Tahun 2025 Kendaraan Bermotor Berusia Lebih Dari 10 Tahun Dilarang Masuk Jakarta?

25

Sobat MMBlog sekalian, beberapa hari belakangan, air visual, atau lembaga yang concern sama tingkat kualitas udara di kota besar, mencatatkan rekor kalau kualitas udara di Ibukota jakarta menempati peringkat pertama dalam tingkat polusi yang tinggi (kualitas udara paling buruk). MMBlog sih gak tahu persis, apa yang jadi sebab musababnya, kalau melihat jumlah kendaraan, sedikit banyak, PASTI ada sumbangsih polusi dari situ. Nah, berangkat dari sini, Pak Gubernur DKI, ternyata mengeluarkan Instruksi Gubernur atau Ingub yang lumayan bikin kaget.

Yang MMBlog sorotin adalah ingub “Memastikan tidak ada kendaraan pribadi berusia lebih dari 10 tahun yang dapat beroperasi di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2025”. Wah, menarik ini, sebuah gebrakan yang kontroversial, yang berani, tapi juga terkesan terlalu tergesa-gesa, dan grabak-grubuk. Gak hanya kendaraan pribadi, kendaraan umum juga akan mendapatkan perlakuan yang sama, malah di tahun depan alias tahun 2020. Hmm. Terus, Admin MMBlog setuju gak?

Jelas kagak :mrgreen: 😆 .

macet dan ujan

Sebenernya, kalau kita ngomongin emisi, pengen semua kendaraan punya tingkat emisi yang rendah sehingga udara tidak terlalu berpolusi, gak bisa enggak, ya ganti semua kendaraan pakai kendaraan listrik. Selama masih pakai bensin sebagai bahan energi, selalu ada celah untuk yang namanya emisi akan jadi tinggi. Mobil atau motor yang berusia lebih dari 10 tahun, belum tentu gas buangnya lebih beracun daripada mobil atau motor baru. kalau motor baru atau mobil barunya lepas katalis? Pakai bahan bakar berkualitas jelek? Malah jadi lebih parah :mrgreen: .

Makanya MMBlog bilang tergesa-gesa. Sebenernya ini bisa dicicil dan diselesaikan sedikit-sedikit dengan melakukan uji emisi berkala di tiap kendaraan dengan aturan yang strict. Dilakukan kayak KIR mobil angkutan, tiap 6 bulan, berlaku semuanya, mobil pribadi dan motor pribadi tanpa kecuali. Kasih standar yang pasti, yang jelas, dan transparan. Tanpa ada keterangan KIR ini, gak bisa bayar pajak atau perpanjangan STNK misalnya. Kalau kata Om MMBlog yang pernah tinggal di Belanda 9 tahun, mobil motor semuanya kena perlakuan dan wajib kayak di KIR gitu Sob.

Ngebatesin kendaraan pribadi yang umurnya lebih dari 10 tahun eksis gak terlalu nyelesain masalah. Yang ada malah pendapatan daerah berkurang. Eh, ini juga nyumbang pajak loh :mrgreen: . atau bisa juga, penerapan pajak emisi yang gema dan wacana-nya udah lama itu 😆 . makin tinggi emisinya, makin tinggi pajaknya, tapi ini ya tetep bikin udara jadi jelek sih :mrgreen: 😥 . ngebatesin umur kendaraan pribadi juga terkesan gak adil, tingkat ekonomi atau finansial warga jakarta tuh belum rata. Masih banyak saudara-saudara kita yang baru bisa beli mobil/motor lama. Dipaksa pakai kendaraan umum? Masih jauh lah angkutan umum kita, sama perkara keamanannya juga belum siap, terlebih perempuan kalau di jalan.

Di negara kita yang masih berkembang, harusnya rencana dan wacana pembatasan ini dibicarakan dan didalami lebih serius lagi. Di negara maju yang istilahnya lebih strict aturan aja, motor atau mobil tua masih bisa berkeliaran dengan baik dan apik. Gimana Sob? ada opini atau pendapat tambahan? Setuju gak nih? tapi emang jumlah kendaraan di Ibukota luar biasa banyak sih 🙁 .

Btw, wacana atau rencana biasanya sih cuman jadi rencana dan wacana aja Sob, apalagi kalau nanti Pak Gubernur nyapres :mrgreen: . bisa beda lagi kok ceritanya. at least, kita tampung aja dulu.

25 COMMENTS

  1. “Memastikan tidak ada kendaraan pribadi berusia lebih dari 10 tahun yang dapat beroperasi di wilayah DKI Jakarta pada tahun 2025”

    tenang aja om, 2025 udah bukan DKI lagi 😅

    soal uji emisi saya setuju banget om, buat apa ada uji emisi kalau yang dijadikan acuan cuma umur kendaraan. di eropa, australia, amerika, dan benua/negara maju manapun enggak ada yang membatasi umur kendaraan selain hasil uji emisinya, kalau memang sudah tidak bisa lolos uji emisi ya masih bisa diperbaiki sistem pengapian, injector, carbon clean, ganti catalytic converter, maupun ganti sensor O2. lah gubernur kesayangan kita ternyata lebih pinter dari pemerintah di negara2 maju luar sono, dan langsung melarang kendaraan di atas 10 tahun beroprasi 😅 pantes dibilang gubernur rasa presiden 😅 terlalu pintar

  2. Aturan ini terasa jahat & berbau keberpihakan kepentingan, tapi tentu saja harus berkedok manis peduli lingkungan + urai kemacetan biar keliatan masuk akal.

    Sekarang begini:
    Kalau yg mau dicapai penguraian kemacetan:
    – buktikan secara ilmiah dulu & tunjukan berapa banyak persentase kendaraan pribadi 10 tahun keatas yg memenuhi jalanan dibanding mobil motor baru yg umurnya kurang dari 10 tahun?? Mana yg mendominasi jalan? Jadi siapa biang macetnya, siapa yg kena getahnya?

    Kalau yg mau dicapai penggalakan penggunaan angkutan umum:
    – semua yg terlibat buat peraturan ini, instansi terkait & jajaran yg terlibat di dalamnya PRAKTEKAN dulu sebelum menyuruh masyarakat.
    WAJIBKAN seluruh PNS DKI, orang DPR & kementrian tanpa terkecuali utk pakai angkutan umum setiap hari.

    Mereka semua wajib merasakan letihnya harus berdiri menunggu bis pulang kerja,
    Rasakan jalan kaki dari halte ke halte,
    Rasakan desak-desakan & hirup keringat orang,
    Rasakan tercolek, sentuh senggol oleh orang asing yang bukan muhrim,
    Rasakan pelecehan verbal dipinggir jalan,
    Rasakan dipalak di jembatan,
    Rasakan diintimidasi pengamen,
    Rasakan dicopet di angkot, dsb.
    Jangan cuma bisa nyuruh & HIMBAU tapi sendiri nya tidak bisa menjalankan. Mereka semua wajib jalankan itu seumur hidup/ selama aturan pembatasan umur kendaraan berlaku, bukan temporer bukan sementara, selama aturan ini berlaku di masyarakat, mereka semua WAJIB naik angkutan umum.

    Kalau yg mau dicapai penurunan emisi:
    Harus ada pembuktian secara empiris bahwa SETIAP mobil motor yg berada dijalan memang bersih emisinya tdk peduli tahun produksinya. Baru peraturan seperti ini adil. Tidak ada jaminan mobil & motor 100% sama kondisinya dengan standar pabrik setelah berada di tangan konsumen.

    Terlalu banyak faktor yg bisa diubah ditangan pemilik kendaraan yg membuat emisi gas menjadi buruk. Ganti parts aftermarket seperti muffler, full system exhaust, lepas catalytic converter, tutup saluran EGR, remap ECU, manipulasi ECU via piggyback, dsb.

    Pakai mobil buatan tahun 2025 dengan modif & tuning seperti diatas + pakai Bbm murah, emisi gas buang kotor boleh melintas?

    Sedangkan ada orang lain pakai mobil 2005 dengan kondisi sangat terawat 100% standar + bbm pertamax, emisi gas buang bersih tidak boleh melintas?

    Dimana keadilannya kalau seperti ini?

    Masih banyak cara lain yg lebih adil & tidak menyusahkan aktivitas & kehidupan masyarakat ekonomi lemah.

  3. IMHO
    Diluar negeri aja yang aturannya lebih ketat gak masalah dengan kendaraan yang tua. Kalo alasannya emisi harus bertahap. Mulai dari perbaikin dulu UU tentang pajak kendaraan hybrid atau listrik biar harganya lebih terjangkau karena negara majupun bertahap dari bensin>hybrid>electric.

  4. Hmm, gimana ya.. Semua masalah harus bertahap nyelesaiinnya.
    Masa’ ada alternatif solusi polusi begini, langsung dihajar pertanyaan “Kenapa ga langsung kendaraan listrik aja?”. Ga masuk akal.
    Trus dihubungin sama kendaraan tahun muda yg dimodif sehingga gas buang jadi beracun? Ya berapa persen sih pengguna yg lepas katalis dst. Apa 5% nya pun ada? Signifikan?
    Trus apa sampeyan punya ide yg lebih baik dan visible?
    Saran saya ke depan buat MMblog, tolong kalo berasumsi yg kurang masuk akal.
    Ga setuju boleh, tapi tolong argumentasinya yg agak berbobot sedikit.
    Ini blog loh, bukan status fesbuk 🙂

    • Sorry bukannya bermaksud membela yg punya warung, setahu saya yg namanya blog itu adalah sarana untuk mencurahkan segala ide dan kreatifitas si blogger, bisa dibilang saat sedang membaca suatu blog seolah kita membaca diary blogger, kita bisa tahu isi pikirannya, hobby nya, apa yg dia sukai dan dibenci, dll. Apapun yg ditulis oleh blogger dalam blog nya hanyalah “moral obligation” yg bisa menuntun dia dalam menulis.
      Harap dibedakan blog dgn media online seperti misalnya detik.com, kompas, dll yang memang aslinya mereka itu adalah journalist. Mereka ga akan sembarangan memuat berita, ada redaksi yg bertugas disitu. Sementara blog sifatnya pribadi, semua isi blog adalah pendapat pribadi blogger.
      That’s my two cent 🙏

    • Kalau begitu justru lebih mudah solusinya. Naikan pajak kendaraan setinggi-tingginya, tanpa batasi pilihan orang mau Mobilmotor baru atau piara Mobilmotor tua. Either jalan jakarta jadi sepi atau Yg untung pemerintah juga, krn uang pajak berlimpah langsung masuk kantong negara.

      Klo pajak tetap murah tapi Mobilmotor harus baru? Ya tetap aja volume kendaraan banyak, uang berlimpah masuk kantong pabrikan, komisi taulah masuk kantong siapa

  5. Indonesia dikaruniai dataran luas. Cocok buat biker n driver penjelajah. Allah Maha Terrain. Sebagian dikaruniakan ke Indonesia. Syukur alhamdulillah

  6. Dari artikel ini saya menyoroti mengenai KIR. Semenjak ribut-ribut mengenai peraturan taksi online, KIR salah satu hal yang sangat saya dukung untuk diimplementasikan hanya saja mungkin untuk penandanya tidak perlu pakai peneng tapi cukup pakai stiker kecil dikaca atau surat aja. Tapi ada satu catatan yang perlu dilakukan sebelum memberlakukan wajib KIR yaitu memperbaiki birokrasi dan yang lainnya karena jika tidak sama aja bohong justru membuka lapangan baru untuk praktik pungli.
    Untuk masalah pembatasan umur kendaraan saya belum bisa berbicara banyak, karena ini menyakut juga masalah daya beli masyarakat juga. Berbeda dengan negara maju yang membeli mobil seperti beli motor entry level disini.

  7. Harusnya mah kendaraan umum yg dibenerin. Klo kendaraan umum itu terawat + konektivitasnya tinggi, orang pasti mau kok gapake kendaraan umum. Gaperlu dilarang2 kendaraan “tua” beroperasi.

    • jarang kok kendaraan tua berkeliaran. orang2 kita kan ganti mobil 5 tahunan, memang kotanya para sultan

  8. Kalau misal tujuannya utk mengurangi jumlah kendaraan melintas di jalan, mungkin pake aturan ‘nyicil-lunas’ aja.
    Yg masih nyicil boleh dipake pas weekend aja misalnya. Sepi dah jalanan. Wkwkwkwkwkwk

  9. Gak bener nih, makin banyak motor ngemplang pajak lho gegara isu nih, lha ngapain bayar klw ngk boleh lewat, …… dah displin 2 x telat jd mati , + kebijakan yg ngk bijak

  10. Jadi kota eksklusif orang kaya,
    yg boleh pake jalanan mobil motor baru doang

    yang boleh parkir yg bisa bayar mahal doang

    Padahal jalanan dibuat pake uang rakyat, tiap tahun bayar pajak, hak semua rakyat, yg fungsi aslinya buat dilintasi kendaraan rakyat yg udah byr pkb.

    cuma gara2 ga bisa ngatur kemacetan, bisanya ambil solusi gampangan, korbankan orang susah yg ga bisa beli motor mobil baru & ga bisa bayar parkir mahal.

    Orang dipaksa ngeteng naik angkutan dianya sendiri ga mau ngeteng naik angkutan.

  11. Kendaraan umum aja bwang dirapihiin, sudah mulai banyak yang beralih ke umum. Sampe umpel2an dikreta atau busway.
    Coba dibuat lebih nyaman. pasti pada move kesana semua.

    Oiya 1 lagi, klo tega, tega sekalian. Jangan setengah-setengah. Gak mendidik orang Jakarta (indonesia)

  12. apakah pembatasan usia kendaraan akan berlaku bagi angkutan umum, kendaraan dinas pemerintahan dan TNI-POLRI?
    Hehehe…..

    Kalo pembatasan usia kendaraan juga akan berlaku untuk kendaraan umum, maka tarif akan naik.
    dan masyarakat akan berpikir lebih baik naik kendaraan pribadi juga, karena lebih nyaman dan aman. Dan bisa digunakan saat-saat jam sepi sekalipun. Misal, ke UGD jam 11 malam – 6 pagi.

    Kalo hanya untuk kendaraan pribadi saja, apakah pemerintah bisa menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna angkutan umum? Masih banyak angkutan umum yang mungkin kondisinya lebih buruk dari kendaraan pribadi, belum lagi jam operasional yang mungkin tidak bisa fleksibel.

    Kalau masalah pokoknya (hal yg paling mendasar) dlm hal transportasi umum blm bisa diselesaikan dan ada solusi. Mungkin akan berat. Terlebih rasa aman serta bisa menjangkau dari depan rumah sampai ke tempat tujuan dan sebaliknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here