banyak yang back lampnya clear tapi begitu nyala tetep merah sinarnya. Kalau bening terus pake lampu standar gitu, suer dah, bikin mata jadi capek banget, kesilauan. Inget bro, di jalanan itu gak semua orang memiliki penglihatan yang bagus-bagus macem pilot atau anggota marinir/kopasus. Di jalanan itu banyak orang yang menderita silinder, atau minus parah, yang begitu kesorot lampu terang gitu, langsung burem matanya (termasuk MM).

Last, dalam artikel ini MM mau ngehimbau apabila ada pembaca blog kecil ini yang pake mika bening, monggo di standarin atau pake lampu LED warna merah. Terus kalo emang ada temen, sahabat, atau saudara yang menggunakan mika bening (dan lampu standar) monggo bro diingetin, soalnya jalanan itu punya banyak orang. Dan ada macem-macem juga orangnya. Oke deh, pokoknya safety first mas bro, safety buat diri kita sendiri, dan safety buat orang lain juga.

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Suka Duka Punya Motor “Tua” (6,5 tahun dengan Thunder 250)

33

Image
waktu pulang touring dari Mbanyumas

Mas bro sekalian, lewat artikel ini MM mau bercerita mengenai suka dan duka memiliki sepeda motor “tua” yaitu Thunder 250. Sebenernya dibilang tua sih juga gak tua tua amat, umurnya baru 6 tahun lewat. Terus diskontinyunya juga baru 7 tahun, gak kayak CB atau Binter Merzy yang udah puluhan tahun. tapi kalo ngerujuk kepada kebiasaan orang-orang yang pada ganti motor pas usia motornya 3-5 tahun, bisa dibilang kalo Thunder250 udah lumayan berumur.

Image
pas touring ke pantai Jayanti Cianjur Selatan
Image
Ngaso Di masjid Subang, wah Si Thunder emang udah gile juga jalannya

 

Image
trek Ketanggungan

 

Terus apa aja sih suka dan dukanya? Oke deh, pertama-tama MM mau bahas tentang sukanya dulu.

Suka

Riding motor macem Thunder 250 lumayan menarik perhatian beberapa rider dijalan bro. Terutama yang melek otomotif dan memang seneng motor. Biasanya mereka suka bisik-bisik kalo lagi boncengan. Kadang-kadang bisikannya kedengeran dan langsung aja MM sautin, “iya bro, ini Thunder250”. Mereka juga suka ngelihatin secara terang-terangan (gak lirik-lirik lagi) pokoknya sebagai ridernya kadang MM suka senyum-senyum sendiri di jalan.

Terus, ada kebanggaan tersendiri bisa miara motor yang emang populasinya gak banyak. Dari tabel yang ada di website tpt, Thunder 250 hanya diproduksi 8000 unit. Untuk ukuran motor mah itu dikit banget. Dibandingin sama vixion yang bisa belasan ribu unit, itupun ludes dalam waktu setahun.

Terus yang paling asik dari punya motor kayak gini itu, solidaritas sesama penggunanya mas bro. Tiap ketemu di jalan pasti klakson, istilahnya salam tet tot. Kalo ketemu pas di parkiran, pasti jadinya ngobrol. Nambah temen dan nambah wawasan banget deh. Hal ini bukan Cuma berlaku buat sesama penggunanya aja, tapi orang lain yang kadang liat juga nunjukkin respon yang positif. Ya kadang yang jaga warung pinggir jalan, tukang tambel ban, tukang parkir, mereka biasa bilang “wah, motor langka ini bang, kalo bisa jangan dijual, sayang!”

Duka

Selain banyak sukanya, duka miara motor kayak gini juga ada mas bro. Salah satunya adalah persoalan ketersediaan sparepart. Sparepart motor yang udah diskontinyu kayak Thunder 250 ini suka gak ada di dealer resmi yang kecil (bukan main dealer). Bahkan terkadang di dealer besar aja sparepartnya suka gak ada dan suka inden. Tapi ada beberapa bengkel spesialis yang punya sparepart lumayan lengkap, malah lengkap banget. Tapi ya itu, kadang kita juga suka berebut, telat dikit udah disamber, karena biasanya sparepartnya itu di stok sama ridernya.

Terus dukanya lagi adalah harga part yang relatif mahal (buat jeroan utamanya), harga sparepart jeroannya hampir sama kayak sparepart moge, udah langka mahal pula, bener-bener deh. Tapi kalo motor diskontinyu kayak Honda Win sih partnya MM yakin murah meriah, dan banyak. Jadi Thunder 250 kayaknya case tersendiri.

Terus terkadang masalah kayak gini juga suka nimpa ridernya kalo lagi jalan jauh. Suka gak sadar kalo kampas rem abis, atau tiba-tiba kabel kopling putus. Nah, di dealer resmi luar kota suka gak ada tuh, jadi kalo riding jauh pake motor begini ya kudu bawa part yang “agak rapuh” tadi buat jaga-jaga.

Terakhir, ya gitu deh resikonya, yang namanya ciptaan gak bakal ada yang sempurna mas bro. Di balik suka ada duka, dibalik duka ada suka. Tinggal bagaimana kita nyikapinnya aja. Oke deh, segini aja dulu yang bisa MM share, mudah-mudahan membantu buat yang punya motor “antik” macem begini. Atau mas bro ada yang mau sharing pengalamannya juga? Silahken

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Jinjit Balet, Pede Aja Bro!

