Villa Kanaya

Yamaha Thailand, Ternyata Gak Jual Sport CC Kecil Ya

9

Image

Mas bro sekalian, iseng-iseng browsing, MM kepikiran untuk meluncur ke website beberapa ATPM negara tetangga. Di mbah google, MM nulis Yamaha Thailand, Oke deh, dengan segera mbah google langsung memberikan jawaban atas apa yang MM inginkan. Sebelumnya MM juga udah siap sih kalau ternyata di website tersebut yang keluar adalah huruf sansekerta, hehe. gampanglah tinggal kopas aja ke mbah google translate, agak acak adut dikit, tapi masih bisa kok dipahamin.

Liat-liat situsnya, terus MM liat produk motornya apa aja, eh gak taunya di kolom produk yang emang jadi laman pertama websitenya itu gak ditemuin sepeda motor dengan kategori sport. Adapun yang ada disana adalah kategori Manual yang di dalamnya ada berbagai macam bebek, terus Kategori Automatic yang di dalamnya jelas cuman ada motor matic, dan yang terakhir adalah kategori Big Bike, yang di dalamnya ada berbagai macam motor besar seperti R1, TMAX, Super Tenere, FZ8, FZ1, dan FJR 1300. Weleh masih mantepan YIMM dong ya, karena ngejual V-MAX, hehe.

Image

Entan kenapa Yamaha Thailand gak jualan motor sport CC kecil MM agak bingung juga. Padahal Honda di sana ngejual CBR 150, kenapa Yamaha Thailand gak jualan R15 ya? mungkin belom saatnya kali, hehe. Oke deh dari pada penasaran masbro langsung aja meluncur ke websitenya Yamaha Thailand.

Villa Kanaya

Larangan Knalpot Bising, Pasang DB Killer adalah Opsi Yang Oke!

27

Image

Masbro sekalian, setelah ramai hiruk-pikuk tentang pelarangan terhadap knalpot bising, MM pengen juga nih ikut nimbrung untuk ngebahas. Menurut MM pribadi larangan pemerintah agar pengendara sepeda motor tidak menggunakan knalpot berisik ada benernya juga kok, yang pasti tujuannya buat kenyamanan bersama, diharapkan apabila penggunaan knalpot bising sudah ditekan, kota kita yang udah rame banget ini akan sedikit lebih tenang, hehe.

Villa Kanaya

Nasib Motor Discontinue, Antara Berdebu atau Mengkilap

12

Image

Mas bro sekalian, lewat artikel ini MM mau ngebahas mengenai nasib motor-motor yang udah discontinue. Motor yang udah discontinue itu ada dua kemungkinannya masbro, eh malah ada tiga deh, tapi yang ketiga ini kemungkinannya kecil sih. Yang pertama adalah kemungkinan bahwa nasib motor itu bakal berdebu dalam artian, udah aja itu motor sama pemiliknya dipensiunin, ditaro aja tuh disudut gudang, gak dipanasin, aki soak, berdebu. Biasanya ini terjadi apabila motor ini berada di tangan rider yang emang punya motor buat dipake doang, bukan buat klangenan atau hobby. Orang itu juga mikir “ah dijual juga kagak laku, biarin aje deh”. Terus pemiliknya beli motor masa kini yang makin irit dan makin canggih deh.

Image

Terus kemungkinan yang kedua adalah bahwa nasib motor ini bakalan manis dan berkilau, hehe. Hal ini disebabkan karena pemiliknya adalah seorang yang hobby otomotif, terus emang sayang sama motornya, dan ngerasa kalau motornya adalah bagian dari dirinya (halah). Nah, biasanya kalau motor ini berada ditangan orang yang kayak gini, otomatis motornya akan terawat, dan bisa menjadi harta karun masbro.

Image

Kemungkinan yang ketiga adalah kemungkinan yang paling “mengerikan”. Kenapa mengerikan, ya karena biasanya motor discontinue itu partnya kan udah susah, biasanya motor yang ada akan discrap atau dimutilasi buat kanibal atau digunakan di motor sejenis. MM aja pernah liat ada Thunder 250 yang dimutilasi dan part-partnya dijual ketengan. Biasanya sih yang kayak begini ini adalah motor-motor yang memang partnya benar-benar susah dicari dan part-partnya itu punya “kelebihan” atau “keistimewaan” buat dipasang di motor lainnya.

Oke deh masbro, lewat artikel ini, MM cuma mau sharing kalau ngerawat motor yang udah discontinue itu sebenernya asyik. Banyak manfaatnya masbro, apalagi kalau kerawat dan kita butuh duit kepepet, motor itu bisa tinggi juga pasarannya. Tapi kalau MM pribadi sih gak akan ngejual itu Thunder 250, hehe.

Villa Kanaya

Suzuki Inazuma Sebetulnya Bisa Moncer, Asal…

29

Image

Mas bro sekalian, MM sebagai rider Thunder 250 makin lama makin tergelitik juga nih sama sepak terjang Suzuki Inazuma. Emang sih banyak yang bilang sayang desainnya gak pake desain GSR750, tapi nasi kan udah menjadi bubur masbro, tinggal gimana caranya bikin supaya bubur itu menjadi bubur ayam spesial.

Sebenernya jika dilihat lebih dekat, motor naked touring B-King wannabe ini cakep juga masbro, finishingnya rapi, fitur-fiturnya lengkap, ergonomi nyaman, tapi kenapa ya kita jarang banget liat motor ini di jalan?

