Mesin Dua Silinder Inline Sudut Crankshaft 270 Derajat, Anti Mainstream!

24

Honda Vultus

Sobat MMBlog sekalian, bahas mesin lagi nih, hehe. nah, kali ini, MMBlog akan mencoba memberikan gambaran mengenai motor yang mesinnya dua silinder, namun dengan sudut crankshaft 270 derajat. 270 derajat tuh gimana? Yang jelas, motor ini punya perbedaan karakter mesin inline 180 derajat milik Ninja 250, R25, atau Kawasaki ER6n yang tone-nya “gitu-gitu” aja. Terus gimana tuh mas mesinnya?

tracer-700-51

Pertama dari segi suara. Suara mesin inline dua silinder 270 derajat ini unik Sob, asli beda banget sama mesin inline 180 derajat! Suaranya bisa dibilang malah 11-11.5 sama mesin V-Twin. Punya tone yang padat, sahut-menyahut dengan suara yang volumenya berbeda, pokoknya mirip sama mesin V-Twin long stroke macam harley-davidson. Kalau knalpotnya diganti, asli ngeblaarrr nya mantep banget dah! Emang motornya apaan aja sih mas? Yang baru MMBlog jajalin adalah Honda Vultus NM4. Yang lainnya adalah varian NC seriesnya Honda, Yamaha 700 series kayak MT-07, Tracer 700, XSR700, dan varian Eropa kayak Triumph Thruxton.

Motor-motor begini punya karakter mesin dan getaran yang humanis. Yups, gak beraturan kayak detak jantung orang Sob, unik banget!

Terus gimana dengan performanya? Nah, untuk performanya, motor mesin begini oke banget di putaran bawahnya. Torsinya asli ngejambak di putaran bawah, seperti peluru! Tapiii, kebanyakan dari varian ini hanya punya rentang rpm yang pendek dan kurang oke untuk di geber di RPM tinggi. Motor-motor begini juga punya konsumsi bbm yang relatif bagus dan irit Sob, wajar karena tenaganya udah meluap dari bawah, gak perlu rpm tinggi untuk ngacir dengan kecepatan tinggi.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

XSR700
XSR700

Mesin-mesin begini belum terlalu umum Sob. tapi bisa jadi mesin begini adalah mesin yang oke banget untuk ke depannya karena emang punya efisiensi yang tinggi, ramah, tenaganya yang pas, cukup, simpel, dan harusnya, kalau emang gak bisa digeber di rpm tinggi ya durabilitasnya lebih oke dong yah. Panas mesinnya gimana? MMBlog nyoba Vultus sih gak panas yah, kayak Thruxton dan varian lainnya juga gak panas-panas amat deh.

Oke deh, kalau masbro punya pengalaman dengan motor yang bermesin begini, silahkan dishare di kolom komentar Sob. sekian, terima kasih, dan semoga berguna yah!

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

24 COMMENTS

  1. 270 derajat ?
    Apanya ?
    Konfigurasi Lay Out mesin Silinder block nya?
    Atau Perbedaan derajat pengapian antara seilinder 1 dengan silinder 2 ?
    Kalo Lay Out mesin Silinder block nya, bukannya itu sama aja 90 derajat ?
    Maaf newbi bingung….

  2. 270 derajat itu derajat crank nya mas, sama” inline tapi beda posisi piston. Selain 180 sama 270 ada juga yg 360. Tinggal di googling aja mas kalo pengen tau detail bedanya. Masih ngarep motor up to 250 ada yg pake crank 270 ato 360 biar sensasi suaranya beda ga gitu gitu lagi aja nih.

  3. […] Mesin 270 Derajat crankshaft, nah ini adalah mesin yang baru aja MMBlog bahas, punya dua piston yang naik turunnya seperti “kejar-kejaran”, ada yang bilang ini BigBang lah, atau crossplane, hmm, MMBlog gak tau juga pastinya gimana, yang jelas ini motor punya suara yang lebih humanis, gak beraturan, dan karakternya mirip banget sama mesin V-Twin. Temen-temen bisa lihat aja di animasi yang MMBlog kasih link-nya. Ledakan masing-masing silinder hanya sedikit jedanya Sob, makanya suaranya kayak sahut-sahutan. Ketika silinder pertama meledak kebawah dan menghasilkan energi, maka silinder yang satunya lagi sedang selesai menghisap dan siap kompresi, cek aja dah! […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here