Usul Anggota Dewan Agar Motor Dilarang Melintas Di Jalan Nasional, Wah Kurang Sarapan

23
Villa Kanaya

Sobat MMBlog sekalian, mohon maaf Sob, beberapa hari ini artikel terasa telat muncul, biasa nih lagi ada beberapa urusan di dunia nyata yang harus dikelarin, hehehe. Tapi tetep, MMBlog tetep mantau perkembangan informasi roda dua di tanah air, dan yang lagi hangat adalah usulan dari Anggora DPR RI Partai PPP Ibu Nurhayati Monoarfa, tentang pembatasan kepemilikan dan ruang gerak sepeda motor yang dituduh sebagai biang kerok kesemrawutan jalan, hmm, Ibu kudu banyak sarapan nasi uduk nih :mrgreen: .

Nah, Pendapat tersebut dikemukakan Ibu Nurhayati pada saat memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan pakar, guna membahas masukan Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Revisi Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) dan RUU Revisi UU Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020). Begini kira-kira ucapannya:

Villa Kanaya

“Itu mungkin yang harus kita atur kendaraan roda dua ini. Di area mana sajakah yang boleh roda dua untuk melintas. Yang pasti, jika berkaca dari jalan nasional diseluruh dunia, tidak ada roda dua melintas. Dimanapun, di seluruh dunia kecuali di atas 250 cc. Di jalan kabupaten, kota, provinsi juga tidak ada. Tetapi, adanya di jalan-jalan perumahan atau di jalur-jalur yang memang tidak dilintasi kendaraan umum. Itu yang mungkin akan kita atur dalam Undang-Undang,” papar Nurhayati seperti dikutip dari laman Dpr.go.id, Minggu (23/2/2020) dan detik,com.

“Dimanapun, di seluruh dunia kecuali di atas 250 cc. Di jalan kabupaten, kota, provinsi juga tidak ada.” Jelas, statement menandakan kalau Ibu belum sarapan, makan dulu coba, lontong sayur gitu 😆 . padahal jelas, kalau kita keluar negeri, negara tetangga terdekat kayak Singapura, Malaysia, dll, motor bebas aja, malah bisa masuk tol, gretong pula kan? Memang, dibeberapa negara macam Myanmar dan Tiongkok, motor udah terbatas ruang geraknya, tapi mana lagi?

Usulan ini ternyata juga “digoreng” oleh pengamat transportasi, Djoko Setijowarno. Beliau setuju dengan usulan ini, dan sebaiknya memang direalisasikan, karena bukan hanya perkara kesemrawutan, tapi juga untuk perkara keselamatan. Hmm, baik ibu maupun bapak, mungkin enggak pernah naik motor atau di posisi orang atau rakyat yang baru bisa memiliki motor sebagai satu-satunya alat transportasi kali ya? ini bukan perkara substansial lho, jumlah warga kayak begini atau yang menggantungkan hidupnya dengan armada roda dua itu buanyaaaaak!

ini baru santai

Beratlah, dan diskriminatif. Udah cukup lah motor punya jalur lambatnya sendiri, enggak boleh dan enggak punya lajur di tol, terus enggak boleh naik jalan layang, tempat parkir yang pada umumnya jauh dari kata motosiawi, dsb, dsb, jangan ditambahin motor cuman boleh buat di jalanan perumahan aja, masih jauh, sumpah masih jauh, kesian 😥 . terus, kalau udah begini pajaknya juga masih mau diambil? Pajaknya masih kena progresif? Sekalian aja larang itu ATPM jualan motor :mrgreen: , ye gak?

Gimana Sob? pelarangan motor di hampir seluruh ruas jalan? ya baru usulan sih belum jadi wacana apalagi rencana. Opinimu masbro, MMBlog siap timpalin nih.

instagram

Villa Kanaya

23 COMMENTS

  1. Bijaknya; beliao2 ini meninjau perangkat2 sistem yang ada.. baru bikin statement.. apalagi yang katanya pengamat transportasi seperti kurang jeli pengamatannya atau memang menutup mata.. coba tarik garis dulu mulai dari konsumen,produsen,pendapatan pajak negara,perekonomian masyarakat,penegakan hukum dan faktor lain,pin-point handicap-nya lalu carikan solusi a,b,c karena ini adalah matrix.. bikin list.. bukan sensasi
    mmhh…

    Ternyata.. kerak piston ngga hanya keluar dari knalpot atau baskom bengkel abis servisan atau debat fanboy.. ????
    Salaam bro Van

  2. Kalo perlu UU nya “motor hanya untuk pajangan di rumah dan kena pajak sebesar 100% dari harga beli”
    Ane bikin molotov dari tanki cbr ntar, built up lagi! Seru inimah ?