Image

Menurut MM, disini ada beberapa titik lemah dalam marketing yang diterapkan di Suzuki Inazuma. Yang pertama adalah momentum launching. Seperti yang udah menjadi rahasia umum, launching Suzuki Inazuma sempet ngaret dan tertunda masbro, ini berperan pada kendornya antusiasme potential buyer untuk membeli motor ini. Yang kedua adalah minimnya promosi, emang bagus sih tiap ngelaunching motor baru, Suzuki pasti ngadain event bertajuk Suzuki Jelajah Negeri. Tapi event kan cuma on the spot dan efeknya temporal, gak bisa kontinyu. MM gak pernah tuh liat iklan Inazuma di media cetak atau media elektronik. ER6n yang marketnya lebih sempit aja ada kok iklan TVnya, dan iklannya juga ada di majalah yang memuat konten bisnis, bukan semata-mata majalah otomotif.

Kemudian, yang ketiga adalah ketidaksediaan unit di dealer. Bahkan jika MM nanya indent atau tidak, salesnya bilang inden dua bulan, wah kalau begini mah susah. Menurut MM ya sebaiknya di stok dan dipajang gitu 5-7 unit Inazuma di showroom-showroom Suzuki.

Image

Saran MM sih kalau mau jual motor CBU, harusnya Suzuki jangan pakai gaya importir umum, yang suka ogah-ogah atau tergantung pesanan (bahkan IU aja sekarang udah hebat banget aftersalesnya). Kudu all outlah. Mudah-mudahan nanti untuk motor sport 150 CCnya, Suzuki udah bisa belajar dari gimana suksesnya penjualan Satria F.

Villa Kanaya

Honda Tiger dan Yamaha Scorpio Discontinue, Gak Ada Alternatif Lain Nih?

15

Image

Mas bro sekalian, ngeliat di beberapa media online kayak detik dan beberapa blog roda dua, saat ini lagi santer banget diberitakan bahwa sepeda motor batangan Yamaha Scorpio dan Honda Tiger akan segera dihentikan produksinya. Ntah kenapa MM jadi rada sedih juga denger berita ini (agak lebay), mungkin karena MM adalah die harder motor dengan platform sejenis jadi ngerasa agak miris juga denger kabarnya. Setelah motor MM (Thunder 250) diskontinue pada tahun 2006 kemudian 7 tahun kemudian, akhirnya Tiger dan Scorpio juga mengikuti jejak Thunder 250.

Sebenernya sih masih ada beberapa alternatif lain menurut MM supaya at least mesin motor-motor tangguh ini gak sepenuhnya dipensiunkan. seperti yang pernah MM bahas sebelumnya (klik) bahwa mesin Scorpio masih bisa dipakai di motor trail, kali ini MM mau coba bahas lagi kemungkinan-kemungkinan yang masih memungkinkan bahwasannya mesin-mesin tangguh ini tetap dipertahankan eksistensinya.

1. Dipakai di motor trail

Image

Seperti yang udah MM bahas, mesin kayak begini ini punya torsi yang oke banget dan mudah banget dalam perawatan. Oleh karena itu mesin kayak begini akan sangat cocok jika dipakai di motor trail. Dengan pricing 25-30 jutaan kayaknya motor trail dengan basis mesin pio atau tiger akan punya penggemar baru. Dulu sempet ada Honda XR200 (mirip banget mesinnya sama mesin Tiger) buatan Filipina dan ada juga Yamaha Serow yang basis mesinnya mirip sama Scorpio.

2. Dipakai di motor retro

Image

Motor retro identik sama kesederhanaan dan mesin yang “low tech”. Mesin Pio atau Tiger juga cocok banget di pasang di motor retro karena desainnya sederhana dengan pendingin udara (kisi-kisi).

3. Menggunakan Injection

Dengan pengabutan bahan bakar dengan menggunakan injection, diharapkan akan tambah mempermudah dalam perawatan dan meningkatkan performa serta membuat penggunaan bahan bakar jadi tambah irit.

4. Upgrade ke 250 CC

Langkah ini juga bagus buat dilakukan, karena image motor premium di Indonesia itu melekat banget dengan kubikasi 250.

5. Keduanya menggunakan rear disc brake

Image

Mengganti piranti pengereman tromol dengan cakram adalah harga mati menurut MM jikalau mesin motor ini mau dipakai di motor generasi selanjutnya.

Oke deh, segini dulu aja mungkin yang bisa MM utarain. Ada kemungkinan jika saran-saran MM di atas dilakonin, motor dengan mesin tangguh tersebut bisa memiliki penggemar baru yang fanatis. Mungkin ada tambahan lagi masbro? Hehe.

Villa Kanaya

Honda Rebel, Cruiser Entry Level Honda Amerika

14

CMX_250_CT_Rebel_(Nissin_Caliper)_96_8

Mas bro sekalian, iseng-iseng browsing ke Honda Powersport Amerika, MM ngeliat sebuah sepeda motor cruiser entry level yang menarik. Motor tersebut dinamai Honda Rebel yang berarti “pemberontak” (sangar namanya bro) dan dibanderol 4190 US Dollar atau mungkin sekitar 50 Jutaan. Memang sih kalau dilihat secara kasat mata, motor cruiser punya penggemar fanatik tersendiri di Negeri Paman Sam ini. Jelas aja banyak diminati, wong jalan di Amerika itu lebar-lebar, dan luruuusss banget, belom lagi jalan trans antar negara bagiannya, dijamin motor cruiser-cruiser di sana jadi primadona karena ridingnya bener-bener santai.

2012-Honda-Rebel250-CMX250Ca

13_Rebel_Black

Kembali ke topik, Honda Rebel ini mesinnya gak wah-wah banget masbro. Berkubikasi 234 CC, SOHC, masih menggunakan karburator, dan menggunakan 5 percepatan. Tapi yang menarik adalah biar gak wah, tapi mesinnya dua silinder inline nih. dengan bore dan stroke 53×53 mm. Mungkin basis mesinnya menggunakan basis mesin CB200 kali ya :mrgreen:. Ngeliat desainnya, Honda Rebel lebih deket kepada Harley Davidson Sportster yang relatif simple dan kompak. Ngeliat piranti pengereman, buat depannya udah menggunakan cakram, tapi rem belakang masih pake tromol. Tinggi tempat duduknya 26,6 inch yang jika di konversi ke cm adalah 67,5 cm, weleh-welen pendek amat joknya. Terus gimana konsumsi bahan bakarnya? Honda Powersport mengklaim Honda Rebel dapat menempuh jarak 84MPG atau 35,7 Km (pengujian dengan lingkungan yang terkontrol bukan penggunaan harian).

Honda-Rebel-Action-Top 10 Riding Tips for Noobs

2012-Honda-Rebel-250-CMX250C-njjjjjjjjjj

Gimana kansnya jika masuk di Indonesia? Menurut MM sih agak susah ngejualnya kalau menggunakan desain Honda Rebel versi Amerika yang chooper ini, tapi mungkin jika mesin 2 silinder sederhana ini dipake di desain Honda Tiger Revo atau motor retro kayak CB 223 bukan gak mungkin motor ini bisa laku keras. At least kita semua udah tahu ya masbro kalau ternyata Honda masih punya basis mesin sederhana yang dua silinder, dan bukan gak mungkin mesin ini diboyong sama AHM dan dikembangkan di Indonesia. Soalnya kalau ngembat mesinnya VTR250 yang V-Twin DOHC Liquid Cooled, pricingnya agak susah kayaknya masbro, hehe.

Villa Kanaya

Penampakan Suzuki Inazuma Lagi Dioperasi

27

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
sayang ngeblur euy

Mas bro sekalian, seperti yang udah kita ketahui bahwa Suzuki Inazuma adalah sepeda motor Naked Touring 250 CC twin cylinder dari Suzuki yang hingga saat ini penampakannya masih agak jarang kelihatan di Jalan. Jujur masbro, MM sebagai pengguna Suzuki aja jarang ngeliat Inazuma servis kalau lagi beli sparepart di bengkel resmi. Tapi pas kemarin MM lagi “ngobatin” Thunder ke salah satu bengkel spesialis Suzuki Thunder 250 di daerah Cinere, MM ngelihat penampakan Suzuki Inazuma yang lagi dipretelin abis dan kaki-kaki udah dimutilasi.

Image

Tepatnya di sebuah bengkel yang bernama Kharisma Motor (nanti MM bahas ah bengkelnya), Bro Welly sang punggawa bengkel menyatakan bahwa Inazuma yang lagi di operasi itu adalah milik salah satu pasiennya. Tujuan dari dilakukannya operasi itu adalah keinginan pemiliknya untuk mengganti kaki-kaki standarnya dengan milik Suzuki GSXR600. Seperti yang masbro lihat di atas, hingga MM selesai benerin Thunder, progres sang 250 CC twin itu tinggal pada pemasangan ban dan pelek belakangnya saja. MM coba angkat pelek belakang GSXR600 itu gak taunya enteng banget masbro! seriusan deh!. Untuk pelek depannya, Inazuma tersebut sudah menggunakan pelek dan perangkat pengereman double disc yang juga milik GSXR600, sedangkan master remnya menggunakan milik ER6n. Kemudian sepakbor depan yang bentuknya seperti perahu dilengserkan dan diganti dengan miliki Suzuki Bandit Gress!

Image

MM bisa ngebayangin bahwa Inazuma standarnya aja udah gambot banget. Jika kaki-kakinya di upgrade gitu, pasti lebih semok lagi deh tuh. Oke deh masbro, mudah-mudah gak keracunan buat modif ya. Oia, nanti kalau ada kesempatan buat test ride, MM bakal bikin artikelnya.

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Villa Kanaya

Honda CB400SS dan Yamaha SR400, Pilih Mana Bro?

30

ImageImage

Mas bro sekalian, Pabrikan sepeda motor raksasa Honda dan Yamaha, tampaknya memang paling demen bersaing. Mas bro bisa lihat dari dua penampakan sepeda motor di atas, dimana yang paling atas adalah sepeda motor retro big single cylinder Honda CB 400 SS dan gambar yang kedua adalah retro big single Yamaha SR 400. Kedua motor ini sama-sama mengusung tampilan retro klasik super jadul dengan kubikasi 400 CC bersilinder tunggal, udah gitu peleknya juga jari-jari dengan rem tromol untuk rem belakangnya. Bisa masbro bayangin tuh gimana torsinya 400 CC satu silinder, pasti ngejambak banget tuh! Untuk mesinnya sendiri standar aja masbro, masih dengan pendingin udara, tapi keduanya udah menggunakan Injection.

Image

Image

Rivalitas kedua pabrikan besar ini udah gak usah diragukan lagi masbro getolnya. Kedua motor ini mulai diproduksi dan dipasarin dari tahun 70-80 an sampe sekarang. Bisa dibilang kalau motor tipe begini kan pasarnya niche banget, tapi jika ada salah satu pabrikan mulai ikutan terjun, pasti salah satunya lagi bakal ikutan terjun juga. Nah, disinyalir nih ya, setelah Yamaha ngeluarin mogenya, AHM juga terpancing masbri buat main moge juga, hehe. Oia, FYI untuk yang Yamaha SR400 unitnya bisa masbro tebus tuh di Probike Jalan Panjang kalau berminat, MM  gak tau pasarannya berapa tapi yang jelas Malajah Bikers pernah ngebahas motor ini.

Honda_CB400SS_Special_Edition_2007TMS

Yamaha_SR400

Oke deh masbro, MM hanya mau sharing aja kalau di luar negeri sana ada juga ternyata motor retro dari Yamaha dan Honda yang mengusung kubikasi besar. Kalau masbro berminat motor retro begini, sabar nungguin Kawasaki Estrella aja, kan tahun depan kayaknya Kawasaki mau ngelaunching tuh, dan harganya masih resional, hehe. Oke deh, semoga menginspirasi ya bro.

 

Villa Kanaya

Mesin “Unik” Thunder 250, 4 Klep, TSCC, dan 2 Header Knalpot

53

100_6620

Mas Bro sekalian, kali ini MM mau ngebahas tentang Mesin Thunder 250. Sebelomnya blogger kondang kayak TMCblog juga udah pernah bahas, dan Kang Adet juga udah bahas. Tapi MM mau bahas dari sudut pandang yang berbeda, bukan hanya dari keunggulan, tapi juga dari kelemahan. Oke deh lanjut.

Mungkin Masbro pembaca blog MM belom banyak yang tau jika mesin Thunder 250 udah menggunakan 4klep. Untuk mesin yang keluar tahun 1999 SOHC, 4 klep pada saat itu adalah sebuah inovasi, saat itu kompetitornya sang macan Tiger hanya mengusung 2 Klep. Opini pribadi MM jika menggunakan 4 klep otomatis proses masuknya bahan bakar dan keluarnya sisa pembakaran bahan bakar akan semakin cepat dan efisien, sehingga membuat tenaga bawahnya jadi ganas, kalau buat nanjak bocengan mah ecess. Sekarang motor-motor kayak Jupie MX dan Vixion ada motor SOHC yang mesinnya satu silinder dengan 4 klep. Tapi 4 klep ini bukan gak ada kekurangan mas bro, emang sih kekurangannya gak ngaruh apa-apa ke mesin, cuma ngaruhnya ke kuping! Iya bro, terkadang jika setelan klepnya udah longgar, suara klepnya jadi lebih berisik dari suara klep desmodromicnya ducati, wuah kayak suara mesin jahit deh. Apalagi kalau ridernya jorok, jarang servis dan jarang setel klep. Dijamin suara “tek tek tek” nya nyaring banget. Udah gitu 4 klep yang kudu disetel itu juga harus sama setelannya, MM lupa berapa jarak freenya, tapi yang jelas klep in sama klep out itu beda jaraknya.

Image
Kang Adet dan Kang Taufik, ijin kopi gambar ya

Terus teknologi TSCC, nah teknologi ini adalah teknologi yang udah dipatenin sama Suzuki (Ada tuh nomor patennya di sumber blog Kang Taufik yang MM share di bawah). TSCC adalah singkatan dari Twin Swirl Combution Chamber, yang berarti adanya dua putaran arus gas bahan bakar dan siap dibakar (monggo liat gambar di atas). Hal ini juga menyebabkan efisiensi pembakaran yang menyebabkan pembakaran yang lebih sempurna. Selain itu, di mesin Thunder 250 ini ada tuas yang namanya tuas dekompresi. Tuas ini berfungsi apabila kita mau ngidupin motor pake kick stater (engkol). Kalau gak pake tuas dekompresi, dijamin itu orang yang ngengkol bakal kelojotan masbro saking beratnya, tapi jika tuas dekompresinya udah dinaikkan, makan engkolnyapun ringan banget kayak ngengkol motor bebek.

Image
yang MM lingkarin merah tuh tuasnya

Terakhir adanya dua header yang nongol. Logika sederhananya sih jika ada dua header gitu otomatis pelepasan gas buang jadi lebih plong, dan lebih mudah melepas panas karena luas penampangnya lebih banyak. Namun demikian, yang paling asyik dari dua header ini adalah kenyataan bahwa knalpotnya bisa dicustom jadi kiri kanan tanpa ribet. Ya trade offnya sih bikin motor jadi tambah berat aja mas bro, hehe.

Image

Oia, untuk motor yang header knalpotnya ada dua tapi satu silinder yang MM tau yaitu Honda CB400SS, Honda FMX650 Fun Motor, dan Yamaha Tenere 660 (walah moge semuah). MM kurang tau juga apa motor-motor itu menggunakan teknologi TSCC atau tidak. Kayaknya keuntungan dari menggunakan dua knalpot ini dapat memberikan torsi yang melimpah, itu buktinya kebanyakan dipake sama motor-motor adventure.

Image
Honda FMX Fun Moto
Image
Yamaha Tenere 660
Image
hampir sama mesinnya sama CB400SS, cakep nih thunder dimodif begini

Tapi diluar itu semua, mesin Thunder 250 ini adalah mesin yang sama sekali enggak rewel. Asal mas bro rajin ganti oli (oli murah juga oke), bersihin filter udara/filter oli, setel klep, ganti busi tiap 5000-7000km, mesin pendingin udara 250CC ini bisa nganter masbro kemanapun masbro mau. Oke deh, mudah-mudahan menginspirasi ya bro.

Sumber :

http://tmcblog.com/2010/01/20/suzuki-thunder-250-bukan-motor-sohc-4-tak-4-klep-biasa/

http://gsx250.wordpress.com/2009/06/29/tscc-twin-swirl-combustion-chamber/

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Villa Kanaya

Parkir Moge Mall Senayan City, Favorit Moge Rider

26

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Narsis dulu daaahhh, xixiixxi

Mas bro sekalian, di artikel ini MM mau sharing mengenai parkiran Moge yang suka ada di mall. Mungkin ada mikir diskriminasilah, gak adilah, dll. Yang jelas kalau masbro punya motor yang beratnya hampir 200 kg atau lebih, masbro pasti agak kesulitan buat parkir jikalau tempat parkirnya itu sempit. Soalnya motor-motor dengan berat segitu, hampir mustahil masbro buat ngangkat-ngangkat bagian belakangnya. Jujur masbro, tahun lalu pas punya si merah, MM parkir di parkiran moge pertama kali yaitu di Pondok Indah Mall pas temen-temen kuliah ngadain buka puasa bersama. Tapi gak taunya parkiran Moge di Senayan City emang lebih nyaman mas bro, sampe-sampe Mbah Dukun Indobikers aja suka narsis di parkiran moge mall yang satu ini.

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Ini baru Beneran Motor Guede

Sabtu kemarin MM sama soulmate abis dari Bur-Tor di Senayan, pulangnya MM mampir dulu di Senayan City karena soulmate MM ada acara. Sayang banget cuaca lagi hujan, jadi ya gak banyak moge yang parkir. Yang saat itu kelihatan adalah Yamaha R1, BMW Sport Touring (lupa euy namanya), dan Harley-Davidson Electra Superglide. Oia, Yamaha R1nya dijual masbro, hehe. Di fairing depannya ada kertas yang ditempel tulisannya dijual, iklan berjalan nih bro, speknya udah mantep juga knalpotnya pake Termignoni, pasti uhuy banget nih suaranya.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Superbike Crossplane Crankshaft

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Si merah gak kalah seksi, hehe, tinggal ganti ban ama pelek belakang doang nih

Last, parkiran moge ini jadi salah satu tempat favorit para moge-ers gak lain gak bukan adalah karena posisinya yang dekat dengan kafe, jadi enak mantaunya. Selain itu Lokasi Mall yang terletak di ujung jalan Sudirman juga jadi daya tarik/magnet tersendiri buat tempat kumpul. Pernah MM kesana parkiran mogenya penuuuhhh, sampe susah parkir si merah. Kadang malah ada motornya om kobay juga tuh si Shiro, hehe. Tapi ya biar parkirnya gampang, tapi tetep aja bro parkiran moge itu kalau panas motornya kepanasan, kalau ujan motornya keujanan. Oke bro, semoga makin semangat nih buat nabung beli moge, hihi.

Prosedur parkir :

1. Masuk dari lobby depan (jalan asia afrika)

2. Langsung ke parkiran dengan motong jalur mobil, ada satpam yang jagain kok.

3. Gak usah bayar alias gratis, tapi silahkan kalau mau ngasih tip buat pak satpam

4. Minimal 400 CC, tapi kalo rame-rame yang 250 juga bisa parkir[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Villa Kanaya

Monkeymoto Road To Pakuncen, Pulang Ke Jakarta (End)

13

Image
Siap Siap

Mas bro sekalian, setelah artikel kemarin lusa MM main di Baturraden, di sekuel terakhir ini MM mau bahas riding pulang ke Jakarta. Cerita sedikit, tiap touring itu, MM selalu mengusahakan agar rute berangkat dan pulang itu berbeda. Nah, di rute pulang ini, MM memilih untuk lewat jalur tengah di setengah perjalanan. Oke deh, lanjuut.

Image
Nikmatnya pagi-pagi di desa

MM and friend berangkat dari rumah sahabat MM di Pekuncen sekitar jam 6 pagi, wuih riding di pedesaan pagi-pagi nikmat bener. Jalan liku-liku di Bumiayu yang dekat dengan kaki gunung Slamet adalah surganya peturing, tapi mesti hati-hati juga bro, soalnya suka ada lubang atau jebakan betmen. Riding terus menuju kota paling utara, akhirnya MM dihadapkan oleh jalan alternatif yaitu lewat Ketanggungan. Jalan di Ketanggungan asik banget masbro, samping kiri jalan itu sungai, dan jalannya luruusss, dengan sebelah kirinya adalah sawah, terkadang terasering, Hmmm, MM jadi kangen lewat situ lagi.

Image
trek ketanggungan
Image
Woi pegang setang woi!

Image

Jalan Ketanggungan ini gak taunya langsung tembus ke kota Berebes, dan udah gak jauh dari perbatasan jateng-jabar, wah, motongnya lumayan juga nih. Riding teruus, akhirnya MM menjumpai kota Cirebon, nah di kota udang ini MM dikasih pilihan mau lewat pantura terus atau turun ke Majalengka, Sumedang, Bandung. Tanpa pikir panjang, MM and friend nekuk setang motor ke arah Bandung.

Image
Sahabat MM di Cadas Pangeran
Image
Ngaso dulu di pom bensin

Image

Jalan di jalur tengah Jawa Barat ini ternyata memberikan sensasi tersendiri Masbro. Kontur jalannya bervariasi, ada yang lurus aja, ada juga yang kelok-kelok. Tapi karena daerahnya adalah dataran tinggi, jadi lebih banyak tikungannya masbro. Yang paling asik sih sebenernya pas di Cadas Pangeran, Sumedang. Itu kelokannya mantep banget! Udah gitu nanjaknya ekstrim pula! Tapi sayang seribu sayang, waktu MM lewat sana, trek menggoda itu lagi rame dilewatin sama truk. Oia lupa, di sepanjang jalan menuju atau sesudah Cadas Pangeran, banyak terdapat toko yang jual Tahu Sumedang, monggolah mampir masbro, sayang udah ke Sumedang tapi gak beli makanan khasnya. Di Sumedang ini MM and friend sempet istirahat agak lama di Masjid Ciromed. Eh, gak taunya ada sesosok motor tua yang udah dimodif di pelataran Masjid, basisnya sih Kawasaki KZ200 alias Binter Merzy, dengan tampilan udah Chooper. Good job deh buat yang punya!

Image
Konsepnya Mantap!