18

Image

Mas bro sekalian, apabila kita baca beberapa blog atau tulisan mengenai sepeda motor baru, biasanya akan ditemukan bahasan mengenai tinggi jok sepeda motornya. Terus hal ini juga memancing komentar, dan juga pertanyaan “wah, sampai gak ya?, wah jinjit balet dong ya? Wah, tinggi banget joknya”. Terus ujung-ujungnya, mas bro urung buat minang motor ini padahal sebenernya budget udah ada, terus karena perkara jok yang bikin kaki jinjit, harapan langsung kandas gitu aja.

Sebenernya ada solusi jitu mas bro buat ngatasin masalah jinjit balet itu, apa itu? Tanpa harus mengubah apa-apa (motornya), hal yang harus dilakuin adalah cuman 1 yaitu Percaya Diri aja mas bro! MM pernah liat dijalan, ada yang bawa KTM duke 200, gaya ridernya keren banget, pake rompi kulit badannya atletis, terus helmnya branded, jago banget selap selip pas macet, tapi gak taunya pas di lampu merah beliau jinjit balet mas bro. Yah, kalo dengerin kata orang kita gak bisa hidup tenang mas bro, cuek aja, toh orang-orang juga paling ngomonginnya juga di dalem hati doang,atau malah gak ngomongin sama sekali. tapi jujur MM malah salut sama biker itu, bisa tetep pede bawa motornya. MM juga punya temen yang badannya imuutttt banget, terus dia bawa thunder 125 aja udah jinjit balet. Tapi sampe sekarang, dia aman-aman aja tuh, malah dengan keterbatasan kayak gitu, mau gak mau dia terus-terusan ngalatih keseimbangannya sampe bisa ngendarain motor dengan kecepatan yang rendaaah banget tanpa turun kaki.

Terus masalah yang kedua, gimana kalo nemuin jalan yang enggak rata? Nah, lagi-lagi jawabannya ya pede aja bro!hehe. ya kalo emang gak rata, kita carilah jalan yang rata. Jangan maksa ikut-ikutan orang yang jalan dijalan yang gak rata (biasanya trotoar).  Selain pede solusi lainnya adalah tenang, yah pokoknya selalu positif thinking dan tenang aja. Untuk nambah pede dan tenang, ada baiknya motor juga ditambah pelindung kayak engine guard atau frame slider. Dengan adanya perangkat itu maka kita gak kepikiran kalo motor bisa lecet pas jatoh, jadi tetep pede deh.

Image

Terus yang terakhir adalah nimbang-nimbang. Biasanya biker indonesia (dengan tinggi 160-165 cm) itu bakalan kesulitan napakin kaki kalo lagi nyemplak motor-motor gede. Kalo motor-motor keluaran lokal atau cc 250 kebawah sih tingginya masih bisa diantisipasi biar kata jinjit balet. Biasanya rata-rata orang indonesia itu maksimal bisa handel motor kalo tinggi joknya 82 cm, tapi kalo kayak BMW GS1200 yang tinggi joknya 89 cm ditambah joknya yang juga lebar ya wassalam deh. MM pernah dudukin versys yang tinggi joknya 84,5 cm, jinjitnya parah, Cuma ujung sepatu yang bisa nyentuh aspal. Terus pernah juga dudukin KLX 250, gile kaki satu ngatung, yang satu lagi juga Cuma ujung sepatunya doang, padahal klx 250 joknya gak lebar.

Sebenernya naek er6n juga MM jinjit mas bro, tapi ya itu, yang penting pede aja bawanya, hehe. Pernah jatoh sekali, tapi itu gara-gara keserempet orang. So sekali lagi kalo emang brother kepincut sama motor tapi itu motor bikin jinjit balet, hajar aja mas bro! Trus jangan ragu juga kalo mau emang pasang lowering kit, apalagi kalo tingginya Cuma berkurang 2,5-3cm doang, gak bakal ngaruh ke riding quality mas bro, kalaupun ngaruh juga gak kerasa-kerasa amantlah. Emangnya kita hohe atau marquez yang bawa motornya diatas 200km/jam dan corneringnya sampe kena kuping, eh kena sikut. Oke deh, mudah-mudah bisa membantu mas bro sekalian.

Image
atau pake beginian?

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Ketemu Scorpio Warna Baru, Keren Juga nih!

14

Image

Mas bro semuanya. tadi siang MM iseng riding sama ER6n aka si Merah ke Depok. Kasian juga cuman ngedeprok di ruang tamu doang tiap hari, udah gitu ntar akinya soak kalo gak jalan-jalan, mana harga akinya 1,2 juta pula, berabe dah. Tiap hari riding pake Thunder 250 begitu bawa si Merah lagi, rasanya mantep banget, mantep beratnya, mantep panasnya, tapi mantep juga tarikannya.

Riding bentaran, baru sampe sahardjo akhirnya hujan turun dengan sangat lebat. mau gak mau nepi dulu dah di halte, karena gak bawa jas ujan. ngegalau di halte sembari ngobrol-ngobrol ringan sama rider yang juga lagi nepi, akhirnya sejam kemudian MM lanjut riding lagi. Jalan minggu lumayan asyik, walaupun banyak mobil-mobil yang bawanya kacrut (kayaknya tiap hari itu orang pake supir, giliran liburan nyetir sendiri bawanya kacrut) tapi sama sekali gak mengurangi enaknya riding.

Image

Riding teruuus, sampe akhirnya indikator bensin udah kelap-kelip, wah udah minta diisi nih. Oke deh, si merah mau minta diisi bensin ridernya malah mau ngeluarin “bensin” (pipis). akhirnya menepilah di salah satu SPBU di jalan raya bogor. jebule (minjem bahasa mas IWB) MM ngeliat sosok sepeda motor laki Yamaha yang warnanya ngejreng. Wuah, Scorpio warna baru nih. Kelirnya moderen juga, uptodate lah, warna utama putih dengan shroud yang dikombinasi warna ungu. ada sentuhan grafisnya dikit. jadi tampah lebih menarik.