  3. Yg kaya gini ini jenis “biar asal, yg penting usul”. Sama kaya wacana pisah kamar anak untuk cegah incest & hamil karena kolam renang.

  4. Aku sih ,……yes ……cakep dan bagus bila terujud , di beri contoh dgn mulai dr dirinya keluarganya, hingga seluruh partai P3 …..kalau berhasil publikasi kan hasilnya ,jk gagal wakil rakyat mengundurkan diri dan membalikkan dana yg dinikmati selama ini (sekali2x wakil rakyat mikir -ngomong yg bener dong, jgn asal jeplak)

  5. Yo gak mungkin itu wkwkwkwk. Ambil kebijakan itu mbok ya yg lebih feasible. Coba deh kita sama2 amati Brp orang yg bergantung dengan motor? Brp industri hulu-hilir yg terdampak? Berapa tenaga kerja yg berkurang? Lalu bagaimana dengan nasib sekolah vokasi, penguasaan teknologi? Lalu bagaimana rantai suplai nya? Apakah transportasi umum kita sdh AMAN, nyaman, dan terhubung? Bagaimana dengan akses tmpt komersial yg hanya dapat dicapai dengan motor? Ketika anda membatasi mobilitas masyarakat seberapa besar kah dampak ekonomi yg tercipta? Daripada langsung loncat kayak bajing loncat, kenapa gak melakukan pendekatan yg transformatif dan perlahan dulu. Kl tidak ada serapan dalam negeri, emangnya pangsa pasar
    ekspor motor Jepang-Indonesia kita bisa menjadi substitusi??. Banyak hal yg dapat menjadi pertimbangan. Motor di Indonesia itu mayoritas digunakan untuk KEPERLUAN NIAGA lhoo….

  6. BTW ini harussss banget di pikir panjang lagi, nama nya JALAN NASIONAL, brarti logika nya berlaku di seluruh Indonesia donk?? ini yg di ributin semrwawut kan sebener nya hanya pulau Jekardah++ (bodetabek), kenapa jd sebut2 jalan nasional dah…
    di luar Jakarta, jalanan relatif santuy kog, masih lbh terkendali dan ga se semrawut itu… ga ush daerah pelosok, liat bogor deh, yg bikin semrawut itu apa? ANGKOT.. yang paling banyak makan jalan apa? MOBIL,, yg ada itu yg hrs di kaji malah penggunaan mobil pribadi bosss.. kadang juga lbh macet jalan tol toh (dalkot dan jagorawi) ketimbang jalan umum, hayoo.. bayangin aja ane naik mbl dr cibinong ada tugas ke PIK, naek mobil, brangkat jam 6 pagi, sampe PIK jam 10, semua lwt TOL itu… gokil gag, waktu yg sama dgn org yg naik kereta dari Cirebon ke Jkta!! mikir COYY..

    jadi sebelum batasin ini-itu, lihat dulu infrastruktur lainnya macam angkutan umum dll,, apa angkutan umum nya sudah sebanyak, selayak, senyaman itu?? kadang juga perbandingan cost antara nyicil mtr dan naik kendaraan umum masih lbh hemat nyicil+bensin, ya gmn org ga lari ke roda 2…

    yang perlu di benahi itu adalah cara mendapatkan SIM! yg bikin semrawut itu org yg gag disiplin berkendara.. yg harus nya ga layak dapat SIM tp bisa punya SIM karna bukan rahasia, tinggal TEMBAK.. yang ga punya SIM pun bebas melanglang buana di jalan raya hayoo.. panjang kan jd nya….

  7. diemin aja mas, klo ada yang setuju ya emg udah sepaket itu otaknya
    dia gatau industri motor menghasilkan apa aja buat negara
    lucu kadang orang kasih solusi yang bukannya menghilangkan masalah tapi malah bikin masalah nambah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here