Image

Setelah istirahat, kemudian MM and friend riding lagi. Gak terasa akhir pukul 3 sore akhirnya MM udah sampai di Bandung, dan Pukul 5 sore MM and friend udah sampai di Puncak Pas, perbatasan Kabupaten Cianjur dengan Bogor. Wah, pas sampe perbatesan itu MM girang banget. Touring pertama yang lumayan jauh akhirnya bisa MM tempuh denga zero accident, bahkan dengan 100 persen fun! Akhirnya, MM sampe rumah di Matraman jam 8 malem setelah pisah sama sahabat-sahabat di Kampus UI Depok. Oke Masbro, stay tune sama touring-touring MM selanjutnya ya. Thanks for reading

BONUS

Image
Sahabat MM narsis di motor orang, hahaha
[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Villa Kanaya

Test Ride Kawasaki Ninja 1000, The Friendly Beast!

30

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Fairingnya guede banget!

Mas bro sekalian, setelah nyicipin sedikit tenaga Kawasaki Z800 sabtu siang kemarin. Akhirnya MM ngejajalin juga motor dengan kubikasi 1 liter alias 1000 CC 4 silindernya Kawasaki, Ninja 1000. Awalnya MM ragu buat jajal motor ini, soalnya MM belom biasa banget riding dengan motor yang berfairing. Tapi karena ditawarin sama yang jaga test ride dan dengar suara raungan mesinnya, akhirnya MM nekat aja nyobain. Seperti pas jajal Z800, lagi-lagi ini adalah test ride yang menarik masbro, hehe. Soalnya treknya cuma segitu, jadi ya mana bisa eksplor tenaganya lebih jauh. Oke deh lanjut ke reviewnya.

Tampilan

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Stoplampnya mirip kawasaki versys

Tampilan moge 1000 CC yang dirakit di Jepang ini kalau diliat langsung akan terlihat besar banget. Kayaknya hal ini sedikit banyak dipengaruhi sama fairing depannya yang emang lebar dan tinggi. Dari tangki ke belakang, bodynya mirip sama Z1000 keluaran terbaru. Liat ke bagian knapot, wuih, knalpotnya ada dua euy di kanan-kiri. Dengan warna abu-abu motor ini jadi terkesan kalem, mungkin kalau dipadu dengan two-tone colour, bisa jadi ini motor jadi keliatan tambah sangar. Liat ke lampu belakang, Hmmm, kok mirip sama lampu belakang Kawasaki Versys yah? Hehe.

Ergonomi

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Walah, Jinjit Detected!

 

Pertama kali MM naikin motor ini, yang terasa adalah posisi riding yang friendly mas bro. Posisi ridingnya lebih nyaman daripada Z800. Ternyata biarpun menggunakan stang jepit, ternyata stang jepitnya itu lebih tinggi dari yoke (segitiga atas), walhasil ergonominya hampir sama kayak Ninja 250, malah menurut MM lebih santai lagi. MM coba tegakin, wuaalaaah, gak taunya lumayan berat masbro, kayaknya hal ini juga dipengaruhin sama jinjitnya kaki MM pas naekin, padahal secara visual joknya keliatan lebih rendah dari jok Z800 loh, dan emang kalau liat speknya tinggi joknya adalah 82 cm, lebih rendah ketimbang Z800 yang 83,4 cm. Namun karena joknya lebih lebar, jadi ya tetep aja MM yang tingginya 167 dan berat 70Kg ini dipaksa buat jinjit. Liat ke bagian depan, wuih dashboardnya canggih euy, Panel-panelnya lengkap dan informatif, karena posisi ridingnya santai, kedua mata kita bisa ngeliat jalan raya dan panel dashboard dengan mudah, beda sala Z800 yang panel dashboardnya letaknya dibawah banget, jadi yang lebih keliatan ya jalanan di depan.

Performa

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Nyalain Mesin, VREEEMMM!!!

Motor yang MM test ini modenya dipilih yang rain kalau gak salah, soalnya sebelumnya ada yang jatuh karena bannya spin soalnya pakai mode full power. Oke deh, puter kunci kontak, tekan kopling, dan pencet tombol stater, VREEMMMMM. WOW, suara 4 silinder 1000 CCnya dalem banget, ngebas tapi lembut. Ditambah double mufflernya, suara motor ini jadi tambah membahana dan stereo, duh, MM jadi gak bisa tidur pas malem minggu, hehe. Okelah, masuk ke gigi 1, lepas kopling, eh ternyata kalem tarikannya, apa karena pake mode rain kali ya? Intinya sih gak mengintimidasi. Di lap pertama MM coba riding santai dulu. Nah, di lap kedua MM coba hentak dikit gasnya, wah, biar kata udah pake mode rain, tetep aja masbro tenaga 1000CCnya bikin badan kehentak/ketarik ke belakang. Tapi yang jelas, performa kayak gini masih oke buat dipakai harian, kalau touring tinggal ganti ke full power mode aja, hehe. Yang jadi kendala mungkin fairingnya yang lebar dan gede buanget.

Handling

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Gak turun Kaki lhoooo, hehe

Menurut MM pribadi, handling Ninja 1000 ini lebih mudah dan lebih friendly dibanding sama handling Z1000. MM bisa loh muter U-turn kaki tetep di footstep. Apa karena MM biasa riding pake motor yang setangnya tinggi ya? Jadi sedikit banyak udah terbiasa, padahal steering angel kiri kanannya sama aja kayak Z800, 31 derajat. Paling yang agak jadi kendala yang fairing itu tadi, kok setangnya udah belok, fairingnya masih lurus aja ke depan, hehe. Perkara kebiasaan aja ini mas masbro.

Okelah, buat motor sport touring yang dibanderol 280 juta, moge 1000 CC Kawasaki ini adalah pilihan yang oke banget. Kalau masbro gak mentingin merek, jelas paket yang ditawarin Kawasaki melalui Ninja 1000 adalah paket yang komplit dan spesial. Jelas karena sport touring dari BMW harganya bisa dua kali lipat Ninja 1000, dan Ducati gak maen di segmen sport touring kayaknya Terus gimana buat MM pribadi?, walah MM baru kuat beli moge Made in Thailand aja masbro, syukur-syukur ada moge Made in Indonesia (Cilacap), kalo yang Made in Japan apalagi Made in Italy, harganya belom masuk, hehe. Sip, mudah-mudah menginspirasi ya bro.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Bonus : Lady Biker lagi jajal ER6n

 

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Villa Kanaya

Monkeymoto Road To Pakuncen, Wisata Baturaden (Part 2)

16

Image

Mas bro, nyambung dari artikel touring ke Banyumas kemarin lusa, sekarang MM mau sharing mengenai objek wisata yang terkenal di daerah Purwokerto yaitu Baturraden. Tempat wisata Baturraden memakan waktu tempuh kira-kira satu jam dari Bumiayu jika menggunakan sepeda motor masbro. Sebelum kita masuk ke tempat wisatanya, kita akan melewati sebuah desa yang namanya cukup unik yaitu Desa Kebocoran, MM sampe ketawa di jalan pas ngeliat palang sambutannya.

Image

Image

Ada apa aja sih di Baturraden? di tempat wisata ini, pengunjung bisa nemuin beberapa spot yang asyik dan asri. Konsepnya sih sebenernya hampir sama kayak Cibodas yang ada di kawasaki kaki Gunung Gede Pangrango. Baturaden menawarkan pengunjungnya pemandangan dataran tinggi yang indah dan udara yang masih bersih. Tapi, yang menarik, di Baturraden ini ada tempat pemandian air panasnya yaitu Pancuran Pitu. Sebenernya untuk sampai ke Pancuran Pitu itu bisa naek motor, tapi bagi yang udah kadung masuk ke Batturaden, mas bro harus jalan kaki lumayan jauh buat sampe kesana. Tapi jalan menuju kesana asik banget pemandangannya, udaranya juga masih bersih, Cuma saran MM nih, jangan pake sepatu boot buat riding deh, makin pegel aja kaki, hehe.

Image

Terus ada apa lagi? seperti biasa, di tempat wisata yang terletak di kaki gunung, biasanya di tempat itu pula ada air terjun, airnya segeeer banget! Biasanya di situ juga ada bocah-bocah yang asik terjun dari atas langsung menuju air (gede bener dah nyalinya). Kalau mas bro ada yang touring ke daerah Purwokerto, Baturaden bisa menjadi pilihan untuk objek wisata, apalagi kalau mas bro jalan-jalannya bawa keluarga (gak naek motor) makin enak jadinya. Oia, untuk biaya masuknya, gak mahal kok, seinget MM sih gak sampe 10 ribu rupiah per orangnya. Oke deh, MM hanya mau sharing aja nih tentang objek wisata yang pernah MM sambangin. Sebenernya sih main ke Objek Wisata kayak gini mah cuman bonus doang, tujuan touring ya tetep, riding jauhnya itu masbro, hehe.

Villa Kanaya

Test Ride Singkat Kawasaki Z800

32

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
MM in Action With Kawasaki Z800

Mas bro sekalian, hari ini tanggal 14 Desember 2013, Tabloid Motorplus menggelar acara yang bertajuk Bur-Tor alias bursa motor yang berlangsung di Gelora Bung Karno. Acara ini cukup banyak disponsori oleh pabrikan/ATPM kecuali Honda. Namun terlihat sekali yang paling getol adalah Kawasaki. Jelas aja getol masbro, wong diadain test ride 4 motor sekaligus, Yaitu Z800, Ninja1000, ER6n, dan KSR. Walhasil, MM pun gak menyia-nyiakan kesempatan ini, dan langsung ngantri buat registrasi.

Pas lagi registrasi, MM ditanya, “Mas udah biasa bawa motor gede?”, MM jawab “Udah bro, saya kesini bawa ER6n kok”, sontak masbro yang jagain tempat registrasi langsung bilang “Wah, mau naek kelas lagi kayaknya nih”, MM langsung cengar-cengir aja, hehe. Oke deh, kebetulan MM udah pake safety gear Jaket Kebesaran MM RS Taichi RSJ263 Exceed Mesh Jacket, dan udah bawa helm hadiah (KYT Alpha Venom) waktu beli Si Merah Tahun lalu, jadi gak ribet diminta pake safety gear lagi. Ambil kunci kontak, MM langsung menghampiri sesosok green mean bike from Kawasaki, Z800, langsung aja mas bro ke review singkatnya.

Ergonomi

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Halah! jinjit detected!

Image

Ergonomi Moge 800 CC ini lebih sporty dari ER6n Mas bro, Buat MM yang tangannya gak terlalu panjang, MM dipaksa rada maju kedepan buat ngeraih stang. Terus posisi foot stepnya sama kayak ER6n terletak lurus di bawah jok, jadi yang ngebedain itu dari moge Kawasaki lainnya adalah posisi setangnya yang emang rada rebah bro. Terus gimana dengan tinggi joknya? Ini dia nih, bener kata blogger kondang yang udah pernah jajal motor ini, joknya emang tinggi bro! Tinggi MM 167 udah pake boot berat 70Kg aja masih dipaksa kudu jinjit balet. Ujung sepatu doang yang bisa nyentuh aspal, tapi ini juga pengaruh dari kondisi treknya yang gak rata karena pake con-block.

