Motor Adventure Gak Butuh Silinder Banyak? Di Segmen BigBike-nya Sih Sepertinya Butuh

17

yamaha-xt660-tenere-08-2

Sobat MMBlog sekalian, ketika MMBlog bikin artikel polling mengenai Kawasaki Versys 250 VS Honda CRF250 Rally, menarik karena 63 persen dari Voters, lebih menginginkan Honda CRF250 Rally ketimbang Kawasaki Versys 250. Banyak yang beranggapan, karena Rally emang lebih cocok untuk off-road, tempur, dan touring, torsi lebih asyik daripada power, dan lain sebagainya, ya bener juga sih Sob, mungkin segmennya beneran beda kali yah, yang demen jalan jauh kan beda sama yang demen off-road.

yamaha-xt660-tenere-08-3

Kembali lagi ke topik, satu silinder vs dua silinder di motor adventure yang satu segmen. Ternyata di segmen bigbike, mesin satu silinder di motor adventure gak menjadi favorit para peturing Sob. hal ini, terlihat dari geliat Yamaha yang akan mengganti mesin/motor Tenere 660 dengan mesin dua siilinder Yamaha MT-07! Nah, terlihat kan, di segmen  bigbikenya, ternyata motor adventure dengan dua silinder lebih diminati! Kalau mau satu silinder, ya konsisten dengan style trail atau supermoto aja yang siap blusukan.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

honda-crf250-rally-to-become-reality-heading-for-production_6.jpg
cakep ya

Mungkin, pengaruh ini disebabkan oleh pure purposenya. Kebanyakan dari moge-moge adventure emang lebih punya concern ke motor touring aspal yang demen jauh-jauhan riding. Ya mau off-road? Sedikit ajalah, toh ini kan untuk refresing, bukan kompetisi dakar yang siap makan korban atau harus menjalani rute riding yang melalui padang pasir terus-terusan. Yamaha Tenere 660, padahal ini motor punya segudang spek yang menarik, klepnya lima, torsi ajib, suspensi mantap! tapi malah mau didiskontinue dengan alasan gak masuk regulasi emisi euro 4.

versys-250

Okelah, ada pendapat lain Sob? tapi menarik nih, jadi penasaran, untuk melihat data penjualan Kawasaki Versys 250 dan Honda CRF250 Rally. Yang satu on road adventure yang satunya lagi on/off road adventure, hmm. Semoga berguna aja deh 👿 😆 🙄

 [/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

17 COMMENTS

  1. Kyanya di eropa sana orangnya udh pada males touring pake sport bike kali ya van. Secara ergonominya jg kurang nyaman. Walau dari sisi mesin buat touring mereka lbh nyaman dgn yg multi silinder, krn kalo pake basis trail yg single piston nafasnya terlalu cepet abis, terlalu sering shiftingnya. Di lain sisi kehadiran fairing/half fairing macam sport bike juga dirasa perlu bgt buat ngebuang angin saat touring. Makanya setelah era DR, KLR, Tenere, dan XL, pabrikan Jepang bangun motor adventure dr basis daily sportbike 2 silinder. Lahirlah si Versys, V Strom, dan the next Tenere700.
    Bottom line nya sih mereka seneng sama sportbike tapi gak seneng sama ergonominya kalo buat touring. Dbikinlah sama pabrikan sesuai dgn kebutuhan.

  2. Kalo gw liat berdasarkan voting dan sepengamatan gw cie elah. Wkwkwkwk. Di sini komunitas trail off road lbh banyak dr pd kaum borjuis yg doyan adventure pake moge blasteran macam GS dan sebangsanya. Makanya voting lbh menang CRF. Bukan berarti mereka yg main trabas gak punya duit, aje gile, itu KTM sama Husqvarna yg harga 150 jutaan aja laku bener, padahal mesin cuman 125-250cc. Kan bisa dpt CB500X dgn budget segitu, tapi toh mereka ttp beli motor yg lbh pure buat off road. Ya intinya, jumlah komunitas trabas di Indonesia juga akan mempengaruhi jualan Versys dan crf jg van.