Image

tapi ya gitu deh, sayang banget Pio ini banyak yang bilang kalau desainnya wagu. terutama headlampnya. niatnya pengen niru FZ8 atau XJ6, eh malah kecele sendiri, sebenernya sih kalo mau gampang kopas aja desain fazer 250. terus MM jadi punya analisa, sebenernya makin sayang kalo Pio jadi di diskontinue, ini motor udah teruja, cuma perkara desain doang, kalo bisa desainnya dibuat lebih “oke” pasti bisa booming lagi, terus karbunya diganti pake injection, wuih, makin joss lah. oke deh, monggo diemut-emut dulu mas bro infonyam kali ada yang mau ngecat motornya kayak gitu?hehe.

Strategy Marketing, Motor sebagai Predessor Atau Cuma Mati Sia-sia

8

Image

Mas bro sekalian, ayo kita diskusi lagi mengenai strategy marketing sepeda motor. Kali ini yang akan MM bahas adalah strategy succesor atau penerus dan predessor atau pendahulu. Strategy ini sebenernya adalah strategy yang cukup potensial menurut MM, karena apa? Karena strategy ini berkaitan langsung dengan mindset yang udah tertanam di dalam benak konsumen, karena udah ada produk pendahulunya. Oke kita lanjut ke paragraf selanjutnya.
Jadi begini, sepeda motor yang diproduksi oleh pabrikan, memiliki lifecycle yang yang berbeda beda. Ada yang umurnya lamaaaaaa, tapi ada juga yang umurnya pendek. Oke, kita gak usah ngomongin yang umurnya lama, tapi ayo kita omingin yang umurnya pada pendek-pendek. Contoh produk yang umurnya gak terlalu lama dan gak terlalu populer dikalangan motor besar adalah suzuki dengan GSR 600 nya, Suzuki GSR 600 ini umurnya hanya 4 tahun, dimulai dari tahun 2006 dan tewas di tahun 2010. Ini adalah sepeda motor yang bener-bener baru buat Suzuki, karena Honda udah maen dikelas ini sejak lama dengan Hornet 600 nya, walaupun mesinya dari mesin gixxer yang dituning ulang.

Image

Image

Tapi, motor ini gak mati sia sia mas bro, motor ini mati yang kemudian melejitkan nama succesornya yaitu GSR750. GSR 750 di eropa sono sangat laris, mas bro bisa liat dari banyaknya video di youtube, ada banyak banget yang upload. Sampai-sampai motor langsung bisa bersaing sama Z750 yang lebih dulu mendominasi. Jadi menurut MM IMHO kesuksesannya ini gak lepas dari peran adiknya atau predessornya yaitu GSR600. Dengan desain yang lebih futuristik GSR 750 lebih bisa memikat dari pada GSR600.
Terus apalagi? Nah, kita juga bisa liat dari Kawasaki, Z800 merupakan succesor dari Z750. Tapi dalam hal ini, Z750 umurnya agak panjang. Setelah merasa terusik dengan GSR 750 akhirnya Kawasaki nyuntik mati Z750 dan ngeluarin succesornya yaitu Z800. Nah kerasa banget kan gimana nama besar atau pendahulunya itu memberikan kontribusi buat kesuksesan produk selanjutnya.

Image

Image

Image
Nah, sebenernya strategy ini juga bisa diterapin di pasar motor lokal. Seperti Honda yang lagi galau, Tiger disuntik mati apa enggak. Nah, kalau emang ada mesin yang lebih superior dan lebih mantap lagi, kenapa itu enggak dipake nama Tiger aja, nama Tiger udah kuat banget di benak konsumen, terus kalau kuatir gak laku, mesin Tiger lama jangan langsung dimatiin, kan masih bisa dibuat jadi basis mesin retro, atau jadi mesin dual purpose.
Terus yang teraamat amat disayangkan adalah suzuki, suzuki punya motor trail yang sangat legendari, yaitu suzuki TS 125. Kalau aja Suzuki mau memproduksi sepeda motor trail 4 tak, terus di kasih embel-embel TS atau pake nama DR. Ini motor pasti laku dan punya potensi banget buat nggeser dominasi KLX 150. Lah, sekarang aja pasaran TS gelap, kalo mesinnya bagus orisinil, bisa lebih mahal dari harga baru. Tapi semua ini balik lagi ke pabrikannya masing masing, hehe. Oke deh, MM rasa segini aja dulu, gimana menurut masbro semua?

Wah, Ternyata Mesin Motor Suzuki Suka Dipinjam Sama Pabrikan Motor Lainnya!

