Tematis Touring Honda CBR250RR #3: Rem ABS Bikin Nyaman Ngebejeknya Sob

    7

    [fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

    rem depannya
    rem depannya

    Sobat MMBlog sekalian, Honda CBR250RR punya perangkat pengereman yang bisa dibilang harus berbanding lurus dengan performanya yang jempolan. Nah, unit yang MMBlog geber di Bali bersama dengan temen-temen blogger adalah unit yang highspec, sudah menggunakan perangkat rem ABS yang Insya Allah enggak ngunci kalau di Bejek, terus gimana ngerem menggunakan motor ini?

    [/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

    rem belakang
    rem belakang

    MMBlog akan jawab, rem-nya udah cukup pakem, istimewakah? Hmm, not really, bahkan kalau dibandingkan dengan feel rem Yamaha R25, feel rem Yamaha R25 berasa lebih mantap gitu Sob. secara visual dan dimensi, master rem Yamaha R25 terlihat lebih besar dan lebih kekar, master Honda CBR250RR terlihat kecil, gak terlalu berbeda dengan master rem Honda CB150R atau CBR150 Sob.

    [/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

    kaliper rem, agak kecil
    Master rem, agak kecil

    Pun begitu, ngerem dengan motor ini tetep safety karena ABS. MMBlog gak mau ambil resiko gimana daya kerja ABS-nya ketika lagi riding. Soalnya kan kemarin itu touring yang mana bareng-bareng, bukan di lintasan trek yang situasinya terkontrol dengan baik Sob. baik rem depan ataupun rem belakangnya sudah mumpuni untuk melambatkan laju motor, walaupun, nampaknya sektor ini akan banyak mendapatkan ubahan dan modifikasi dari para ownernya Sob.

    review-cbr250rr-29

    Satu lagi mungkin saran MMBlog, tuas rem dari Honda CBR250RR ini terlalu biasa untuk kategori motor yang udah oke punya fiturnya. Ya at least, kasih lever atau tuas yang ada adjuster panjang pendeknya gitu, malah motor model jadul kayak Thunder 250 atau Kawasaki Estrella ada adjusternya, feelnya akan lebih mantap karena panjang jari tiap rider kan beda-beda, selain itu di berbagai kondisi jalan, bisa diatur juga.

    Oke deh, mau puas mah sekalian ganti master dan kaliper radial brembo, xixixixi. Semoga berguna yah Sob!

    [/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

    7 COMMENTS

    1. Jossss pokoke. Jadi pengen hadeuh. Hahahaha. Mudah2an r25 dan ninja250 cepat2 facelift total bodynya biar makin bingung pembelinya. Tapi paling kasian ninja harganya da sama fiturnya kalh jauh. Kalau facelift tambah fitur wahhh berapa biaya itu ya. Kalau r25 bagusnya ganti body tampak lebih sporty kayak nih cbr harganyanya masih bisa di bawah cbr, jadi masyarakat banyak pilihan.

    2. Kevin Schwantz dulu ngebut dihockenheim di speed 320kph hardbrake buat ngejar Wayne Rainey gak pake ABS, TC, AS, AW.

      195hp dengan berat 130kg.

      Gokil bngt berarti yak

      eniwei

      Marquez Fans mengatakan:
      23 Juni 2014 pukul 10:11
      250cc 2 silinder? Udah pasti berat, boros bbm dan mahal perawatan tuh. Buat operasional harian kelas 250cc mending pakai HONDA CBR 250 R, aman dan nyaman buat harian, performa juga tidak kalah. Bensin super irit (HONDA gitu loh), perawatan murah dan gak seribet 2 silinder, torsi paling jagoan buat stop n go, tenaga n speed boleh diadu, harga jauh lebih murah, tampang superbike dual keen eyes, handling super ringan bobotnya, teknologi paling canggih (injeksi+dohc murni), bawa nama besar Marquez jawara MotoGP (edisi Repsol), jaringan sales, service n spare part dimana2, masih kurang apa lagi coba?

      • Jangan di generalisasikan lah pendapat 1 orang, lalu dibuat bahwa pendapat semua FBH sama seperti komen tersebut.

        Saya pribadi (walaupun bukan FBH), setuju dengan komentar diatas, torsi 1 cyl memang lebih baik dari pada 2cyl..
        Biaya perawatan dan konsumsi bahan bakar pun memang tidak semahal 2cyl.

        Tapi kan tetep aja, 2cyl suaranya lebih aduhai gimana gitu.
        Buat FBH-FBH diluar sana juga pasti ada yang menunggu kehadiran CBR 250RR ini kok.

        Pendapat dia ga salah, cuma seolah-olah menggiring (atau memaksakan) opini nya sendiri bahwa 1cyl lebih baik dari 2cyl. Itu yang salah.
        Padahalkan ga semua orang setuju dengan pendapat dia, tergantung sudut pandang mana dulu yang dilihat.

      • 2 nick sudah hilang dari peredaran blog
        1.BocahAtlantis
        2. 034 yg pernah nongol di Bonsaibiker yg ‘katanya’ CBR250 Single Keen bisa nabokin ER6N di straight

        sebetulnya banyak komentar mbek yg bilang 1 silinder itu jauh lebih joss drpd 2 silinder tp realita output CBR single vs CBR 2 cyl beda jauh hampir 9hp (Data klaim terakhir).

        dan gak mungkin gw kopas 1 per 1 komentar mereka kan? dan itu cuma sample dimana rata2 mbek lebih pro 1 silinder drpd 2 silinder.

        cheers

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here