Performa

Image

Nah ini dia yang menarik masbro, kenapa menarik? Ya iya menarik, wong cuma nyicip tenaganya dikit doang, hehe. Di trek yang panjangnya 50 meter kurang lebih itu, MM gak bisa eksplore lebih tenaganya. Pokoknya yang MM inget jelas itu suara 4 silindernya yang super duper merdu, Dziiinggg, Dziiinggg, MM masukin giginya ke gigi 1 dari posisi netral, eh ternyata masuknya halus mas bro, cuma bunyi “cklek” gak kayak ER6n yang bunyinya “Jedok”. Tapi MM coba hentak gasnya sedikit, emang bener sih tenaganya gak meledak-ledak, tetep smooth dan linear gitu tenaganya. Dibawa riding pelan pun motornya gak ndut-ndutan, tetep aja rpmnya bisa langsam.

Handling

100_6616

Ini juga menarik bro, handlingnya ini emang bener-bener absurd kalau buat riding dengan kecepatan rendah. Di lokasi test ride yang sempit itu, MM coba buat gak nurunin kaki ketika U-turn, Hasilnya tetep gak bisa masbro, hehe, mesti turun juga nih kaki. Ya selain emang radius putarnya yang sempit cuma 31 derajat, MM juga gak pede soalnya motor pinjeman. Udah gitu kan jalannya gak rata dan sedikit becek, ngeri aja kalau jatuh, mana belom dipasang guard atau frame slider lagi.

Oke deh, emang sih paket yang ditawarin oleh Kawasaki di Z800 ini sangat menarik. Ditambah harganya yang “termurah” di kelasnya (GSR750 itu 210 Juta) bener-bener bikin rider ER6n jadi galau. Ya kalau mau direvisi sih paling tinggi joknya aja. Menurut MM pribadi yang tingginya 167 cm, jika pake lowering kit yang nurunin jok 2,5 cm, riding dengan Z800 bisa lebih asyik, udah gitu gak ngerubah riding quality. Oke lah mas bro segini dulu aja ya ulasan test ride Z800, next artikel MM bakal bahas test ride Ninja 1000! So stay tune.[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Villa Kanaya

Monkeymoto Road To Pekuncen, Banyumas (Part 1))

17

Image

MM yang motoin nih

Mas Bro sekalian, setelah beberapa lama gak nulis artikel tentang touring, kali ini MM mau ngebahas touring jauh MM yang perdana. Jujur aja Mas bro, sebelum touring ke Banyumas ini MM paling jauh jalan ya ke Puncak atau Cianjur. Kemudian, Setelah ada kesempatan (libur kuliah) dan sahabat-sahabat MM pada nyanggupin akhirnya MM and friend berangkat ke Banyumas. MM inget banget waktu itu MM and friend berangkat pada bulan Januari Tahun 2011. Bener-bener touring jauh pertama yang berkesan!

Untuk Touring perdana ini MM bawa Thunder 250, temen-temen MM bawa Supra X125 lawas, Smash Lawas, dan Honda Blade Repsol (ini yang paling muda). Hari pertama MM berangkat pagi dari rumah MM di matraman. Sebelum berangkat brifing dulu, atur posisi, nyari jalan dll. Setelah semua selesai, MM and friend akhirnya berangkat. Wusss, jalanan pagi-pagi abis shubuh sepi benerrr, tapi agak rame pas di kalimalang bentrok sama orang yang ke jakarta. Kata Papa, jika mau ke panturan ikutin aja terus itu jalan kalimalang, nanti juga tembus ke cikarang, kerawang, cikampek, masuk deh ke pantura. Pokoknya MM and friend ikut aja kata Papa, dan emang bener sih gak nyadar akhirnya sampe juga di cikampek, dan akhirnya masuk pantura.

Image

Jujur bro, MM girang banget waktu pertama kali lewat pantura. Jalanan yang kosong, sepi, mulus, bikin MM gatel pengen bejek gas si Thunder. Seinget MM topspeednya dapet 140 Km/jam. Temen-temen MM topspeednya sampe 120Km/jam, semua on speedometer ya bro, hehe.

Image
Lempeng terus di kerawang
Image
Masuk cirebon
Image
Perbatesan jateng jabar

Namanya touring perdana, MM and friend jadi rada-rada norak apabila ngeliat perbatasan kota. Bawaannya pengen foto terus. Sebenernya sekalian istirahat juga sih. Biasanya touring MM and friend itu 3-4 jam sekali kami mutusin buat istirahat.

Pada berangkatnya ini, MM ke banyumasnya via slawi, padahal ada jalan alternatif lewat ketanggungan. Gak papalah, sekalian liat-liat kondisi kota slawi. Hingga pada jam 6 sore, akhirnya MM and friend sampai di rumah sahabat MM di daerah pekuncen. Aneh juga Mas bro, ada rasa bangga gimana gitu dan rasa gak percaya. MM sempet ngelontarin pertanyaan “eh, kite udeh di banyumas nih? Seriusan?”. Lucu banget deh, MM and friend yang cuma biasa kuliah akhirnya bisa jalan naek motor jauh-jauh.

Terus gimana treknya? Ya kalau di pantura sih lempeng lurus aja masbro, nyaman banget lah, cuma kudu waspada aja sama bis-bis yang seruntulan, kalau truk sih kebanyakan koperatif. Yang seru itu trek dari slawi ke pakuncennya. Jalannya macem-macem, dan udah mulai sempit dua arah. Terkadang masuk ke pedesaan, terus kota kecil, gak sedikit juga ngelewatin hutan jati. Dan jalannya udah mulai banyak kelokan, soalnya udah masuk ke kaki gunung slamet. Pemandangannya juga asik, dimulai dari sawah, bukit-bukit, yang pasti ridingnya juga jadi adeem. Oke deh, bagian pertama segini dulu aja mas bro, dibagian kedua (terakhir) MM bakal bahas waktu MM wisata ke baturaden dan jalan pulangnya.

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Villa Kanaya
%d bloggers like this: