Email Pembaca : Paruh Burung di Motor Adventure, Fungsinya Apa?

9
Villa Kanaya

Sobat MMBlog sekalian, beberapa hari yang lalu, MMBlog mendapatkan surel dari Bro Angga. Masbro ini nanya ke MMBlog, sebenernya, apa sih fungsi dari moncong yang ada di bawah lampu depan di motor adventure, hingga akhirnya banyak juga motor lokal yang ngikutin trend ini (aksesoris aftermarket). Hmm, pertanyaan yang bagus dan menarik, karena jujur aja, MMBlog pribadi juga belum terlalu faham apa maksud dan tujuannya, tapi ternyata, secara gamblang, hal ini dijelaskan di sebuah forum.

Advrider, itulah forum di mana temen-temen bisa mendapatkan ilmu dan wawasan lebih tentang berpetualang dengan menggunakan sepeda motor. Ternyata ada lho pembahasan mengenai paruh bebek atau paruh burung ini. Kalau diluar negeri, paruh burung ini lebih dikenal dan beken dengan sebutan high front fender atau high front mud guard. Mungkin kalau diterjemahin dalam terjemahan bebas dalam bahasa Indonesia, bisa jadi slebor tinggi.

Villa Kanaya
gagah banget, pake paruh bebek
yang ini gak pake paruh

Sebenernya, high front fender ini bukan barang baru di dunia sepeda motor. Tadinya, slebor macam ini udah digunakan di motor-motor trail, iya kan? Dari dulu sampai sekarang, motor trail menggunakan slebor macam ini, kepasangnya di segitiga bawah, bukan kayak slebor klasik atau slebor sport yang kepasang di tabung suspensi depan. Fungsinya jelas, untuk menepis air, atau lumpur yang diterjang, agar enggak muncrat sampai ke lampu atau ke ridernya.

Lah, emangnya pakai slebor biasa aja gak bisa Mas? Bisa aja sih, Cuma kalau lumpurnya udah masuk, alamat stuck dah itu ban depan, lumpur jadi ngendap, jelas yah?

Lalu, apa gunanya di motor adventure kekinian? yang moge-moge gitu? yang high front fender nya gak terlalu mancung dan bahkan masih dikasih slebor standar juga? Menurut yang MMBlog baca, pabrikan mau ngasih opsi, ketika itu motor digunakan di area aspal, monggo pakai dua-dua-nya, tapi kalau mau diajak lumpur-lumpuran atau sedikit off-road, cukup lepas aja slebor standar, dan biarkan high front fender memainkan peranannya.

Yaa, kenyataannya, saat ini, high front fender fungsinya udah lebih kayak kosmetik aja sih, di forum advrider-pun begitu kok Sob. motor jadi tampak gagah, keren, dan maskulin. tapi tetep, kalau lagi kenceng, terus nerjang air, high front fender ini akan menahan air supaya gak nyiprat ke ridernya. Gimana Bro Angga? Udah menjawab pertanyaannya apa belum nih? semoga berguna ya!

instagram

Villa Kanaya

9 COMMENTS

  1. Kalo matic taiwan spakbor depannya ngga ada,di ganti sama body depan yg sekalian jadi spakbor depan,apakah itu juga kosmetik ?

  2. Rider biker juga manusia. Pasti laaagh memiliki estetika. Malaaagh kadang itu yang diutamakan. Yaaagh….. ga da masalah laaagh… asal ga ganggu baik biker sendiri maupun pihak lain.
    Jiannn klotok-klotok sekaleee ini Budheee ee eeeee

  3. yg jd pertanyaan berikut nya, kok slebor belakang motor semprot terutama yg monoshock slebor belakang di copot? plat depan gak pake juga… terus gunanya plat nomor di bawah deket shock belakang ampe gak keliatan itu apa ya?

  4. Di jawa khususnya di jagad pedalangan atau wayang kulit, juga ada istilah cucuk manuk atau paruh burung itu. Yaitu hidungnya Pendhita Durna. Mancung n melengkung ke bawah.

  5. saya ada pengalaman nerjang genangan riding kira2 70kph pake pcx yang ga ada high fendernya, itu aer yang kita injek naek semua ke muka,, auto kuyup, rasanya itu kaya disebor pake aer se ember..ga lagi2 dah

  6. Berarti spatbor terbaik secara fungsional standar pabrik yg punya bebek/metik entry level ya… Yg posisinya di baut ke segitiga, tinggi tapi samar ga kliatan tinggi krn tebal di samping modelnya

  7. lebih kental aura adventurenya ya kalo pake “cocor bebek” kaya gitu, maka nya saya lebih seneng liat desainnya viar vortex ketimbang versys x 250, lebih gagah keliatannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here