28

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
nih dia motor yang mesinnya suka dipinjem

Mas bro dan sis sekalian, motor Suzuki yang saat ini sedang lesu penjualannya di Indonesia, ternyata memiliki beberapa kejayaan diluar sana. Dari hasil browsing yang MM lakukan dengan tidak sengaja, ternyata diketahui bahwa pabrikan sekaliber Cagiva dan Kawasaki ternyata pernah meminjam unit mesin Suzuki untuk dicangkokan di line up sepeda motor mereka. Case ini juga sama dengan pabrikan sepeda motor Bimota yang meminjam mesin dari Ducati, tapi sasis dan kelengkapan lainnya Bimota sendiri yang bikin. Terus pabrikan dan motor apa sih yang basisnya dari motor Suzuki.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
wuih, mesin raptor gak taunya mesin suzuki TL

Yang pertama adalah Cagiva raptor, yup motor naked bike streetfighter tulen ini ternyata basis mesinnya adalah mesin v engine dari Suzuki TL1000. Wah, pantesan aja tenaganya buas banget, Mesin Suzuki TL 1000 ini sempet punya prestasi gemilang dikancah balap internasional. Bahkan penampakannya pernah ada di film layar lebar dealova. Buat sekedar informasi, Suzuki TL ini unitnya ada di indonesia, bahkan ada yang resmi alias surat lengkap.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
KLV 1000, minjem mesin TL juga

Terus yang kedua adalah Kawasaki KLV 1000 yang basis mesinnya juga dari Suzuki TL 1000 yang dituning ulang! Wah, ternyata mesin Suzuki TL 1000 ini beken juga ya mas bro, mesinnya bisa dipakai buat berbagai macam varian motor, kayak orisinalnya yang merupakan motor sport, terus sama Cagiva dibuat jadi nakedbike, terus sama kawasaki dibuat jadi motor heavy enduro yang onroad mantap, offroad oke.

Tapi emang sayang seribu sayang kedua motor ini udah diskonyu sejak lama, masa produksinya juga gak terlalu lama, Ya mungkin ini salah satu strategy juga buat ngeliat gimana reaksi pasar kalau ngeluarin motor dengan kapasitas mesin dan tipe begini, Kalau laku ya tinggal follow up bikin mesin sendiri, kalau gak laku ya tinggal diskontinyu, nothing to lose lah, Wong mesinnya juga boleh minjem, gak riset, gak ribet. Nah, terakhir gimana nih Suzuki Indonesia, MM yakim sebagian dari pembaca blog mungil ini juga pernah ngerasain tangguhnya sepeda motor/mesin Suzuki. Tinggal ngeluarin produk yang sesuai sama selera dan strategy marketing yang oke aja, MM yakin motor Suzuki bisa kembali jaya kayak masa Shogun dulu.

sumber: motorcyclenews[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Opini Monkeymoto Tentang Inreyen

36

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
om bule lagi general check up honda hornet lawaas

Salam Buat Mas bro semua. Mungkin topik dari artikel ini sudah banyak yang membahas, dan juga sudah banyak pro dan kontranya, tapi MM jadi tergelitik buat nulis artikel karena terkadang kalau MM lagi browsing di forum-forum yang membahas tentang motor, pasti ada aja “konflik” tentang perlu atau enggaknya inreyen ini. Oke deh, lanjut ke paragraf selanjutnya.

Inreyen atau kalau di buku manual biasa di tulis masa break-in adalah suatu masa dimana sepeda motor harus diperlakukan dengan semestinya, biasanya di buku manual, masa inreyen dibagi menjadi dua tahapan. Yang pertama adalah inreyen tahap pertama, biasanya pabrikan menganjurkan agar pengendara hanya boleh memacu sepeda motornya hingga rpm 4000 atau 4500 (tergantung motornya) di setiap gigi (gear) selama 800 km pertama. Kemudian di tahapan kedua biasanya pabrikan menganjurkan agar pengendara hanya boleh memacu sepeda motornya hingga rpm 5500 atau 6000 di setiap gearnya setelah jarak melewati 800km dan berlaku hingga 1600km. Jadi intinya motor belom boleh dihajar habis-habisan.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
geber dulu aaahhhhh

Oke deh, terus kenapa sih kok pabrikan nganjurin agar pengendara melakukan hal ini? Padahal  banyak di beberapa video atau foto-foto yang menunjukkan kalau sepeda motor yang telah selesai dirakit akan dilakukan final test di atas mesin dyno, dan terkadang digeber sampe 8000 rpm atau bahkan lebih. Menarik nih, menurut MM ada beberapa alasan. Yang pertama pasti alasan secara teknik, nah kalau ini MM gak bisa ngomong banyak, lah MM bukan ahli mesin atau pernah kerja di tempat perakitan. Walaupun ada beberapa website di amerika (mototuneusa) yang membahas mengenai keunggulan hard inreyen (inreyen yang malah digeber-geber) beserta penjelasannya secara teknis dibandingin dengan inreyen ala pabrikan, tapi pasti pabrikan juga punya itung-itungan sendiri kenapa harus dilakuin lagi inreyen seperti yang ada di buku manual.

Image

Image

Terus yang kedua. Kalo ini MM bisa angkat bicara karena MM udah nginreyenin beberapa motor. Terus apa yang juga penting dari inreyen pabrikan ini? Sebenarnya simple mas bro, tiap pabrikan itu pada hakikatnya juga punya tanggung jawab terhadap keselamatan para pembeli sepeda motor yang diproduksi olehnya. Jadi menurut singkat MM, inreyen sepeda motor itu juga ditujukan kepada ridernya. Sederhananya, sepeda motor yang rpmnya dipatok di angka tertentu, pasti juga terbatas kecepatannya, untuk motor 250 CC biasanya rpm 4000 itu kecepatannya 60km/jam, nah di kecepatan segini setidaknya diharapkan ridernya lebih dapat mengantisipasi apabila menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan, dan bertahap ke rpm 6000an. Jadi inti dari inreyen ini sebenernya adalah proses pembelajaran mas bro, MM ngerasain sendiri ketika ngikutin inreyen si Merah, wuih rpm 4000 aja bisa 90km/jam, terus pas boleh rpm 6000, itu motor di gigi 6 bisa ngacir 130 km/jam. Terus timbul pertanyaan? Kalo saya udah pernah bawa motor yang Ccnya lebih gede emang masih perlu adaptasi, yang menurut MM sih masih perlu, kan tiap motor beda-beda bro, lagipula kan belom tentu rider lain juga punya pengalaman kayak ente gitu, ada yang baru naek kelas, turun kelas, malah ada yang baru bawa motor.

