Mereview Motor Pinjaman Pabrikan Tidak Objektif? Harus Beli Sendiri? WADUH! Saya Bukan Pahlawan Kesiangan! Hanya Blogger Yang Ingin Berbagi!

138

Honda CB500F review-7

Sobat MMBlog sekalian, beberapa hari/minggu ke belakang, temen-temen blogger idealis (gak tau deh idealis bener apa enggak) dan simpatisan sempat membuat opini dan statement keras bahwa mereview motor pinjaman Pabrikan tidak perlu dilakukan karena hasilnya pasti tidak objektif, lebih banyak ngebahas lebihnya, lebihnya bombastis, ada rasa ewuhpakewuh dsb dsb. Waduh mas, MMBlog sebagai Blogger Ibukota yang lumayan sering mendapat motor pinjaman pabrikan atau ngetes motor bareng pabrikan jadi kesentil bin kepatil juga nih, huahaha 😆 . terus gimana? Gimana MMBlog sebagai Blogger yang sering test motor dari ATPM menyikapi statement ini? Lanjut yuukksss.

ER6n vs CB500f-2

Asyik, karena dunia blog motor di Indonesia ini ternyata, faktanya emang superdinamis! Blog motor, ternyata ada juga yang demen ngebahas/ngurusin/menggunjing blog orang lain ketimbang ngebahas motor, selain emang ada blog motor yang fokus ke motor dan dunia bikers. Entah apa motifnya euy, membela konsumen? jadi pahlawan? Jadi pusat perhatian? Mencari hits? Pengen diundang pabrikan? Mending jadi superhero kayak Saitama aja tuh, mantap :p . Kalau gak tau Saitama, buka web manga, itu komik superhero keren!

Untuk temen-temen pembaca nih, pembaca murni lho ya. MMBlog mau ngasih suatu pandangan, jadi gini lho, temen-temen coba deh lihat profil bloggernya dulu. Itu bloggernya beneran biker gak? Seneng motor gak? Motornya apa aja? Sharingnya gimana? Di awal-awal ngeblog tulisannya kayak apa? Orangnya narsis gak? Orangnya open gak? Orangnya ramah gak? Kalau orangnya beneran biker, demen dan seneng ama motor, motornya jelas ini itu, terus dia suka sharing mengenai gimana dia riding via video, keliatan cara ridingnya, terus dia ngereview motor yang dipinjami pabrikan, Insya Allah, itu review bakalan 99% objektif!

Kok 99% mas gak 100%? Karena yang 100% objektif itu hanya milik Allah SWT, Kebenaran mutlak dan absolut!!!

Terus perkara orangnya narsis banget, orangnya open terbuka dan seneng berkomunikasi, orangnya ramah, seneng share video, ye masak aje die ngibul Sob? bisa disamperin lho, sosmednya kan aktif, emailnya aktif, logika sederhananya kan gitu? Gak percaya? temen-temen silahkan baca-baca artikel test ride harian motor pinjaman dari ATPM kayak CB150R Streetfire dan CB500F, baca dengan detail yah! Wakakakk, atau test-test motor bareng pabrikan, silahkan dah dibaca, terus bandingin sama impresi temen-temen, bener gak review MMBlog? :mrgreen: .

Honda CB150R

Siapa bilang motor pinjaman pabrikan gak bisa dikritik? Terus karena motor pinjaman jadi gak enak buat kritik? Kemudian kritiknya bahasanya diperhalus, jadi gak frontal, pembahasannya jadi minimalis. Ini yang menarik, kalau MMBlog pribadi lho ya, pribadi MMBlog lho, sebagai Muslim MMBlog selalu ingin berusaha mengikuti ajaran Islam yang ada di Al-Qur’an dan Hadist, walaupun pasti dalam praktiknya ada miss ada kurang, dan ada lupa. Yang jelas, ada sebuah panduan dalam Al-Qur’an mengenai tata cara bertutur kata, Qaulan Ma’rufa, sebuah perkataan yang baik, ungkapan yang pantas, santun, menggunakan sindiran, dan tidak menyinggung dan menyakiti perasaan.

(QS An-Nissa :5) (QS An-Nissa :8). (QS. Al-Baqarah:235). (QS. Al-Baqarah: 263). (QS. Al-Ahzab: 32).

Bahkan bukan hanya Qaulan Ma’rufa aja yang dibahas di Al-Qur’an, ada lima jenis perkataan dan cara bertutur kata yang mana Allah SWT menyuruh agak menggunakan kata-kata yang santun, lembut, dan baik! MMBlog berusaha melakukan ini semua, karena gimana enggak, blog ini dibaca lebih dari 20 ribu kali dalam sehari, dibaca orang banyak, tanggung jawabnya besar, baik itu sama manusia dan sama Allah SWT, sama Manusia Tanggung Jawab Moral, sama Allah SWT tanggung jawab seorang hamba!

nightrod-3

MMBlog menulis, handling dan suspensi CB150R mantap, pas buat cornering dan riding agresif, ya bener, emang mantap dan stabil, gak goyang, tapi MMBlog juga bilang, kalau dijalanan rusak, suspensinya lumayan bikin perut mules, karena emang gak empuk, tapi juga gak keras kayak suspensi gerobak, kalau pakai skala 1 : lembek 2 : sedang 3 : Keras maka penilaiannya ada di 2,5 , gitu lho. Terus ergonominya, MMBlog juga bahas kan mengenai ergonominya yang lumayan sporty, lah emang lumayan sporty kok, gak murni sporty kayak CBR600, terus dipakai harian, ya enak, tapi gak untuk waktu lama, bagi MMBlog pribadi.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

ketawa nyebelin
ketawa nyebelin, blogger yang demen dipinjemin motor juga nih

Temen-temen juga harus menyimak review dari berbagai sudut pandang blogger-blogger lain, jangan hanya dari satu blogger saja! Bisa jadi menurut blogger A, motor ini suspensinya empuk, tapi buat blogger B suspensinya stiff dan agak kaku. Kok bisa beda? Yang mana yang bohong? Gak ada yang bohong, semua jujur! Cuman, Blogger A motornya sehari-hari itu sokbrekernya mati, jadi kayak gerobak, begitu pake motor baru kinyis-kinyis, sok stiff itu dibilang empuk! Terus blogger B bilang suspensinya stiff dan agak kaku, lah dia sehari-hari pakai matik yang nyuamaaaan, empuukk, joknya kayak awan kinton, yaudah jadi deh review kayak begitu.

Sekali lagi, kebenaran absolut itu gak ada di yang namanya mahluk, kebenaran absolut hanya milik ALLAH SWT, Tuhan yang menciptakan Alam Semesta ini.

Terus lihat juga, itu bloggernya udah pernah ngetes berapa motor. Liat di arsipnya, ketik di search “test ride” berapa ratus motor yang udah dia test ride. Kalau dia bilang motorsport X enaaakk banget, banget pake enaakk, lembut kayak bumbu siomay, enak deh pokoknya, terus temen-temen agak ragu dan berasa lebay, nah mungkin dia belum ngerasain motor lain yang bisa jadi lebih enak lagi!!! Jadi kesan nulisnya jadi lebay, karena saat test, dia excited! Bukan karena artikel titipan, atau pinjaman, dan lain-lain!

Sekali lagi, apa susahnya sih berpikir positif sama temen sendiri? Blogger motor lain itu temen lho, sedulur, saudara, kalau lagi liputan mereka lho yang motoin kita, saling bantu, saling sharing 😀 . iya gaakkk??

Terus lagi, kalau mau test motor, mending beli sendiri, Ya Allah, MMBlog rasa yang bisa kayak gitu cuman orang yang punya sumber daya kayak Bapak Chairul Tanjung, atau Bapak Rudy Hartono yang mana kedua orang ini dianugerahi oleh Allah sumber daya dan kekayaan yang bisa dibagi kepada banyak orang dalam bentuk lapangan pekerjaan! Blogger? Blogger itu orang hobby, passion, kalau udah punya sumber daya seperti dua tokoh di atas, ngapain jadi blogger lagi?? Mending jadi invenstor atau sponsor buat blogger kan? Yang bisa beli motor udah kayak beli apa yah kalau MMBlog, wakakak, susyeh daahh 😀 .

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

gilaa, ini foto epik banget, wkwkwk!!!
gilaa, ini foto epik banget, wkwkwk!!!

Even media beken kayak Top Gear, MotoUSA, aja motor atau mobilnya masih dipinjami oleh ATPM! Direview, yang kurangnya dibilang, yang okenya juga dibilang! Berhubung orang barat, jadi ngomongnya ya frontal daaah, kita? Orang Indonesia, orang timur, terlebih saya, orang Muslim yang dapat ajaran berbicara santun, saya juga yakin, Agama lain juga ngajarin menggunakan tata cara bicara yang santun kepada umatnya kok, gitu lho :mrgreen:

Terus yang asyik lainnya adalah menjadi pembela dan ada di sisi konsumen, waduh jadi superhiro nih ceritanya, pengen kayak Saitama 😆 . sekali lagi, untuk temen-temen konsumen, temen-temen pembaca, yuk baca review dari berbagai macam blog, ada banyak banget lho blog motor, terus tarik kesimpulannya, terus ke dealer, lihat motornya, terus coba dudukin, cocok enggak, kalau bisa test ALHAMDULILLAH! Cocok angkut, gak cocok cari motor lain! Semua ada di tangan anda masbro! Duit-duit anda, selera-selera anda, blogger hanya memberikan pandangan murni! Yang pasti output tulisannya berdasar kepada pengalaman empiris, dan juga latar belakang bikersnya!

Contoh kasus lagi : Om Leopold pernah bilang, “Saya sebenarnya tidak suka posisi duduk yang up-right alias tegak.Dan Versys ini, tegak sekali sodara-sodari. Dirancang untuk kenyamanan dan daya tahan berkendara jarak jauh”. Jiaah, kebalik sama MMBlog, justru itu yang NIKMAT! Karena apa? Karena Om Leo itu speedlovers, besar dan jadi biker dengan motor-motor kencang, lihat profilnya, dulu pake RX King! MMBlog demennya ya motor-motor nyaman dan tegak gitu, jadilah reviewnya makin ngalir, makin asyik, dan motor jadi berasa enaknya!

Hmm, jadi panjang juga yah artikelnya Sob, wakakak. Ya kira-kira inilah respon MMBlog sebagai blogger yang suka dipinjami motor oleh pabrikan. Yang jelas dipinjami motor oleh pabrikan itu asyik karena nambah teman, seru karena bisa test motor baru, dan bangga juga lho, berarti blognya bagus, kredibel, dan trustworthy, hehehe, entahlah, mungkin yang gak setuju review motor pinjaman itu latar belakangnya karena gak pernah dipinjami, atau karena iri aja kali Sob? aahh, sudahlah, berprasangka buruk itu gak baik, mungkin dia sedang lapar aja, atau butuh belaian, sini Om belai yuk, hap hap hap :mrgreen: .

Tau deh nih, yang ngeshare artikel ini banyak ape kagak, wakakak :mrgreen:

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

138 COMMENTS

  1. dari 2014 sampai sekarang izin pinjem ga pernah goal mentok foto2 di diler, memang ga laku
    tapi melihat foto diatas, itu bukane rumah baru bersama nyonyah, baru sadar itu udah jadi xixiixx

  2. Lagi asik baca ampe habis eh ada hap hap nya.. Jadi ilfil wkwkwkkw…

    Wah gak nyangka kalau MMBlog juga maen maen dan mantau Blog laen nih… Smp tau ada kabar gini gitu…

    Satu hal yang sepaham.. Kalau ay udah sanggup membeli semua jenis kendaraan untuk dilakukan Review ya ngapain gw jadi Blogger? Waktu gw dah habis buat ngurus usaha kok…

    Udah duit abis mayan banyak buat beli kendaraan yg di Review, nyediain waktu buat ngetik terus pas udah di publish yg baca dikit… Mending waktunya buat kerja kan ceritanya pengusaha masbrooo… Wkwwkwkwk

    http://kobayogas.com/2016/03/08/modifikasi-kawasaki-bajaj-pulsar-200ns-ouput-hingga-309-hp/

    • wett dah smoga segera dapet momentum untuk ber quantum leap yah om Kobay
      anda sepertinya berbakat menafkahi lebih dari satu istri
      wkwkwk

    • bagggong March 10, 2016 at 12:36 pm
      cieee, inget banget sama komen om kobay ttg motogp sama dollariyah, perhatian bgt sih sama om kobay ????
      ========
      mang bagggong kapan pinjeman cbr baru turun bonceng dong

  3. dulu triatmono itu senior..tp polahny skrg yg suka iri ma blogger laen..skrg level hatiny turun jd balita..meski tiap artikel pamer busana muslim..pamer foto ma kyai..pamer dalil dalil….

  4. Idealis sih boleh, sayangnya kita hidup di dunia yang tidak ideal. Mosok harus beli motor baru hanya untuk direview. Sekalipun mampu, tetap saja konyol.

    Lalu setelah mereview motor kita sendiri apakah kita bisa memuaskan semua orang? Ya tetap saja gak. Tiap orang pasti punya argumennya sendiri-sendiri.

  5. Weh… entah jin apa yg merasuki mas MMblog nih (guyon mas ????).sampe2 nulisnya dalem banget dan ngena.
    tetep smangat mas. Anjing menggonggong balang sandal wae

  6. wih parah banget ya.. ikut nambahin referensi ah.. here we go, bismillah

    gw sm vandra dah kenal deket dr 2002, tau motor jg bareng2, bedanya dia duluan yg jadiin hobi bahkan disalurkan lewat blog

    alhamdulillah kesempatan buat test ride bareng pernah, dr mulai pinjeman pabrikan smp test ride masing2 motor (sampe tukeran bawa inep wkwkw)

    resultnya: gw sm Vandra sering beda point, dari mulai getaran mesin, kekerasan persneling, nunduk-tegak, orientasi mesin (overstroke/overbore/square lah) sampe ribut soal suhu mesin motor wkwkwk..

    tp point pentingnya, apa yg diomongin doi jujur dan blak-blakan, ga peduli itu punya pabrikan atau temen.. contohnya waktu ngomen stang cb500f (menurut gw itu frontal parah, setelan udeh dr sananya standar disuruh ganti yg rada tinggi dan sempit kayak er6) wkwkwk

  7. kalo saya sendiri sih bilang balik ke bloggernya saja.. dipinjemi nggak masalah, toh masih banyak kok blogger yang obyektif.. hanya saja kalo boleh jujur ya, ada oknum yang saking alus bilang kekurangan sampe sangat tersamarkan, yang notabene bagi masyarakat umum terabaikan.. ya balik ke profesionalitas dan hati saja sih.. itu pendapat saya om.. cmiiw.. 😀

  8. wkwkwk masak motor pinjeman gk boleh dikritik enak apa ngga 😀 , cuman dilihat bagusnya doang? hmm yang mengkritik gitu kdu tanya dulu dah sama yang dipinjemin dan baca lagi tulisannya terkait itu wkwkwkk

  9. Yah diperhalus bisa banyak caranya om, 1. rangkaian kata dalam kalimat, 2. pemilihan kosa kata atau 3. kontennya yang diperhalus? 1 dan 2 sangat diajurkan, 3 lebih baik dihindari.

    Semoga mengerti maksud saya dan semoga bermanfaat.

    Perspektip bisa beda om,. Setidaknya bicara bila (diyakini) benar. Nggak usah berdebat, nggak bisa semua jadi pirlo atau jadi gatuso, nggak bisa semua orang jadi john petruci. Semuanya memberikan sumbangsih dunia bloger moror indonesia dengan caranya masing-masing.

  10. yang onoh emang seimbang. ibadahnya seimbang, otomotifnya seimbang, nyinyirnya pun seimbang.

    nanti juga kena hukum alam lama-lama pembacanya bosen kalo bahasnya itu2 aja

    wkwkwkwk… 😀

  11. kalo beli sendiri jujur aja sepanjang yg dia baca dia nyeritain tentang dia sendiri lho ya!!!! tapi di artikel ini saya ngerasa klo itu disetir’ buat pengiringan opini publik!!!!
    trus soal review ga obyektif kalo ga tersentill kyknya ya ga akan nagepin panik seh!!! walau namnya bloger pasti akan nyelipin hal tersebut di artikelnya!!!(tentang info sedang ngehits)
    ini mngkin ditujukan buat orla!!! bloger lain yg kalo reviewnya dibayar!!!! dia ga nunjukin real speed gps motor,tapi kalo ga dibayar dia tunjukin penyimpangan spedonya sehingga terkesan pelan!
    soal sedulur dsb! saya sebgai pembaca tahu kog kalo sudah dekat dengan org ada ewuh pakewuh sehingga kita emng ga bisa blak2an ngomong itu si bloger corong pabrikan jadi kata2 nya seolah mngemas produk yg di ulasnya.termasuk membantu meredam efek launching pabrikan lain dgn berita spyshot dsb!
    tahu ga salah satu kenapa kkn lestari di indonesia, karena ada budaya ga enak pernah ditlong dlu trus “nolongin” balik…ga enak mau nyerang teman/sedulur sendiri!

    • ah itu kan anda,
      generalisir itu ya dilakukan oleh orang2 yg -general- (mainstream )
      yaa kalangan semacam anda itulah gambaran mudahnya.
      mereka yg tau dirinya punya value & keunikan ya akan sebisa mungkin tampil beda, meski kecil-sedikit- ga terlalu signifikan.

      analoginya, anda akses IWB, anda akses TMC anda akses MMblog atau others, you name it,
      what makes you visit those three different sites while your mind or even perhaps your subconscious mind already told ya that those three,
      are going to present the almost identical new post ?

      belom lagi, ada orang nulis review, review banyak yg baca,
      lu malah koar koar bilang buat meredam,
      mnurut gua kok Baper amat sih jadi pensboy,
      kalau bneran sayang & merasa militan serta merasa perlu utk mbelain pabrikan kesayangan,
      mbok itu dibeli motor2 yg sudah dibuat oleh pabrikan
      (yg mati2 an sdang anda bela)
      simple aja sih, ssuatu yg perlu banget untuk di bela2 itu kmungkinannya ada 2 :
      bagus banget,
      atau diambang meredup lalu kemungkinan akan karam.
      ngiahahaha panas panas dah

    • bisa dilihat kog perbandingan review dari blog yg terafiliasi, saat sonic dia nulis dari pentil a- z ,bagaimana teknologi injeksinya, teknologi rangkanya yg ringan namun rigid, bhkan saat sudah testride masih dimasukin info mcm2 yg seperti toa ingatkan keungulan pabrikan h
      nah saat pabrikan s, cuma saat test ride aja dibuat artikel. ga ada artikel lanjutannya! bhkan yg kluar artikel yg mnunjukan pyimpangan spedometer (yg pasti ada juga di pabrikan sebelah namun kog ga diungkap?) trus hypenya juga ditutupin oleh berita pabrikan ini ‘gosipnya’ akan ngeluarin 250cc, ngeluarin apalah yg penting gaung keunggulan produk lawan tertimbun!
      Nah Kalo Ada bloger yg seperti itu(semoga ga ada) masih mau berbaik sangka?

    • Bukankah petinggi pabrikan sebelah bilang pembaca sudah cerdas jadi mari jika memang kita hanya pembaca biasa dan menikmati blog otomotif utk referensi dan informasi mengenai dunia roda 2 sebaiknya kita serahkan semuanya ke pembaca tidak perlu melakukan generalisir bahwa semua blogger itu ” corong pabrikan ” gw jg sama menyadari yang lu bilang tapi balik lagi pembaca sudah cerdas mana yg perlu di serap informasinya mana yg tidak perlu… so be smart reader aja… seperti MMBlog bilang kebenaran mutlak hanya milik ALLAH SWT manusia hanya mahluk sering khilaf dan lupa. anyway no offense kalo ada salah kata…

  12. pasukan sakit hati selalu di belakang orang yg sedang menuju sukses.
    biarin lah orang lain berkoar koar,yang penting kita lurus lurus aja.
    keep on blogging om. ssSemangat !!
    reviewnya joss gandosz !!

  13. Review memang perlu mas pekerja’an bloger otomotif itu bukan? Review cari bagus dan enggak nya nyaman dan enggak nya.. Berkualitas apa enggal produk nya?
    Yg bikin pembaca merasa terbohongi itu yg review nya tidak objektif produk di teview se bom bastis jas jos jas jos… sementara sisi jelek nya ato yg kurang bagus di satu produk lupit dari review…
    Nah si calon consimen ini yg bli produk liat review bloger dlu.. Setelah unit di beli konsumen baru Satu per satu masalah muncul sisi jelek nya di rasa consumen..

