Harga KLX/D-Tracker X Lebih Mahal Dari Ninja 250? Sebabnya Apa ya?

30

Image

Masbro sekalian, saat ini siapa sih yang gak tahu dengan Kawasaki Ninja 250? Motor sport seperempat liter dari Kawasaki ini namanya udah santer dan beken banget di jagad motor sport tanah air. Kemudian saat ini harganya dibanderol 52.900.000 Rupiah, padahal dulu waktu pertama launching, harganya “cuma” 44 jutaan ya kalau tidak salah. Tapi biar kata harganya naik, tapi unitnya banyak juga kelihatan di jalan :mrgreen: . Tandanya ini motor asli laku ya masbro. Tapi yang suka mengganjal di pikiran MM itu adalah, kenyataan bahwa motor sport dua silinder Kawasaki ini harganya masih lebih murah daripada KLX250 atau D-Tracker X, Hmm, kira-kira sebabnya apa ya masbro?

Suzuki TS Ternyata Masih Diproduksi!

26

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
TS125

Mas bro sekalian, MM yakin sebagian besar dari masbro pasti tahu dengan sepeda motor trail dua-tak Suzuki yaitu Suzuki TS. Suzuki TS adalah sepeda motor trail yang udah teruji durabilitasnya baik itu untuk pemakaian sehari-hari ataupun untuk penggunaan off-road. Tidak hanya dijual untuk publik, ternyata suzuki TS juga dipakai oleh beberapa instansi pemerintah, MM yang tinggal di komplek TNI ini sering banget lihat Suzuki TS yang digunakan sebagai motor operasional buat anggota TNI. Suara khas mesin dua-tak yang garing merupakan ciri khas dari motor trail legendaris ini. Namun demikian, pada akhirnya Suzuki Indonesia memutuskan untuk menghentikan produksi sepeda motor garuk tanah ini pada tahun 2004-2005. Tapi kok judul artikel ini menyatakan bahwa Suzuki TS masih diproduksi? Oke deh, lanjuut dulu masbro, hehe.

Jadi begini masbro, Suzuki TS yang dihentikan produksinya oleh Suzuki Indonesia adalah Suzuki TS 125, Tapi Suzuki Global tetap memproduksi Suzuki TS dengan kubikasi 185 CC, ya otomatis bernama Suzuki TS 185. Tampaknya demand pasar global terhadap trail harian dua-tak tetap ada masbro. Mungkin juga Suzuki Global merasa sayang juga apabila menghentikan produksi Suzuki TS yang namanya telah “besar” dan melegenda sebagai motor trail dua tak dari Suzuki.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Ini Lho Motornya

Terus gimana speknya?  Berdasarkan apa yang tertulis di web Suzuki Global, Suzuki TS185ER ini menggunakan mesin dua tak, 183CC, dan berpendingin udara, tuh sederhana aja masbro. Terus pengeremannya juga menggunakan rem tromol untuk ban depan dan belakang (et dah, rem depan pake tromol, hari gini bro?!). Suspensi depan masih teleskopik, dan kapasitas tangki bensinnya 7 liter, dan berat motor ini hanya 102 Kg! Enteng amat ya. Modelnya sendiri sebenarnya menurut MM lebih onroad oriented dan berkesan klasik jadul, namun demikian pihak Suzuki mengawal kaki-kaki dengan pelek 21 inci di depan, dan 18 inci di belakang, jadi jika ingin grasrukan, hayo aja bro! Terus pasar dari TS185 adalah beberapa negara bagian di Amerika dan beberapa negara Arab.

Image

Terus gimana kansnya jika di jual di Indonesia? wah, penerawangan MM masih abu-abu nih, hehe. Tapi saran MM kalau Suzuki mau main trail lagi, ya lebih baik sih ngeluarin trail empat-tak aja. Kayaknya lebih simple lagi perawatnya, gak perlu oli sampingm gak perlu sering-sering bersihin busi, dll. Oke deh masbro, monggo diemut-emut aja dulu infonya, mudah-mudah menginspirasi ya.[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Matik Lokal 150 CC? Gimana Ya Relevansinya?

32

Image

Masbro sekalian, hari ini blogger kondang kita Mas IWB merilis sebuah artikel yang mengkonfirmasi bahwa AHM akan membuat sepeda motor matik dengan kubikasi 150 CC, dan disinyalir mesinnya merupakan turunan dari mesin Honda PCX 150. Menarik sekali geliat AHM jika diperhatikan, menurut MM pribadi AHM sepertinya pengen banget nutup celah Yamaha yang merupakan rival terbesarnya dalam penjualan matik (motor laen juga sih), sampe-sampe mau ngeluarin motor matik bikinan lokal dengan kubikasi 150 CC, terus dengan body seperti Vario yang notabene lebih slim dan kecil dibanding PCX. Terus gimana sih relevansi matik lokal 150 ini CC di Indonesia?

Oke deh, pertama kita lihat dulu dari line up matik Honda. Top of the line matik lokal honda yang menempati posisi tertinggi saat ini adalah Vario Techno 125 CBS ISS yang di banderol Rp.16.450.000,- dan Vario dengan spek paling rendah adalah Vario Techno NCBS seharga Rp.15.400.000,- (Sumber dari harga-motor.com). Nah, dengan harga Vario 125 yang 15-16 jutaan itu, MM bisa membuat ancer-ancer/terawangan bahwa harga dari matik 150 CC honda nanti harganya akan lebih mahal, mungkin dikisaran 17-18 jutaan, atau bahkan bisa sampe 20 juta masbro, dan ini akan menjadi pe-er berat yang harus diselesaikan oleh AHM, kenapa tuh? Lanjut ke paragraf selanjutnya.

Image

Jadi gini masbro, masalah pricing ini menurut MM sangat sensitif, apalagi kalau menyangkut sepeda motor massal, dan terlebih jika itu adalah motor matik! Lah iya, orang beli motor matik lokal itu tujuan utamanya adalah motor operasional yang bener-bener dipakai tiap hari. Terus dengan harga mahal begitu apa gak mikir dua kali tuh orang yang mau beli?

“tapi kan bisa aja bro kalau seandainya harganya beda dikit ama yang 125?”

Iya betul, kalau beda dikit sih mungkin bisa aja, tapi yang 125 mau dikemanain? yang ada 125nya gak laku, terus yang 150 CC penjualannya gak terlalu semoncer kayak yang 125, lah blunder ini namanya.

“kan buat gaya-gaya-an juga bisa bro? 150 CC gituloh, kenceng lagi!”

Kalau mau gaya-gaya-an mendingan langsung beli Streetfire aja kali bro, tinggal nambah dikit udah dapet motor sport, DOHC, tralis, 6 speed, dll.

Tapi ini semua cuma opini dan analisa MM semata aja masbro. Ya kita lihat aja deh di lapangan, gak semua motor keluaran AHM laku keras kan? Coba masbro tengok CS1 motor yang seharusnya digadang-gadang jadi crossovernya Honda Indonesia itu malah penjualannya keseok-seok, terus lihat juga bebek matik revo AT, bener-bener gak ada gaungnya. Terakhir, jika emang AHM mau bikin matik lokas 150 CC kayaknya strategy pemasarannya kudu tepat banget nih, terus cari insight dari masyarakat agar nanti positioning motor ini juga tepat, ya menurut MM pe-er yang lumayan ribet juga lah :mrgreen . Oke deh, monggo diemut-emut dulu analisanya, atau mungkin ada yang mau nambahin?

 

Chemco Bikin Pelek ER Series Dan Versys, Langkah Cerdas!

11

Image

Mas bro, sebagai pengguna ER6n MM agak penasaran juga apa ada ya produk variasi/modifikasi yang asli buatan lokal? Karena setau MM aksesoris buat ER6 series dan Versys mayoritas didominasi sama produk-produk impor. Coba brosing kesana-kesini eh gak taunya blogger kondang kita Irfan Pertamix udah pernah bikin artikel Chemco yang kembali dengan berbagai pelek variasi untuk berbagai jenis motor termasuk moge kawasaki ER6 friend. Sebagai informasi, Chemco udah sejak lama menjadi vendor pemasok untuk beberapa sparepart sepeda motor, kampas rem depan Thunder 250 MM aja pake chemco untuk orisinilnya.

Sertifikasinya juga gak main-main, udah dapet JWL (Japan Light Alloy Wheel), DOT, dan SNI, dan berani ngasih garansi! Udah gitu via blog bro irfan juga kalau Chemco udah digandeng sama Kawasaki Thailand sebagai vendor pelek buat Ninja 250 fi.

Image

Strategy Chemco juga brilian banget, Chemco memproduksi pelek yang ukurannya lebih lebar dari pelek-pelek standar motor, kayaknya team RnD Chemco tahu betul keinginan rider penyemplak motor premium yang kepingin ganti ban lebar terus harus diikuti dengan ukuran pelek yang lebar juga (supaya ban lebarnya itu gak ngedonat). Dan biasanya sih ya, pelek variasi untuk motor tertentu yang dibuat sama pabrik besar kayak chemco gini pemasangannya udah PnP. Kalau udah begini, otomatis brand equity Chemco semakin tinggi dan kuat nih, secara udah bisa bikin pelek buat motor gede!

Image

MM coba browsing lebih lanjut ternyata harga satu pelek untuk pelek belakang ER6 series ukuran 6 inchi (standarnya 4,5 Inchi) adalah 3 juta rupiah, hmm lebih murah dari limbah ZX6 nih, mantap! Udah gitu peleknya juga lumayan enteng dikisaran 6 kg aja beratnya. So Jika ditotal maka kudu ngerogoh kocek sekitar 4,5 jutaan untuk pelek dan ban 180/55. Tapi MM gak tau deh, gimana kalau pakai pelek dan ban ukuran besar gini, tenaganya kedodoran apa enggak ya? Mungkin harus diimbangin dengan ganti filter udara, ganti knalpot, sama setting gear supaya tenaganya tetep oke (duit lagi dah). Si merah aja menurut MM tenaga sekarang kayak ketahan (ngeden), sepertinya karena filter udaranya udah terlalu kotor karena kesumbat pasir Bromo tahun lalu. Oke deh, mungkin ada masbro yang mau ganti?

Buell Motorcycle, Pabrikan Motor Amerika Yang Udah Bubaran.

31

Image

Masbro sekalian, mungkin sebagian dari masbro masih belom mengetahui kalau diluar sana ada pabrikan sepeda motor yang bernama Buell. Buell sendiri adalah nama seorang pendirinya yang bernama lengkap Erik Buell, seorang mantan teknisi di Harley-Davidson. Erik Buell mendirikan pabrikan sepeda motor Buell pada tahun 1983 dan sepuluh tahun kemudian merek “Buell” sendiri menjadi perpanjangan dari Harley Davidson yang memfokuskan kepada sepeda motor dengan tipe naked/streetfighter dan sport. Memang masbro, kalau kita lihat platform mesinnya, line sepeda motor Buell semuanya menggunakan mesin Harley-Davidson, tapi jika HD fokus ke motor cruiser chooper, maka seperti yang udah MM bilang tadi, Buell lebih ke bagian yang agresif dan sporty.

Image

Tapi sayang seribu sayang masbro, saat ini pabrikan buell sendiri sudah tutupan. Mereka menyatakan mengundurkan diri secara resmi pada tahun 2009 kemarin. masbro bisa intip website mereka yang sangat simple, dan mereka mengatakan bahwa setelah 26 tahun beroperasi, kini pabrikan Buell sudah tutup. Tapi karena mesin sepeda motor mereka adalah mesin HD maka mereka menjamin ketersediaan sparepartnya. MM kurang tahu kenapa pabrikan ini tutupan, tapi yang jelas bahwa bukan cuma produk aja yang punya life cycle dan bisa discontinue, bahkan pabrikan Amerika yang bernaung di bawah nama besar merek kayak Harley-Davidson aja bisa discontinue pabriknya.

Tapi kalau analisa MM sih ya, pabrikan Buell bubar salah satunya mungkin karena peminatnya. Oke mesinnya pake mesin Harley-Davidson, Terus modelnya Sport atau Naked/Street fighter, tapi…… Pemilihan model ini nih yang paling krusial. Model sport atau naked itu udah jadi brand association dari Ducati. Mau beli motor sport yang beli aja tuh Ducati 1098 atau 1198, mau streetfighter beli aja tuh Monster. Terus brand Amerika mau main di Sport dengan bawa-bawa nama HD? Wah, agak susah kayaknya soalnya HD itu udah identik banget sama motor-motor cruiser.

Oke deh Masbro, daripada penasaran langsung aja masbro melipir ke websitenya Buell. Sebenernya sih buat MM pribadi motornya keren-keren masbro, gagah banget, cuma kalau Buell Lightening lucu juga ya karena cuma pake satu rem cakram doang buat rem depannya, hihi.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Tapi Pakem Juga Tuh!
[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Yamaha Tenere 1200 Dan Kansnya Di Indonesia

34

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Duh, Mau Turing Kemana Sih Bro???

Mas bro sekalian, mungkin sebagian dari masbro udah pada tahu tentang Yamaha Super Tenere? Yup ini ada motor flagship Yamaha yang bergenre Enduro Adventure. Berbekal mesin 1200 CC dua silinder DOHC motor ini dapat menyemburkan tenaga hingga 112 Hp pada 7250 Rpm dan torsi 117 Nm pada 6000 rpm. Jika dilihat dari segi power motor ini head-to-head dengan BMW GS1200 (110HP dan 120Nm untuk torsi), dilihat secara tampilan pun Super Tenere terlihat sangat gagah, besar, dan tinggi. Motor ini juga menggunakan kopel sebagai piranti penyambung tenaga dari mesin ke ban, dan menggunakan pelek jari-jari untuk roda depan dan belakangnya, asli, nuansa adventurenya kental banget.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Bersama Sang Rival

MM lupa tahun berapa, yang jelas Yamaha Indonesia pernah membawa motor ini sebagai display waktu event Pekan Raya Jakarta. Waktu itu MM masih menggilai motor-motor sport jadi ya ngeliat motor ini biasa aja, hehe. Terus gimana jika motor ini beneran di bawa sama YIMM sebagai pelengkap varian mogenya di tanah air?

Kalau mengaca kepada antusiasme penggila adventure/motor adventure bukan gak mungkin motor ini bisa laku kalau dijual di Indonesia. Kalau masbro buka buka blognya mbah dukun, beliau suka bilang jual motor GS1200 itu agak gampang, makin mahal motornya malah makin dibeli, dan ini mengindikasikan bahwa motor yang bener-bener “special” itu juga punya daya tarik terhadap calon pembeli yang juga “spesial” (duitnya). Memang sih nama besar atau prestise merek Yamaha gak seperti brand-brand Eropa kayak BMW, Ducati, dll. Tapi kalau promosinya tepat, Super Tenere juga punya daya tarik tersendiri. Apalagi motor begini banderol juga pasti mahal, part-partnya pasti lebih tinggi kualitasnya dibanding motor tipe lain, secara baut grasrukan gitu. Terus liat aja tuh, buktinya V-Max aja yang setengah milyar ada yang beli kan?

Image

Pasar di Indonesia ini emang unik, jual motor gede dengan harga “murah” laku (kayak ER6 friend dan Versys), jual dengan harga yang “sinting” juga laku (itu MV agusta F4RR seharga 2 Milyar aja ludes). Lagi-lagi keberhasilan kayak gini juga harus didukung sama strategy marketing yang tepat, produknya tepat, strategynya tepat, targetnya juga tepat, dijamin jika Yamaha mau bawa motor ini ke Indonesia, di parkiran mall pasti pada bejejer dah :mrgreen: .[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Yamaha Thailand, Ternyata Gak Jual Sport CC Kecil Ya

9

Image

Mas bro sekalian, iseng-iseng browsing, MM kepikiran untuk meluncur ke website beberapa ATPM negara tetangga. Di mbah google, MM nulis Yamaha Thailand, Oke deh, dengan segera mbah google langsung memberikan jawaban atas apa yang MM inginkan. Sebelumnya MM juga udah siap sih kalau ternyata di website tersebut yang keluar adalah huruf sansekerta, hehe. gampanglah tinggal kopas aja ke mbah google translate, agak acak adut dikit, tapi masih bisa kok dipahamin.

Liat-liat situsnya, terus MM liat produk motornya apa aja, eh gak taunya di kolom produk yang emang jadi laman pertama websitenya itu gak ditemuin sepeda motor dengan kategori sport. Adapun yang ada disana adalah kategori Manual yang di dalamnya ada berbagai macam bebek, terus Kategori Automatic yang di dalamnya jelas cuman ada motor matic, dan yang terakhir adalah kategori Big Bike, yang di dalamnya ada berbagai macam motor besar seperti R1, TMAX, Super Tenere, FZ8, FZ1, dan FJR 1300. Weleh masih mantepan YIMM dong ya, karena ngejual V-MAX, hehe.

Image

Entan kenapa Yamaha Thailand gak jualan motor sport CC kecil MM agak bingung juga. Padahal Honda di sana ngejual CBR 150, kenapa Yamaha Thailand gak jualan R15 ya? mungkin belom saatnya kali, hehe. Oke deh dari pada penasaran masbro langsung aja meluncur ke websitenya Yamaha Thailand.

Larangan Knalpot Bising, Pasang DB Killer adalah Opsi Yang Oke!

27

Image

Masbro sekalian, setelah ramai hiruk-pikuk tentang pelarangan terhadap knalpot bising, MM pengen juga nih ikut nimbrung untuk ngebahas. Menurut MM pribadi larangan pemerintah agar pengendara sepeda motor tidak menggunakan knalpot berisik ada benernya juga kok, yang pasti tujuannya buat kenyamanan bersama, diharapkan apabila penggunaan knalpot bising sudah ditekan, kota kita yang udah rame banget ini akan sedikit lebih tenang, hehe.

Nasib Motor Discontinue, Antara Berdebu atau Mengkilap

12

Image

Mas bro sekalian, lewat artikel ini MM mau ngebahas mengenai nasib motor-motor yang udah discontinue. Motor yang udah discontinue itu ada dua kemungkinannya masbro, eh malah ada tiga deh, tapi yang ketiga ini kemungkinannya kecil sih. Yang pertama adalah kemungkinan bahwa nasib motor itu bakal berdebu dalam artian, udah aja itu motor sama pemiliknya dipensiunin, ditaro aja tuh disudut gudang, gak dipanasin, aki soak, berdebu. Biasanya ini terjadi apabila motor ini berada di tangan rider yang emang punya motor buat dipake doang, bukan buat klangenan atau hobby. Orang itu juga mikir “ah dijual juga kagak laku, biarin aje deh”. Terus pemiliknya beli motor masa kini yang makin irit dan makin canggih deh.

Image

Terus kemungkinan yang kedua adalah bahwa nasib motor ini bakalan manis dan berkilau, hehe. Hal ini disebabkan karena pemiliknya adalah seorang yang hobby otomotif, terus emang sayang sama motornya, dan ngerasa kalau motornya adalah bagian dari dirinya (halah). Nah, biasanya kalau motor ini berada ditangan orang yang kayak gini, otomatis motornya akan terawat, dan bisa menjadi harta karun masbro.

Image

Kemungkinan yang ketiga adalah kemungkinan yang paling “mengerikan”. Kenapa mengerikan, ya karena biasanya motor discontinue itu partnya kan udah susah, biasanya motor yang ada akan discrap atau dimutilasi buat kanibal atau digunakan di motor sejenis. MM aja pernah liat ada Thunder 250 yang dimutilasi dan part-partnya dijual ketengan. Biasanya sih yang kayak begini ini adalah motor-motor yang memang partnya benar-benar susah dicari dan part-partnya itu punya “kelebihan” atau “keistimewaan” buat dipasang di motor lainnya.

Oke deh masbro, lewat artikel ini, MM cuma mau sharing kalau ngerawat motor yang udah discontinue itu sebenernya asyik. Banyak manfaatnya masbro, apalagi kalau kerawat dan kita butuh duit kepepet, motor itu bisa tinggi juga pasarannya. Tapi kalau MM pribadi sih gak akan ngejual itu Thunder 250, hehe.

Suzuki Inazuma Sebetulnya Bisa Moncer, Asal…

29

Image

Mas bro sekalian, MM sebagai rider Thunder 250 makin lama makin tergelitik juga nih sama sepak terjang Suzuki Inazuma. Emang sih banyak yang bilang sayang desainnya gak pake desain GSR750, tapi nasi kan udah menjadi bubur masbro, tinggal gimana caranya bikin supaya bubur itu menjadi bubur ayam spesial.

Sebenernya jika dilihat lebih dekat, motor naked touring B-King wannabe ini cakep juga masbro, finishingnya rapi, fitur-fiturnya lengkap, ergonomi nyaman, tapi kenapa ya kita jarang banget liat motor ini di jalan?

Image

Menurut MM, disini ada beberapa titik lemah dalam marketing yang diterapkan di Suzuki Inazuma. Yang pertama adalah momentum launching. Seperti yang udah menjadi rahasia umum, launching Suzuki Inazuma sempet ngaret dan tertunda masbro, ini berperan pada kendornya antusiasme potential buyer untuk membeli motor ini. Yang kedua adalah minimnya promosi, emang bagus sih tiap ngelaunching motor baru, Suzuki pasti ngadain event bertajuk Suzuki Jelajah Negeri. Tapi event kan cuma on the spot dan efeknya temporal, gak bisa kontinyu. MM gak pernah tuh liat iklan Inazuma di media cetak atau media elektronik. ER6n yang marketnya lebih sempit aja ada kok iklan TVnya, dan iklannya juga ada di majalah yang memuat konten bisnis, bukan semata-mata majalah otomotif.

Kemudian, yang ketiga adalah ketidaksediaan unit di dealer. Bahkan jika MM nanya indent atau tidak, salesnya bilang inden dua bulan, wah kalau begini mah susah. Menurut MM ya sebaiknya di stok dan dipajang gitu 5-7 unit Inazuma di showroom-showroom Suzuki.

Image

Saran MM sih kalau mau jual motor CBU, harusnya Suzuki jangan pakai gaya importir umum, yang suka ogah-ogah atau tergantung pesanan (bahkan IU aja sekarang udah hebat banget aftersalesnya). Kudu all outlah. Mudah-mudahan nanti untuk motor sport 150 CCnya, Suzuki udah bisa belajar dari gimana suksesnya penjualan Satria F.

Honda Tiger dan Yamaha Scorpio Discontinue, Gak Ada Alternatif Lain Nih?

15

Image

Mas bro sekalian, ngeliat di beberapa media online kayak detik dan beberapa blog roda dua, saat ini lagi santer banget diberitakan bahwa sepeda motor batangan Yamaha Scorpio dan Honda Tiger akan segera dihentikan produksinya. Ntah kenapa MM jadi rada sedih juga denger berita ini (agak lebay), mungkin karena MM adalah die harder motor dengan platform sejenis jadi ngerasa agak miris juga denger kabarnya. Setelah motor MM (Thunder 250) diskontinue pada tahun 2006 kemudian 7 tahun kemudian, akhirnya Tiger dan Scorpio juga mengikuti jejak Thunder 250.

Sebenernya sih masih ada beberapa alternatif lain menurut MM supaya at least mesin motor-motor tangguh ini gak sepenuhnya dipensiunkan. seperti yang pernah MM bahas sebelumnya (klik) bahwa mesin Scorpio masih bisa dipakai di motor trail, kali ini MM mau coba bahas lagi kemungkinan-kemungkinan yang masih memungkinkan bahwasannya mesin-mesin tangguh ini tetap dipertahankan eksistensinya.

1. Dipakai di motor trail

Image

Seperti yang udah MM bahas, mesin kayak begini ini punya torsi yang oke banget dan mudah banget dalam perawatan. Oleh karena itu mesin kayak begini akan sangat cocok jika dipakai di motor trail. Dengan pricing 25-30 jutaan kayaknya motor trail dengan basis mesin pio atau tiger akan punya penggemar baru. Dulu sempet ada Honda XR200 (mirip banget mesinnya sama mesin Tiger) buatan Filipina dan ada juga Yamaha Serow yang basis mesinnya mirip sama Scorpio.

2. Dipakai di motor retro

Image

Motor retro identik sama kesederhanaan dan mesin yang “low tech”. Mesin Pio atau Tiger juga cocok banget di pasang di motor retro karena desainnya sederhana dengan pendingin udara (kisi-kisi).

3. Menggunakan Injection

Dengan pengabutan bahan bakar dengan menggunakan injection, diharapkan akan tambah mempermudah dalam perawatan dan meningkatkan performa serta membuat penggunaan bahan bakar jadi tambah irit.

4. Upgrade ke 250 CC

Langkah ini juga bagus buat dilakukan, karena image motor premium di Indonesia itu melekat banget dengan kubikasi 250.

5. Keduanya menggunakan rear disc brake

Image

Mengganti piranti pengereman tromol dengan cakram adalah harga mati menurut MM jikalau mesin motor ini mau dipakai di motor generasi selanjutnya.

Oke deh, segini dulu aja mungkin yang bisa MM utarain. Ada kemungkinan jika saran-saran MM di atas dilakonin, motor dengan mesin tangguh tersebut bisa memiliki penggemar baru yang fanatis. Mungkin ada tambahan lagi masbro? Hehe.

Honda Rebel, Cruiser Entry Level Honda Amerika

14

CMX_250_CT_Rebel_(Nissin_Caliper)_96_8

Mas bro sekalian, iseng-iseng browsing ke Honda Powersport Amerika, MM ngeliat sebuah sepeda motor cruiser entry level yang menarik. Motor tersebut dinamai Honda Rebel yang berarti “pemberontak” (sangar namanya bro) dan dibanderol 4190 US Dollar atau mungkin sekitar 50 Jutaan. Memang sih kalau dilihat secara kasat mata, motor cruiser punya penggemar fanatik tersendiri di Negeri Paman Sam ini. Jelas aja banyak diminati, wong jalan di Amerika itu lebar-lebar, dan luruuusss banget, belom lagi jalan trans antar negara bagiannya, dijamin motor cruiser-cruiser di sana jadi primadona karena ridingnya bener-bener santai.

2012-Honda-Rebel250-CMX250Ca

13_Rebel_Black

Kembali ke topik, Honda Rebel ini mesinnya gak wah-wah banget masbro. Berkubikasi 234 CC, SOHC, masih menggunakan karburator, dan menggunakan 5 percepatan. Tapi yang menarik adalah biar gak wah, tapi mesinnya dua silinder inline nih. dengan bore dan stroke 53×53 mm. Mungkin basis mesinnya menggunakan basis mesin CB200 kali ya :mrgreen:. Ngeliat desainnya, Honda Rebel lebih deket kepada Harley Davidson Sportster yang relatif simple dan kompak. Ngeliat piranti pengereman, buat depannya udah menggunakan cakram, tapi rem belakang masih pake tromol. Tinggi tempat duduknya 26,6 inch yang jika di konversi ke cm adalah 67,5 cm, weleh-welen pendek amat joknya. Terus gimana konsumsi bahan bakarnya? Honda Powersport mengklaim Honda Rebel dapat menempuh jarak 84MPG atau 35,7 Km (pengujian dengan lingkungan yang terkontrol bukan penggunaan harian).

Honda-Rebel-Action-Top 10 Riding Tips for Noobs

2012-Honda-Rebel-250-CMX250C-njjjjjjjjjj

Gimana kansnya jika masuk di Indonesia? Menurut MM sih agak susah ngejualnya kalau menggunakan desain Honda Rebel versi Amerika yang chooper ini, tapi mungkin jika mesin 2 silinder sederhana ini dipake di desain Honda Tiger Revo atau motor retro kayak CB 223 bukan gak mungkin motor ini bisa laku keras. At least kita semua udah tahu ya masbro kalau ternyata Honda masih punya basis mesin sederhana yang dua silinder, dan bukan gak mungkin mesin ini diboyong sama AHM dan dikembangkan di Indonesia. Soalnya kalau ngembat mesinnya VTR250 yang V-Twin DOHC Liquid Cooled, pricingnya agak susah kayaknya masbro, hehe.

Penampakan Suzuki Inazuma Lagi Dioperasi

27

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
sayang ngeblur euy

Mas bro sekalian, seperti yang udah kita ketahui bahwa Suzuki Inazuma adalah sepeda motor Naked Touring 250 CC twin cylinder dari Suzuki yang hingga saat ini penampakannya masih agak jarang kelihatan di Jalan. Jujur masbro, MM sebagai pengguna Suzuki aja jarang ngeliat Inazuma servis kalau lagi beli sparepart di bengkel resmi. Tapi pas kemarin MM lagi “ngobatin” Thunder ke salah satu bengkel spesialis Suzuki Thunder 250 di daerah Cinere, MM ngelihat penampakan Suzuki Inazuma yang lagi dipretelin abis dan kaki-kaki udah dimutilasi.

Image

Tepatnya di sebuah bengkel yang bernama Kharisma Motor (nanti MM bahas ah bengkelnya), Bro Welly sang punggawa bengkel menyatakan bahwa Inazuma yang lagi di operasi itu adalah milik salah satu pasiennya. Tujuan dari dilakukannya operasi itu adalah keinginan pemiliknya untuk mengganti kaki-kaki standarnya dengan milik Suzuki GSXR600. Seperti yang masbro lihat di atas, hingga MM selesai benerin Thunder, progres sang 250 CC twin itu tinggal pada pemasangan ban dan pelek belakangnya saja. MM coba angkat pelek belakang GSXR600 itu gak taunya enteng banget masbro! seriusan deh!. Untuk pelek depannya, Inazuma tersebut sudah menggunakan pelek dan perangkat pengereman double disc yang juga milik GSXR600, sedangkan master remnya menggunakan milik ER6n. Kemudian sepakbor depan yang bentuknya seperti perahu dilengserkan dan diganti dengan miliki Suzuki Bandit Gress!

Image

MM bisa ngebayangin bahwa Inazuma standarnya aja udah gambot banget. Jika kaki-kakinya di upgrade gitu, pasti lebih semok lagi deh tuh. Oke deh masbro, mudah-mudah gak keracunan buat modif ya. Oia, nanti kalau ada kesempatan buat test ride, MM bakal bikin artikelnya.

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Honda CB400SS dan Yamaha SR400, Pilih Mana Bro?

30

ImageImage

Mas bro sekalian, Pabrikan sepeda motor raksasa Honda dan Yamaha, tampaknya memang paling demen bersaing. Mas bro bisa lihat dari dua penampakan sepeda motor di atas, dimana yang paling atas adalah sepeda motor retro big single cylinder Honda CB 400 SS dan gambar yang kedua adalah retro big single Yamaha SR 400. Kedua motor ini sama-sama mengusung tampilan retro klasik super jadul dengan kubikasi 400 CC bersilinder tunggal, udah gitu peleknya juga jari-jari dengan rem tromol untuk rem belakangnya. Bisa masbro bayangin tuh gimana torsinya 400 CC satu silinder, pasti ngejambak banget tuh! Untuk mesinnya sendiri standar aja masbro, masih dengan pendingin udara, tapi keduanya udah menggunakan Injection.

Image

Image

Rivalitas kedua pabrikan besar ini udah gak usah diragukan lagi masbro getolnya. Kedua motor ini mulai diproduksi dan dipasarin dari tahun 70-80 an sampe sekarang. Bisa dibilang kalau motor tipe begini kan pasarnya niche banget, tapi jika ada salah satu pabrikan mulai ikutan terjun, pasti salah satunya lagi bakal ikutan terjun juga. Nah, disinyalir nih ya, setelah Yamaha ngeluarin mogenya, AHM juga terpancing masbri buat main moge juga, hehe. Oia, FYI untuk yang Yamaha SR400 unitnya bisa masbro tebus tuh di Probike Jalan Panjang kalau berminat, MM  gak tau pasarannya berapa tapi yang jelas Malajah Bikers pernah ngebahas motor ini.

Honda_CB400SS_Special_Edition_2007TMS

Yamaha_SR400

Oke deh masbro, MM hanya mau sharing aja kalau di luar negeri sana ada juga ternyata motor retro dari Yamaha dan Honda yang mengusung kubikasi besar. Kalau masbro berminat motor retro begini, sabar nungguin Kawasaki Estrella aja, kan tahun depan kayaknya Kawasaki mau ngelaunching tuh, dan harganya masih resional, hehe. Oke deh, semoga menginspirasi ya bro.

 

Mesin “Unik” Thunder 250, 4 Klep, TSCC, dan 2 Header Knalpot

53

100_6620

Mas Bro sekalian, kali ini MM mau ngebahas tentang Mesin Thunder 250. Sebelomnya blogger kondang kayak TMCblog juga udah pernah bahas, dan Kang Adet juga udah bahas. Tapi MM mau bahas dari sudut pandang yang berbeda, bukan hanya dari keunggulan, tapi juga dari kelemahan. Oke deh lanjut.

Mungkin Masbro pembaca blog MM belom banyak yang tau jika mesin Thunder 250 udah menggunakan 4klep. Untuk mesin yang keluar tahun 1999 SOHC, 4 klep pada saat itu adalah sebuah inovasi, saat itu kompetitornya sang macan Tiger hanya mengusung 2 Klep. Opini pribadi MM jika menggunakan 4 klep otomatis proses masuknya bahan bakar dan keluarnya sisa pembakaran bahan bakar akan semakin cepat dan efisien, sehingga membuat tenaga bawahnya jadi ganas, kalau buat nanjak bocengan mah ecess. Sekarang motor-motor kayak Jupie MX dan Vixion ada motor SOHC yang mesinnya satu silinder dengan 4 klep. Tapi 4 klep ini bukan gak ada kekurangan mas bro, emang sih kekurangannya gak ngaruh apa-apa ke mesin, cuma ngaruhnya ke kuping! Iya bro, terkadang jika setelan klepnya udah longgar, suara klepnya jadi lebih berisik dari suara klep desmodromicnya ducati, wuah kayak suara mesin jahit deh. Apalagi kalau ridernya jorok, jarang servis dan jarang setel klep. Dijamin suara “tek tek tek” nya nyaring banget. Udah gitu 4 klep yang kudu disetel itu juga harus sama setelannya, MM lupa berapa jarak freenya, tapi yang jelas klep in sama klep out itu beda jaraknya.

Image
Kang Adet dan Kang Taufik, ijin kopi gambar ya

Terus teknologi TSCC, nah teknologi ini adalah teknologi yang udah dipatenin sama Suzuki (Ada tuh nomor patennya di sumber blog Kang Taufik yang MM share di bawah). TSCC adalah singkatan dari Twin Swirl Combution Chamber, yang berarti adanya dua putaran arus gas bahan bakar dan siap dibakar (monggo liat gambar di atas). Hal ini juga menyebabkan efisiensi pembakaran yang menyebabkan pembakaran yang lebih sempurna. Selain itu, di mesin Thunder 250 ini ada tuas yang namanya tuas dekompresi. Tuas ini berfungsi apabila kita mau ngidupin motor pake kick stater (engkol). Kalau gak pake tuas dekompresi, dijamin itu orang yang ngengkol bakal kelojotan masbro saking beratnya, tapi jika tuas dekompresinya udah dinaikkan, makan engkolnyapun ringan banget kayak ngengkol motor bebek.

Image
yang MM lingkarin merah tuh tuasnya

Terakhir adanya dua header yang nongol. Logika sederhananya sih jika ada dua header gitu otomatis pelepasan gas buang jadi lebih plong, dan lebih mudah melepas panas karena luas penampangnya lebih banyak. Namun demikian, yang paling asyik dari dua header ini adalah kenyataan bahwa knalpotnya bisa dicustom jadi kiri kanan tanpa ribet. Ya trade offnya sih bikin motor jadi tambah berat aja mas bro, hehe.

Image

Oia, untuk motor yang header knalpotnya ada dua tapi satu silinder yang MM tau yaitu Honda CB400SS, Honda FMX650 Fun Motor, dan Yamaha Tenere 660 (walah moge semuah). MM kurang tau juga apa motor-motor itu menggunakan teknologi TSCC atau tidak. Kayaknya keuntungan dari menggunakan dua knalpot ini dapat memberikan torsi yang melimpah, itu buktinya kebanyakan dipake sama motor-motor adventure.

Image
Honda FMX Fun Moto
Image
Yamaha Tenere 660
Image
hampir sama mesinnya sama CB400SS, cakep nih thunder dimodif begini

Tapi diluar itu semua, mesin Thunder 250 ini adalah mesin yang sama sekali enggak rewel. Asal mas bro rajin ganti oli (oli murah juga oke), bersihin filter udara/filter oli, setel klep, ganti busi tiap 5000-7000km, mesin pendingin udara 250CC ini bisa nganter masbro kemanapun masbro mau. Oke deh, mudah-mudahan menginspirasi ya bro.

Sumber :

http://tmcblog.com/2010/01/20/suzuki-thunder-250-bukan-motor-sohc-4-tak-4-klep-biasa/

http://gsx250.wordpress.com/2009/06/29/tscc-twin-swirl-combustion-chamber/

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

%d bloggers like this: