Trilogi Bigfoot : Hyosung Karion, Pertengahan Van Van dan TW !!!

6

Sobat MMBlog sekalian, akhirnya trilogi bigfoot sampai ke artikel terakhir (lagaknye artikel terakhir, padahal rilis bareng juga artikelnya di hari yang sama.). Nah, di artikel ini, MMBlog membahas mengenai Hyosung Karion. Sebenernya sih, kalau temen-temen nyari reviewnya, blogger senior yang sekarang lagi getol jadi vlogger, Mas Proleevo udah beberapa kali merilis artikel mengenai riding review motor ini Sob, tapi gak ada salahnya kita ulas ala MMBlog.

Hyosung Karion, adalah motor all-around dari Hyosung yang terlihat emang mencari peluang di segmen yang niche tapi konsisten ada (lihat aja tuh TW dan Van Van, bisa dibilang long last kan eksistensinya). Hyosung Karion, punya desain yang retro layaknya Suzuki Van Van, tetapi juga ada aura dirtbike scramblernya layaknya Yamaha TW. Makanya di judul MMBlog bilang kalau motor ini adalah pertengahan Van Van dan TW.

Hyosung Karion di awal mulanya hadir dengan mesin 125 CC, SOHC, dan berpendingin udara. Sebenernya sih mesin ini udah lumayan enak buat diajakin riding, tetapi mungkin, mungkin loh ya, Hyosung merasa harus memberikan diferensiasi dan “value” terhadap Karion ini karena emang Van Van dan TW terlalu superior dari image dan mindset, akhirnya, di tahun 2000-an akhir, Hyosung Karion mendapatkan update menarik dan gak lazim yaitu perubahan dari mesin SOHC ke mesin DOHC.

Hyosung Karion unitnya pernah dijual resmi oleh Hyosung Indonesia. Dulu kalau enggak salah motor ini dijual dengan harga under 20 juta. Beberapa tahun yang lalu, ada yang jual dengan kondisi NOS (New Old Stock) tapi Off The Road, ya temen-temen tinggal urus sendiri aja surat-suratnya. Sekarangpun, unit sekennya masih lumayan banyak bertebaran di situs jual beli online dengan harga yang relatif masih stabil di 17-20 jutaan full paper resmi. Hmm, motor hobby tapi harga sekennya bagus yah.

MMBlog pribadi belum pernah jajal, tapi yakin, ini motor bakalan fun banget diajakin riding, ya kalau baca reviewnya sih demikian, asyik lah! Apalagi motor ini juga akomodatif dengan adanya rak dibelakang yang siap diiketin sama barang. Oke deh, sekian artikel mengenai Trilogi Bigfoot yang temen-temen request. Kalau ada request lagi, silahkan taro aja di kolom komentar yah. sekian, terima kasih, dan semoga berguna

6 COMMENTS

  1. Yg jual dulu mah Bosowa. Bareng Hyosung RX yg trail. Barunya dulu thn 2007 an 28 jt bro.
    Dibawah 20 mah uda harga abisin stock gudang…itu jg baru dilepas thn 2012.
    cmiiw.

  2. Harusnya Yamaha dan Suzuki melihat potensi pasar utk kedua motor bigfoot tsb sebenarnya lumayan kalo mau menggarap dgn serius, tentunya dgn pricing yg tepat.

    Dan satu alasan lagi, onda tdk punya jenis motor spti ini sehingga jk misal pasarnya sdh tumbuh dan eksis, maka onda gak akan bisa merongrong spti yg slama ini mereka lakukan (follower)

    Tapi ndak tahu jg, jika penjualan bigfoot lumayan tiba2 onda bikin verza bigfoot, ???

  3. Salam bro Vandra, mantap artikelnya.. para bigfoot ini identik dengan dunia pantai/medan pasir kalau melihat dimensi ban-nya yang super gambot dan dari cc nya yang kecil; motor2 ini lebih cenderung ke komuter yang tidak mengejar performa diaspal,tapi justru di medan yang jadi kartu mati bagi roadster2 dengan ban standar,(trail bike jangan diitung :).
    motor2 ini juga sering dijuluki ‘sandbike’, kebayang mmblog riding motor ini kepantai bawa2 papan surf 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here