    Entah itu unit pinjaman ato unic consumen…
    Silahkan di review se terbuka” nya bagus ya bagus jelek ya jelek jangan yg bagus” aja yg di review kekuranganya luput dari review…

  14. Panjang amat curhat nie yee…… udah ketauanlah yg miring gak pernah ditraktir apm. APM pasti punya alasan khusus kenapa blogger ini harus diundang. Meski lokasinya mencil blog om Kobay sering ditraktir apm tuh om om pasti punya kualitas yg gak dipunyai blogger2 yg……… gak diundang. Review itu plus minus ditulis juga yg gak boleh tuh ya nyinyir sm nyelekit, kita ya ngomongin tehnis saja. Oya……. kalo review barang yang beli sendiri malah jauuuh lebih subyektif kalo bagus baguuuuus banget kalo jelek……nyesel dah belinya, memang nya tabloid handphone ( pulsa ) doi beli hp sendiri gak dari apm…. tenang aja vans…….

  15. Kritik halus? Adat ketimuran? Jelek itu… Saking halusnya jadi bias… Ane sih mending yang frontal cem 3 idiotnya top gear yang kalo ngerasa kurang sama suatu mobil mereka langsung bash parah… Walau berbeda pendapat diatara 3 idiot seenggaknya mereka sangat sangat jujur tanpa menghaluskan sesuatu yang bisa ditanggapi bias… Istilahnya ane lebih suka kalo orang ngomong langsung soal kebaikan dan keburukan bukannya kebaikan doang yang diomongin trus kejelekan pake cara halus atau nyindir..terlihat sedikit oportunis jika seperti itu..
    Lain kali.bisalah kalo test kasi scale 1-5 untuk engine, ergonomi, handling dll..bukan “enak”..enaknya itu skalanya gimana??

    • Haha, menurut mas bahasa alus itu jelek? Yawis gak papa mas, tapi menurut saya bagus. Jadi penasaran saya, kalau ngomong langsung sama sampeyan tuh kayak gimana, tapi penilaiam kasih scale boleh juga idenya

    • Mas Vandra, Indonesia itu ga semuanya seneng yg bahasa nya alus aja lho. Jujur aja sebagai orang kalimantan baca review yg aluussss bgt itu kadang bikin ambigu. Contohnya aja jok keras kaya batu dibilang “cukup empuk”, tarikan lemot di bilang “smooth” (Ini motor ane sendiri yg direview, Yahama Kebo). Saya lebih terima motor saya di bilang lemot daripada smooth, karena memang itu kenyataannya, orang lain juga tau kalo kebo itu lemot n bisa jadi bahan pertimbangan saat akan membelinya

    • Bisa dibayangkan mas kalo isi review cuman ngunyah-ngunyah jaz joz jaz joz, semuanya bagus, lantas apa gunanya review? Karena review sendiri sebenarnya sifatnya subjektif, cuma kalo di aluz-aluzin malah blur point vitalnya, tarikan lelet di bilang “smooth”, jok kaya duduk di batu dibilang “cukup empuk”. Tegakah nurani blogger membohongi pembaca cuma karena “ga enakan, bahasa aluz”?

    • Saya ga komen isi artikelnya mas, saya cuma balas komen mas di atas tentang bahasa alus-alusan. Kalo mau baca komen saya ttg artikel mas ini saya copy dari blog om leo
      “Jujur aja saya yg pembaca blog otomotif sejak 2007, udah mulai selektif n ga main kunyah-kunyah aja sama bloger-bloger. Ingat kasus speedometer Hando pedang dimatikan, power sunatan massal? Ya begitulah unit pabrikan. Memang review beli sendiri sebagai konsumen ideal cuman butuh dana yg tidak sedikit. Solusinya ya minjem unit konsumen punya kenalan, walaupun nanti reviewnya jadi basi n hitz warungnya menurun, adsense nya juga menurun :pizzzz”

    • ay reply ke mang ABel nih..

      Gini, kita belajar tata krama dan juga bahasa Indonesia di sekolah itu yang halus halus, gada bahasa Indonesia diajarin bahasa kasar mang hehee..
      Biar apa? Biar kita bisa menggunakan kata dan kalimat buruk menjadi halus tanpa harus merubah esensi dari satu kalimat tersebut.

      Memang setiap orang itu berbeda, ada yang demen frontal either dia gak bisa menemukan kalimat padanan yang tepat atau memang karakternya hantam kromo..

      Pembaca yang baik dan cerdas serta bersih hatinya juga akan tahu apa yang dimaksud dari sebuah kalimat.. mau contoh?

      “Jok keras kaya batu = kurang empuk” walau belum tentu keras kaya batu itu sama antara rider satu dengan yang lainnya. Tapi kalau kata kata kurang empuk, orang akan tau oh joknya memang relatif keras.. Tujuannya dapat tanpa harus menghina kan?

      “Tarikan smooth = lemot” ini gak bisa jadi pegangan, orang tau smooth itu artinya halus, bukan berat..Apakah artinya tarikan responsif = kencang? Gak juga.. bisa jadi dia gak halus alias ndut ndutan/ kasar.

      Pointnya adalah,jika kita anak sekolahan maka bisa menggunakan kalimat yang baik (halus) enak/adem dibaca pengunjung blog tanpa merubah esensi kalimat itu sendiri. Pilihan.
      Orang pabrikan juga bukan orang bodo, “senggolan” dalam arti kritik mereka sudah sangat paham tanpa harus menggunakan kata kata nyinyir atau hinaan.

      http://kobayogas.com/2016/03/09/naik-lagi-kabar-honda-beat-125-cc-berkode-k81a-macam-mana-lagi-ini

    • Engga jelek mas, cuman bias doang. Yang tersampaikan itu samar2. Mungkin beda adab di indonesia menjadi jawabannya. Saya dibesarkan di pulau sebelah timur jawa, diajarkan kalau ga suka atau suka ya langsung bilang. Itu yang menjadi pembedanya.
      Jika scale itu menurut saya untuk mengurangi tingkat kebiasan itu sendiri. Lebih baik menilai dari angka dibanding kata2

    • Banyakan blogger dari pada pembacanya yg komen disini,blogger otomotif lagi..yg sering dipinjamin pabrik,yg klo pas ultah atpm yg pertama kirim kue

    • @subaru dll: Kritik halus? Adat ketimuran? Jelek itu… Saking halusnya jadi bias…
      ======
      sama aja anda mau bilang… ATPM ga smart dong, ga bisa nangkep bahasa halus dari reviewer… padahal jelas reviewer setiap kata disimak oleh produsen
      btw, soal bahasa frontal juga bagus… tapi biarlah urusan gaya masing2 saja

      kalo ‘pembaca smart’, ngapain urusin blog si anu begini, blog si itu begono… secara ‘smart’ akan menyimak dan memfilter mana yang baik. ‘bloger smart’ baiknya juga gitu… ngapain ribetin orang…

  16. Riview paling gila Justin Dawes motorcyclenews GSXR1000 2010 2012 dibilang (pake analogi) “seperti mencium adik loh sendiri” saking nih motor kagak ada pengembangan dan motor ini terlalu enak dan gak ada tantangan pas bawanya……. itu orang bule…… mungkin orang melayu ya ngomongin tehnis aja biar gak ada yg tersinggung….

  17. mantab om vandra artikelnya, setuju om tentang kebenaran mutlak hanya milik NYA, masalah subyektifitas adalah hal yg wajar karena manusia tidak ada yg sama. contohnya artikel ini sudah sangat bagus dan jelas maknanya. namun paradigma pembaca tetap saja akan muncul subyektifitas dalam penafsiran, dan hal itu wajar karena subyektifitas tafsir mereka di pengaruhi banyak faktor. ini cuman pendapat pribadi saya saja, jika para pembaca ingin mencari penilaian yg pas untuk masalah test ride hanya dengan baca blog ya susah. kecuali mau test sendiri

  18. Saya ga komen isi artikelnya mas, saya cuma balas komen mas di atas tentang bahasa alus-alusan. Kalo mau baca komen saya ttg artikel mas ini saya copy dari blog om leo
    “Jujur aja saya yg pembaca blog otomotif sejak 2007, udah mulai selektif n ga main kunyah-kunyah aja sama bloger-bloger. Ingat kasus speedometer Hando pedang dimatikan, power sunatan massal? Ya begitulah unit pabrikan. Memang review beli sendiri sebagai konsumen ideal cuman butuh dana yg tidak sedikit. Solusinya ya minjem unit konsumen punya kenalan, walaupun nanti reviewnya jadi basi n hitz warungnya menurun, adsense nya juga menurun :pizzzz”

    • Memang review beli sendiri sebagai konsumen ideal cuman butuh dana yg tidak sedikit. Solusinya ya minjem unit konsumen punya kenalan, walaupun nanti reviewnya jadi basi n hitz warungnya menurun, adsense nya juga menurun :pizzzz”
      =========
      maksudnya ‘jangan pinjam atpm’ gitu? masing2 aja lah… banyak juga bloger yg dipinjemin atpm pinjem juga sama konsumen kok…
      kok adsen…wah gak paham beneran pasti ya… korelasinya adsen sama pinjem dari mana/pinjem punya siapa/beli sendiri itu sejauh mana… pisssss:

  19. Tergantung pembaca blognya juga mas. Ada yang suka di kasi mimpi dan ada juga yang pengen kebenaran produk. Paling enak tuh blognya mas eno klo tentang review produk. Selalu ada poin positif dan negatif. Tidak ada kata yang di perhalus yang membuat kita sebagai pembaca bingung menterjemahkannya. Tidak dapat dipungkiri ada blogger yang yang tega memberikan nilai negatif ke produk karena hal hal tertentu. Dan saya yakin pembaca blog pasti dah paham mana blogger yang memang jujur dan mana blogger yang pemberi mimpi.

  20. Sori ralat.
    Tidak dapat dipungkiri ada blogger yang gak tega memberikan nilai negatif ke produk karena hal hal tertentu.

  21. Salam kenal senior, saya berawal dari pembaca akhirnya suka motor dan ikutan hobby ngeblog…

    Jujur kesentil juga karena saya juga test ride pakai motor pinjaman pabrikan, trus reviewny banyak lebihnya daripada kurangnya….menurut saya ini statment menjebak, maksudnya protes tapi nunjuk dan berada dibalik nama konsumen.

    Statment seperti itu patut dipertanyakan, saat blogger itu dapat duit dari test ride, umpama kata gak mau nrima duit dan bilangnya saya iklas berbagi…ane sujud dihadapannya…

    Intinya saya kembalikan lagi ke yang vuat statment yg gak tau siapa dan asalanya muasalnya yg mancing tu siapa, sebagai blogger digunakan untuk pekerjaan atau sekedar hobby.

    Maaf kalo saya salah

  22. gini dah, jawabanya simpel = ATPM itu = Business = Cari Untung

    orang di pinjemin motor atau di ENDORSE karena dianggap memiliki sesuatu yang lebih dibandingkan orang kebanyakan.

    jadi kalo ada Blogger yang dipinjamin motor ya karena dia dianggap lebih dibandingkan Blogger lainya

    sama aja kenapa cewek CAKEP / CANTIK mau sama cowo … pasti ada lebihnya, entah karena GANTENG / TAJIR atau punya sesuatu yang lebih dibandingkan cowo kebanyakan …

    nah ini udah muka kayak Kudanil, Kismin lalu mau dapatin model cantik gitu ? mening nyetok SABUN BANYAK BANYAK … karena kalo lagi SANGE palingan bisanya COLI … (Sewa jablay aja ga sanggup) …

    itu analogi nya … 😀

    kyak blogger, yang baca ga ada, nulis jarang tapi pengen dipinjemin motor? NGACA … mending nyetok sabun aja yang banyak !

    • Kelebihan yang diendorse = followers banyak
      Buat mereka bergantung dengan perusahaan, kasi servis maksimal, ingatkan “adab ketimuran” , voila…

      Kalo diblacklist sama pabrikan artinya dianggap apa ya?

  23. Mang kobay, kalo blogger papan atas bilangnya bukan kurang empuk, tapi cukup empuk lho. Pasti tau kan bedanya cukup sama kurang? Smooth juga bisa macam-macam artinya, R25 lebih smooth tarikannya dari Ninja 250FI. Point saya disini sebenarnya bukan masalah tatakrama/ bahasa alus, tapi informasi yg disampaikan blogger dengan bahasa seperti contohnya terkesan BIAS (Multitafsir dari kata-kata diatas). Ane setuju dgn mang subaru kalo lebih baik menggunakan scale, walaupun review sendiri sifatnya tetep subjektif tetap aja lebih jelas daripada di aluz aluzin. Mang kobay mungkin ngerti karena udah lama di dunia otomotif tapi apakah pembaca lain demikian? O ya sebenarnya saya mau balas nyirnyir ala mang kobay, tapi ah sudahlah itu bukan gaya saya, apalagi orang udah pada tau mang kobay gimana kalo disinggung (Nonton motogp sambil ngetik/ blogger dolariyah) ngoahahaha :mrgreen

    • yang situ kata “dialus alusin”, belum tentu yg nulis merasa “mengalus aluskan”..

      kalo situ gak cocok sama gaya bahasa para blogger tsb, ya udah diem, gak usah bawel, nggak mungkin kan semua harus ngikutin gaya bahasa situ,

      cieee, inget banget sama komen om kobay ttg motogp sama dollariyah, perhatian bgt sih sama om kobay 😀

    • Bro Abel, kalo gak suka ya jangan dibaca… susah amat sih….

      Kayak ane gak suka baca blog2 yang “SOK IDEALIS”, gak pernah lagi ane buka sampe sekarang..

      Soal pilihan kata, blogger itu termasuk seperti halnya pujangga ataupun pekerja seni lainnya, berseni dengan kata dan kalimat, tiap seniman punya aliran sendiri2, kalo gak suka, tinggalin, ikutin aja aliran yang ente suka.. ribet amat maksain orang ikut kemauan ente..

      Kalo suka, baca.. gak suka, tinggalin..

      Bro MMblog, keep blogging..

  24. Gw suka baca blog2 rodadua. Tmc,iwb,mm,kobay,om Leo,mas Tri, atau macem proud2ride yg skrng udh gak ada. Entah mereka subjective atau objective. But I love to read article about motorcycle.

    Buat gw sih sama aja, kalo ada yg bikin blog nulis review, motor sendiri, punya orang, atau punya atpm, artinya mereka ingin membagikan pengalamannya. Salah satunya pengalaman dipinjemin motor sama atpm. Jadi pointnya kan sharing, bukan dari mana asal motornya.

    Kritik buat bro Vandra, gw sebel vandra nulis artikel beginian panjang bgt, kalo nulis artikel motor kdng malah pendek dan dibikin serial. Anwz, video riding Honda XRnya menong cyin? Belom ada lanjutannya tuh.

    • jiakakakakka, tuh mas, udah saya bikin artikel komparasi z800 vs gsr 750 pake skala, 1200 kata, video riding XR masih digodok nih mas, ada yang kurang lengkap soalnya gak diambil via helm videonya

  25. salut sama bang Vandra..emg namanya hidup ada aja org sirik sm kita hehe
    intinya kalem aja dan gak usah ambil pusing..tetep semangat ngeblog dan sharing bang Vandra,, 😀

  26. sebenrnya lagi ngomongin siapa sih? kayak emak2 di tukang sayur, ngalor ngidul tapi yg disindir ga ngerti…kasih tahu dong…

  27. bukannya kalo soal nulis artikel review itu tiap orang beda-beda karena ga semua orang memiliki selera sama ? tinggal kita sebagai yang baca nyaring apa yg diutarakan jadi wajarlah kalo beda tiap blog, maaf tulisan ga penting xD

  28. artikel yg bagus dan menarik, tp di hati saya selalu bertanya2 kl di review oleh para blogger “terlalu positif” apa para APTM nanti merasa nyaman dan akan membuat motor ala kadarnya? oh iya satu lagi kl dikantor saya orang yang suka menjilat lebih cepat naik pangkat sih. haha

    • huahahaha, suwun mas buat apresiasinya, motor pabrikan pasti udah lolos uji ini itu mas, ya kalau ada salah-salah mungkin missednya buatan orang, hehe. suwun udah mampir mas

  29. Blogger yg dipinjemin unit test ride gak berkurang pengunjungnya, blogger yg idealis (atau ngaku idealis) makin lama makin turun hits-nya. Sebenarnya pembaca lebih suka yg (ngaku) idealis atau yg (di cap) dollariah? Imho, cmiiw

    • bisanya orang yg “ngaku” itu malah yg kurang bisa dipercaya bro, tp kalo yg “dicap” malah anteng2 aj, kemungkinan besar netral

      kalo yg “dicap” trus malah bangga, ada 2 kemungkinan, di pura2 bangga karna gak peduli sama omongan orang, tau dia bangga karna emg dia jujur (beneran di bayar ATPM, dan itu juga halal kok)

  30. ya kalo gak terima dengan tulisan beberapa blogger silahkan dikritik dan diberi solusinya. misalnya aja merasa gak obyektif untuk masalah simpangan speedo meter, ya ente beli aja motor yang mau di review, trus di pinjemin, sukur2 dikasih ke blogger, untuk dibahas baik positif n negatifnya

    ato ya bikin aja blog sendiri, yang concern ke kelemahan suatu produk. mungkin istilahnya jadi blogger oposisi hahahaha. di pemerintahan aja ada kok partai oposisi, gunanya ya emang untuk mengkritisi kebijakan pemerintah. kalo dalam hal ini mengkritisi suatu produk motor.

    lagian kita kan main ke ‘warung’ orang, terserah mereka dong mau kasih kita ‘menu’ apa, toh kita gak beli menu (tulisan) mereka. baca artikel yang gratis aja maunya aneh2. kalo suka ya di baca, kalo gak suka ya cari warung yang disuka.

  31. Bloger jg manusia.. Motivasi mrka untuk ngeblog lain2..
    Ad yg emg hobi nulis.. Ad jg yg jd mata pencarian..
    Nah kita sbgai pembaca yaa nikamti aj ap yg mrka tulis..
    Klo kg sk jngn d baca n close aj blog nya..

    Trus mslh review motor..
    Bloger “cm” sharing ap yg “mrka rasa” n ap yg “mrka mau” tulis..

    Nah sbagai calon konsumen kita kudu pinter..
    Duit2 kita.. Knpa kita jd bingung or mrsa d tipu oleh bloger gr2 tulisan review mrka..
    Keputusan ada d tngn anda..

    Contoh nya ane sndiri..
    Mau bli R15 or CBR K45..
    Rewiew dr bloger “cm” jd tmbhn info aj..
    Bkn jd sandaran buat milih..
    Nah trus Ane akhrnya ambil K45..
    Krna emg dah liat lngsng dua2 nya..
    N hati n bini ane lbh condong k K45..
    Hehehe..

    Inti nya bego aj klo slh ambil kputusan gr2 tulisan rewiew dr bloger..
    Brarti lo kg pnya pendirian..

    Mau review motor kudu bli dlu.!!
    Aduhh jln pikiran nya bd am ane,,
    Jd kg usah d debatin lg..kg bkln abis n kg ad ujung nya..

    • Nah, ini komen of the day nih.. Klo bisa kasih nilai 1 – 10 situ gue kasih nilai 12!! Genius sebagai konsumen, pintar sebagai pembeli.

  32. Kalo menurut gw sih walaupun blogger yg katanya dollariyah bisa beli motor baru, tapi namanya pajak progesif naik terus gmn? Masa duit abis untuk bayar pajak? Wkwkwkwk

    Lagaian review bloger itu semuanya bersifat relativ,kalo postur beda ya impresinya beda.

    Terus kalo rider pinjem motor pabrikan itu gak obyektif emang beneran kah? Ane rasa reviewer rata rata pake barang pinjeman pabrikan kok, terus juga yg bilang karena rasa gak enak kok ane rasa gmn yah? Kalo blogger gak jujur nulis review bakalan di tinggal pembaca, pembaca kabur ya blog sepi kan?

    https://jildhuz.wordpress.com/2016/03/11/anti-mengkritisi-mlm-pernah-gagal-di-mlm/

  33. Kalo masalah blogger idealis / gak sebenernya kita gak tahu loh dalemanya? Coba belajar moneterisasi blog, gak cuma dari iklan aja, bisa dari pesenan artikel, darijualan produk, dari jadi pembicara.

    Soalnya suah kita tau itu artikel bayaran atau tidak, artinya yg penting itu isinyaa, bukan siapa yg nulis

  34. sudahlah sudah, manusia emang gak sempurna vand, hehe… kalau mau review ya gak harus beli, toh pabrikan sudi meminjamkan itu sudah bagian dr sisi promosi yg bagus buat konsumen. intinya adalah Anda mereview kami yg konsumen jadi pembeli. thanks buat para blogger, semoga selalu diberi kesempatan buat review terus lah. hehe

  35. Ketinggalan berita gw… panjang bener, ga inget pernah ada tulisan macam gini di blog si om… shock pake haphaphap segala… :lol
    Ga usah dipusingin lah… keep writing aja om

    Soal konsumen/pabrikan ngerti kagak bahasa tulisan kritik halus menurut gw:
    -pembaca smart akan ‘membaca’ dan ‘mengambil’ positifnya, trus ‘komparasi’ dari sumber ‘referensi’ yang lain, ga ambil pusing dan ga hanya percaya 1 sumber. unit yang ditest pinjeman ato milik mana dipusingin sih
    -pabrikan kasi pinjem masak iya ga melototin tu review sampe ga ngeh dikritik halus? bukannya ada kontak pm bisa untuk konfirmasi juga.

    Biar aja style masing2 penulis dalam mereview tampil apa adanya. Lagian juga pantat beda tebel, ‘masa depan’ beda dimensi, hasil review wajar bisa berbeda walaupun hobi dan selera sama.

    http://otoborn.com/2016/02/29/keluhan-owner-adakah-solusi-lebih-baik-untuk-suara-berisik-honda-all-new-cb150r/

  36. mas van. komen saya akan memperjelas dan menengahi kawan blogger semuanya. 😉

    kawan semuanya baik kubu A dan B salah paham. kubu A mengkritisi soal etika blogger. yaitu keseimbangan konten (misal udah pernah tes nvl dan cbsf maka suatu saat harus diadu parameternya masing2. CMIWWW)

    (kemudian menggunakan parameter baku milik sendiri. kek tes ketok plastik. suara klakson. akurasi speed. dll. CMIWWW)

    ….

    namanya juga kubu B adalah blogger. doyannya sharing. ya gak pakai aturan sana sini. nah! kubu A ini gak bisa jabarin dalilnya secara jelas. implisit karena gak ketemu langsung. malah kubu A merasa blogger harus beretika kek media jurnalis. CMIWW…

    yach namanya juga blogger.

    nahhhh…. karena begitu secara gak langsung memang beresiko berat sebelah. atau dimanfaatkan pihak berkepentingan. atau juga difitnah.

    ….

    resiko blogger nulis bebas tapi membahas produk BESAR. maka ada singgungan ke area bisnis.

    biar terjadi ketertiban. maka perlu pembakuan. agar alat ukur itu menjadi standar blog empunya.

    ….

    soal press release sih biarin aja. tapi kudu suatu saat dikomparasi sesuai standar bakunya.

  37. Ane yakin komentator2 disini udah pada cerdas semua tentang otomotif, tapi bagaimana orang AWAM yg baru mengenal otomotif? Dikasih review ngunyah-ngunuah jaz joz jaz joz sampai muntah, ketika beli tuh produk ternyata ga sesuai harapan? Katanya joknya cukup empuk, tapi setelah di duduki seempuk papan penggilasan, katanya akselerasinya smooth, tapi pas dicoba, malah seperti kalo kata modifmanian.com “apaan nih kok ngempos?”. Mana nurani ente kalo konsumen AWAM kecewa karena review blogger jaz joz jaz joz tapi kenyataannya engga? Coba aja reviewnya yg jujur pasti ga akan kecewa soalnya udah tau produknya kayak apa, ga beli kucing dikunyah-kunyah jaz joz jaz joz

    • Orang awam beli motor bukan karena blog otomotif mas, apalagi orang desa tuh yang maaf ni ya sinyal buat internet aja sulit. Orang awam beli karena mereka suka, itu aja. Contohlah merk yang laris itu malah laris di daerah pedesaan, soalnya kayak jadi semacam trending. Kalau sampeyan mungkin beli motor karena baca review dari blogger, jadi setelah beli ndak cocok terus nyalahin blogger. Salah siapa mas beli motor kok dari review blogger. Kalau emang mau beli motor dari blog, jangan dari review, tapi tanya tuh bloggernya beli motor apa. dan kayaknya anda memang loyalis momon.

  38. oyach ada yang ketinggapan. kenapa boss kubu A melakukan pembelian. menurut doi kalo udah jadi milik pribadi bebas review nya. ya gak usah pakai baku bakuan. tetap resikonya bisa bersinggungan ke bisnis. kan cuman satu motor yang dibeli. CIWWW…

    ya kubu A terlalu berlebihan idealisme nya. bisa senjata makan tuan jadinya.

    tapi saya tau betul niat boss kubu A. supaya bikin pabrikan yang inferior bangkit. maka produk pabrikan superior dibeli lalu diuji. apakah layak jadi motor superior. gitu tok! CMIWIIWW

    niat baik tapi jangan bikin kesalah pahaman. dan berujung ke fitnah. CMIWWW…

    mending bikin artikele jelas-jelas. biar yang baca gak ambigu.

    • Yang jadi masalah itu mas, wajar aja kalau blogger yang dipinjami motor kesinggung, saya murni cuma pembaca, cuma memang blogger yang review motornya hasil dari dia beli sendiri itu seakan-akan merendahkan blogger yang dipinjami dan menganngap blogger yang dipinjami itu melakukan pembodohan ke konsumen. Kalau saya sih juga gak suka mas direndahin dan dianggap membodohi konsumen. Tapi kalau memang dianggep gitu sih yaa do’ain ajalah,toh juga katanya beragama,cuma kok kayak gitu.

    • Pabrikan inverior bankit gmn? Tvs? Kawasaki? Mereka lebih kecil dari yamaha, tapi di jelek jelekin juga, kesanya kawasaki dan tvs cuma tumbal buat naikin ms yamaha

      Suzuki? Coba kalo jupiter mx itu ayago, pasti jupiter mx yg di agung agungin
      Udah kalo gak tau pendapatan bloger mending diem aja

      Bloger dapet duit dari macem macem sumber

      Misalkan dari iklan, yg pasang iklan sama pengiklan gak ada hubunganya
      Terus jika pay perartikel. Artinya bayaran berdasarkan artikel

      Kalo netral mah gak akan sempet nyinyirin blogger dollariah

      Dia kan punya tujuan hancurin blogger dolariyah biar dia sendiri yg terima dolar dari jasa pay per artikel

  39. Blog otomotif (khususnya motor) banyak…tpi yg berkarakter sedikit…apalagi jdi tempat ajang BC para Fans Boy (tpi seru jdi tahu kadang FB-nya gak sadar ngomongin cacat merk yg didewakan)

  40. iya min. maksudnya juga gitu. kubu A bikin artikele yang jelas saja lah. gak usah implisit. malah bikin artikele belakangan gak jelas gitu reviewnya. oke lah jelek buruk dibongkar. tapi berseri gitu. kan potensial buyer jadi menahan duitnya. soal eksplor dalam keseharian, sebulan, setahun sih boleh aja. tapi tetap konsumen kudu disajikan konten yang komperhensif. bukan malah subjektif yang negatif. kelihatan kubu A kesusahan juga membuat standar baku buat pembacanya. soal niat nolong pabrikan yang inferior itu sah saja. tapi caranya jangan lebay juga. gak baik keles lebay. ntar senjata makan tuan sendiri.

  41. Klo objektif ya memang harus beli.
    Hahaha
    Santun belum berarti benar, apa adanya itu sudah pasti benar (menurut si periview).

    Contoh :
    jok seperti gedebog pisang (bisa dibayangkan kan?) dengan agak tidak nyaman di panxxx (gimana?? bisa bayangin)
    Sekedar opini ya 🙂

  42. pertama kali komen di blog mmblog,jujur gw sih kurang suka sama blog ini, soalnya muka bloggernya songong ahahahah,tap tulisannya gw suka kok, btw soal topik artikel ini,yang jadi concern gw itu adalah kelakuan si “blogger mahabenar” ini,tiap bikin artikel selalu merasa jadi orang benar sendiri, seakan2 tiap artikelnya adalah pengejawantahan langsung dari Tuhan YME,dimana kata2nya benar dan absolut,dan yang dia bilang salah pasti salah, dan yang bikin eneg lagi…nyadar gak sih kalo jelas2 tiap artikelnya selalu berusaha jadi pahlawan, selalu bilang belain konsumen, belain apaan? gw konsumen kok gak merasa dibela? gw cari info motor baca tmc,iwb,satar,kobay,mmblog,mao mereka dibilang dibayar kek,di ternak kek,info dari mereka beneran bisa kepake dan bermanfaat, dibanding gw buka blog diaisinya cuma pajang foto2 narsis sok religius dan isi artikelnya cuma bikin kisruh gonjang ganjing blog orang2 lain yang notabene bisa berkembang karena mampu beradaptasi,namanya blog motor kok isinya kebanyakan intrik ini itu,bahkan komentator gak jelas pun dibikinin artikel sendiri, sok2 pake argumen tapi isi komentarnya cuma temennya,klonengannya,dan sesama orang sirik doang,
    intinya,buat blogger yang merasa, please la yah, sebaik2nya orang adalah yang berguna bagi sesama, bukan orang yang mengklaim berguna bagi sesama,situ buka blog motor ya isinya mayoritas motor,cari infolah soal otor biar ada topik soal motor, jangan foto jalan2 dan pose2 bareng tokoh agama yg gak ada hubungannya u pajang2 terus, daripada bikin intrik, mending review motor, kalo otak mao dipake, emang kalo dipinjemin motor dari pabrikan gak boleh ya bilang “sok keras,jok keras,mesin larinya kurang jos,handling kaku”?? emang gak boleh? terus situ maonya gimana? kalo dikasih pinjem motor dari atpm dan emang motornya enak ya emang masalah kalo dibilnag enak?? kalo emang larinya kurang ya emang masalah sampe2 u gak boleh tulis “larinya kurang jos”??
    sok idealis blogger kaya gini tuh udah masuk kategori lebay gak bermanfaat,mending buka mmblog biarpun motornya pinjeman doang tapi ada infonya! mamam tuh momok! ahahahahaha

  43. di akui atau tidak memang Blogger di Indonesia sudah di setir oleh ATPM khususnya atpm “H” karena Blogger besar tanah air semua kebanyakan di sponsor i sama atpm “h”

    kredibilitas nya sulit dipertanggungjawabkan, artikel ditulis bukan dari perspektif sendiri melainkan seperti naskah yang dikasi sama atpm dan dibuat istimewa dibandingkan produk sejenis dari atpm lain

    coba para pembaca baca baik2 artikel yang dibuat Blogger yang banyak sponsor atpm “H” (pasti produknya superior tiada tanding jauh dibandingkan artikel yang dibuat untuk motor pabrikan lain “K”, “S”, “Y”, dll) apabila ada kelemahan pasti diarahkan ke kelebihan yang lain ato dibandingkan kepada kelemahan saingannya.

    dari situlah muncul rasa muak dari para followers, saya tidak menyalahkan Blogger “requesan” dari atpm, karena mereka dapet apresiasi (duit) dari atpm yang memang merasa senang produknya di puja puji dan pasti efeknya image produk baik dan laku di pasaran (trik marketing untuk pasar yang percaya pada publik figur/ bloger)

    prihatin melihat dunia per bloger an tanah air yang rela rasa idealisme nya di perkosa sama ATPM

  44. sabar aj bro, pembaca blog motor udah pada cerdas kok. ngomongin subjektifitas blm tentu perlu beli motornya. Bisa aja karena sudah terlanjur dibeli malah jadi suka sama tu motor dan hilang semua poin2 yang perlu review dari blogger netral. teori ini berlaku ini berlaku di manufaktur kursi. kursi yg di tes tidak bisa diuji ergonomi lebih dari 1 bulan. lewat dari itu bias sudah feelnya. apalagi cuma dites sama 1 orang saja. btw yg ngomongin netralitas tp blognya penuh jembrengan iklan 😀 ngikik aja deh.
    keep blogging !

  45. Apakah Anda membutuhkan pinjaman atau modal kami menawarkan pinjaman kepada individu dan perusahaan pada tingkat bunga rendah dan terjangkau. Hubungi kami hari ini di (paulrichardfilm@outlook.com atau paulrichardfilm@gmail.com) untuk mendapatkan pinjaman Anda hari ini.

  46. perusahaan pinjaman MONIC menawarkan pinjaman pribadi dan Kredit Usaha pada tingkat bunga yang terjangkau per membatalkan. ini adalah untuk membantu Anda memenuhi kewajiban keuangan Anda, terutama sekarang bahwa bank tidak lagi memberikan pinjaman untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi kami melalui e-mail: (monic.horvathinc@gmail.com)

  47. […] Pertama adalah artikel MMBlog yang membahas mengenai blogging activity review sepeda motor. Artikel ini adalah artikel feedback dari temen-temen yang berpendapat kalau review motor itu harus dari kocek sendiri, motor sendiri, ya beli sendiri lah gitu. MMBlog sama sekali gak ada konflik dengan yang berpendapat demikian, toh tiap manusia atau individu punya pendapatnya masing-masing, disisi lain berpendapat demikian, ya MMBlog juga berpendapat demikiyun dong . masukan temen-temen di kolom komentar, kritik, apresiasi, bermunculan, padahal biasanya MMBlog gak ramai komentarnya, alias adem ayem, alhamdulillah. (klik untuk artikelnya). […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here