Tematis Touring Honda CBR250RR #2: Handling Terbaik Di Kelasnya!

11

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

ini tikungan paling amot-amit!
ini tikungan paling amot-amit!

Sobat MMBlog sekalian, tagline Total Control di Honda CBR250RR tampaknya tidak hanya menjadi bahasa marketing saja Sob. hal ini memang nyata dan fakta apa adanya. Penggunakan suspensi depan upside-down di depan, bukan hanya gimmick karena motor ini keluar paling belakangan dibandingkan dengan rival. Bicara handling, MMBlog gak berlebihan kayaknya kalau bilang motor ini punya handling yang amat sangat baik, istimewakah? Dengan satu sentuhan, baca dulu deh Sob.

Rute touring bisa dibilang hampir mirip dengan rute touring ketika menggunakan Honda Big Bike tahun lalu. Menjelajah pegunungan dua kali, naik ke Kintamani dan Singaraja (koreksi ya kalau salah). Trek yang dilalui beraneka ragam Sob. mulai dari jalanan lurus, hingga kelokan hiperbolik atau kelokan yang asli chichane enggak banget, dan kelokan tapal kuda yang konturnya turunan atau tanjakan, ngilu kalau di inget track-nya Sob.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

paling enak kalau hiperbolik begini
paling enak kalau hiperbolik begini

Lagi-lagi touringnya konvoi kan nih, hmm, MMBlog biasanya agak kedar-keder kalau kudu ngikutin empat blogger senior macam Mas IWB, Wak Haji, Om Kobay, dan Mbah Dukun, bawanya pada kayak kesurupan! Tapi daripada kececer ya bejek sama tekak-tekuklah! Ternyata, memang ini punya handling yang luar biasa nurutnya Sob! diajak meliuk kesana-kesini, badan gak butuh effort keras untuk membawanya belok.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

review-cbr250rr-25
akhirnya speedometernya kena dikit

Bisa dibilang kemampuan manuvernya malah udah kayak motor 150 CC lho.

Buat penggila cornering, ini motor bakalan bikin cengar-cengir dan mesam-mesem sendiri! MMBlog yang istilahnya rider reguler bisa dengan asyik, enjoy dan ngeblend dengan daya fleksibilitas motor ketika diajak menari di jalanan berkelok-kelok bin lika-liku. Arahkan mata ke arah yang dituju, posisi riding yang sporty, serta gunakan teknik counter steering, maka motor ini langsung menuju ke arah yang kita inginkan Sob.

review-cbr250rr-19

Suspensi, suspensi dan suspensi! Tampaknya inilah yang membuat CBR250RR layak mendapatkan tag line Total Control. Suspensinya untuk motor sport bisa dibilang lembut lho, bantingannya empuk, reboundnya cepet, tapi enak diajak belok dijalanan bumpy! Yups, bener-bener udah kayak riding menggunakan moge suspensinya ini masbro.

review-cbr250rr-8

Nah, di awal paragraf MMBlog bilang handlingnya akan menjadi istimewa dengan sedikit sentuhan. Tinggal pasang/ganti ban-nya menggunakan ban Battlax S20 atau S21 (jika dirasa Pirelli Supercorsa mahal banget, tapi kalau ada budget kenapa enggak) maka handlingnya akan menjadi istimewa dan sempurna! Hmm, ada nakedbikenya gak yah nanti? Ngiler saya Sob sama handlingnya, hehe. oke deh, semoga berguna yah!

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

11 COMMENTS

  1. Marquez Fans mengatakan:
    23 Juni 2014 pukul 10:11
    250cc 2 silinder? Udah pasti berat, boros bbm dan mahal perawatan tuh. Buat operasional harian kelas 250cc mending pakai HONDA CBR 250 R, aman dan nyaman buat harian, performa juga tidak kalah. Bensin super irit (HONDA gitu loh), perawatan murah dan gak seribet 2 silinder, torsi paling jagoan buat stop n go, tenaga n speed boleh diadu, harga jauh lebih murah, tampang superbike dual keen eyes, handling super ringan bobotnya, teknologi paling canggih (injeksi+dohc murni), bawa nama besar Marquez jawara MotoGP (edisi Repsol), jaringan sales, service n spare part dimana2, masih kurang apa lagi coba?

  2. Wah klo yang review handling Mas Vandra mah ga diragukan lg dah,,hahaa,, yakhinn
    Makin penasaran sama yang naked juga nih,, ngeri2 sedap kayanya.. tapi IMHO lebih yahud klo seat nya jadi tandem ya, bukan split seat.. lebih street oriented bgt, ketimbang “cuma” lepas fairing aja…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here