udah sowak

Sobat MMBlog sekalian, pasca membuat artikel mengenai Thunder 250 yang akinya baru MMBlog ganti dengan menggunakan aki kering, ada temen-temen pembaca yang nanya ke MMBlog. Adalah Bro Febri yang nanya, “Om Van, kalau aki motor, lebih enak mana nih? Aki kering atau aki basah?” Wah, pertanyaan bagus nih, okelah MMBlog ceritain aja pengalaman MMBlog yah.

honda-cengkareng

Aki, atau baterai, adalah salah satu perangkat kelistrikan yang lumayan penting di sepeda motor. Kenapa MMBlog bilang lumayan penting, gak penting aja? Karena ada beberapa motor yang darisananya gak menggunakan aki macam Honda XR650. Jadi motor tanpa akipun sebenernya bisa aja hidup dan jalan, tapi pada umumnya kan motor-motor pada pakai aki, biar gampang dihidupinnya, gak perlu dorong-dorong atau ngengkol abis-abisan.

Aki kering dan aki basah, sebenernya kedua aki ini punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sepengalaman MMBlog menggunakan aki basah di Thunder 250 (10 tahun), aki ini relatif tangguh, dan harganya relatif lebih murah ketimbang aki kering, namun dengan beberapa catatan seperti harus sering dicek dan dirawat. Dicek air akinya, apakah berkurang atau tidak, terus kalau kurang ya ditambah. Terus di cek dayanya bagaimana, kalau udah lemes ya di cas lagi. Terus, jangan lupa juga untuk ngasih selang pembuangan, karena kalau airnya nguap terus gak pakai selang, bisa kena sasis atau body sehingga bikin motor jadi gampang keropos di beberapa titik yang dekat dengan tempat aki tersebut. Pengalaman MMBlog menggunakan aki basah terawat bisa sampai 3 tahun.

Aki Kering, atau Aki MF (Maintenance Free) sesuai dengan namanya, aki ini ya kering, walaupun tetep ada cairannya, tapi gak perlu di cek, dan gak perlu perawatan khusus. Untuk aki ini, MMBlog baru punya pengalaman di ER6n yang mana aki bawaan motor masih kuat buat starter motor selama hampir lima tahun pemakaian, luar biasa banget! Untuk merek Toyo 9 ampere di Thunder 250 sih selama beberapa bulan pakai juga masih aman-aman aja Sob. Honda Win juga udah pakai aki kering, tokcer aja sih, soalnya kan emang menggunakan engkol juga kalau si Win.

Perkara bagus atau gak bagus, sebenernya aki ini pilihan aja. Kalau temen-temen orangnya apik, butuh aki murah, dan motornya masih karburator dengan skema kelistrikan sederhana, tentu aki basah adalah pilihan yang pas. Tapi kalau temen-temen butuh kepraktisan, harga gak jadi masalah, dan motornya sudah menggunakan injeksi serta skema kelistrikan yang butuh daya stabil, maka aki kering adalah pilihan yang tepat. Gimana? Ada yang mau nambahin? Silahkan masbro 🙂 . semoga menjadi referensi tambahan yah!

Note: pengen aki kering dengan harga terjangkau sekali? Silahkan temen-temen hunting aki kering seken rekondisi yang bergaransi. Pengalaman babeh pake aki seken rekondisi sih bisa tanah sampai 6 bulan bahkan ada yang sampai satu tahun, ya lumayan lah!