Wah, Ternyata Mesin Motor Suzuki Suka Dipinjam Sama Pabrikan Motor Lainnya!

28

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
nih dia motor yang mesinnya suka dipinjem

Mas bro dan sis sekalian, motor Suzuki yang saat ini sedang lesu penjualannya di Indonesia, ternyata memiliki beberapa kejayaan diluar sana. Dari hasil browsing yang MM lakukan dengan tidak sengaja, ternyata diketahui bahwa pabrikan sekaliber Cagiva dan Kawasaki ternyata pernah meminjam unit mesin Suzuki untuk dicangkokan di line up sepeda motor mereka. Case ini juga sama dengan pabrikan sepeda motor Bimota yang meminjam mesin dari Ducati, tapi sasis dan kelengkapan lainnya Bimota sendiri yang bikin. Terus pabrikan dan motor apa sih yang basisnya dari motor Suzuki.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
wuih, mesin raptor gak taunya mesin suzuki TL

Yang pertama adalah Cagiva raptor, yup motor naked bike streetfighter tulen ini ternyata basis mesinnya adalah mesin v engine dari Suzuki TL1000. Wah, pantesan aja tenaganya buas banget, Mesin Suzuki TL 1000 ini sempet punya prestasi gemilang dikancah balap internasional. Bahkan penampakannya pernah ada di film layar lebar dealova. Buat sekedar informasi, Suzuki TL ini unitnya ada di indonesia, bahkan ada yang resmi alias surat lengkap.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
KLV 1000, minjem mesin TL juga

Terus yang kedua adalah Kawasaki KLV 1000 yang basis mesinnya juga dari Suzuki TL 1000 yang dituning ulang! Wah, ternyata mesin Suzuki TL 1000 ini beken juga ya mas bro, mesinnya bisa dipakai buat berbagai macam varian motor, kayak orisinalnya yang merupakan motor sport, terus sama Cagiva dibuat jadi nakedbike, terus sama kawasaki dibuat jadi motor heavy enduro yang onroad mantap, offroad oke.

Tapi emang sayang seribu sayang kedua motor ini udah diskonyu sejak lama, masa produksinya juga gak terlalu lama, Ya mungkin ini salah satu strategy juga buat ngeliat gimana reaksi pasar kalau ngeluarin motor dengan kapasitas mesin dan tipe begini, Kalau laku ya tinggal follow up bikin mesin sendiri, kalau gak laku ya tinggal diskontinyu, nothing to lose lah, Wong mesinnya juga boleh minjem, gak riset, gak ribet. Nah, terakhir gimana nih Suzuki Indonesia, MM yakim sebagian dari pembaca blog mungil ini juga pernah ngerasain tangguhnya sepeda motor/mesin Suzuki. Tinggal ngeluarin produk yang sesuai sama selera dan strategy marketing yang oke aja, MM yakin motor Suzuki bisa kembali jaya kayak masa Shogun dulu.

sumber: motorcyclenews[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Opini Monkeymoto Tentang Inreyen

38

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
om bule lagi general check up honda hornet lawaas

Salam Buat Mas bro semua. Mungkin topik dari artikel ini sudah banyak yang membahas, dan juga sudah banyak pro dan kontranya, tapi MM jadi tergelitik buat nulis artikel karena terkadang kalau MM lagi browsing di forum-forum yang membahas tentang motor, pasti ada aja “konflik” tentang perlu atau enggaknya inreyen ini. Oke deh, lanjut ke paragraf selanjutnya.

Inreyen atau kalau di buku manual biasa di tulis masa break-in adalah suatu masa dimana sepeda motor harus diperlakukan dengan semestinya, biasanya di buku manual, masa inreyen dibagi menjadi dua tahapan. Yang pertama adalah inreyen tahap pertama, biasanya pabrikan menganjurkan agar pengendara hanya boleh memacu sepeda motornya hingga rpm 4000 atau 4500 (tergantung motornya) di setiap gigi (gear) selama 800 km pertama. Kemudian di tahapan kedua biasanya pabrikan menganjurkan agar pengendara hanya boleh memacu sepeda motornya hingga rpm 5500 atau 6000 di setiap gearnya setelah jarak melewati 800km dan berlaku hingga 1600km. Jadi intinya motor belom boleh dihajar habis-habisan.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
geber dulu aaahhhhh

Oke deh, terus kenapa sih kok pabrikan nganjurin agar pengendara melakukan hal ini? Padahal  banyak di beberapa video atau foto-foto yang menunjukkan kalau sepeda motor yang telah selesai dirakit akan dilakukan final test di atas mesin dyno, dan terkadang digeber sampe 8000 rpm atau bahkan lebih. Menarik nih, menurut MM ada beberapa alasan. Yang pertama pasti alasan secara teknik, nah kalau ini MM gak bisa ngomong banyak, lah MM bukan ahli mesin atau pernah kerja di tempat perakitan. Walaupun ada beberapa website di amerika (mototuneusa) yang membahas mengenai keunggulan hard inreyen (inreyen yang malah digeber-geber) beserta penjelasannya secara teknis dibandingin dengan inreyen ala pabrikan, tapi pasti pabrikan juga punya itung-itungan sendiri kenapa harus dilakuin lagi inreyen seperti yang ada di buku manual.

Image

Image

Terus yang kedua. Kalo ini MM bisa angkat bicara karena MM udah nginreyenin beberapa motor. Terus apa yang juga penting dari inreyen pabrikan ini? Sebenarnya simple mas bro, tiap pabrikan itu pada hakikatnya juga punya tanggung jawab terhadap keselamatan para pembeli sepeda motor yang diproduksi olehnya. Jadi menurut singkat MM, inreyen sepeda motor itu juga ditujukan kepada ridernya. Sederhananya, sepeda motor yang rpmnya dipatok di angka tertentu, pasti juga terbatas kecepatannya, untuk motor 250 CC biasanya rpm 4000 itu kecepatannya 60km/jam, nah di kecepatan segini setidaknya diharapkan ridernya lebih dapat mengantisipasi apabila menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan, dan bertahap ke rpm 6000an. Jadi inti dari inreyen ini sebenernya adalah proses pembelajaran mas bro, MM ngerasain sendiri ketika ngikutin inreyen si Merah, wuih rpm 4000 aja bisa 90km/jam, terus pas boleh rpm 6000, itu motor di gigi 6 bisa ngacir 130 km/jam. Terus timbul pertanyaan? Kalo saya udah pernah bawa motor yang Ccnya lebih gede emang masih perlu adaptasi, yang menurut MM sih masih perlu, kan tiap motor beda-beda bro, lagipula kan belom tentu rider lain juga punya pengalaman kayak ente gitu, ada yang baru naek kelas, turun kelas, malah ada yang baru bawa motor.

Last, kenyataannya, inreyen ala pabrikan itu emang bikin motor jadi awet mas bro, MM udah buktikan di Thunder 250, sekarang odo udah sampe pada 80ribu kilometer, dan terakhir servis besar ring dan silindernya masih bagus tidak ada baret sama sekali. Dan alhamdulillah, buat ngacir 130km/jam aja sih masih cepetlah,hehe. Tapi semuanya balik ke mas bro semua, mau hard inreyen silahkan, mau ikut ala pabrikan juga silahkan. MM Cuma sharing pendapat aja kok. Oke deh,mudah-mudah berguna ya.

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Monkeymoto Road To Bromo (Pulang Ke Jakarta dan Hororriding)

21

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
siap siap pulang

Mas bro sekalian, setelah klimaks bermain pasir di Bromo, keesokan harinya MM and friend akhirnya pulang ke Jakarta. Dengan tubuh yang sebenarnya sudah agak lemas dan semangat yang tidak terlalu membara seperti mau berangkat, akhirnya perjalananpun dimulai dari Malang. Perjalanan pulang ini sedikit dibumbui dengan kesulitan, yaitu bocornya ban Scorpio sahabat MM di Sidoarjo, akhirnya estimasi kami yang dapat sampai di Surabaya pada sore hari, mundur menjadi pukul 7 malam waktu setempat.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
surabaya masih jauh

Image

Image

Kenapa ke Surabaya? Jelas mas bro, udah tanggung nih pengen lihat dan jajal Suramadu. Akhirnya MM and friend kesampaian juga riding ke pulau Madura.  Dengan biaya masuk 3000 rupiah (kalo gak salah) MM and friend melintas di jembatan yang menghubungkan dua pulau ini. Wah, pertama sih asik banget bro, tapi lama-lama bosen juga, karena sayang udah malem, jadi lautnya gak kliatan, hehe.

Perjalanan kali ini juga dibumbui oleh sedikit rasa tegang karena mendapat kabar bahwa trek yang akan MM and lalui adalah trek yang angker. Trek itu adalah jalan yang menghubungkan antara Bojonegoro – Cepu – Blora. Kenapa MM lewat jalan itu dan tidak lewat  Tuban – Rembang –Kudus? Karena saat itu sedang ada perbaikan jalan mas bro, jadi kami semua memutuskan untuk melewati jalan alternatif.

Jadi begini ceritanya. Saat sedang riding dari Surabaya dan beristirahat di Lamongan, salah satu sahabat MM menghubungi saudaranya yang tinggal di semarang. Kami semua mendapat kabar bahwa jalur utara sedang ada perbaikan jalan yang dapat menyebabkan kemacetan panjang. Akhirnya kami buka peta dan melihat ada jalan alternatif via Bojonegoro – Cepu – Blora. Okelah setelah selesai istirahat, akhirnya kami semua memutuskan untuk lewat jalan itu.

Riding di Lamongan, MM masih sempat berrolling speed dengan sedan BMW hingga kecepatan 150 kpj, kemudian sampailah kami di persimpangan yang ke arah Bojonegoro dan Tuban, BMW itu akhirnya lewat Tuban, dan MM and friend akhirnya memutuskan lewat Bojonegoro. Khas jalan di pantura, dataran rendah yang tidak terlalu banyak kelokan, hanya luruuuuss saja, hingga pada suatu waktu akhirnya MM melewati jalan yang gelap dan sepi banget. Ya memang sih saat itu sudah jam 12 malam, tapi samping kiri kanan jalan sudah dipenuhi oleh pohon jati dan jalannya sudah mulai sempit dan banyak kelokannya, dan tidak ada rumah warga.

Tidak terlalu lama, akhirnya MM menjumpai SPBU yang menyediakan pertamax, sontak MM memberikan sinyal ke sahabat-sahabat MM untuk mengisi bensin dan santap malam (bawa bekal ceritanya). Setelah selesai mengisi bensin dan makan, akhirnya ada perbincangan MM dengan salah satu petugas SPBU, begini kira-kira isi perbincangannya.

MM : Mas, mau nanya, dari sini kalo mau ke semarang kira-kira berapa jam lagi ya?

SPBU : Mas bawa motor ya? Ya kira-kira 4 sampai 5 jam lagi deh mas.

MM : Oh gitu, itu tadi saya jalan dari Bojonegoro ke mari gelap banget mas, jalan kesananya juga gekap gitu ya mas? Aman gak ya kalo bawa motor?

SPBU : (terdiam sesaat) Mas kenapa tadi gak lewat utara aja? Yakin mas mau lewat sini? Itu ke depan udah alas (hutan) semuanya mas, kira-kira 30 km

MM : Loh emang kenapa mas? Banyak begalnya ya?

SPBU : Enggak kok mas

MM : Terus apa mas?

SPBU : Begal gak ada mas, soalnya begalnya juga takut lewat sini?

MM : (makin penasaran) Emang ada apaan mas? Jalannya angker ya?

SPBU : Ya gitu mas, percaya gak percaya sih ya, dulu ada bis yang tiba-tina ngilang terus gak taunya di temuin di tengah hutan tanpa ada jejak rodanya. Terus saya juga pernah denger cerita ada tentara yang nyetir dengan nangis semaleman di jalan itu sama istrinya, tapi istrinya tidur, pas istrinya bangun dan liat mata suaminya merah abis nangis gitu istrinya nanya kenapa, katanya di jok belakang ada ngikut, penuh gitu.

MM (“kampret da ah” dalam hati) Oh gitu, wah, kalo mau balik lagi jauh juga ya mas (sahabat MM juga udah bengong doank)

SPBU : Tapi ya gak papa sih mas, yang penting tiap kelokan mas klakson aja, pokoknya terus berdoa aja mas, Insya Allah dilindungin kok sama Allah. Dan jangan takabur aja mas.

MM : Iya mas

SPBU : Tapi beneran mas mau lewat situ? Nanti pas jembatan timbang itu yang penting mas, jangan lupa klakson ya?

MM : (ini orang makin bikin senewen aje) Oke mas, makasih banyak ya buat infonya

SPBU : Sama-sama mas, ya pokoknya sih tetep hormat aja mas, percaya gak percaya sih, intinya mahluknya itu emang ada

MM : Iya mas, kita jalan dulu ya

Akhirnya kami semua melanjutkan perjalanan. Memang benar, suasana mencekam terus saja mengiringi perputaran roda sepeda motor MM and friend. Suasana yang gelap, dingin, dan sama sekali gak ada kendaraan yang melintas, makin membuat MM and friend memacu motor dengan kecepatan yang tinggi, dengan tetap mengklakson pastinya kalau ada tikungan. Tapi Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa, tapi MM sempat mendengan sebuah tawa disebuah tikungan, tawa yang terdengar sayup-sayup, entah itu suara angin yang bergesekan dengan helm atau suara tawa mahluk halus, tapi suara itu tidak mengganggu sama sekali.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
kondangan dengan muka capek

 

Kami semua sampai di Semarang pada pagi hari, dan beristirahat sembari menghadiri resepsi pernikahan sahabat kuliah MM. Kemudian pada malam harinya MM and friend melanjutnya riding ke Jakarta. Kami semua riding dari jam 10 malam dari Semarang, dan tiba di Jakarta pada pukul 10 pagi. Sebetulnya bisa lebih cepat, namun karena rasa kantuk yang teramat sangat ketika riding di Pantura, MM and friend akhirnya menyempatkan tidur di sebuah Masjid di kota Cirebon selama kurang lebih dua jam, ketika waktu telah sampai di awal shubuh. Akhirnya MM and friend berpisah di daerah Pangkalan Jati, karena sahabat MM harus pulang ke daerah Pondok Gede dan Depok. Sebuah perjalanan yang lumayan panjang, tapi sangat berkesan. Nah, ini adalah touring terjauh MM, gimana dengan turing-turing mas bro sekalian? Pasti seru juga kan? Pokoknya keep rolling and safety first mas bro. Stay tune di touring MM lainnya yang gak kalah seru!

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Bagaimana Kans Sport Fairing 150 CC Suzuki?

14

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
kayak begini kan cakep (GSXR600 – 2007)

 

Mas bro semua, seperti yang sudah sering kita semua dengar bahwa tahun depan adalah tahun dimana ada banyak motor sport fairing dengan kubikasi 150 CC akan bermunculan. Yang pertama adalah Yamaha dengan Yamaha R15 nya, kemudian (mungkin) Honda dengan CBR 150 yang headlampnya juga diubah kayak yang CBR 250, dan terakhir adalah Suzuki dengan (mungkin) GSX150Rnya.

Nah, disini MM gak ngebahas mengenai gimana spek atau kans 150CC Yamaha atai Honda, karena bisa diprediksilah kalau kedua raksasa ini bakal bersitegang, udah gitu speknya juga sudah ada gambaran. Kalo Honda yang CBR kalo Yamaha ya mirip-mirip sama R15 India-lah. Tapi disini MM mau ngebahas mengenai gimana motor fairing 150 CC Suzuki dan gimana juga kansnya?

Kalo MM boleh saran, sport 150 CC speknya harus di-atas Satria f 150. Pengabutan injection, 6 percepatan, DOHC, nah, terserah deh tuh mau pake radiator atau pake mesin engkel kayak Satria yang pake oil cooler tapi tetep nggilani. Atau mungkin kombinasi oil dan water cooler. Wah, kalo ini mah bakal overprice. Kalo speknya kayak megapro atau verza yang berpendingin udara doang, terus dikasih fairing sih, blunder namanya. Intinya mesin harus superior, jangan kalah sama Satria F. Satria F aja standarnya udah kenceng banget, napasnya panjang. Biasanya kalau begini biasanya nanti ada tuh yang bikin komparasinya, kayak besarnya Hp di dyno, nah kalau emang bisa mengungguli rivalnya bukan gak mungkin calon pembeli bakal jatuh hati ama gixxer 150 ini, lah wong konsumen kan biasanya ngeliat hp lebih 1 atau 2 aja udah jadi tolak ukur kualitas.

Terus desainnya, ini sih menurut MM gak terlalu sulit. Cukup kopas aja tuh desain Gixxer yang gede-gede. Bikin diferensiasi kayak sein yang menyatu dengan spion, swing arm banana, ban dibuat agak gede.jok yang kepisah, Permainan warna yang agresif. MM yakin kalo ini dilakonin, sport fairing 150 CC Suzuki juga bisa bertarung abis-abisan sama sport fairing 150 CC Yamaha dan Honda.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
kayak beginilah at least

 

Yang terakhir adalah lauchingnya. Disini Suzuki suka kedodoran nih, kayak inazuma kemarin aja, ngaret banget launchingnya hingga kehilangan momentum, nah kalo bisa motor sport 150 CC ini juga momentum launchingnya jangan terlalu jauh atau bahka harusnya dekat dengan lauching sport 150 CC rivalnya. Okelah, ini sih Cuma opini MM ajam sebagai rider yang udah banyak njajalin motor Suzuki,hehe. Tapi serius nih, kalo ini motor speknya bisa diatas Satria F, dan di dukung sama marketing yang terintegrasi dengan baik, ini motor bisa jadi primadona baru di kelasnya.

 

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Motor Sport Dengan Grafiti, Keren Juga Mas Bro!

7

Image

Iseng-iseng browsing, eh ngeliat CBR 600RR yang di grafiti. Wah, keren juga mas bro. Tapi MM pernah liat motor sport yang dibuat full grafiti ko malah aneh ya? Kayaknya kalo desain yang ini grafitinya jadi aksen, gak terlalu full dan masih tetap mengedepankan warna utamanya. Mungkin yang punya motorsport pada mau bikin? Kayaknya modifikator airbrusher kita bikin begini doang mah eces mas bro, monggo diemut-emut dulu gambarnya masbro.

Image

Image

Monkeymoto Road To Bromo (Part 3 Indahnya Kawasan Bromo Tengger Semeru)

12

Image

Mas bro semua, setelah sekuel artkel kedua kemarin lusa, sekarang MM mau ngebahas tentang “klimaks” dari touring kali ini. Kenapa MM bilang kalau klimaksnya adalah di Bromo? Pertama, karena ini emang ini tujuan turing MM and friend, kedua karena MM bener-bener takjub sama keindahannya, ketiga karena di kawasan Bromo ini MM ngerasa kalo MM ini emang cuman ordinary rider masbro. Oke deh, lanjuuut.

MM and friend berangkat ke Bromo dari rumah sahabat MM. Kami berangkat kurang lebih jam 7 pagi. Nah, ke Bromo ini MM and friend mendapatkan tambahan personil yaitu adik-adik dari sahabat MM yang rumahnya MM singgahi tersebut, kebetulan karena mereka juga suka main trail di Bromo jadi pasti membantu banget untuk urusan navigasi.

Image

Image

Bertolak pagi hari di Jawa Timur (Pasuruan) sama sekali gak macet, kami semua ngisi bensin terlebih dahulu (full tank) karena kata adik sahabat MM di kawasan Bromo Tengger Semeru udah gak ada Pertamina adanya Pertamini. Oke langsung jalan, gak lama kira-kira satu jam kurang dari Pasuruan, kami semua baru menyadari kalau kami udah riding di kaki gunung. Pemandangannya indah banget, jalannya mulus tapi ya agak sempit, terus kelok-kelok bahkan ada yang tikungan chicane, begitu tikungan langsung tikungan lagi, riding skill bener-bener diuji di sini. Di samping kanan kiri secara bergantian ada hamparan kebun kubis/sawi yang dibuat terasering, terkadang MM and friend juga disambut sama suara daun pinus yang bergesekan kena angin, diselimutin sama kabut, wah pokoknya saat itu kayak riding di surga deh (suer asik banget mas bro).

Image

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
sepanjang jalan disuguhin beginian teruuusss

 

Setelah riding di jalan yang begitu mulus, pemandangan yang indah, udara yang sejuk itu, kami berhenti sejenak untuk bertanya memastikan jalan yang hendak dilalui, karena terkadang jalan yang biasa dilalui seringkali ditutup karena aktifitas gunung Bromo yang tidak stabil. Akhirnya kami semua sampai di tempat para wisatawan biasa melihat Bromo. Subhanallah, ternyata memang komplek gunung Bromo itu sungguh indah. Seperti lukisan mas bro. Gak lupa pastinya foto-foto, hehe. Oia, nama daerah pintu masuk Bromo dari pasuruan itu namanya Tosari

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
sampe juga di kawasan Bromo Tengger Semeru, hampir 1000km

 

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
narsis dulu dah

 

Gak lama, sahabat MM melihat ada pergerakan di hamparan pasir Bromo, ternyata itu adalah sepeda motor. Dan seketika itu kami sepakat untuk ikut turun kebawah (kawasan gunung). Tapi sayang seribu sayang, jalan masuk menuju kawasan padang pasir dari tempat itu ditutup karena ada perbaikan jalan. Warga menyarankan apabila ingin masuk ke padang pasir, baiknya lewat malang saja, lewat desa Tumpang. Wah, muter lagi pikir MM. Tapi, adik sahabat MM punya inisiatif untuk mencari jalan alternatif. Mujur mas bro, ternyata suku tengger adalah suku yang sangat ramah, wajahnya yang suka berwarna merah muda itu sering sekali tersenyum apabila kita menyapa. Udah gitu, apabila kita bertanya arah jalan, mereka menjelaskan dengan sangat detail, disini juga MM mau saran apabila mau touring ke Bromo, sebaiknya ada personil yang bisa bahasa Jawa, lebih baik lagi apabila pakai bahasa Jawa halus. karena terkadang kalau nanya ke orang tua, mereka suka gak ngerti bahasa Indonesia.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
indahnya bromo, tapi itu gunung batok

Jalan menuju jalan alternatif itu tetap indah mas bro, kawasan kaki gunung semeru itu gak ada tempat yang gak indah, semuanya indah. Sampai pada ketemu jalan alternatif itu, pemandangan indahpun udah gak ada artinya lagi. Wuaduh, jalan alternatif itu ternyata jalan pinggir tebing yang berpasir, pasirnya sumpah, itu pasir halus banget. Kita mesti jalan di jalan alternatif yang berpasir itu sejauh 7km. Disitu MM sempat putus asa, karena akhirnya si merah jatuh/ambruk untuk pertama kalinya. Untung jatuhnya di pasir jadi tidak ada lecet sama sekali. Udah gitu, jalan itu adalah turunan, jadi MM sangat sulit kalau mau mutar balik, lah turun aja susah apalagi coba nanjak dipasir. Dan ternyata, jalan alternatif itu adalah jalan warga yang biasanya digunakan hanya dengan jalan kaki, tidak naik kendaraan. TIPS, MENDING MUTER KE MALANG!

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
amblas euy

 

Setelah ngesot sana ngesot sini, Dunlop Sportmax yang nempel di pelek ER6N gak dapet traksi, akhirnya MM and friend sampai di kawasaki padang pasir Bromo. Wow, ternyata di kawasan pasir itu sangat indah masbro, kita dikelilingi tebing tinggi dan ditengah padang pasing itu ada gunung batok dan Bromo. Tapi ternyata, pasirnya lebih halus dari yang ada di jalan alternatif, asyeeeemmmm, sobek=sobek tenan. Di kawasan pasir itu akhirnya kami bertemu dengan warga yang juga naik motor, sahabat MM bertanya, “Mas, jauh gak mas kalo ke arah pura?”, jawabnya “Wah, jauh mas, kira-kira 5 kilometer”. Sontak MM langsung lemas, putus asa, dan ternyata tidak ada yang membawa air minum, dan kami benar-benar kehausan. TIPS, JANGAN LUPA BAWA MINUM! TERNYATA BIAR ANGINNYA DINGIN, TAPI MATAHARINYA PANAS!

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
wahm disc brakenya karatan!

 

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
panjang bener tuh pasir

 

Rasa lelah, putus asa, haus, membuat MM and friend hampir pingsan, sahabat MM malah ada yang ngingau “aaaiiirrrrr, aiiiiirrr mana aaaiiiirrrr”. Ditambah si merah sangat sulit bernegosiasi, sebentar-sebentar bannya tenggelam di pasir. Makin digas makin tenggelam. Akhirnya teman-teman MM yang juga kesulitan bawa Pio membantu MM buat dorong si merah. MM and friend yang rider perkotaan kelihatan banget cupunya, adik sahabat MM yang biasa main trail, bisa melaju dengan sangat santai dengan menggunakan bebek. Akhirnya adik-adik sahabat MM melaju duluan untuk pergi ke pasir berbisik buat membeli air mineral. Sedangkan MM and friend, menunggu dengan putus asa.

Setelah selang 1 jam lebih akhirnya adik sahabat MM membawa air minum, akhirnya kami di kasih tahu bahwa untuk riding di pasir, trotel gas jangan dibuka secara penuh atau diurut, tapi dibuka dengan dihentak-hentak, kalau bisa malah berdiri aja di motor, dan ternyata manjur mas bro! Tinggal seimbangin aja, ban jadi dapat traksi! TIPS, BUKA GAS DIHENTAK-HENTAK ATAU DIKOCOK.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
akhirnya bisa ngaso

 

Setelah beberapa lama akhirnya kami semua tiba di pasir berbisik (nama salah satu kawasan pasir Bromo), dan beristirahat. Foto-foto, dan MM baru sadar lagi kalo kawasan itu juga sangat indah. Tadi selama putus asa, cuma ngeliatin motor doang. Kemudian kami riding lagi, dan sempat ketemu sama bapak-bapak yang lagi main pasir juga, tapi pake BMW GS series, wuah MM baru kali ini liat GS main pasir, biasanya cuma mejeng aja di parkiran moge di mall. Tapi ternyata susah juga bawa GS bahkan ada yang jatuh, dan MM and friend membantu untuk bangunin motornya. Ternyata berat masbro, tapi karena jiwa brotherhood sesama biker itu kita semua asik-asik aja, dan malah ngobrol, oia, ada triumph tiger juga dan KTM yang trail 450 CC, wuah yang bawa ktm bisa wheelie di pasir euy, udah mahir banget kayaknya.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
gaya dulu dah

 

Setelah sampai di jalan keluar yang berbeda dengan jalan masuk, akhirnya kami berhenti di suatu tempat yang bernama bukit teletubies, emang lucu sih bukitnya kayak taman teletabis gitu, tapi sayang, semua batre kamera udah abis, jadi gak sempat foto-foto. Riding lagi, ternyata jalan keluarnya itu adalah pintu masuk apabila masbro mau masuk ke Bromo dan Malang namanya Desa Tumpang, jalannya adalah ponblok bukan pasir, jadi mendingan banget dah.  Gak sadar ternyata udah jam 4 sore, modyar tenan, lama juga main pasirnya.

Akhirnya sore di Jatim hari itu MM and friend abisin di malang, dan pas senja MM mampir (nginep sebenernya) kerumah paman MM yang berlokasi di PUSDIK ARHANUD Batu, sebuah komplek TNI-AD. Di rumah paman MM kita semua bermalam di MESS prajurit (Alhamdulillah paman MM udah jadi Komandan di sana). Terakhir, hari itu ditutup dengan traktiran paman MM (yang selalu di ikutin sama anaknya/sepupu MM yang rusuh tapi asik) di sebuah tempat makan di daerah Panderman, wah, rezeki banget nih. Akhirnya kami semua makan malam, dengan tubuh penuh pasir, dan pengalaman yang berkesan seumur hidup. Wah, panjang juga nih artikelnya, mudah-mudahan gak boring bacanya, besok artikel terakhir pulang ke jakarta, via malang-surabaya. Jakarta (panturaan euy) so stay tune

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Refreshment Honda CB1100, Jadi Tambah Retro

7

Image

Mas bro semua, via motorcyclenews.com diberitakan bahwa honda eropa telah melakukan refresment terhadap produk klasiknya yaitu CB1100. Motor ini pertama kali di rilis di jepang pada tahun 2009 dan kemudian merambah ke pasar eropa. Ternyata pasar menyambut kehadiran sepeda motor ini dengan sangat baik.

Adapun ubahan mencolok yang dilakukan adalah dengan mengganti pelek palang/racingnya dengan menggunakan pelek jari-jari. Kesan yang didapat sudah pasti tambah retro, memang sepertinya pelek jari-jari tidak akan pernah punah, karena daya tahan dan kelenturannya sangat bisa diandalkan di berbagai kondisi jalan. Kemudian penggunaan knalpot di kanan dan kiri, dengan lapis krom yang dominan sangat memperkuat aksen tradisionalnya. Selain itu penempatan headlamp yang lebih tinggi dari generasi sebelumnya juga dilakukan.

Image

Ubahan signifikan lainnya adalah penambahan gigi yang tadinya 5 kini jadi 6, namun rasio giginya tetap dibuat sama. Mungkin hal ini dilakukan untuk menambah irit penggunaan bahan bakar. Selain itu tangki bahan bakar juga bertambah menjadi 17,5 liter sebelumnya 14,6 liter.

Motor seperti ini adalah sepeda motor yang selalu ada penggemarnya, diberbagai negara diseluruh dunia, sepeda motor honda CB dengan desain retro pernah mengukir sejarahnya masing-masing. Bahkan di indonesia sendiri versi mungilnya aja pasarannya gelap, kalo bagus atau orisinil harganya bisa tinggi banget.

Image

Kalo mas bro berminat sama motor ini sih kudu siapin dana yang lumayan, dan sepertinya probike atau hobby motor pernah ngejual versi tahun sebelumnya. Kalo buat MM sekarang mending di liatin aja dulu fotonya, hehe, barangkali bisa dijadiin acuan modifikasi jap’style yang tidak terlalu ekstrim.

Oke deh, diemut-emut aja dulu infonya mas bro.

Image

Sumber : MCN

Monkeymoto Road to Bromo (Part 2 Jogjakarta – Pasuruan)

16

Image

Mas bro semuanya, ketemu lagi nih dengan artikel touring monkeymoto yang kedua, hehe. Oke deh di bagian kedua ini MM mau ngebahas perjalan di hari kedua. Di hari kedua ini MM and friend berangkat dari Klaten pukul 10.30. agak ngaret karena sedikit bingung karena side bag pinjaman yang sahabat MM bawa mengalami robek. Walhasil MM and friend harus mengakali dan membagi bawaan yang ada di sidebag.

Rute di hari kedua ini tetap melewati jalur selatan, namun demikian, rutenya tidak terlalu selatan. Adapun rutenya adalah Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Ponorogo, Madiun, Mojokerto, Pasuruan. Jalan yang kami lalui cukup bervariasi, ada yang jalannya lurus terus, ada juga yang banyak kelokannya. Menurut MM jalan yang paling asyik untuk dilewati adalah jalan yang dari arah wonogiri menuju ponorogo (perbatasan) jalan ini banyak sekali tikungan-tikungan yang dapat membuat penggila cornering keasyikan. Ditambah jalannya yang relatif sepi,lega dan aspal yang mulus, ini membuat cornering semakin nyaman. MM sempet ninggalin teman-teman MM karena keasyikan nikung dengan kecepatan 80-90 km/jam. Gak knee down sih, soalnya pake jeans jadi serem, hehe.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
abis ini kelokan teruuusss

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
cuma tiga motor iring-iringan

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Sahabat MM di Pio Lawasanya, tetep JOSSSS

Yang menarik lagi adalah taksi yang ada di Sukoharjo. Taksi di Sukoharjo tidak menggunakan mobil dengan tipe sedan, tapi taksi di kota ini menggunakan mobil seperti avanza atau xenia, MM baru tahu akan hal ini. Lucu juga melihatnya di jalan ada avanza menggunakan plat kuning. Sukoharjo adalah kota yang tenang dan lalu-lintasnya tidak padat (jika dibandingkan dengan jakarta).

Image

MM and friend akhirnya tiba di perbatasan jateng jatim pukul 5 sore. Kami sempat berfoto-foto di perbatasan ini karena baru pertama kali ke jawa timur naek motor (bahkan MM juga baru pertama kali ke jatim) rasa senang dan semangat semakin membara di diri MM and friend, dan setelah foto-foto kami langsung riding memasuki kota jawa timur.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Selamat Jalan Jawa Tengah

 

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Selamat Datang Di Jawa Timur

Kami tiba di alun-alun ponorogo sudah menjelang isya, jadi kami memutuskan untuk berisitrahat di masjid agung yang ada di alun-alun. Secara bersamaan ternyata di alun-alun juga lagi ada pesta rakyat dan dimasjid agungpun sedang ada istighosah. Inilah masbro enaknya touring, selain bisa melihat pemandangan yang indah, dan menikmati jalan yang mulus, kita juga bisa mempelajari kearifan lokal budaya setempat. Kami sempat berbincang-bincang dengan warga yang akan melakukan istighosah, dan begitu dia mendengar kami naik motor dari jakarta dia langsung keheranan bertanya-tanya, kenapa tidak naik bis saja, “yah, namanya juga hobby mas”.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
ngaso di pelataran masjid agung, karena masjidnya mau ada istighosah

Perjalanan akhirnya kami lanjutkan pukul 10.30 malam hari (agak lama istirahatnya), sepanjang perjalanan MM sudah merasakan kantuk yang teramat sangat, beberapa kali si merah MM bejek hingga mencapai 150 km/jam agar MM menjadi tegang dan mengusir kantuk, beberapa kali MM juga mencubit paha sendiri agak kantuknya hilang. Memasuki kota mojokerto, ada bau khas yang menusuk hidung, setelah beberapa saat MM baru menyadari bahwa itu adalah bau tembakau. Wah, MM baru saja nih melewati pabrik rokok yang sangat besar, dan bau ini menemani terus hingga beberapa puluh kilometer.

MM and friend akhirnya tiba dipasuruan pukul 04.00 dini hari, setelah sebelumnya mengambil gambar dan sedikit liputan di pinggir tanggul lumpur lapindo. Rumah sahabat MM terletak di kecamatan pandaan, rumahnya tidak terlalu jauh dari perbukitan, memang anginnya terasa sejuk tapi sinar mataharinya sangat terik, jadi ya sejuk tapi tetap terbakar sinar matahari. Di pagi dan siang harinya, kegiatan MM hanyalah beristirahat. Memang ada rencana ingin berwisata ke daerah tretes, tapi karena motor salah satu sahabat MM bermasalah di piranti pengeraman belakangnnya, akhirnya niat itu diurungkan. Akhirnya motornya pun diperbaiki, dan kami beristirahat. wah, artikel berikutnya klimaks nih, alias maen pasir di bromo, so stay tune ya mas bro.[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Mesin Turbocharger Kawasaki, Jawaban Kawasaki Terhadap Motor Super Kompetitor

3

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Mesin Turbin Kawasaki, Gede banget tuh turbin yang dibelakang mesin

Mas bro semuanya, ternyata di gelaran tokyo motorcycle show, selain heboh dengan Yamaha 250 ternyata geng ijo juga memperkenalkan mesin terbaru mereka. Mesin ini adalah mesin yang disokong dengan menggunakan turbocharger atau turbin. Memang belum diketahui secara pasti berapa kubikasi dari mesin terbaru dari Kawasaki ini. Tapi melihat bentuknya, kita sudah bisa menerka bahwa mesinnya menggunakan konfigurasi empat silinder segaris. Sebagai perbandingan, suzuki juga telah meluncurkan sebuah motor  prototipe 600 cc dengan konfigurasi mesin dua silinder segaris. Klaim suzuki bahwa sepeda motor ini memiliki peak power hingga 100bhp. Bisa dibayangkan mas bro dengan cc 600 dan dua silinder saja dapat memuntahkan power sebesar itu, bagaimana jika mesin turbin Kawasaki yang empat silinder? Terlebih jika kubikasinya 1000 cc atau lebih.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
Mesin ZX-636, injectornya mungil

Analisa MM sih sepertinya mesin ini akan dicangkokan ke dua model, karena apa? Karena bentuk mesinnya memiliki keunikan jika ditonjolkan. Bisa jadi mesin ini akan menjadi penerus motor hyperbike Kawasaki seperti ZZR1400 dan juga dibuat versi nakednya. Versi ZZR1400 bisa dibilang sebagai line up Kawasaki yang jarang terkena refreshment secara radikal, gak tertutup kemungkinan mesin ini akan dicangkokin ke ZZR 1400 atau bakal digunakan ke sepeda motor yang memang benar-benar baru. Tapi ini Cuma analisa liar MM semata mas bro, belom ada keterangan lebih lanjut, hehe. Menurut MM juga, mesin ini adalah jawaban dari Kawasaki terhadap motor Honda RCV versi massal. Mungkin nantinya jika RCV versi massal hanya diproduksi secara limited, tetapi Kawasaki mencoba agar mesin dengan tenaga yang super duper besar namun efisien ini, dapat dimiliki oleh semua orang. Yah, MM awam sih soal perbandingan tenaga motor motogp sama mesin turbin, tapi yang sepengetahuan MM kedua mesin begini sama-sama superior.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
mesin ZX10R

Biasanya sih kalo bentuk mesinnya udah dipublis gini, motornya bakal diperkenalkan setahun kemudian kayak mesin 500 cc seriesnya Honda, atau Yamaha MT seriesnya Yamaha, jedanya kan kurang lebih setahun tuh hingga motornya rilis. Oke deh, diemut-emut aja dulu infonya mas bro.

Sumber : Visordown dan motorcyclenews

*dah keduluan sama irfan pertamax nih, hehe[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Monkeymoto Road To BROMO (Part 1 – Jakarta To Yogyakarta Via Jalur Selatan)

27

Image

Image

Mas bro semua, kali ini MM mau nulis artikel tentang touring paling akhir yang udah MM lakuin setahun lalu. Dalam Touring ini, MM nunggang Kawasaki ER6N dan teman seperjalanan MM nunggang Yamaha Scorpio. Jarak tempuh totalnya adalah 2300-an kilometer, dan semua itu dilalui dalam waktu 6 hari. Berangkat melalui jalur selatan pulau jawa dan pulang melalui jalur utara.

Hari pertama MM beserta kawan-kawan berangkat dari pesantren mutiara bangsa yang terletak di depok, berangkat jam 7 pagi (rencananya pengen lebih pagi) disertai dengan doa oleh pengasuh dan pengajar dari pesantren.  Personil yang berangkat ada 4 orang dan 3 motor, jadi satu dibonceng. Perjalanan pagi saat itu tidak terlalu ramai namun sangat ramai di arah yang berlawanan karena banyak orang yang baru saja berangkat untuk bekerja.

Rute yang kami lalui hari pertama ini adalah Jonggol, Cianjur, Bandung, Garut,Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Kebumen, dan tiba di Yogyakarta. Jalur selatan memiliki perbedaan karakter jalan dan suhu udara yang sangat berbeda dengan jalur utara. Jalur selatan memiliki kontur jalan berbukit yang bisa dibilang tidak habis-habis, kelokan, tanjakan, turunan, begitu banyak dijumpai dijalur selatan.  Selain daripada itu suhunya juga lebih rendah ketimbang jalur utara, jadi berkendara di jalur selatan relatif lebih sejuk. Namun demikian, berkendara dengan karakter jalan seperti ini, mas bro tidak bisa terlalu santai, karena sangat dibutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi, terlebih apabila ingin menyusul kendaraan di depan. Untungnya kuda besi yang MM and friend tunggangi powernya cukup besar dan tetap tersedia di tiap rpm. Oia, pengendara mobil besar seperti truk dan busnya juga sangat bersahabat dan kooperatif.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
pit stop pertama
[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]
Image
motornya
[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]
Image
ridernya

Image

MM and friend tiba di Yogyakarta pukul 3 dini hari. Perjalanan yang sangat lama memang. Kami riding selama 4 jam, baru kemudian beristirahat. Istirahat yang pertama adalah di Bandung, sebuah rumah makan padang kecil. Kemudian istirahat kembali di sebuah masjid di Ciamis setelah MM sempat roliing speed dengan Harley Davidson Softail (ridernya sampai ngecungin jempol karena MM bisa tempel) yang sedang solo riding ke Yogyakarta. Istirahat-istirahat berikutnya kami lakukan di SPBU, karena sekalian mengisi bahan bakar. Istirahat paling lama MM and friend lakoni di sebuah restoran di kota kecil bernama Sumpiuh, kami beristirahat kurang lebih 1 jam (09.30 – 10.30), setelah isitrahat ini MM and friend langsung berkendara ke yogyakarta.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
perbatasan jabar jateng di jalur selatan
[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]
Image
ngaso dulu di pringsewu sumpiuh

Ketika tiba di Yogyakarta pada saat dini hari, kami memarkir kendaraan kami di depan gedung bank indonesia. Ternyata kota Yogyakarta ketika dini hari masih tetap ramai, walaupun tidak seramai Jakarta. Sempat sedikit bingung juga karena akan menginap dimana, tapi kemudian salah satu sahabat MM, Arief, berinisiatif untuk menghubungi saudaranya yang ditinggal di Jatinom, sebuah kecamatan yang terletak di Klaten, dan membutuhkan kurang lebih 1 jam perjalanan dari Yogyakarta. Akhirnya kami kembali riding ke Klaten, dan pukul 4 pagi menjelang shubuh kami tiba ditempat saudara sahabat MM. Perjalanan yang sangat panjang tapi sangat menyenangkan, berasa sekali tenaga mesin 650 sangat memanjakan ridernya, tapi itu semua harus dibayar dengan konsumsi bahan bakar yang juga relatif lebih boros. Dan pelajaran yang didapat adalah apabila mas bro menemukan sebuah jalanan yang lurus, mulusm dan sekelilingnya sangat terawat, bisa dibilang itu adalah perbatasan sebuah kota. Di jalan begini biasanya MM lupa diri dan ngegas ER6N dengan putaran gas yang lebih besar, hehe. Oke deh, bagian pertama segini dulu aja ya mas bro. Stay tune buat bagian keduanya.

Image

Image

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Image
sampe juga di jogja

 

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

%d bloggers like this: