Test Ride dan Review Yamaha FreeGo, Matik Siap Untuk Semuanya!

5
Villa Kanaya

Sobat MMBlog sekalian, selain test ride Yamaha R25, beberapa hari yang lalu, sebenernya PT YIMM juga secara paralel mengadakan test ride Yamaha FreeGo 125 di lokasi yang sama yakni Sentul International Circuit. Bedanya, kalau Yamaha R25 digas di dalam sirkuit, nah, kalau Yamaha FreeGo 125, acara test ridenya diadakan di pelataran parkir sentul yang luas banget itu. Nah, MMBlog berkesempatan untuk ngejajal Yamaha FreeGo 125 pertama, terus gimana impresi berkendaranya?

Gak lebay kalau MMBlog mengatakan kalau Yamaha FreeGo 125 adalah motor matik yang siap untuk semuanya. Udah kerasa dari impresi pertama berkendara menggunakan motor ini Sob. walaupun, sejatinya, harus ada nih sesi berkendara di dalam kota, ya macam sunmori atau test di jalanan ibu kota yang hiruk-pikuknya lagi enggak banget :mrgreen: . karena di pelataran parkir sentul, ya tau sendirilah, treknya berpasir, udah gitu ya terbatas juga, jadi yang diperoleh hanya impresi perdananya aja. Ah, kebanyakan cingcong nih, emang gimana rasanya?

Villa Kanaya

Perkara Ergonomi, Yamaha FreeGo 125 menawarkan posisi berkendara yang lazimnya kita jumpai di skutik-skutik zaman sekarang. Raihan setang enggak sulit, relatif dekat jaraknya sama badan. Setang juga enggak terlalu tinggi tapi juga enggak terlalu rendah kayak Hayate dan matik suzuki yang lain. posisi jok bisa dibilang agak tinggi jaraknya kalau diukur dari jaraknya ke dek. Btw, dek-nya ternyata lumayan tinggi dari tanah Sob. MMBlog sempet kagok untuk pertama kali naikin kaki dari tanah ke dek “weh, tinggi juga”. Ya maklum, MMBlog  biasa naik matik Suzuki yang jarak dek ke tanah tuh enggak terlalu tinggi.

Impresi yang mengejutkan juga datang dari area legroom. Dek motor ini ternyata lega bener loh Sob. mungkin deknya selega dek Suzuki Hayate/Skywave kalau dua matik itu enggak ada tulang tengahnya alias ber-dek rata. Kaki bisa dengan leluasa bergerak, bahkan kalau duduknya agak ke belakang, temen-temen bisa “agak” selonjoran. Memang gak sehebat N-Max, atau seluas Lexy, tapi untuk positioning motor ini, lumayan lega.

Pembahasan dilanjutkan ke sektor performa motor. Seperti yang udah temen-temen ketahui, kalau Yamaha FreeGo125 mengusung mesin 125 CC, satu silinder, blue core. Hmm, lokasi test ride enggak bisa memaksimalkan tenaga atasnya nih. kalau perkara tenaga bawahnya sih ya bisalah dikit diceritain, hehe. khas matik-matik Yamaha, torsi yang kuat bakalan temen-temen rasain di tarikan bawah FreeGo125. Ada rasa gerung tapi melaju. Toh, dengan jarak yang enggak bisa dibilang panjang, kecepatan 60 km/jam bisa diraih dengan sangat mudah.

bisa depat 67 km/jam dengan trek seadanya

Untuk stop and go, ini motor sih juara yah kalau MMBlog bilang. Dari diam ke 60 km/jam bisa dibilang efforless. Motor enggak liar, enggak endut-endutan, melaju konstan, konsisten, bertenaga, khas matik 125 CC Yamaha dah.

Terus, kita bahas kinerja suspensi dan handling. trek parkiran sentul itu sebenernya bisa dibilang sebagai trek semi offroad yang berpasir, wkwkwk. serem banget mau belok agak kenceng dan agak miring. Tapi ya, namanya matik, terlebih menggunakan ban 12 inci, bisa dibayangkan, bahwa motor ini bener-bener lincah. Tapi, di jalanan yang enggak rata, MMBlog merasakan bahwa bannya baik depan dan belakang, enggak seekspresif ban Vespa yang gampang mencla-mencle. Kalau dilihat dari spek, ban ini biarpun menggunakan ring 12 inci, tapi profilnya tebal Sob, sama kayak Ban Honda Scoopy.

Kinerja suspensi bisa dibilang ada di antara menengah – keras, enggak keras, tapi juga enggak masuk ke kategori suspensi menengah. Sebenernya MMBlog penasaran, gimana motor ini kalau diajak nikung dengan kecepatan lumayan, tapi tikungannya hiperbolik alias ngelambung, harusnya sih dengan profil suspensi begini, motor bakalan antep jaya. Beruntung, jok FreeGo125 bisa dibilang empuk, jadi bener-bener keredam dah yang namanya guncangan. Kalau boleh MMBlog kasih rating 1 adalah empuk, 5 adalah menengah, dan 10 keras, maka suspensi FreeGo ada di nomor 6.5.

Motor matik, pastinya nimble, ringan, dan nurut. Zig-zag di cone oranye, tentu enggak butuh banyak effort Sob. bahas rem langsung di sini aja deh, perkara pengereman, FreeGo125 punya rem yang performanya cukup baik, ya rem depan disc brake zaman sekarang dah. Rem belakangnya juga lumayan greget kalau MMBlog bilang.

Kesimpulannya? Ini motor adalah matik yang sebenernya bisa dipakai pria atau wanita tanpa effort berlebih. Tarikan awal lumayan nendang, motor nurut, suspensi oke, rem baik, dan relatif nyaman. getaran? Bisa dibilang minimal Sob. nah, nanti MMBlog bikin artikel tentang siapa-siapa aja yang cocok buat naik Yamaha FreeGo125 yah. sekian, terima kasih, dan semoga berguna.

instagram

Villa Kanaya

5 COMMENTS

    • Mantul, suwun apresiasinya Mas Agus, masih terus belajar nih buat sharing/cerita pengalaman ke temen-temen pembaca.

  1. Ane blog walking , dua blog tetakhir : tmc dan monkey bikin ane +yakin +kepincut freego is good , pengen boyong yg standar blue / merah hitam , juoss , suwun kangbro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here