Review Harian Honda CBR500R, Di Bawa Jakarta-Bogor-Jakarta, Lelahnya Sedikit!

1

Honda CBR500R-3

Sobat MMBlog sekalian, kembali lagi ke artikel mengenai review harian dari Honda CBR500R, sebuah moge entry level dari Honda yang belum lama di rilis. Nah, setelah MMBlog ngebahas mengenai ergonomi dan juga performanya, kali ini MMBlog akan mencoba untuk memberikan gambaran apabila motor ini diajak jalan satu hari dari Jakarta-Bogor-Jakarta yang menempuh jarak kurang lebih 180-an km, gimana rasanya?

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Honda CBR600RR-5
lihat beda bongkoknya

Overall, MMBlog kan pernah bilang tuh kalau ergonomi dari motor ini nyaman, dan itu emang ngaruh banget ke kenyamanan serta impactnya terhadap rasa lelah/capek yang dirasakan oleh tubuh Sob. selama MMBlog riding pakai motor ini, kurang lebih 180 km. Jujur yaa ada sih rasa lelah, tapi gak pake banget. Beda jauh sama riding menggunakan Honda CBR600RR yang juga pernah MMBlog mesrai, bahkan kalau CBR600RR dibawa ke Jakarta Bintaro aja MMBlog pulangnya udah kepikiran untuk maketin motor, wkwkwk :mrgreen: .

Honda CBR500R-4

Tapi, tentu temen-temen gak akan ngerasain kenyamanan ala streetbike yang lebih dan lebih. Kenapa? Karena tetep lho, ini motor setangnya menggunakan setang jepit yang tidak lebar. Biasanya kan streetbike pakai setang pipa yang lumayan lebar, ternyata lebarnya setang juga mempengaruhi tingkat kelelahan pengendaranya masbro. Ya bahu tetep kicep walaupun setangnya tinggi dan posisi duduknya nyaman.

Honda CBR500R-7

Honda CBR500R bisa dibilang sport touring murni kalau kata MMBlog pribadi Sob. melihat dari ergonominya, bahkan motor ini lebih pas dipakai touring daripada trackday. Terbukti dari Jakarta-Bogor-Jakarta walaupun ada rasa lelah, tapi gak pake banget, masih oke, masih bisa nahan aus, masih bisa cekakakan pas parkir sampe tujuan :mrgreen: . terus gimana dengan panas mesin? Pas Macet? Pas ketemu jalanan rusak? MMBlog sambung di artikel terpisah yah. Semoga berguna masbro!

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here