panduan inreyen di motor triumph

panduan inreyen di motor triumph

honda-cengkareng

Sobat MMBlog sekalian, Bro Yuda, salah satu pembaca sekaligus sahabat MMBlog mengirimkan surel kepada MMBlog perihal Inreyen. Beliau, baru saja membeli unit sepeda motor baru, melihat-lihat informasi di internet aka dunia maya, ada banyak sekali perlakuan rider terhadap motor barunya. Ada yang beli langsung di hajar dyno, ada yang langsung turun sirkuit, ada yang langsung gaspol rempol, dan ada juga yang ikut saran pabrik, yakni Break-In aka Inreyen, jadi gimana?

Berhubung nanyanya ke MMBlog, ya kalau MMBlog nyaranin sih mendingan ikutin saran dari buku manual atau pabrikan aja Sob. untuk Inreyen ini, sebenernya MMBlog udah pernah bikin artikelnya pada tahun 2013 silam (silahkan KLIK untuk artikelnya), disana ada juga testimoni-testimoni dari temen-temen komentator perihal Inreyen yang telah ia lakukan terhadap motornya. balik lagi, kalau MMBlog ikutin saran pabrik, kenapa gitu?

performa motor asli serius kencengnya

Biasanya Pabrik atau buku manual bilang motor di masa pemakaian pertama tidak boleh ngitir lebih dari 4000-5000 rpm selama rentang jarak yang telah di tentukan. Banyak alesan sih, bisa jadi untuk pengenalan motor dulu (ini analisa awam MMBlog), nge-plakin rem sama ban, dan lain-lain. Yang jelas, motor-motor baru di rumah, semuanya MMBlog perlakukan inreyen ala pabrikan yang tertib dan nurut, hasilnya? Selama 8-10 tahun motor dipelihara, mesin tanpa keluhan bisa dibilang dan tetap bertenaga.

Kalau dari opini expert gimana? MMBlog pernah berdiskusi dengan Mas Imam dari bengkelsepedamotor.com yang merupakan teknisi handal di Triumph Troupe, beliau bilang kalau Inreyen itu penting, supaya tiap komponen di mesin saling duduk dan presisi. Semua yang beli Triumph di Troupe, dianjurkan untuk mengikuti inreyen pabrikan, mayoritas pada nurut-nurut, ada yang gebar-geber? Ya ada juga pastinya.

inreyen beginian nampol juga

inreyen beginian nampol juga

Kecuali kalau emang motor itu mau dipelihara cuman 1-2 tahun aja terus dijual lagi sih no problemon, gas pol aja sampai puas ketika motor itu dateng kerumah Sob, hehe, tapi kalau untuk jangka panjang, mending ikut saran pabrikan, toh gak ada ruginya juga kan? Gimana menurut temen-temen semua? Opini ditampung lho, banyak sharing banyak ilmu!