moge honda big bike-3

honda-cengkareng

Sobat MMBlog sekalian, kemarin, MMBlog mendapatkan email notifikasi dari Bro Ariq Sahabat MMBlog yang isinya adalah link yang mengarahkan kepada artikel Detik yang isinya memuat konten adanya wacana pemerintah untuk mengganti Pajak yang selama ini diperhitungkan dari Kapasitas Silinder mesin, menjadi berdasarkan Emisi yang dikeluarkan oleh kendaraan tersebut. Menarik untuk diikuti nih Sob.

kecuali moge ini, nyuusss

kecuali moge ini, nyuusss

MMBlog sudah melakukan sedikit observasi mengenai hal ini dengan membaca beberapa artikel dari media online yang juga menyoroti hal ini. Para pihak terkait, terutama pihak produsen menyambut baik soal ini karena memang, aturan Pajak berdasarkan kapasitas silinder atau CC dikenal sudah kuno dan sudah ditinggalkan di banyak negara. Pajak Emisi, dirasa lebih pantas dan layak karena secara sosialpun dinilai sudah pas dengan azas keadilan. Pemerintahpun, yang terlibat antara lain Kemenperin, Kemenkeu, Kementrian Lingkungan Hidup, Perhubungan dan ESDM juga ambil andil dalam perumusan peraturan baru ini.

Lantas yang jadi pertanyaan, Pajak ini diterapkan pas di awal kendaraan itu diproduksi sampai ke tangan konsumen, terus selesai? Atau jadi pajak tambahan setelah konsumen membeli dan dihitung tahunan ala PKB? Kalau iya ya motor-motor pada selesai eksistensinya, buang ke laut!

Kalau memang, pajak Emisi ini diterapkan di awal menggantikan pajak yang ditetapkan berdasarkan CC mesin. Tentu pajak kendaraan yang punya emisi rendah, berapapun CC-nya akan terkena pajak yang sedikit atau mendapatkan insentif. Tapi, kendaraan yang punya emisi karbon tinggi, akan mendapatkan ganjaran pajak yang tinggi. Hmm, ya bagus juga sih, jadi nanti kendaraan-kendaraan baru bakalan “harum” semua bau kenalpotnya, wkwkwk.

cb_400_four_v_v-ii_w_w-ii__nc36___japan__97-98_12

Tapi, mungkin kenyataannya bisa jadi gak begitu. Namanya perumusan oleh banyak pihak yang terkait, banyak kepala juga banyak pemikiran toh? Nah, bagaimana kalau ternyata Pajak Emisi ini kerjanya di tandem dengan Pajak CC, dan dilakukan perhitungan dan pengetesan uji emisi per tahun? Udah belinya mahal di awal, terus per tahun ada pajak tambahan juga. Siap-siap, kalau ring sehernya patah, piston lecet, karbunya brebet, filter kotor, dll, terus jadi rogoh dompet lebih dalam lagi dong buat bayar pajak *lempar aje tu dompet sekalian!

Wacana masih sebatas wacana, tapi bukan gak mungkin ada perubahan regulasi perpajakan mengenai hal ini. Jika memang benar, pajak CC di ganti oleh Pajak Emisi, tentu kalau imbasnya ke Moge, harga moge bisa disetting lebih kompetitif dan membumi, karena moge-moge juga kan udah pada bagus emisinya, Euro 4 kebanyakan Sob. tapi kalau enggak, yasudah, makin nyesek aja beli dan punya moge, wkwkwkwk 😆 . Otomatis kendaraan ini dihapus dong list-nya dari barang terkena PPNBM, yuk kita pantau bareng-bareng aja Sob.

http://oto.detik.com/read/2016/12/01/141248/3359890/1207/pajak-emisi-karbon-disambut-produsen-mobil-mewah

http://oto.detik.com/read/2016/11/23/163905/3352789/1207/pajak-cc-mesin-itu-sudah-kuno