Email Pembaca : Oke Gak Royal Enfield Bekas? Tapi Harganya Kok Gak Turun-Turun?

7
Limited

Sobat MMBlog sekalian, beberapa hari yang lalu, Mas X berkirim surel ke MMBlog. Isinya simpel, ia pengen motor klasik setelah merasa bosan dengan motor naked atau motorsport 250 CC yang hampir satu dekade ia puntir gasnya [wow]. Bertanya ia ke MMBlog, Royal Enfield itu motornya bagaimana? Pengen, tapi kok harganya kayak enggak turun-turun ya? beda banget sama motor sport 250 CC yang harga sekennya amat value.

Wah, Mas X ternyata ada luput sama artikel review komprehensif bin holistic dari MMBlog tentang Royal Enfield. Gini-gini juga, MMBlog pernah lho dipinjami unit RE Bullet 350 oleh Royal Enfield Indonesia selama hampir 2 minggu. Reviewnya sudah ada dan awet di blog sederhana ini, nanti saya taro link-nya di bawah ya. terus, oke gak sih Royal Enfield bekas? Oke, akan MMBlog coba jawab.

RE adalah motor yang klasik secara tema, dan memang tua secara rasa, padahal ini motor produksi tahun muda (atau bahkan motor baru). buat penggemar motor Jepang yang fanatik, apalagi motor sport, kontemporer, terlebih yang berteknologi tinggi, maka ia pasti gak akan ada suka-sukanya sama RE, yakin saya. “motor baru kok rasa motor tua? Geter pula??” mungkin itu guman mereka kalau udah jajal.

Tapi tidak bagi rider veteran yang punya kegemaran dan kesukaan terhadap segala sesuatu yang vintage. RE adalah masterpiece. Desainnya bukan jadul bagi mereka, melainkan timeless! Getar? Itu memang rasa motor tua, tapi itu adalah sebuah cara motor berkomunikasi dengan ridernya. Toh, selama hampir 14 hari MMBlog bawa RE, lama kelamaan, getarnya menjadi sebuah kenikmatan. Kalau enggak getar ya gak cetar! Setelah dipulangin, saya malah kangen sama getarnya RE.

Lalu harganya? Lah kok gak turun-turun? Memang, di beberapa seller atau bahkan pemakai, RE harga sekennya sangat baik. Ya khas motor klasik, motor antik, dan motor hobbies yang bukan masuk ke ranah monkey bussiness, motor ini memang punya base-fans-nya sendiri, makanya harga oke banget biar kata seken.

Ya kalau Mas X memang pengen coba RE, tapi duit kurang, nabung aja dulu, kalau udah ada duitnya baru beli. Toh buat dijual lagi juga enggak rugi seandainya enggak cocok, malah bisa untung kalau dapet seken harga sedikit di bawah pasaran. Oke Sob, semoga berguna ya!

Review Harian Royal Enfield Classic #3 : Nambah Saudara di Jalan, dan Semuanya Suka!…

Review Harian Royal Enfield Classic #2 : Si Klasik Yang Siap Di Gas Harian

Review Harian Royal Enfield Classic #1 : Si Gagah Yang Nyaman

instagram

7 COMMENTS

  1. Kayanya hanya iman di dada yang mampu membelinya. Klo kepengin itu ini ita itu dana sulit ngumpul. Kecuali mas sultan.

  2. versi nya yg bullet Chrome mantep tuh kalo dipelototin dari deket, sempet saya melototin detailnya di lampu merah sampingan sama motor saya, ga kalah kinclong sama HD.
    Btw yang Himalayan ga kalah gagah , retro Adventure

  3. Wah, Mas X ternyata ada luput sama artikel review komprehensif bin holistic dari MMBlog tentang Royal Enfield. Gini-gini juga, MMBlog pernah lho dipinjami unit RE Bullet 350 oleh Royal Enfield Indonesia selama hampir 2 minggu. Reviewnya sudah ada dan awet di blog sederhana ini, nanti saya taro link-nya di bawah ya.

    mas MMblog, klo gitu tolong dunkz, review Himalayan, soale artikel review jalananya gak ada…

    soalnya harga barunya itu mepet2 sama Versys lampu tumpuk 2nd, yg sudah ful aksesori (KM 15.000 ke atas).

    Sekalian minta komparasinya…, dan apakah Versys tampang Ninja dan Versys lampu tumpuk ada perbedaan signifikan selain dari tampang dan jumlah liter bensin? soalnya baca2 keknya gak terlalu berbeda jauh, mohon pencerahanya juga untuk ini.

    karena turing berdua ama mantan pacar itu asyik ternyata, apalagi mantan pacar bilang enak turing twisty road pake Duke 250, makin bergelora liat lampu ijo di depan mata.

    trims b4

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here