  3. Klo biker tajir mah ga masalah..pengen offroad dia punya twin africa, buat long distance touring punya Gs. Buat track day punya R1. Soalnya klo mau nyari motor multipurpose macam miltistrada ga akan puas. Kurang ini kurang itu.

  4. Wah kok aneh gitu ya bacanya, kalau emang bahasnya versys 250 vs crf250 rally ya jangan bilang moge lah, 2 motor itu bukan moge. Kalau mau bilang moge >250cc ya jelaslah butuh multi silinder dan itu cukup 2 aja(ex:r1200gs, africa twin), karena biar dapet torsi kan, berarti alasan cukup masuk akal tidak kalau lebih banyak yang vote crf250 rally,karena pengen dapet torsi. Agak ngecewain nih artikelnya, gak nyambung gitu dan maksain banget gak terima kalau si versys lebih tidak diterima sama konsumen.
    Dan satu lagi kalau dimoge butuh banyak silinder kenapa r1200gs, africa twin dan bahkan tenere yang anda sebut gak pakai mesin 4 silinder yang lebih banyak silindernya? Anda diatas bilang banyak, kalau anda bilang multi berarti belum tentu banyak, tapi kalau cuma mau bilang 2 silinder cukup pakai kata multi,semoga dapet diterima, untuk kemajuan mmblog juga, biar gak kayak triatmono.info yang artikelnya sering maksa dan gak mutu.

    • Itu kan buat orang kaya “kita” yang mengerti motor om, yang mungkin tiap hari ngikutin berita motor baik di asia, eropa, amerika dimana 250 adalah entry level bike. Tapi mungkin bagi sebagian kalangan berduit yang baru mau mulai hobby motor, jangan ninja dah, nmax aja bisa dibilang gede (bodynya, bukan disebut moge lho).

      So buat yang melek spek motor macem kita, motor kaya gini (versys x vs crf rally) sebenernya dua motor yang gak bisa di head to head secara langsung. Kenapa? Karena secara basis beda. Okelah kita bisa bilang mesinnya sama2 berasal dari motor on road bike (ninja, cbr) tp lebih dari itu dari suspensi, sasis, kaki2 keduanya sangat bertolak belakang dari segi development.

      Crf dikembangin dari sasis motocross murni, kaki2 khas motocross murni, sampe body semua filosofi khas motocross. Versys x berbasis motor enduro on road yg lbh ke long tour purpose. Jadi sebenernya kedua motor ini lbh ke selera yg mau beli aja. Mau beli versys tapi kemampuan off kurang, atau mau beli crf rally yg off roadnya mantab tapi turing on road keseringan isi bensin hahaha

  5. Wah… Asyik nih mas bahasannya… Tapi Versys 1000 yang empat silinder dan Triumph Tiger tiga silinder nggak lebih laku dari GS, Africa Twin, atau KTM 1190 Adventure yang cuma dua silinder lho mas… Mau bikin motor adventure 1.000 cc satu silinder? Muke gileee… :mrgreen:

  6. Dear Bro Vandra,

    Salam kenal mas Bro, ini komentar pertama saya di blog situ..
    Tapi maap ya, komentar pertama udah mau kasih kritik aja. Sebelumnya saya lebih banyak silent reader di mmblog.

    Saya setuju dengan komentar-komentar diatas yang bilang artikel ini sepertinya agak maksa (maaf). Ada dua point yang saya ingin komentari:

    1. Discontinuenya XTZ660 Tenere. Menurut pendapat saya, motor ini disuntik mati karena beberapa hal:
    – Euro4 yang memaksa pabrikan lebih restriktif terhadap produk mereka.
    – Generasi XT660 sendiri sudah berusia 25 tahun. Sudah waktunya mid weight adventure bike mereka diperbaharui.
    – Kenapa ambil mesin MT-07? Development cost, lebih make sense ambil mesin baru yang udah terbukti bandel dan powerful. Dibanding mengembangkan mesin 1 silinder 600cc an.

    2. Kenapa CRF250 rally lebih digemari dari Versys X. Menurut pendapat saya, motor touring itu memang lebih cocok kalo silindernya lebih sedikit (ga harus single) dari motor street bike. Contoh: Yamaha dengan XTZ1200, padahal mereka punya mesin R1. Honda dengan Africa Twin, padahal mereka juga punya mesin CB/R1000. Suzuki dengan DL1000, padahal mereka punya mesin 1000cc dari lineup GSX-R. BMW juga masih setia dengan R1200GS, padahal punya mesin S1000.
    Apalagi di segment 250, dimana banyak user Ninja dan Z250 yang bilang kalo torsi di RPM rendahnya kurang.
    Apalagi, mesin CBR250 yang di CRF itu juga asalnya dari mesin CRF250L sebelum diturunkan ke CBR250R. IMHO, kalo Versys X mesinnya pake mesin KLX250 mungkin hasil pollingnya bisa beda.

    Tapi kembali ke CRF dan Versys X. Menurut saya, segmen pasar mereka ga sama loh. CRF lebih off road oriented, sementara Versys lebih ke on road. Bisa dilihat dari pemilihan ban di kedua motor tersebut.

    Sekian mas Vandra, semoga berkenan..
    Maju terus MMBlog!

  7. Penulisan e sampean tumben kaya “mendeskriditkan” satu motor tertentu kang vandra…
    yang saya tangkep seperti itu sih..tp maaf kalo salah mas vandra…
    hehe…
    2 silinder di cc yg besar cukup untuk menggali torsi..hehe….
    2 silinder di 250?? BIG NO for torque bike… 😀
    hehe..

  8. Buat gw sih ya, motor adventure versi gw tu, seat height rendah, ground clearance tinggi, suspension travel jauh, bensin cukup irit (1:20 okelah), tangki bensin min 18an liter, bobot kosong jgn lewat 150kg, power minimal 30hp. Dgn spek itu 1 silinder cc sedang si mestinya bisa ngejar ya. Kenapa nggak 2 silinder? Gw mengutamakan bobot ringan.

  9. Masalahnya, kombinasinya Versys terbilang aneh. Spoke-wheel, dipadu ban profil semi off-road, padahal profil mesin lebih cocok untuk tourer, plus lineage desain Versys sendiri (kakaknya yang 650cc & 1000cc) yang cenderung ke tourer-adventure daripada adventure-enduro.
    Jadi kesannya nanggung, mau dipake full-road touring, tapi wheelnya & tirenya kok mengundang buat offroad. Mau dipake offroad medium, tapi kok mesin & chassisnya nanggung.
    Sekilas malah semacam motor yang identitasnya rancu. Apalagi mengingat desainnya udah jauh banget dari lineage Versys 650 & 1000cc. Rasanya kok bukan Kawasaki banget. Secara Kawasaki terkenal sebagai pabrikan yang sangat disiplin dalam menurunkan lineage dari moge ke lineup lightweight sportnya. Desain Z250 masih mengadopsi desain Z800, lineage Ninja juga jelas identitas desainnya. Lha giliran Versys, kenapa bubar gini identitasnya?

  10. Kalo saya lihat Voting yang ada lebih memancing para Fansboy khususnya pabrikan besar dg produk mocil yg sudah menjamur dan dah pada punya merk tsb.

    Contoh kasus dulu voting R25 sepertinya peminat banyak tapi hasil akhir penjualan ga bagus. Ini juga gitu yg voting CRF mungkin banyak dari fansboy Honda juga, sedangkan pas pada mau beli (asumsi ada keinginan dan ada modal) maka acc Istri mengarahkan ke yg nyaman eh jadilah votingnya CRF belinya Versys 250 haha….

  11. wanjayy, tumben komennya pada panjang2!,, haha
    tapi jujur kali ini gw setuju dengan mereka bro Vandra,
    Africa Twin atau GW kan 2 silinder karna cc besar, jadi tetap tujuan utama nya torsi.. klo sekelas 250 cc memang feel torque nya lebih dapet klo cuma 1 silinder..
    dan memang juga CRF250 Rally ini beda segmennya, dari bannya sendiri sangat terlihat.. 🙂 bahkan namanya sendiri sudah mencerminkan tujuannya, RALLY, bukan Touring.. rally => off road => Torque 😉

    • tambahan: Klo motor cc gede tapi silinder satu, mau jadi apa “biji” kita2 saudara2,,hahahaha mak geterrr nya kayak mana tuh… hahaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here