Motor Half-Fairing, Desain ala India atau Eropa?

6

Sobat MMBlog sekalian, selama berkendara dengan Mas Mul, gak sedikit MMBlog merasa baper dengan komentar di dunia nyata dan dunia maya yang bilang, “Desainnya India banget ya”. Gaya baper MMBlog tentu MMBlog ikutan dengan meng-iyakan biar cepet. Hal ini, gak lain gak bukan, disebabkan oleh model half-fairingnya yang identik dengan Bajaj Pulsar 220. Nah, emangnya, motor half-fairing itu desain ala India atau sebenernya ala Eropa atau Amerika?

Tentu, MMBlog gak asal bikin justifikasi sendiri, MMBlog mencoba untuk melakukan penelusuran atau investigasi yang lebih mendalam. Usut punya usut, half-fairing, sebenernya diciptakan untuk memberikan satu fungsi yang jelas yaitu ngehalau atau menepis angin ketika riding atau cruising dengan kecepatan tinggi. Dari tahun 1990-an, motor-motor half-fairing sudah berseliweran di Eropa, sedangkan di India sendiri, motor-motor masih menggunakan model lampu bulat saat itu dan motor kubikasi besar, belum banyak dan belum nge-trend.

Di Eropa yang mana motor boleh berkendara di High-way atau jalan TOL, angin merupakan sebuah momok atau permasalahan yang penting enggak penting. Motor-motor half-fairing, mendapatkan hati di bikers yang merasa sudah lelah untuk struggling lehernya untuk melawan angin ketika harus berkendara 120-150 km/jam di jalan bebas hambatan. Maka dari itu, Yamaha FZ6 Fazer, Yamaha FZ1 Fazer, Suzuki SV650/1000S, Honda CBF series, adalah motor-motor yang amat sangat populer di sana.

Di Amerika malah lebih ekstrim lagi, motor-motor naked bike malah enggak dimasukin sama ATPM sebelum masa-masa sekarang. Mereka hanya jual Ninja 1000, Sugomi enggak dimasukin. Mereka hanya jual FZ1 Fazer, FZ1N enggak dimasukin, mereka enggak jual FZ6N, malah FZ6 Fazer yang dimasukin, karena emang, pada saat itu, demand motor nakedbike tanpa fairing sama sekali, bisa dibilang minim. Jadi bisa dibilang, malah motor-motor half-fairing adalah motor dengan desain yang digemari di Eropa dan Amerika.

Di Indonesia, motor yang pertama kali menggunakan model Half-Fairing dan booming serta legendaris ya Pulsar 220, gak heran, begitu lihat motor half-fairing, langsung komen desainnya India banget, hmm, ya gak papa lah, baper sih dikit, tapi kalau udah tahu fakta begini, ada bangganya juga, wkwkwkwk. Oke deh, semoga saya enggak baper lagi :p . btw, gimana kans motor half-fairing entry level di Indonesia? Sebutlah FZ160, hmm.

6 COMMENTS

  1. Fz-160 byson stengah baju bang?kayanya di mari agak kurang deh peminatnya. Kecuali dibikin full touring style, soalnya sering bgt liat pulsar 220f dipasang box fullset, crashbar, dll dll, sama stiker bmw, mungkin patokannya ke bmw gs series… Mungkin ya. Sama itu versys x laku juga, tapi v-strom masih kabar kabur doang, padahal udah kece badai banget :'(

  2. padahal desainer nya pulsar 220 itu orang eropa lho kalo ga salah yg desain itu namanya Glynn Kerr dari England/Britain, jadi sebenernya yang bilang “desain ala india” itu cuma orang kurang baca aja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here