Teaser Dan Diam-Diam, Mana Yang Lebih Oke?

27

Sobat MM sekalian, hari ini jagad blogosphere roda dua lagi rada heboh karena ada video teaser yang dirilis oleh Yamaha Motor Company di youtube. Di Teaser tersebut ada penggalan-penggalan sepeda motor (sepertinya motor baru) dari Yamaha. Temanya serba canggih dan hi-tech, pokoke josslah.

Image

Emang sih, teaser atau padanan dalam bahasa Indonesianya adalah โ€œpenggodaโ€ ini dirasa cukup efektif untuk mendapatkan awareness dari publik, bahkan dulu pas MM kuliah marketing aja, strategy teaser ini termasuk dalam rukun yang oke dilakukan dalam komunikasi pemasaran terpadu. Karena teaser ini sedikit banyak akan menumbuhkan rasa curious atau penasaran di diri potential buyernya. Karena rasa penasaran itulah, potential buyer atau pembeli potensial tersebut akan ter-engage (terikat) sehingga akan selalu mem-follow-up dan menanti-nanti perkembangan selanjutnya dari produk yang diperkenalkan secara parsial tersebut.

Nah, ada yang menarik sobat MM. MM tahu banget, Yamaha seperti tiap mengeluarkan produk baru selalu disertai dengan teaser sebelumnya. Masih ingat dengan iklan serba hitam yang menggambarkan shilouete Jupiter MX beberapa tahun silam? Nah, Yamaha memang konsisten dengan strategy ini. Tapi coba MM simak sepak terjang Kawasaki? Terutama peluncuran Ninja-nya? Betul-betul diam-diam tanpa suara, sunyi senyap, tiba-tiba BLAAARRR. Motornya langsung muncul di khalayak. Ya memang sih, saat ini agak susah untuk launching diam-diam, kecanggihan teknologi dan banyaknya blogger atau citizen journalis yang luar biasa kepo akan selalu update mengenai motor-motor baru. Tapi MM inget banget, waktu launching Ninja Fi, itu benar-benar bikin geger. Begitu juga dengan Ninja Mono, seandainya gak ada spyshootnya, dijamin lebih geger lagi.

Image

Nah, emang sih, strategy Teaser itu ampuh banget buat mendapatkan awareness. Tapi sudah barang tentu hal ini juga punya tradeoff atau resiko. Tradeoff pertama yaitu ya cost, otomatis biaya akan lebih besar. Untuk beriklan, untuk proses produksi teasernya dan lain-lain. Terus udah gitu, kalau nanti motornya tidak sesuai dengan ekspektasi calon potential buyer, agak ngeri juga jadinya penjualannya. Ya kudu punya senjata atau strategy cadangan lah gitu. Tapi bukannya diam-diam itu juga bakal sukses loh, malah kemungkinan gak dapet awarenessnya tinggi.

Okelah, yang jelas Yamaha R25 nanti MM yakin bakal bikin heboh jagad roda dua tanah air di kelas 250 CC. Dan sang Ninja yang terkenal suka menyelinap diam-diam itu juga pasti gak akan tinggal diam. Tinggal nunggu si Battosai muncul aja nih, Halah.. apa sich :mrgreen:

instagram

Villa Kanaya

27 COMMENTS

  1. saya kira memaknai battosai dgn si suzuki one fifty, masuk kriteria itu ,
    asal ngg dual shock breaker, mesin ga SOHC & udah RDB aja, injek po ora ora urusan,
    dan yg jelas msh < 20 jt, market uda jenuh sama SOHC meski 4 katup, yg merupakan bore up an engine bebek 135 cc yg ditemplokin ke delta_seng, parahnya batok headlamp utk latest serinya pun secupu penampilan tokoh kartun yg ituwh. bonus hi bro, ngebut di mana, smekin di depan, lo jual gua beli, dan tidak turun di sentul.
    herannya msh aj ad yg beli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here