Last, kenyataannya, inreyen ala pabrikan itu emang bikin motor jadi awet mas bro, MM udah buktikan di Thunder 250, sekarang odo udah sampe pada 80ribu kilometer, dan terakhir servis besar ring dan silindernya masih bagus tidak ada baret sama sekali. Dan alhamdulillah, buat ngacir 130km/jam aja sih masih cepetlah,hehe. Tapi semuanya balik ke mas bro semua, mau hard inreyen silahkan, mau ikut ala pabrikan juga silahkan. MM Cuma sharing pendapat aja kok. Oke deh,mudah-mudah berguna ya.

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Monkeymoto Road To Bromo (Pulang Ke Jakarta dan Hororriding)

20

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
siap siap pulang

Mas bro sekalian, setelah klimaks bermain pasir di Bromo, keesokan harinya MM and friend akhirnya pulang ke Jakarta. Dengan tubuh yang sebenarnya sudah agak lemas dan semangat yang tidak terlalu membara seperti mau berangkat, akhirnya perjalananpun dimulai dari Malang. Perjalanan pulang ini sedikit dibumbui dengan kesulitan, yaitu bocornya ban Scorpio sahabat MM di Sidoarjo, akhirnya estimasi kami yang dapat sampai di Surabaya pada sore hari, mundur menjadi pukul 7 malam waktu setempat.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
surabaya masih jauh

Image

Image

Kenapa ke Surabaya? Jelas mas bro, udah tanggung nih pengen lihat dan jajal Suramadu. Akhirnya MM and friend kesampaian juga riding ke pulau Madura.  Dengan biaya masuk 3000 rupiah (kalo gak salah) MM and friend melintas di jembatan yang menghubungkan dua pulau ini. Wah, pertama sih asik banget bro, tapi lama-lama bosen juga, karena sayang udah malem, jadi lautnya gak kliatan, hehe.

Perjalanan kali ini juga dibumbui oleh sedikit rasa tegang karena mendapat kabar bahwa trek yang akan MM and lalui adalah trek yang angker. Trek itu adalah jalan yang menghubungkan antara Bojonegoro – Cepu – Blora. Kenapa MM lewat jalan itu dan tidak lewat  Tuban – Rembang –Kudus? Karena saat itu sedang ada perbaikan jalan mas bro, jadi kami semua memutuskan untuk melewati jalan alternatif.

Jadi begini ceritanya. Saat sedang riding dari Surabaya dan beristirahat di Lamongan, salah satu sahabat MM menghubungi saudaranya yang tinggal di semarang. Kami semua mendapat kabar bahwa jalur utara sedang ada perbaikan jalan yang dapat menyebabkan kemacetan panjang. Akhirnya kami buka peta dan melihat ada jalan alternatif via Bojonegoro – Cepu – Blora. Okelah setelah selesai istirahat, akhirnya kami semua memutuskan untuk lewat jalan itu.

Riding di Lamongan, MM masih sempat berrolling speed dengan sedan BMW hingga kecepatan 150 kpj, kemudian sampailah kami di persimpangan yang ke arah Bojonegoro dan Tuban, BMW itu akhirnya lewat Tuban, dan MM and friend akhirnya memutuskan lewat Bojonegoro. Khas jalan di pantura, dataran rendah yang tidak terlalu banyak kelokan, hanya luruuuuss saja, hingga pada suatu waktu akhirnya MM melewati jalan yang gelap dan sepi banget. Ya memang sih saat itu sudah jam 12 malam, tapi samping kiri kanan jalan sudah dipenuhi oleh pohon jati dan jalannya sudah mulai sempit dan banyak kelokannya, dan tidak ada rumah warga.

Tidak terlalu lama, akhirnya MM menjumpai SPBU yang menyediakan pertamax, sontak MM memberikan sinyal ke sahabat-sahabat MM untuk mengisi bensin dan santap malam (bawa bekal ceritanya). Setelah selesai mengisi bensin dan makan, akhirnya ada perbincangan MM dengan salah satu petugas SPBU, begini kira-kira isi perbincangannya.

MM : Mas, mau nanya, dari sini kalo mau ke semarang kira-kira berapa jam lagi ya?

SPBU : Mas bawa motor ya? Ya kira-kira 4 sampai 5 jam lagi deh mas.

MM : Oh gitu, itu tadi saya jalan dari Bojonegoro ke mari gelap banget mas, jalan kesananya juga gekap gitu ya mas? Aman gak ya kalo bawa motor?

SPBU : (terdiam sesaat) Mas kenapa tadi gak lewat utara aja? Yakin mas mau lewat sini? Itu ke depan udah alas (hutan) semuanya mas, kira-kira 30 km

MM : Loh emang kenapa mas? Banyak begalnya ya?

SPBU : Enggak kok mas

MM : Terus apa mas?

SPBU : Begal gak ada mas, soalnya begalnya juga takut lewat sini?

MM : (makin penasaran) Emang ada apaan mas? Jalannya angker ya?

SPBU : Ya gitu mas, percaya gak percaya sih ya, dulu ada bis yang tiba-tina ngilang terus gak taunya di temuin di tengah hutan tanpa ada jejak rodanya. Terus saya juga pernah denger cerita ada tentara yang nyetir dengan nangis semaleman di jalan itu sama istrinya, tapi istrinya tidur, pas istrinya bangun dan liat mata suaminya merah abis nangis gitu istrinya nanya kenapa, katanya di jok belakang ada ngikut, penuh gitu.

MM (“kampret da ah” dalam hati) Oh gitu, wah, kalo mau balik lagi jauh juga ya mas (sahabat MM juga udah bengong doank)

SPBU : Tapi ya gak papa sih mas, yang penting tiap kelokan mas klakson aja, pokoknya terus berdoa aja mas, Insya Allah dilindungin kok sama Allah. Dan jangan takabur aja mas.

MM : Iya mas

SPBU : Tapi beneran mas mau lewat situ? Nanti pas jembatan timbang itu yang penting mas, jangan lupa klakson ya?

MM : (ini orang makin bikin senewen aje) Oke mas, makasih banyak ya buat infonya

SPBU : Sama-sama mas, ya pokoknya sih tetep hormat aja mas, percaya gak percaya sih, intinya mahluknya itu emang ada

MM : Iya mas, kita jalan dulu ya

Akhirnya kami semua melanjutkan perjalanan. Memang benar, suasana mencekam terus saja mengiringi perputaran roda sepeda motor MM and friend. Suasana yang gelap, dingin, dan sama sekali gak ada kendaraan yang melintas, makin membuat MM and friend memacu motor dengan kecepatan yang tinggi, dengan tetap mengklakson pastinya kalau ada tikungan. Tapi Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa, tapi MM sempat mendengan sebuah tawa disebuah tikungan, tawa yang terdengar sayup-sayup, entah itu suara angin yang bergesekan dengan helm atau suara tawa mahluk halus, tapi suara itu tidak mengganggu sama sekali.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
kondangan dengan muka capek

 

Kami semua sampai di Semarang pada pagi hari, dan beristirahat sembari menghadiri resepsi pernikahan sahabat kuliah MM. Kemudian pada malam harinya MM and friend melanjutnya riding ke Jakarta. Kami semua riding dari jam 10 malam dari Semarang, dan tiba di Jakarta pada pukul 10 pagi. Sebetulnya bisa lebih cepat, namun karena rasa kantuk yang teramat sangat ketika riding di Pantura, MM and friend akhirnya menyempatkan tidur di sebuah Masjid di kota Cirebon selama kurang lebih dua jam, ketika waktu telah sampai di awal shubuh. Akhirnya MM and friend berpisah di daerah Pangkalan Jati, karena sahabat MM harus pulang ke daerah Pondok Gede dan Depok. Sebuah perjalanan yang lumayan panjang, tapi sangat berkesan. Nah, ini adalah touring terjauh MM, gimana dengan turing-turing mas bro sekalian? Pasti seru juga kan? Pokoknya keep rolling and safety first mas bro. Stay tune di touring MM lainnya yang gak kalah seru!

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Bagaimana Kans Sport Fairing 150 CC Suzuki?

14

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
kayak begini kan cakep (GSXR600 – 2007)

 

Mas bro semua, seperti yang sudah sering kita semua dengar bahwa tahun depan adalah tahun dimana ada banyak motor sport fairing dengan kubikasi 150 CC akan bermunculan. Yang pertama adalah Yamaha dengan Yamaha R15 nya, kemudian (mungkin) Honda dengan CBR 150 yang headlampnya juga diubah kayak yang CBR 250, dan terakhir adalah Suzuki dengan (mungkin) GSX150Rnya.

Nah, disini MM gak ngebahas mengenai gimana spek atau kans 150CC Yamaha atai Honda, karena bisa diprediksilah kalau kedua raksasa ini bakal bersitegang, udah gitu speknya juga sudah ada gambaran. Kalo Honda yang CBR kalo Yamaha ya mirip-mirip sama R15 India-lah. Tapi disini MM mau ngebahas mengenai gimana motor fairing 150 CC Suzuki dan gimana juga kansnya?

Kalo MM boleh saran, sport 150 CC speknya harus di-atas Satria f 150. Pengabutan injection, 6 percepatan, DOHC, nah, terserah deh tuh mau pake radiator atau pake mesin engkel kayak Satria yang pake oil cooler tapi tetep nggilani. Atau mungkin kombinasi oil dan water cooler. Wah, kalo ini mah bakal overprice. Kalo speknya kayak megapro atau verza yang berpendingin udara doang, terus dikasih fairing sih, blunder namanya. Intinya mesin harus superior, jangan kalah sama Satria F. Satria F aja standarnya udah kenceng banget, napasnya panjang. Biasanya kalau begini biasanya nanti ada tuh yang bikin komparasinya, kayak besarnya Hp di dyno, nah kalau emang bisa mengungguli rivalnya bukan gak mungkin calon pembeli bakal jatuh hati ama gixxer 150 ini, lah wong konsumen kan biasanya ngeliat hp lebih 1 atau 2 aja udah jadi tolak ukur kualitas.

Terus desainnya, ini sih menurut MM gak terlalu sulit. Cukup kopas aja tuh desain Gixxer yang gede-gede. Bikin diferensiasi kayak sein yang menyatu dengan spion, swing arm banana, ban dibuat agak gede.jok yang kepisah, Permainan warna yang agresif. MM yakin kalo ini dilakonin, sport fairing 150 CC Suzuki juga bisa bertarung abis-abisan sama sport fairing 150 CC Yamaha dan Honda.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
kayak beginilah at least

 

Yang terakhir adalah lauchingnya. Disini Suzuki suka kedodoran nih, kayak inazuma kemarin aja, ngaret banget launchingnya hingga kehilangan momentum, nah kalo bisa motor sport 150 CC ini juga momentum launchingnya jangan terlalu jauh atau bahka harusnya dekat dengan lauching sport 150 CC rivalnya. Okelah, ini sih Cuma opini MM ajam sebagai rider yang udah banyak njajalin motor Suzuki,hehe. Tapi serius nih, kalo ini motor speknya bisa diatas Satria F, dan di dukung sama marketing yang terintegrasi dengan baik, ini motor bisa jadi primadona baru di kelasnya.

 

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Motor Sport Dengan Grafiti, Keren Juga Mas Bro!

7

Image

Iseng-iseng browsing, eh ngeliat CBR 600RR yang di grafiti. Wah, keren juga mas bro. Tapi MM pernah liat motor sport yang dibuat full grafiti ko malah aneh ya? Kayaknya kalo desain yang ini grafitinya jadi aksen, gak terlalu full dan masih tetap mengedepankan warna utamanya. Mungkin yang punya motorsport pada mau bikin? Kayaknya modifikator airbrusher kita bikin begini doang mah eces mas bro, monggo diemut-emut dulu gambarnya masbro.

Image

Image

Monkeymoto Road To Bromo (Part 3 Indahnya Kawasan Bromo Tengger Semeru)

12

Image

Mas bro semua, setelah sekuel artkel kedua kemarin lusa, sekarang MM mau ngebahas tentang “klimaks” dari touring kali ini. Kenapa MM bilang kalau klimaksnya adalah di Bromo? Pertama, karena ini emang ini tujuan turing MM and friend, kedua karena MM bener-bener takjub sama keindahannya, ketiga karena di kawasan Bromo ini MM ngerasa kalo MM ini emang cuman ordinary rider masbro. Oke deh, lanjuuut.

MM and friend berangkat ke Bromo dari rumah sahabat MM. Kami berangkat kurang lebih jam 7 pagi. Nah, ke Bromo ini MM and friend mendapatkan tambahan personil yaitu adik-adik dari sahabat MM yang rumahnya MM singgahi tersebut, kebetulan karena mereka juga suka main trail di Bromo jadi pasti membantu banget untuk urusan navigasi.

Image

Image

Bertolak pagi hari di Jawa Timur (Pasuruan) sama sekali gak macet, kami semua ngisi bensin terlebih dahulu (full tank) karena kata adik sahabat MM di kawasan Bromo Tengger Semeru udah gak ada Pertamina adanya Pertamini. Oke langsung jalan, gak lama kira-kira satu jam kurang dari Pasuruan, kami semua baru menyadari kalau kami udah riding di kaki gunung. Pemandangannya indah banget, jalannya mulus tapi ya agak sempit, terus kelok-kelok bahkan ada yang tikungan chicane, begitu tikungan langsung tikungan lagi, riding skill bener-bener diuji di sini. Di samping kanan kiri secara bergantian ada hamparan kebun kubis/sawi yang dibuat terasering, terkadang MM and friend juga disambut sama suara daun pinus yang bergesekan kena angin, diselimutin sama kabut, wah pokoknya saat itu kayak riding di surga deh (suer asik banget mas bro).

Image

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
sepanjang jalan disuguhin beginian teruuusss

 

Setelah riding di jalan yang begitu mulus, pemandangan yang indah, udara yang sejuk itu, kami berhenti sejenak untuk bertanya memastikan jalan yang hendak dilalui, karena terkadang jalan yang biasa dilalui seringkali ditutup karena aktifitas gunung Bromo yang tidak stabil. Akhirnya kami semua sampai di tempat para wisatawan biasa melihat Bromo. Subhanallah, ternyata memang komplek gunung Bromo itu sungguh indah. Seperti lukisan mas bro. Gak lupa pastinya foto-foto, hehe. Oia, nama daerah pintu masuk Bromo dari pasuruan itu namanya Tosari

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
sampe juga di kawasan Bromo Tengger Semeru, hampir 1000km

 

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
narsis dulu dah

 

Gak lama, sahabat MM melihat ada pergerakan di hamparan pasir Bromo, ternyata itu adalah sepeda motor. Dan seketika itu kami sepakat untuk ikut turun kebawah (kawasan gunung). Tapi sayang seribu sayang, jalan masuk menuju kawasan padang pasir dari tempat itu ditutup karena ada perbaikan jalan. Warga menyarankan apabila ingin masuk ke padang pasir, baiknya lewat malang saja, lewat desa Tumpang. Wah, muter lagi pikir MM. Tapi, adik sahabat MM punya inisiatif untuk mencari jalan alternatif. Mujur mas bro, ternyata suku tengger adalah suku yang sangat ramah, wajahnya yang suka berwarna merah muda itu sering sekali tersenyum apabila kita menyapa. Udah gitu, apabila kita bertanya arah jalan, mereka menjelaskan dengan sangat detail, disini juga MM mau saran apabila mau touring ke Bromo, sebaiknya ada personil yang bisa bahasa Jawa, lebih baik lagi apabila pakai bahasa Jawa halus. karena terkadang kalau nanya ke orang tua, mereka suka gak ngerti bahasa Indonesia.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
indahnya bromo, tapi itu gunung batok

Jalan menuju jalan alternatif itu tetap indah mas bro, kawasan kaki gunung semeru itu gak ada tempat yang gak indah, semuanya indah. Sampai pada ketemu jalan alternatif itu, pemandangan indahpun udah gak ada artinya lagi. Wuaduh, jalan alternatif itu ternyata jalan pinggir tebing yang berpasir, pasirnya sumpah, itu pasir halus banget. Kita mesti jalan di jalan alternatif yang berpasir itu sejauh 7km. Disitu MM sempat putus asa, karena akhirnya si merah jatuh/ambruk untuk pertama kalinya. Untung jatuhnya di pasir jadi tidak ada lecet sama sekali. Udah gitu, jalan itu adalah turunan, jadi MM sangat sulit kalau mau mutar balik, lah turun aja susah apalagi coba nanjak dipasir. Dan ternyata, jalan alternatif itu adalah jalan warga yang biasanya digunakan hanya dengan jalan kaki, tidak naik kendaraan. TIPS, MENDING MUTER KE MALANG!

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
amblas euy

 

Setelah ngesot sana ngesot sini, Dunlop Sportmax yang nempel di pelek ER6N gak dapet traksi, akhirnya MM and friend sampai di kawasaki padang pasir Bromo. Wow, ternyata di kawasan pasir itu sangat indah masbro, kita dikelilingi tebing tinggi dan ditengah padang pasing itu ada gunung batok dan Bromo. Tapi ternyata, pasirnya lebih halus dari yang ada di jalan alternatif, asyeeeemmmm, sobek=sobek tenan. Di kawasan pasir itu akhirnya kami bertemu dengan warga yang juga naik motor, sahabat MM bertanya, “Mas, jauh gak mas kalo ke arah pura?”, jawabnya “Wah, jauh mas, kira-kira 5 kilometer”. Sontak MM langsung lemas, putus asa, dan ternyata tidak ada yang membawa air minum, dan kami benar-benar kehausan. TIPS, JANGAN LUPA BAWA MINUM! TERNYATA BIAR ANGINNYA DINGIN, TAPI MATAHARINYA PANAS!

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
wahm disc brakenya karatan!

 

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
panjang bener tuh pasir

 

Rasa lelah, putus asa, haus, membuat MM and friend hampir pingsan, sahabat MM malah ada yang ngingau “aaaiiirrrrr, aiiiiirrr mana aaaiiiirrrr”. Ditambah si merah sangat sulit bernegosiasi, sebentar-sebentar bannya tenggelam di pasir. Makin digas makin tenggelam. Akhirnya teman-teman MM yang juga kesulitan bawa Pio membantu MM buat dorong si merah. MM and friend yang rider perkotaan kelihatan banget cupunya, adik sahabat MM yang biasa main trail, bisa melaju dengan sangat santai dengan menggunakan bebek. Akhirnya adik-adik sahabat MM melaju duluan untuk pergi ke pasir berbisik buat membeli air mineral. Sedangkan MM and friend, menunggu dengan putus asa.

Setelah selang 1 jam lebih akhirnya adik sahabat MM membawa air minum, akhirnya kami di kasih tahu bahwa untuk riding di pasir, trotel gas jangan dibuka secara penuh atau diurut, tapi dibuka dengan dihentak-hentak, kalau bisa malah berdiri aja di motor, dan ternyata manjur mas bro! Tinggal seimbangin aja, ban jadi dapat traksi! TIPS, BUKA GAS DIHENTAK-HENTAK ATAU DIKOCOK.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
akhirnya bisa ngaso

 

Setelah beberapa lama akhirnya kami semua tiba di pasir berbisik (nama salah satu kawasan pasir Bromo), dan beristirahat. Foto-foto, dan MM baru sadar lagi kalo kawasan itu juga sangat indah. Tadi selama putus asa, cuma ngeliatin motor doang. Kemudian kami riding lagi, dan sempat ketemu sama bapak-bapak yang lagi main pasir juga, tapi pake BMW GS series, wuah MM baru kali ini liat GS main pasir, biasanya cuma mejeng aja di parkiran moge di mall. Tapi ternyata susah juga bawa GS bahkan ada yang jatuh, dan MM and friend membantu untuk bangunin motornya. Ternyata berat masbro, tapi karena jiwa brotherhood sesama biker itu kita semua asik-asik aja, dan malah ngobrol, oia, ada triumph tiger juga dan KTM yang trail 450 CC, wuah yang bawa ktm bisa wheelie di pasir euy, udah mahir banget kayaknya.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
gaya dulu dah

 

Setelah sampai di jalan keluar yang berbeda dengan jalan masuk, akhirnya kami berhenti di suatu tempat yang bernama bukit teletubies, emang lucu sih bukitnya kayak taman teletabis gitu, tapi sayang, semua batre kamera udah abis, jadi gak sempat foto-foto. Riding lagi, ternyata jalan keluarnya itu adalah pintu masuk apabila masbro mau masuk ke Bromo dan Malang namanya Desa Tumpang, jalannya adalah ponblok bukan pasir, jadi mendingan banget dah.  Gak sadar ternyata udah jam 4 sore, modyar tenan, lama juga main pasirnya.

Akhirnya sore di Jatim hari itu MM and friend abisin di malang, dan pas senja MM mampir (nginep sebenernya) kerumah paman MM yang berlokasi di PUSDIK ARHANUD Batu, sebuah komplek TNI-AD. Di rumah paman MM kita semua bermalam di MESS prajurit (Alhamdulillah paman MM udah jadi Komandan di sana). Terakhir, hari itu ditutup dengan traktiran paman MM (yang selalu di ikutin sama anaknya/sepupu MM yang rusuh tapi asik) di sebuah tempat makan di daerah Panderman, wah, rezeki banget nih. Akhirnya kami semua makan malam, dengan tubuh penuh pasir, dan pengalaman yang berkesan seumur hidup. Wah, panjang juga nih artikelnya, mudah-mudahan gak boring bacanya, besok artikel terakhir pulang ke jakarta, via malang-surabaya. Jakarta (panturaan euy) so stay tune

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

%d bloggers like this: