Beli Motor Karena Desainnya? Sebesar Apa Pengaruh Desain Ke Perilaku Pembelian?

30

Sobat MMBlog sekalian, menarik membaca artikel Mas IWB yang membahas disuntik matinya Honda Spacy yang kini layu dan susah laku, terus disebabkan karena desainnya yang kurang berterima di selera rider Indonesia. Mas IWB menekankan kalau desain adalah harga mati apabila sebuah motor mau sukses di pasaran, menarik untuk dibahas nih Sob. sejatinya, artikel ini bukan untuk ngebantah artikel Mas IWB loh ya, lebih tepatnya sih berusaha untuk nimpalin dan nambahin, serta ngasih pandangan dari perspektif akademis, wkwkwk.

Di dalam dunia pemasaran, dikenal secara sederhana apa itu yang namanya bauran pemasaran atau marketing mix. Marketing mix lebih dikenal sebagai 4P yang disusun oleh E. Jerome McCarthy, 4P tersebut antara lain Product, Price, Place, dan Promotion. Desain, dalam hal ini masuk ke dalam sub pembahasan dari Product. Nah, di dalam Product itu, ada beberapa elemen lain seperti fitur, kualitas, varian, branding, packaging, warranty, dan pelayanan.

Mas, itu yang ditebelin atau dibold maksudnya apa? Maksudnya adalah, untuk product sepeda motor, elemen yang nemplok yang memberikan pengaruh besar yang di bold itu dah. Apalagi yang di bold merah, menurut beberapa literatur akademis yang MMBlog baca, variabel atau elemen itu yang memberikan nilai pengaruh paling tinggi.

Sekarang masuk ke pembahasan:

MMBlog disini mengambil contoh sepeda motor dari merek Honda AHM. Motor Honda AHM MMBlog pilih karena gak lain gak bukan, Honda AHM adalah market leader sepeda motor di Indonesia, udah gitu variannya juga banyak banget. Ada beberapa varian yang laku super keras, tapi ada varian yang kontras, alias tidak dilirik sama sekali, nah, tentu menarik untuk dijadikan pembahasan.

Terus bahas motor terlebih dahulu, motor itu masuk ke kategori high involvement product, alias butuh waktu, butuh keputusan yang matang, butuh pemikiran yang jelas, dan butuh hal penting lain sebelum memutuskan untuk membelinya. Beda sama Air mineral yang low involvement product, yang mana kalau merek A enggak ada ya beli merek B aja, gak masalah. Ketika sebuah product masuk ke kategori High Involvement product, tentu element dari Product akan sangat berpengaruh tinggi ke buying decision.

Mutar-muter terus, bikin mabok, langsung bahas motor!

Yuk bahas, kita bahas Honda Spacy dan Honda Megapro, NAH! Benarkah kedua motor ini gak laku hanya perkara desain? Sekarang yuk kita coba lihat dari elemen product lainnya, apakah oke juga? Bahas satu-satu dibawah:

Fitur:

Fitur Spacy bisa dibilang lebih oke dari Honda Beat, ini motor bagasinya luas, stater emang masih berisik, motor padahal lebar, side stand switch juga ada, lengkap lah kayak beat. Megapro? Fiturnya juga sama kayak Verza, malah monoshock, ada rpm, injeksi, tapi kok gak laku? DOHC VS SOHC, byuuhhh, SOHC di motor 150 CC pernah dan masih menjadi raja lho. Berarti secara simpel dan hipotesis awal, fitur itu enggak ngaruh-ngaruh amat ke purchase intention atau niat membeli.

Kualitas:

Kualitas motor Honda AHM pada umumnya satu taraf, sama aja satu sama yang lain. jadi enggah ngaruh-ngaruh amat dong

Varian:

Nah ini, Honda Spacy dan Megapro itu adalah salah satu varian dari sekian banyak varian motor matik dan motor sport Honda. Makin banyak varian, makin banyak persaingan. Ingat, persaingan itu enggak hanya datang dari merek lain lho, tapi dari product yang didalam satu merek pun, bisa terjadi yang namanya persaingan. Spacy, statusnya kegencet sama Honda Beat dan Vario. Honda Megapro, statusnya kegencet sama Verza dan Streetfire. Disini, calon konsumen yang sudah mengira-ngira mau beli yang mana bakalan ada diproses mambanding-bandingkan. Hmm, dari sini, elemen varian sepertinya memberikan pengaruh yang lumayan besar ke pembelian sebuah sepeda motor.

Branding atau Merek

Ini dia, dari berbagai skripsi, karya ilmiah, jurnal yang MMBlog baca, Brand atau Merek, memberikan nilai terbesar (desain setelahnya) dalam pengaruhnya ke sebuah keputusan pembelian. Branding atau merek itu bisa diutak-atik, bisa dikembangkan. Kalau desain hanya nyangkut di mata, terus masuk ke otak, terus akhirnya jatuh ke hati (perkara satisfaction), brand atau merek ini lebih kepada apa yang namanya Trust! Honda Spacy dan Honda Megapro bisa dibilang jauh dari aktifitas branding yang mumpuni, sistematis, holistic, dan terintegrasi, 180 derajat sama Honda BeAt, Vario, atau Scoopy, dan Megapro yang kontras sama Streetfire atau Verza.

ENAKNYA, Ketika sebuah motor sudah laku keras, mayoritas biker/masyarakat Indonesia yang follower ini tentu kalau beli motor ya motor laku keras itu. Biar kata desainnya jadi aneh sekalipun, tetep dibeli, contoh: Honda Beat Street, FBH aja banyak yang bilang itu motor aneh, wagu, dan guyonan AHM, nyatanya? Itu motor laku lho, indent malah, wkwkwkwk.

kabukiiiiiiii

Lalu kita bandingkan Kawasaki Ninja 250 VS Honda CBR250RR, desain? Aje gile, itu CBR250RR bisa dibilang motor jepang dengan style eropa yang berani dan mendobrak, Ninja 250? Ya gitu-gitu aja, tapi hasilnya? Ninja baru penjualannya meroket, sedangkan CBR250RR saat ini lagi kayak bayi yang sedang belajar merangkak. Karena apa? Desain? Disini Citra Merek atau Brand Image lebih ngasih pengaruh yang tinggi dan signifikan. Lalu, bisa gak Honda CBR250RR mengalahkan Ninja di Brand Image, tentu bisa, tapi ya butuh modal, strategi, dan keberuntungan tersendiri.

Malah jadi suka aneh, motor itu sebenernya desainnya biasa aja, Cuma karena Brand atau Imagenya udah kebentuk positif dan bagus, motor itu jadi terlihat bagus. Tapi ketika ada motor yang bagus desainnya, terus brand induknya enggak punya citra atau image yang oke, maka motor itu akan terlihat jadi kurang oke, dan ujung-ujungnya enggak laku, nah lho?

Oke, desain itu penting, tapi desain hanya potongan dari puzzle marketing sepeda motor yang sebenernya, kalau ada upaya menggarap elemen product lain yang lebih serius, lebih matang, lebih terarah, menarik, dan konsisten, maka desain motor yang biasa aja, bisa banget laris manis dipasaran dan diterima oleh pasar.

Sebenernya, artikel ini pastinya enggak representatif untuk dijadikan sebagai tolok ukur penilaian, toh hanya dengan pengamatan literatur dan lapangan secara sederhana aja. Nah, kalau ada temen-temen pembaca yang lagi kuliah, mau ambil skripsi, silahkan lah dibuat penelitian mengenai perbandingan pengaruh elemen product ke keputusan membeli sepeda motor Honda (atau merek lain). dengan kuesioner yang diolah dengan metode kuantitatif, tentu hasilnya akan lebih maknyus.

  1. Desain pengaruhnya seberapa besar.
  2. Fitur pengaruhnya seberapa besar.
  3. Kualitas pengaruhnya seberapa besar.
  4. Citra merek/Banding pengaruhnya seberapa besar.
  5. Warratuy atau garansi seberapa besar pengaruhnya.
  6. Varian berapa berapa besar pengaruhnya.

7, dan pelayanan, juga seberapa besar pengaruhnya.

Itu baru dari Sisi Product, belum lagi dari sisi Price, Promotion, Place, People, Process, dan Physical Evidence. Nah, banyak yang bisa diolah tuh?

Gimana? Artikel 1000 kata nih, wkwkwkwkwk. Semoga gak puyeng yah Sob, udah MMBlog susun dengan sederhana tuh kata-katanya, hehehe. Oke deh, semoga bermanfaat yah!

30 COMMENTS

  1. Saya suka artikel seperti ini masbro. Jadi inget jaman kuliah hhaha. Bukan yg hanya asal blg delman2 itu wkwk peace para fb

  2. Barusan hadir dengerin ceramah di mesjid, waktu mau pulang iseng2 liat populasi merek motor di parkiran.
    Dari 33 motor, ada 1 Suzuki, 3 Yamaha, sisanya 29 Honda.

  3. Kalo fenomena siting delman tu gimana om, apakah nyata ada?
    Apa masuk dari yang membuat motor jadi laku apa karna masing2 punya segmen sendiri?

  4. itulah anomali pasar indonesia…, coba ya, dulu byson lakunya kaya apa sampe inden, karena mirip fazer katanya *eh :D, sekarang? belum cbr250rr.., desain? fitur, power? oke lah…, trus vixionR + new R15, fitur okelah…, walo sohc ibaratnya debatable & dikompensasi variable katup…, tetep aja nyungsep….
    yang lucu lagi, jargon win on sunday sell on monday nyaris gak berlaku, liat aja batangan 150c sama 250cc

  5. Salam kenal mas saya baru memperhatikan blog anda selama 1tahun dan saya merasa tulisan anda lebih pure taste..kali ini Bagus artikelnya, sesuai pandangan saya, bukan hanya berdasarkan data lapangan semata tp ada analisanya.sedih emang lihat product bagus tp brand image kurang jadi loyo.dan jadi santapan bagi para blo……untuk kadang lo ya dilemahkan, ingin menjatuhkan suatu brand don’t know why.in my opinion ya.salute

  6. Gak usah pake contoh hondalah…!!!?
    Itu motor sesembahanmu suzuki napa gak dijadikan contoh…?????
    Contoh gampang saja boss;
    Di depan lho ngejoggrok sesosok 2 wanita.
    Yg (1) Wanita Pushtun Afganistan, Uzbekistan, Chechnya, Arab, Palestina, Turki, Irak, Wanita Moeslim Rusia & Negara2 muslim pecahanya yg wanitanya, Bening mulus semlohai buahenol kulit putih pucet bersih plus SiLit, PentiL, Bibirnya & memeknya PINK merona??????
    ???????????
    Yg ke (2)
    Oknum Wanita kulit hitam legam seperti pantat wajan yg item??aka orang Negro Afrika, bodi buahenol juga toge tapi serba item kulitnya plus bibir item, pentil item, memek item juga & SiLiit item pula???????
    Secara desain alias keindahan & sebagai oknum kaum adam NORMAL, EntE alias boss alias admin MonkeyMotoblog alias bang vandra PILIH YG MANA…??????
    Jangan Munaroh ya EntE..????
    Kali munaroh,
    Ntar tak teplokk
    pake bokong
    wajan pemggorengan
    biar tambah TAMVAN ente…!!!????????

    • Kalo itu sih tergantung selera
      Lu ga bisa bilang “menurut kaum adam normal”
      Soalnya selera orang beda2 dalam kasus wanita
      Orang seindonesia aja belum tentu seleranya sama apalagi sedunia ?
      Contoh argumen elu disini masih lemah

    • Tong, elu jangan samain motor sama perempuan. Ye bedalah, emangnye titit kecil elu bisa ngaceng liat motor? Kalo bisa unjukin ke gw, wkwkwkwk, biar gw emut titit loe. Motor itu produk, barang yang butuh marketing sama atribut lain supaya dilirik orang, perempuan bedalah, perempuan itu mahluk ciptaan yang punya appeal dengan sendirinya dimata laki-laki. Kadang sedih gw ada orang yang kagak nangkep maksud artikel gw. Belajar lagi aja loe yang banyak, ape mau ketemuan? Gw mah ayuk aja.

    • Aje gile. .motor disamain sm cewek.
      Kamu mau ya cewekmu disamain sm barang ?
      Analogi sih boleh. .tapi tetap pada normany bre.
      😀

  7. jiah…
    bahasaanya kayak judul skripsi saya dulu om..
    “pengaruh brand image terhadap keputusan konsumen”
    jadi inget pas nyebar kuisioner…

  8. kl sy sih ky lek iwb, desain dulu. karena visual itu bisa menipu hehehe. kalau mata sudah suka apa daya hati dan logika ikut juga 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here