Monkeymoto Road to Bromo (Part 2 Jogjakarta – Pasuruan)

16

Image

Mas bro semuanya, ketemu lagi nih dengan artikel touring monkeymoto yang kedua, hehe. Oke deh di bagian kedua ini MM mau ngebahas perjalan di hari kedua. Di hari kedua ini MM and friend berangkat dari Klaten pukul 10.30. agak ngaret karena sedikit bingung karena side bag pinjaman yang sahabat MM bawa mengalami robek. Walhasil MM and friend harus mengakali dan membagi bawaan yang ada di sidebag.

Rute di hari kedua ini tetap melewati jalur selatan, namun demikian, rutenya tidak terlalu selatan. Adapun rutenya adalah Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Ponorogo, Madiun, Mojokerto, Pasuruan. Jalan yang kami lalui cukup bervariasi, ada yang jalannya lurus terus, ada juga yang banyak kelokannya. Menurut MM jalan yang paling asyik untuk dilewati adalah jalan yang dari arah wonogiri menuju ponorogo (perbatasan) jalan ini banyak sekali tikungan-tikungan yang dapat membuat penggila cornering keasyikan. Ditambah jalannya yang relatif sepi,lega dan aspal yang mulus, ini membuat cornering semakin nyaman. MM sempet ninggalin teman-teman MM karena keasyikan nikung dengan kecepatan 80-90 km/jam. Gak knee down sih, soalnya pake jeans jadi serem, hehe.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
abis ini kelokan teruuusss

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
cuma tiga motor iring-iringan

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Sahabat MM di Pio Lawasanya, tetep JOSSSS

Yang menarik lagi adalah taksi yang ada di Sukoharjo. Taksi di Sukoharjo tidak menggunakan mobil dengan tipe sedan, tapi taksi di kota ini menggunakan mobil seperti avanza atau xenia, MM baru tahu akan hal ini. Lucu juga melihatnya di jalan ada avanza menggunakan plat kuning. Sukoharjo adalah kota yang tenang dan lalu-lintasnya tidak padat (jika dibandingkan dengan jakarta).

Image

MM and friend akhirnya tiba di perbatasan jateng jatim pukul 5 sore. Kami sempat berfoto-foto di perbatasan ini karena baru pertama kali ke jawa timur naek motor (bahkan MM juga baru pertama kali ke jatim) rasa senang dan semangat semakin membara di diri MM and friend, dan setelah foto-foto kami langsung riding memasuki kota jawa timur.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Selamat Jalan Jawa Tengah

 

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Selamat Datang Di Jawa Timur

Kami tiba di alun-alun ponorogo sudah menjelang isya, jadi kami memutuskan untuk berisitrahat di masjid agung yang ada di alun-alun. Secara bersamaan ternyata di alun-alun juga lagi ada pesta rakyat dan dimasjid agungpun sedang ada istighosah. Inilah masbro enaknya touring, selain bisa melihat pemandangan yang indah, dan menikmati jalan yang mulus, kita juga bisa mempelajari kearifan lokal budaya setempat. Kami sempat berbincang-bincang dengan warga yang akan melakukan istighosah, dan begitu dia mendengar kami naik motor dari jakarta dia langsung keheranan bertanya-tanya, kenapa tidak naik bis saja, “yah, namanya juga hobby mas”.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
ngaso di pelataran masjid agung, karena masjidnya mau ada istighosah

Perjalanan akhirnya kami lanjutkan pukul 10.30 malam hari (agak lama istirahatnya), sepanjang perjalanan MM sudah merasakan kantuk yang teramat sangat, beberapa kali si merah MM bejek hingga mencapai 150 km/jam agar MM menjadi tegang dan mengusir kantuk, beberapa kali MM juga mencubit paha sendiri agak kantuknya hilang. Memasuki kota mojokerto, ada bau khas yang menusuk hidung, setelah beberapa saat MM baru menyadari bahwa itu adalah bau tembakau. Wah, MM baru saja nih melewati pabrik rokok yang sangat besar, dan bau ini menemani terus hingga beberapa puluh kilometer.

MM and friend akhirnya tiba dipasuruan pukul 04.00 dini hari, setelah sebelumnya mengambil gambar dan sedikit liputan di pinggir tanggul lumpur lapindo. Rumah sahabat MM terletak di kecamatan pandaan, rumahnya tidak terlalu jauh dari perbukitan, memang anginnya terasa sejuk tapi sinar mataharinya sangat terik, jadi ya sejuk tapi tetap terbakar sinar matahari. Di pagi dan siang harinya, kegiatan MM hanyalah beristirahat. Memang ada rencana ingin berwisata ke daerah tretes, tapi karena motor salah satu sahabat MM bermasalah di piranti pengeraman belakangnnya, akhirnya niat itu diurungkan. Akhirnya motornya pun diperbaiki, dan kami beristirahat. wah, artikel berikutnya klimaks nih, alias maen pasir di bromo, so stay tune ya mas bro.[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Mesin Turbocharger Kawasaki, Jawaban Kawasaki Terhadap Motor Super Kompetitor

3

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Mesin Turbin Kawasaki, Gede banget tuh turbin yang dibelakang mesin

Mas bro semuanya, ternyata di gelaran tokyo motorcycle show, selain heboh dengan Yamaha 250 ternyata geng ijo juga memperkenalkan mesin terbaru mereka. Mesin ini adalah mesin yang disokong dengan menggunakan turbocharger atau turbin. Memang belum diketahui secara pasti berapa kubikasi dari mesin terbaru dari Kawasaki ini. Tapi melihat bentuknya, kita sudah bisa menerka bahwa mesinnya menggunakan konfigurasi empat silinder segaris. Sebagai perbandingan, suzuki juga telah meluncurkan sebuah motor  prototipe 600 cc dengan konfigurasi mesin dua silinder segaris. Klaim suzuki bahwa sepeda motor ini memiliki peak power hingga 100bhp. Bisa dibayangkan mas bro dengan cc 600 dan dua silinder saja dapat memuntahkan power sebesar itu, bagaimana jika mesin turbin Kawasaki yang empat silinder? Terlebih jika kubikasinya 1000 cc atau lebih.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Mesin ZX-636, injectornya mungil

Analisa MM sih sepertinya mesin ini akan dicangkokan ke dua model, karena apa? Karena bentuk mesinnya memiliki keunikan jika ditonjolkan. Bisa jadi mesin ini akan menjadi penerus motor hyperbike Kawasaki seperti ZZR1400 dan juga dibuat versi nakednya. Versi ZZR1400 bisa dibilang sebagai line up Kawasaki yang jarang terkena refreshment secara radikal, gak tertutup kemungkinan mesin ini akan dicangkokin ke ZZR 1400 atau bakal digunakan ke sepeda motor yang memang benar-benar baru. Tapi ini Cuma analisa liar MM semata mas bro, belom ada keterangan lebih lanjut, hehe. Menurut MM juga, mesin ini adalah jawaban dari Kawasaki terhadap motor Honda RCV versi massal. Mungkin nantinya jika RCV versi massal hanya diproduksi secara limited, tetapi Kawasaki mencoba agar mesin dengan tenaga yang super duper besar namun efisien ini, dapat dimiliki oleh semua orang. Yah, MM awam sih soal perbandingan tenaga motor motogp sama mesin turbin, tapi yang sepengetahuan MM kedua mesin begini sama-sama superior.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
mesin ZX10R

Biasanya sih kalo bentuk mesinnya udah dipublis gini, motornya bakal diperkenalkan setahun kemudian kayak mesin 500 cc seriesnya Honda, atau Yamaha MT seriesnya Yamaha, jedanya kan kurang lebih setahun tuh hingga motornya rilis. Oke deh, diemut-emut aja dulu infonya mas bro.

Sumber : Visordown dan motorcyclenews

*dah keduluan sama irfan pertamax nih, hehe[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Monkeymoto Road To BROMO (Part 1 – Jakarta To Yogyakarta Via Jalur Selatan)

27

Image

Image

Mas bro semua, kali ini MM mau nulis artikel tentang touring paling akhir yang udah MM lakuin setahun lalu. Dalam Touring ini, MM nunggang Kawasaki ER6N dan teman seperjalanan MM nunggang Yamaha Scorpio. Jarak tempuh totalnya adalah 2300-an kilometer, dan semua itu dilalui dalam waktu 6 hari. Berangkat melalui jalur selatan pulau jawa dan pulang melalui jalur utara.

Hari pertama MM beserta kawan-kawan berangkat dari pesantren mutiara bangsa yang terletak di depok, berangkat jam 7 pagi (rencananya pengen lebih pagi) disertai dengan doa oleh pengasuh dan pengajar dari pesantren.  Personil yang berangkat ada 4 orang dan 3 motor, jadi satu dibonceng. Perjalanan pagi saat itu tidak terlalu ramai namun sangat ramai di arah yang berlawanan karena banyak orang yang baru saja berangkat untuk bekerja.

Rute yang kami lalui hari pertama ini adalah Jonggol, Cianjur, Bandung, Garut,Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Kebumen, dan tiba di Yogyakarta. Jalur selatan memiliki perbedaan karakter jalan dan suhu udara yang sangat berbeda dengan jalur utara. Jalur selatan memiliki kontur jalan berbukit yang bisa dibilang tidak habis-habis, kelokan, tanjakan, turunan, begitu banyak dijumpai dijalur selatan.  Selain daripada itu suhunya juga lebih rendah ketimbang jalur utara, jadi berkendara di jalur selatan relatif lebih sejuk. Namun demikian, berkendara dengan karakter jalan seperti ini, mas bro tidak bisa terlalu santai, karena sangat dibutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi, terlebih apabila ingin menyusul kendaraan di depan. Untungnya kuda besi yang MM and friend tunggangi powernya cukup besar dan tetap tersedia di tiap rpm. Oia, pengendara mobil besar seperti truk dan busnya juga sangat bersahabat dan kooperatif.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
pit stop pertama
[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]
Image
motornya
[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]
Image
ridernya

Image

MM and friend tiba di Yogyakarta pukul 3 dini hari. Perjalanan yang sangat lama memang. Kami riding selama 4 jam, baru kemudian beristirahat. Istirahat yang pertama adalah di Bandung, sebuah rumah makan padang kecil. Kemudian istirahat kembali di sebuah masjid di Ciamis setelah MM sempat roliing speed dengan Harley Davidson Softail (ridernya sampai ngecungin jempol karena MM bisa tempel) yang sedang solo riding ke Yogyakarta. Istirahat-istirahat berikutnya kami lakukan di SPBU, karena sekalian mengisi bahan bakar. Istirahat paling lama MM and friend lakoni di sebuah restoran di kota kecil bernama Sumpiuh, kami beristirahat kurang lebih 1 jam (09.30 – 10.30), setelah isitrahat ini MM and friend langsung berkendara ke yogyakarta.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
perbatasan jabar jateng di jalur selatan
[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]
Image
ngaso dulu di pringsewu sumpiuh

Ketika tiba di Yogyakarta pada saat dini hari, kami memarkir kendaraan kami di depan gedung bank indonesia. Ternyata kota Yogyakarta ketika dini hari masih tetap ramai, walaupun tidak seramai Jakarta. Sempat sedikit bingung juga karena akan menginap dimana, tapi kemudian salah satu sahabat MM, Arief, berinisiatif untuk menghubungi saudaranya yang ditinggal di Jatinom, sebuah kecamatan yang terletak di Klaten, dan membutuhkan kurang lebih 1 jam perjalanan dari Yogyakarta. Akhirnya kami kembali riding ke Klaten, dan pukul 4 pagi menjelang shubuh kami tiba ditempat saudara sahabat MM. Perjalanan yang sangat panjang tapi sangat menyenangkan, berasa sekali tenaga mesin 650 sangat memanjakan ridernya, tapi itu semua harus dibayar dengan konsumsi bahan bakar yang juga relatif lebih boros. Dan pelajaran yang didapat adalah apabila mas bro menemukan sebuah jalanan yang lurus, mulusm dan sekelilingnya sangat terawat, bisa dibilang itu adalah perbatasan sebuah kota. Di jalan begini biasanya MM lupa diri dan ngegas ER6N dengan putaran gas yang lebih besar, hehe. Oke deh, bagian pertama segini dulu aja ya mas bro. Stay tune buat bagian keduanya.

Image

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
sampe juga di jogja

 

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Motor Build Up Suzuki 2014, Menarik Tapi Jangan Overprice dan Perbanyak Promosi

6

Image

Mas bro semuanya, setelah melihat tanda-tanda kemunculan satria f junior, kemudian via blognya bro irfan pertamax, MM ngelihat beberapa lini produk built up Suzuki yang bakal diluncurin pada tahun 2014. Disini ada beberapa produk Suzuki yang bakal digelontorkan di tanah air (masih rumor) seperti Brugman 200, Van Van 125, Gladius 650 (ini sih udah ada), V-strom 650 (ini udah pernah MM bahas), dan Inazuma dengan warna baru.

Kalau Gladius dan V-strom okelah, segmennya niche banget, tapi yang menarik buat MM adalah van-van dan brugman. Mengaju dengan apa yang ditulis sama bro irfan pertamax dan berita yang dimuat di laskar Suzuki, van-van 125 dan Brugman 200 bakal diproduksi di Thailand. Hal ini sudah barang tentu dapat mempengaruhi pricing yang bakal dibanderol.

Tapi sekali lagi, terkadang Suzuki suka jualan motor-motor segmented dengan gaya importir umur, meluncurin, kurang promosi, udah gitu kadang harganya gak kompetitif. MM harap Suzuki gak nerapin hal seperti itu di van-van dan brugman 200. Brugman 200 kalau menurut MM masih punya peluang untuk laris, bisa dibilang ini adalah matic dengan cc yang cukup besar dan tidak terkena ppnbm harga masih bisa dikatrol tidak begitu jauh dengan PCX, belum lagi dengan berbagai fiturnya. Brugman 200 bisa lebih menarik potential buyer buat memboyongnya ke rumah.

Image

Terakhir van-van 125, kali ini Suzuki nampaknya (kalo jadi meluncurin) pengen bermain di blue ocean strategy, dimana belom ada kompetitor yang bermain di dalamnya, dulu sih sempat ada hyosung karion 125, dibanderol dengan harga 17jutaan motor ini cukup laris dan banyak diburu penggemar. Nah dengan nama besar besar Suzuki dan dengan pricing yang masih wajar, bukan gak mungkin van-van 125 bisa menjadi trend setter atau bahkan trend baru gaya sepeda motor di tanah air. Eit, jangan salah lho bro, penggemar retro/japs/atau boober style di indonesia saat ini juga terus berkembang. Oke deh, MM rasa segini dulu analisanya. Semoga bermanfaat mas bro.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
bisa maen offroad juga

 

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Dapatkah Yamaha 250 Menggempur Sang Ninja?

12

Image

Mas bro sekalian, perhari ini hari kamis tanggal 20 november 2013, Yamaha jepang secara resmi merilis penampakan sebuah motor sport 250 cc bentuknya masih dibuat mirip dengan motor prototype moto GP yaitu  YZR-M1. Memang MM belom melihat ataupun mengetahui spek resmi dari motor ini, tapi MM mau coba bahas, apabila memang nanti motor ini dibuat mirip dengan Yamaha R6, apakah itu sudah cukup untuk menggempur dominasi sang Ninja?.

Image

Ninja 250 tampil dengan sangat dominan di Indonesia sejak tahun 2008, dengan sebelumnya sudah diperkuat dengan succesornya yang juga masih bertahan hingga kini yaitu ninja 150 RR dan ninja 150 R/L/M. Selain itu ninja 250 juga diperkuat (brand imagenya) dengan kehadiran ninja 650, zx6. Zx636, dan ninja 1000, belum lagi apabila Kawasaki juga ngeluarin ZX10R, lama kelamaan, “Ninja” itu sendiri menjadi  semua merek motor, jadi orang lebih tahu ninja daripada Kawasaki yang merupakan main brand motor itu sendiri.

Image

Kemudian target pasar, siapakah target pasar Yamaha 250 ini? apakah pengguna ninja? MM rasa tidak, karena pengguna ninja hanya ingin “naik kelas” ke sepeda motor dengan cc yang lebih besar atau jumlah silinder lebih besar. Jadi kemungkinan potential buyer dari Yamaha 250 adalah orang yang memang mau menambah koleksi motornya atau rider yang memang fanatik dengan Yamaha (fans boy).

Image

Tapi yang menarik di sini adalah motor yang launching ini adalah motor yang benar-benar baru, mesin baru, sasis baru, fresh, tidak seperti ninja 250 yang mesinnya sudah lama ada dan dilakukan refreshment, jadi mungkin mesin Yamaha ini memiliki berbagai macam keunggulan, belum lagi ditambah dengan sumber daya yang dimiliki oleh Yamaha, pasti strategy yang akan dilakukan untuk memasarkan sepeda motor ini tidak akan menghadapi banyak kendala. Oke deh, ini sih Cuma analisis ngasal MM aja, kita lihat aja nanti gimana sepak terjangnya.

How to Make Thunder 250 Double Disc (Wannabe)

11

Image

Mas Bro dan Sis semua, seperti yang sudah kita ketahui bahwa sepeda motor dengan kubikasi kurang atau sama dengan 250 CC, hanya mengaplikasikan satu piringan cakram di rem depannya. hal ini dimaksudkan agar memangkas bobot, dan pasti sudah dilakukan penelitian, bahwa hanya dengan menggunakan satu piringan cakram saja, sudah dapat menahan/menghentikan laju sepeda motor tersebut.

Tapi terkadang namanya biker, seringkali merasa tidak puas. Hal ini disebabkan karena tampilan roda depan motor tersebut menjadi “kopong” sebelah. Kemudian, Berbagai upaya dilakukan agar sepeda motornya tampil ala moge dengan double disc depan, seperti mengganti suspensi depan berikut dengan pelek limbah moge, tapi hal ini tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Paling minim butuh dana 6 juta rupiah, dan itupun beli dengan harga pertemanan habis-habisan.

Thunder 250 adalah sepeda motor yang orisinilnya juga menggunakan single disc untuk rem depannya. Namun demikian,  “masalah” ini dapat diselesaikan dengan sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya yang mencekik kantong.

Tromol depan Thunder 250 memiliki 6 lubang baut di sisi kiri tromol yang berfungsi untuk melekatkan disc ke tromol. Ternyata sisi kanan dari teromol ini juga sama bentuk dan dimensinya, tapi tidak berlubang. Yang perlu dilakukan adalah melepas tromol dari jari-jari kemudian membawanya ke tukang bubut untuk meneruskan lubang baut yang ada di sebelah kiri tromol agar menembus ke bagian kanan tromol. Kemudian setelah menembus, minta agar tukang bubut itu juga membuatkan drat atau ulir. Setelah selesai rangkai kembali tromol, pelek, beserta jari-jarinya, dan pasangkan disc tambahan tersebut. Kalau MM sih hanya menembuskan 4 lubang, soalnya memang MM hanya ingin double disc wanna be (discnya pun bekas, dan sudah speleng), jadi hanya kosmetik belaka, tidak ada kaliper yang menjepit discnya.

Image

Image

Nah, MM kurang tahu apa di tromol sepeda motor lain bisa dilakukan hal yang serupa dengan apa yang bisa dilakukan di tromol Thunder 250. Monggo mas bro cek di motor kesayangan mas bro masing-masing. Terus hasilnya? Seperti yang bisa dilihat di foto, tampilan roda depan jadi lebih padat, tapi ya begitulah trade offnya, bobot sepeda motor jadi bertambah, dan agak susah mengisi angin apabila alat pengisi anginnya tidak fleksibel (yang biasanya ada di ujung selang kompresor). Berikut fotonya pas udah jadi

Image

Image

Mudah-mudah2n menginspirasi (rada racun dikit)

Kesulitan Nyari Sparepart Motor Yang Udah Discontinue? Ini Salah Satu Solusinya

4

Image

Mas bro semua, seperti yang udah sebagian biker tahu bahwa  Thunder 250 adalah sepeda motor Suzukiyang sudah disuntik mati dari tahun 2006. Beberapa biker juga berpendapat bahwa dalam urusan sparepart,  Thunder 250 adalah sepeda motor yang sparepartnya udah mulai langka. Mungkin hal ini juga terjadi di beberapa sepeda motor lain yang udah didiscontinue. MM sependapat dengan hal ini, malah bukannya cuman langka, tapi harga sparepartnya juga mahal. Sebagai contoh adalah sepul atau generator yang dibanderol cukup fantastis bekisar 750-800 ribu rupiah, selain itu dibengkel resmipun juga sudah susah ditemukan.

Image

Dengan adanya masalah ini, apa yang harus dilakukan? Kita semua sudah tahu bahwa tekonologi informasi saat ini sudah berkembang sangat pesat. Media sosial seperti facebook, twiiter, dan masih banyak group-group yang ada di smart phone saat ini sudah sangant mudah di akses. Nah, kemudian, saran MM apabila mas bro sudah punya atau ingin punya motor yang telah discontinue, akan lebih baik apabila masbro ikut gabung di media sosial tersebut, tentu tergabung dalam komunitas atau club juga akan lebih baik. MM punya pengalaman ketika MM kesulitan mencari part kanibal  Thunder 250 yaitu keran bensin, MM segera sharing ke grup  Thunder 250 di facebook. Temang-teman pengguna  Thunder 250 yang lain dengan segera merespon dan memberikan solusi. Selain itu dengan join di sosial media, mas bro semua juga dapat mengetahui dimana bengkel-bengkel yang direkomendasikan  untuk merawat motor “unik” mas bro.

Disini MM Cuma mau sharing aja sih, soalnya MM langsung merasakan sendiri manfaatnya. Toh betul-betul gak ada ruginya mas bro. Malah dengan join di grup tersebut, mas bro juga jadi nambah teman, nambah ilmu, dan kadang-kadang juga malah bisa nambah rezeki, hehe. Oke deh, semoga membantu ya bro artikelnya.

Suzuki Mau Masukin V-Strom 650? Menarik! Tapi…..

6

Image

 

Mas bro semua via otomotifnet,dikabarkan bahwa Suzuki telah mendaftarkan line motor sport adventurnya yaitu DL 650 atau lebih dikenal dengan sebutan Suzuki V-Stroom. Suzuki V-Stro0m adalah sepeda motor medium Suzuki yang basis mesinnya sama seperti mesin Gladius ataupun SV650 Cuma bedanya,ground clearance dibuat lebih tinggi dan setangnya juga tinggi. di Eropa sana, V-stroom merupakan rival sejati Kawasaki Versys. ada beberapa perbedaan sama versys kayak letak knalpot, headlamp, bahkan menurut MM IMHO V-Stroom lebih Offroad oriented

Image.

Terus gimana kalo motor ini dijual sama suzuki Indonesia? maen di segmen moge gini sih emang gak terlalu menarik kayak di matic, tapi buat memperkuat brand image tentu sangat efisien. Menurut MM yang perlu diperhatikan adalah pricingnya, apabila versys versi ABS dijual 130 jutaan, ya kalau bisa Suzuki Jualnnya jangan terlalu jauh. menurut MM harga 150 juta masih bisa diterima sama beberapa potential buyer yang anti “mainstream” oke deh, semoga bermanfaat dah artikelnya.

Image

Image

sumber gambar : bikewalls

http://motor.otomotifnet.com/read/2013/11/14/345467/26/8/Suzuki-Siapkan-V-Strom-650-Untuk-Pasar-Indonesia

Tips Touring Dari Newbie Untuk Newbie

13

Image

Mas bro semuanya, sebagai penghobi touring MM mau ngasih tips-tips seputar lika-liku touring. MM sadar banget, bahwa diluar sana ada banyaaak banget biker –biker yang jam terbang touringnya lebih tinggi daripada MM. Apalagi yang tergabung dalam komunitas atau club yang emang ada agenda touring tiap bulannya, lah kalo MM setahun paling 2-3 kali touring. Udah gitu MM touring juga dengan kelompok kecil bekisar 4-5 orang, dan itupun teman-teman kuliah. Nah oleh karena itu sekarang MM mau berbagi tips-tips touring buat newbie dari newbie, hehe.

Tips 1 : Buat Rider

Kalo touring dengan rombongin kecil dan jam terbangnya sama semua, yang perlu diperhatikan adalah formasi, kalo ada rombongan yang personilnya agak agak linglung suka buta arah gitu, yang begini jangan coba-coba ditaro paling depan, yang ada nanti kita disasarin, udah gitu kalo ketemu persimpangan dia pasti berhenti dan ngegalau pilih jalan yang mana. Kalo touring, MM sih bebas-bebas aja siapa yang mau di depan (asal jangan orang kayak yang MM tulis di atas), tapi akan lebih baik road captain itu orang yang udah mempelajari treknya, udah mempelajari peta, akan lebih enak lagi kalo emang udah pake GPS. Terus ridernya akan lebih baik kalo pake safety gear yang lengkap. Oia, jaket buat touring agak beda buat harian mas bro, kalo buat harian kan biasanya kan perfect fit, nah kalo buat touring biasanya loose fit, soalnya kadang buat riding ditempat yang suhunya agak dingin, kita masih bisa manggunakan kaos lengan pajang hangat di dalam jaket.

Tips 2 : Buat Motor

Image

Kalo buat motor, ya standar ajalah. Oli diganti, ban dicek, tekanan angin di cek, rem dicek, lampu-lampu dicek. Sebenernya akan lebih baik apabila motor yang kita pake touring itu kondisinya standaran aja mas bro. Atau kalo modif ya modif-modif ringan aja jangan yang ekstrim-ekstrim.

Tips 3 : Bawaan

Bawaan yang penting itu kunci-kunci, pakaian ganti yang digulung (jangan dilipat, nanti makan tempat), surat-surat motor, karet ban dalem, air minum, dan jas ujan. Oia kalo bisa sedian tempat buat kabel kopling, ini rada vital mas bro, kalo putus berabe juga kalo bawa motor kopling pindah giginya gak mencet kopling. MM rasa itu aja sih kalo kebanyakan juga bingung naronya dimana.

Tips 4 : Buat Perjalanan

Image

Ini yang juga penting, diperjalanan kita harus tahu tempat dan waktu buat istirahat. Biasanya sih tempat istirahat yang paling digemari sama bikers ya di hotel pertamina alias SPBU, hehe, atau Masjid juga bisa jadi tempat istirahat, malah bisa ditambah ibadah (bagi yang Muslim). Tetapi kalo mungkin ada temen atau sodara yang berdomisi di sekitar tempat yang bakal kita lintasi gak ada salahnya buat mampir dan silahturahim. Riding juga kalo bisa maksimal banget 4 jam terus kudu rehat, ini yang jadi masalah terkadang, karena belagu dan pengen show off jadinya maksain riding sampe 6 jam non-stop.

Tips 5 : Apabila Mendapatkan Masalah

Masalah yang sering ditemuin pas touring adalah motor mogok atau ban bocor. Kalo buat yang mogok, saran MM salah satu personil yang motornya sehat bergegas deh buat nyari bengkel terdekat. Intinya tetap tenang aja, terus kalo udah nemuin bengkel, langsung pake cara unik ala indonesia yaitu di “stut”, terus kalo ban bocor, nah kalo ini tergantung, kalo bannya tubeless gak terlalu masalah, soalnya gak langsung kempes. Tapi kalo pake ban dalem, lagi-lagi rombongan yang bannya gak kempes nyari tukang tambel ban, kalo deket tinggal dorong, kalo jauh kudu bongkar ban ditempat, terus bannya dibawa aja ke tukang tambel ban yang jauh itu.

MM rasa itu dulu deh, nanti kalo ada yang kurang bakal MM sisipin di artikel touring berikutnya.

Review Ride : Satu Setengah Tahun Dengan Kawasaki ER6n (part 2)

16

Image

Setelah membahas mengenai ergonomi, tampilan, dan performa, dibagian ini MM mau ngebahas bagaimana handling, pengereman, dan impresi menggunakannya di kondisi perkotaan dan touring. Langsung aja deh.

Handling

Bagi yang belom biasa atau pertama kali bawa ER6n, handling yang dirasakan pasti sangat berbeda dengan motor-motor 250 CC kebawah. Tapi mungkin untuk motor sekelasnya, handling okelah. Ban Dunlop Roadsmart 2 yang nempel di motor ini juga bisa diandalkan, bahkan MM bisa bilang kalo performa bannya sangat baik buat jalan basah. Suspensi belakangnya bisa disetel sesuai peruntukannya, kalo jalanan mulus dan banyak tikungan ya tinggal di setting keras, tapi kalo jalanannya gak begitu bagus setel agak lembut deh. Sayangnya suspensi depan gak bisa disetel, kalopun kit jeroannya mau diganti, harganya relatif mahal. Tapi overall meliuk bersama ER6n sangat mengasyikan.

Pengereman

Rem double disc di depan dan single disc dibelakang sudah cukup mampu menghentikan laju motor yang bobotnya 204 kg ini. Master remnya mereknya nissin dan kalipernya mereknya Tokico, tapi pas  awal-awal penggunaan, remnya bener-bener gak pakem, setelah 50 kilometer kurang lebih berjalan, remnya baru berfungsi dengan sangat baik. Oia, bahkan waktu discnya terendam banjirpun daya cengkramnya gak berkurang mas bro,

City riding

Ini dia yang menarik. Gimana sih rasanya mengendarai motor ini di jalanan ibukota yang semakin kayak “neraka”? riding ER6n di jalanan jakarta yang super macet dan banyak lobangnya tampaknya buka pilihan yang bijak. Memang sih motornya aman-aman saja kalo dibawa macet-macetnya, tapi ridernya itu lho, (maaf) selangkangan rasanya kayak di hairdryer apabila fan radiatornya menyala. Kalo buat selap selip sih tergantung ridernya, kalo kakinya jenjang yang gampang aja, Cuma kalo jinjit balet agak serem mas bro, soalnya kalo miring sedikit bener-bener kerasa bobotnya yang berat itu. Udah gitu agak repot kalo bawa motor ini ke tempat yang gak ada parkiran khusus motor gedenya, kalo parkirannya lowong sih gak jadi masalah, Cuma kalo rame wuih, ribet bener ngangkat-ngangkat buntutnya, udah gitu kayaknya behel belakang itu fungsinya buat pegangan boncenger bukan buat diangkat buat ngegeser motor. Terus gimana koplingnya? Untuk motor seukurannya kopling termasuk empuk kok, MM pernah mencet kopling ZX, wah lebih kaku ternyata.

Image

Touring

Buat touring, ER6n bener-bener enak banget. Tenaga yang disemburin dari mesin twin 650 ccnya sangat bisa diandalkan. Touring dengan ER6n rasanya kita yang mendominasi jalanan. Untuk nyusul truk ataupun bisa malam, cukup pelintir gas lebih dalam, trus atau bus itu udah ada dibelakang kita. Udah gitu pencahahayaan dari headlight motor ini juga superb banget, sinarnya fokus euy, ditambah dengan adanya fitur hazard, hal ini membuat kita lebih ama kalo lagi nepi dijalan mau beli minum atau menunggu rombongan.

Oke deh MM rasa itu yang bisa MM sharing tentang ER6n, kalo ada yang kurang, nanti bakal ada (nyangkut-nyangkut) di artikel yang ngebahas touring. Semoga berguna mas bro.

Review Ride: Satu Setengah Tahun Dengan Kawasaki ER6n (Part 1)

30

03112012901

Mas bro semua, kali ini MM mau mencoba mereview tunggangan MM yakni Si Merah aka ER6n. jujur ini adalah pertama kalinya MM nulis tentang review sepeda motor. Ya pastilah, ngeblog juga baru delapan hari, hehe. Oia, review ini dibagi menjadi beberapa bagian, karena MM juga menggunakan motor ini udah lumayan lama, sampe sekarang kilometernya udah 8000 lebih, biar komprehensif maksudnya

Tampilan

2013-Kawasaki-ER6n-red

Jujur, pertama kali MM liat motor ini di dealer kawasaki cipinang, MM langsung kepincut banget. Desainnya bisa dibilang fresh untuk motor yang dijual resmi sama ATPM. Sasisnya yang twintube, ban yang lumayan montok, tangki menjulang, mesin yang gede, wah, mata bakal terpaku deh pokoknya. Walaupun begitu, MM suka ditanya sama beberapa rider kalo lagi mampir di warung beli minum dan pertanyaannya “abis berapa bang buat modif bysonnya?” agak lucu emang, tapi ternyata pas baca-baca diforum kaskus, ternyata bukan MM aja yang ngalamin hal kayak gini. Yang menonjol dari ER6n adalah karakternya yang street fighter sejati, montok di depan, slim dibelakang. So far, desain ER6n bisa membuat beberapa biker ngelirik di lampu merah. Pertama launching, hanya ada tiga warna yaitu hijau, putih, dan hitam, tapi setahun kemudian keluarlah warna merah yang ngejreng, dan akhirnya MM ambil yang warna merah

Ergonomi

Ergonomi motor ini, hampir seperti motor-motor 150 cc zaman sekarang, gak nunduk juga gak tegak. Posisi foot step sejajar sama jok. Pas buat postur tubuh orang-orang indonesia. Tapi karena MM biasa sama ergonomi thunder 250 yang santaaaiiii banget, awalnya MM agak ngerasa pegel di tangan. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya terbiasa juga. Tapi entah kenapa, MM tetep pengen banget bikin setangnya lebih tinggi sedikit, mungkin raiser adalah pilihan terbaik ketimbang ganti setang punya kawasaki versys yang sepertinya lebih tinggi. Tinggi joknya ke tanah adalah 80,5 cm, buat MM yang tingginya 165, nunggang er6n jadi agak jinjit sedikit (kalo nyeker jadi jinjit balet) kalo pake sepatu riding, kalo boncengan bisa napak karena suspensinya jadi sedikit tertekan.

Performa

01112012873

ER6n dipersenjatai mesin dengan kubikasi 650 CC, twin, 8 klep, DOHC, dan berpendingin cairan, dan klaim dari buku manual tenaganya bisa mencapai 72 HP. Menurut MM, tenaga ini udah cukup banget di pakai di jalan raya, apalagi jalan jakarta, malah mubazir keliatannya. Gigi 1 dapat di geber sampai kecepatan 80 km/jam, tapi itu sampe redline dan mesinnya teriak banget. Dengan gigi 6 (top gear) dan manteng di rpm 4000, ER6n dapat melaju dengan kecepatan 85-90 km/jam (tergantung bobot rider) suara mesinnya masih ketawa-ketawa geli gitu, kemudian di rpm 5000 dan gigi 6, ER6n bisa melaju 110 Km/jam. Untuk akselerasi, MM belom pernah coba pake alat, tapi menurut media ER6n bisa melaju dari 0-100km/jam dalam waktu 4 detik. Malah diyoutube ada yang bisa dapet 3 koma sekian detik. Dari yang MM baca-baca diforum er6n, performa motor twin kawasaki ini mudah ditingkatkan, ada beberapa komponen yang bisa membuat tenaganya melonjak seperti ganti kampas/per kopling aftermarket, ganti filter udara, ganti knalpot plus mapping ulang, serta setting gigi rasio. Tapi buat MM sih standar aja udah cukup. Berapa topspeed yang pernah MM raih? MM Cuma berani ngacir 158 km/jam on speedo, itupun di jalan pantura dari cirebon menuju subang.

Wah artikelnya jadi panjang juga ya bro, MM rasa segini dulu deh, di artikel berikutnya, bakal MM lanjutkan lagi. So stay tune!

Perbedaan Jumlah Mata Gear Belakang Thunder 250 di Buku Manual dan Aslinya

5

Mas bro semua, belum lama ini MM menyempatkan diri untuk beres-beres lemari. Tak disangka, akhirnya menemukan buku manual Thunder 250. Jujur, dulu pas beli Thunder 250, MM hanya baca mengenai kapan mesti service dan bagaimana perlakuannya dalam masa break-in (inreyen).

Dibaca, dibaca dan dibaca, akhirnya MM menemukan sesuatu yang berbeda, yaitu jumlah mata gear belakang yang akhirnya mengarah kepada final reduction rasio. Di buku manual tertera bahwa jumlah mata gear belakang Thunder 250 adalah 41 mata. Namun demikian, di gear belakang Thunder orisinil yang nemplok di Thunder MM jumlah mata gearnya ada 42.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Yang di buku manual

Image

Sederhananya dengan mata gear belakang yang lebih banyak, maka reduction rasionya akan menjadi ringan, motor akan enteng ngelibas tanjakan, tapi topspeednya berkurang. Tapi apabila gear belakang jumlah matanya dikurangi, maka rasionya akan jadi berat. Emang ditanjakan kudu ngurut gas, tapi topspeednya nambah.

Kemudian MM googling, dan ternyata GZ250 yang ada di amerika menggunakan mata gear 41 untuk gear belakang. Nah, MM mau nanya nih sama Thunder Rider, efeknya gimana ya kalo diganti mata gear 41? Topspeednya jadi berapa? Terus repot gak ya kalo ditanjakan?

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Positioning Sebagai Motor “Stunt” (Yamaha MT Series)

6

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Berwheelie ria

Mas bro semua, kali ini MM mau ngebahas mengenai positioning dari kedua gacoan anyar Yamaha yaitu MT-09 dan MT-07. MM punya pandangan bahwa kedua motor ini diposisikan oleh Yamaha sebagai motor yang agile, tough, light, simple (liat aja tuh speedometer cuma nemplok di stang doang, udah kayak bracket GPS) dan minimalis yang mana variabel-variabel ini menguatkan posisinya sebagai motor stunt yang biasa dipakai para free styler.

Kemudian, dibeberapa video yang diunggah di youtube,  Yamaha MT-09 dalam aksinya selalu memperlihatnya kalau motornya gampang sekali di ajak ber-wheelie ria baik itu dalam kecepatan rendah ataupun tinggi,  bahkan ada yang khusus menampilkan aksi freestyler, yang nunjukkin kalo torsinya emang oke banget.

Menurut MM pribadi, ini adalah langkah yang berani sekaligus beresiko. Pertama ini adalah positioning kayak begini gak banyak dilakonin sama pabrikan jepang, tapi Yamaha dengan pede melaunching MT Series, yang pernah ngelakonin positioning kayak begini adalah BMW dengan HP2 megamotonya.

Image

Terus motor ini bisa dibilang sebagai hybrid dari street naked bike dengan motard, lah itu buktinya sampe dibikin dakkar edition yang desainnya jadi kayak motor Kamen Rider, hehe. Kalo naked bike murni kayak Z800 kan jadinya ajaib kalo di dandanin kayak motor rally

Diluar itu semua MM salut sama Yamaha yang akhirnya berani ambil keputusan buat ngelahirin mesin 3 silinder (MT-09) buat fight sama Z800, Triumph Street Triple, GSR750, dan twin (MT-07) buat berjibaku dengan ER6 series dan SV series. Yah, kita lihat aja gimana sepak terjangnya kedepan mas bro.

Sumber Gambar: Googling

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Mesin Scorpio Untuk Trail? Kenapa Tidak?!

10

Image

Mas bro semuanya, di beberapa blog motor papan atas kayak TMCblog dan IWB, santer diberitakan bahwa Yamaha sekarang lagi meracik sepeda motor sport dengan kubikasi 250 CC, mesin baru, dan twin. Bahkan di blog Mas IWB juga dituliskan bahwa ada kemungkinan nanti Scorpio 225 bakal disuntik mati dan diganti dengan motor baru tersebut.

Sebagian dari kita sudah mengetahui bahwa Yamaha Scorpio udah wara-wiri di indonesia sejak tahun 2002, bahkan Yamaha indonesia juga mengekspor Yamaha Scorpio ini ke negara tetangga kayak Australia, mas bro bisa cek di eyang google, dari hasil penelusurannya, ternyata ada forum roda dua australia yang mendiskusikan tentang Scorpio.

Image

Menurut MM, agak sayang apabila yamaha indonesia dengan serta merta “mengubur” mesin Scorpio. Karena mesinnya juga tangguh, gak rewel, minim perawatan. Opini MM, sebaiknya Yamaha Indonesia mempertimbangkan untuk meluncurkan varian motor trail/dirtbike yang basis mesinnya menggunakan mesin Scorpio.

Kenapa demikian, monggo mas bro cek gambar motor dual purpose dibawah, motor Yamaha dibawah menggunakan mesin yang platformnya mirip-mirip sama mesin Scorpio, bahkan Kang Taufik pernah nulis disalah satu artikelnya bahwa dia pernah liat motor trail dengan basis mesin seperti Scorpio di gerai AHRS depok dengan kubikasi 250 CC

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Source: bikez.com

Yah, naikin CC 25 aja sih buat pabrikan menurut MM gampang aja, apalagi kalo emang boringnya bisa diganti. Lah wong mesin Jupie MX sama Vixion aja mirip-mirp. Terus,  gak ada ruginya ikut terjun di pasar motor trail, memang gak terlalu gemuk kayak pasar matik, atau sport 150 CC tapi penggemarnya udah ada, apalagi jika pricingnya menarik, bisa makin joss, karena trail 250 CC yang ada sekarang kayak Kawasaki KLX/Dtracker 250 kan harganya selangit. Terakhir, setuju gak nih kalo Mesin Scorpio kedepan dijadiin basis mesin trail?

Link Mas IWB

http://iwanbanaran.com/2013/09/25/disinyalir-eksistensi-yamaha-scorpio-225cc-akan-segera-berakhir/[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Harley 500 dan 750 CC, Bagaimana Relevansinya Di Indonesia?

13

Image

Mas bro semua, kita semua udah tahu bahwa pabrikan sepeda motor legendaris asal Amerika Harley Davidson telah meluncurkan sepeda motor entry level dengan cc 500 dan 750. Pihak Harley Davidson menyatakan bahwa pasar akan merespon positif kedua baby Harley ini, karena meningkatnya jumlah rider usia muda yang ingin tampil stylish dan gagah.

Tapi, bagaimana apabila Mabua memboyong sepeda motor ini dan menjualnya di indonesia? Nah, ini yang menarik, MM pernah baca Journal of Marketing yang ditulis oleh Kirmani, Sood, dan Bridges (1999) yang salah satu isinya memuat bukti bahwa pengguna merek yang prestisius (merek yang prestisenya tinggi) bakal memberikan respon yang negatif atau kurang suka apabila mereknya mengeluarkan line up produk yang speknya lebih rendah atau entry level.

Image

Memang belum diteliti secara empiris bagaimana brand equity Harley Davidson di Indonesia, tapi melihat mayoritas penggunanya yang dari kalangan “the haves”, bisa diasumsikan Harley menempati posisi yang tinggi dalam level brand equity. Jadi seumpama Mabua ngebawa motor ini masuk bisa jadi penjualan motor besar mereka yang desainnya mirip-mirip sama baby Harley kayak Sporster 48 atau 72 bisa nyungsep, “lah ngapain gue beli motor 1200 cc kalo mirip ama yang 500”.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Kalo yang ini Bapaknya

Di sini ada banyak kemungkinan yang bakal terjadi apabila emang Mabua masukin kedua motor ini. Pasar moge di indonesia lagi hangat-hangatnya. Dengan harga 160-180 jutaan, bukan gak mungkin baby Harley bakal banyak diburu, karena makin banyak euy kaum urban yang butuh motor yang ridiable, keren, dan juga dari brand yang prestise , walaupun resikonya ya itu tadi brand imagenya kemungkinan bisa turun. Gimana menurut mas bro semua?

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

%d bloggers like this: