Peluang Honda Di Segmen Retro (Opini)

39
Limited

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

vol105_CB223S_11
CB223, Hmmm, everlasting!

Sobat MMBlog sekalian, artikel telat nih, hiks πŸ™ Β . Setelah beberapa hari MMBlog harus pergi keluar kota karena ada objekkan yang gak bisa ditinggalin, akhirnya sampe juga di rumah (artikel kemarin itu autopost loh). Mohon maaf juga karena komen-komen belum sempat dibalas. Oke deh, kali MMBlog mau ngebahas mengenai bagaimana peluang AHM di segmen retro.

Villa Kanaya

Ujug-ujug ngomongin retro, ada apaan nih? Yap, selama di luar kota itu MMBlog sering banget ngelihat motor yang bentuknya mirip-mirip dengan honda CB. Memang saat ini tren motor Japs style, caferacer, boober, bisa dibilang lagi booming bin happening! Nah, jika saja ada pabrikan yang mau merilis sepeda motor dengan model begini dengan harga yang relatif amat-amat terjangkau, bukan gak mungkin motor itu bakalan populer dan laku di pasaran.

honda-scoopy_interior_7

Oia? Masa sih? MMBlog bisa ngomong gini dasarnya apa nih? Sobat MMBlog bisa lihat eksistensi Honda Scoopy. AHM adalah ATPM pertama yang berani memproduksi motor matik retro ini secara lokal dan dijual dengan harga terjangkau, terus hasilnya? Penjualan laku, laris manis tanjung kimpul! Bahkan, dominasinya masih sangat tinggi ketika rivalnya yaitu Yamaha Fino juga hadir. So, bukan gak mungkin juga kan motor retro seperti Honda CB223 bisa laku dipasaran? Toh, sayang juga lho mesin tiger yang udah lama wara-wiri di tanah air ini di anggurin aja. Mending dikasih baju retro, plus injection dan rantai 520 O-ring (kalau gak pake O-ring pasti suaranya tetep ajib :mrgreen: )

cb400ss

suzuki-tu250x-xl

Memang betul, motor retro itu sangat segmented. Namun demikian, pasar ini menurut MMBlog sangat menjanjikan. Sebenernya MMBlog sering mendengar bahwa beberapa rider sangat antusias dan respect terhadap Kawasaki Estrella, tapi karena harganya yang bisa dibilang agak musuhan sama dompet sebagian besar orang, jadi motor ini hanya bisa menyasar golongan orang-orang yang susah (buang duit) saja.

Selain itu, motor retro juga tidak membutuhkan mesin-mesin yang super advance. Cukup dengan mesin yang berpendingin udara, perbanyak aksen chrome, pelek jari-jari, lampu depan bulat, suara yang ngebass, ya kalau mau lebih canggih pakai injection, motor retro akan membuat sebagian rider jatuh cinta (lagi-lagi, AHM udah punya mesin Tiger!). Untuk anak muda yang ingin tampil beda, dan untuk biker senior yang ingin bernostalgia, gak lain gak bukan pilihannya ya motor retro! Ditambah lagi dengan Branding Honda, bawa embel-embel CB100 di promosinya, wah mantap banget!

Oke deh, gimana menurut Sobat MMBlog semua? Keren gak kira-kira kalau motor retro asli pabrikan kembali banyak berseliweran di tanah air kayak tahun 70-80 silam? Semoga berguna ya :D[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

instagram

Villa Kanaya

39 COMMENTS

  1. Memang estrella ok antusiasmenya, cuma berhubung kuota sedikit dan harga cbu, masih belum bisa dijadikan pembuktian kalau segmen retro akan booming. Cbr 250 yang sport fairing saja terbukti terseok2 (dengan berbagai alasan), nah, apalagi kalau untuk melokalkan suatu produk (apalagi new segment), biaya yang harus dikeluarkan gak kira2. Kalau perhitungan meleset, pabrikan bisa berdarah2, dan risiko petinggi yang menelurkan ide tersebut copot jabatan. Jadi saya walaupun pecinta retro style sejati, tetap pesimis untuk retro ckd. Paling cuma cbu dengan kuota imut (seperti estrella itu). Low risk untuk pabrikan. Motor impian: bonneville t100. Kalo bmw rninet melirik pun gak berani hehehe.

  2. maksudnya biar tu250 bisa keluar dan si thunder250 gak susak cari spare part hihihi
    tapi saya beneran suka tuh sama tu250, modelnya itu lho mbulet-mbulet
    atau van-van 200 kali ya?

  3. saya rela ga beli all new cbr 250 r jika ahm boyong nih motor. terus saya juga bilang ga rela beli cbr 1000 r ya karena ga ada duit nye, maka nye beli itu aja. hehe.

  4. +1
    next tiger fi. meskipun honda punya mesin baru di megapro fi tapi karakternya beda dengan mesin GL series. sohc overbore 2 klep, lembut di RPM bawah tapi ganas di putaran atas. pas banget diajak touring jarak jauh. terlebih lagi, raungan mesinnya ketika akselerasi…wah! XD

  5. hmmmm
    semoga ada ATPM yg mw bawa retro ke tanah air dengan harga bersaing…..
    nungguin si van van yg tak kunjung jelas.
    estrella bin esmeralda gk kuat duitnya…..
    salam saudara sedulurrrrrrr

  6. Saya baru membeli honda Mobilio (juni 2014) dan ternyata saya sangat kecewa dengan service dan kualitas Mobilio yang ternyata TIDAK sebagus yang digembor2kan..ini pengalaman saya dgn Mobilio yg saya bandingkan dengan Toyota Avanza thn 2010 saya:

    1. Bodi Mobilio TIDAK sebagus Avanza dimana bodi Mobilio seperti kaleng yang ketika diketuk2 dan ditekan sangat lunak, tidak seperti bodi Avanza yg lebih padat dan kekar.

    2. Kaca jendela sangat tipis dan ketika ditekan bisa membengkok seperti plastik, ketika saya bandingkan dengan kaca jendela Avanza yang lebih tebal dan kokoh

    3. Dinding interior & dashboard Mobilio yang berbahan seperti kulit jeruk sangat tipis, kopong dan ketika ditekan2 agak lembek, tidak seperti dinding interior Avanza yang lebih padat dan ketika diketuk2 atau ditekan2 tidak lembek.

    4 Mobilio tidak menggunakan paint protection, pas saya cuci menggunakan kain halus, dibagian cat kap mesin langsung baret2 halus. Ketika saya cuci Avanza pakai kain yang sama, cat bodi tidak baret2 halus.

    5. Honda sangat pelit bonus, ketika saya minta dipasangin talang air, sensor parkir belakang, jok kulit & karpet kulit, Honda tidak kasih dengan alasan tidak ada kebijakan bonus, tidak seperti Toyota yang ketika saya beli saya minta bonus seperti diatas, dealer Toyota langsung kasih.

    6. Palang2 dop roda sangat tipis, tidak seperti palang2 roda pada Avanza yang lebih tebal jadi lebih aman dan kuat.

    7. Handling stir Mobilio keras & maksa, tidak seperti handling stir Avanza yang lebih halus & ringan.

    8. Mobilio tidak punya indicator temperatur mesin seperti layaknya mobil2 lain.

    9. Hati2 dengan bujuk rayu sales staff Honda yang kurang informatif dan suka menjanjikan ini itu tapi omongkosong.
    
Kesimpulan saya: JANGAN BELI Mobilio sebelum anda kecewa berat. Kesan mewah Mobilio tidak sebagus kualitasnya dan kepuasan customer itu bukan nomor satu.

  7. setuju om…sebenarnya ahm punya verza yang kalau didandanin jadi motor retro ok punya.. secara shockbrakernya ada dua biji dan rangkanya juga udah masuk banget buat bikin motor retro macam cb…jadi bisa hemat biaya riset dan produksi.

  8. Kalo trwujud ane seneng abis & boleh ambil 1unit..
    Kalopun AHM blm mau produksi lagi, ya ga apalah. Jadi peluang produsen rumahan sodara sodara kita (para custom & modifikator) tetep kenceng.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here