Test Ride & Review Yamaha R6 Di Sirkuit Sentul, Habitat Aslinya! (Part 1)

3

Yamaha R6 Sentul-2

Sobat MMBlog sekalian, selain Honda CBR600RR, supersport lainnya yang sudah pernah MMBlog jajal, gaspol, rempol, di sirkuit adalah Yamaha R6. Nemesis? Hmm, di segmen supersport sih kayaknya gak terlalu jadi musuh bebuyutan ini motor Sob, xixixi. Moment test ridenya barengan sama Honda CBR600RR 2014, naah Kalau R6 ini adalah versi tahun 2006 ke atas Sob. sudah menggunakan fairing buta, motor emang sudah disetting untuk keperluan trackday! Mesin sepertinya gak ada ubahan berarti, toh semua panel di bagian speedometer masih berfungsi dengan baik semuanya. Terus gimana impresi bawa Yamaha R6 di sirkuit, tepatnya di sirkuit sentul internasional, Bogor Jawa Barat?

Sebelumnya MMBlog mau ngasih tahu dulu nih, di foto MMBlog menggunakan jaket RS Taichi RSJ 240 yang full body protector, bagian bawah, biar pakai celana jeans, MMBlog pakai decker Komine CE Certified, beserta dengan kancut yang ada protektornya. Sepatu? TCX X-Ville tentu melindungi area mata kaki Sob, lagipula bukan untuk balap, MMBlog juga tahu diri geber motornya, hehe.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

Jalan Yuk
Jalan Yuk

Yamaha R6, motor yang juga punya fans base bejibun ini sejak dahulu emang bikin MMBlog penasaran Sob. pertama dari tinggi Joknya. Ini motor kalau dalam kondisi standar, tinggi joknya lumayan menantang bagi biker yang punya tinggi 165 cm-an. Beruntung, milik Moto8 ini joknya sudah diganti yang tipis untuk racing, jadi ya temen-temen bisa lihat, MMBlog masih jinjit tapi okelah, berhubung motor juga relatif ringan nih. Ergonominya sendiri bener-bener sporty, asli bongkok banget! Jangkauan setang dari jok juga lumayan jauh, gak heran kalau bongkoknya lebih pol ketimbang bongkoknya Honda CBR600RR. Buat harian? Yaaa bisa aja, asal ya gitu deh, SABAR :p dan harus passionnya riding pake motor sport.

Yamaha R6 Sentul-8

Saatnya jajal, yups setelah dapet izin akhirnya MMBlog jajalin ini motor sob. puter kunci kontak ke posisi ON, tarik tuas kopling, dan tekan tombol staternya. “nguk..nguk..nguk” WOOONNGGG!!! Wuiihh, suara dari knalpot aftermarketnya emang maknyus! MMBlog udah beberapa kali mendengar Yamaha R6 Meraung, berasa emang lebih keras ketimbang CBR600RR suaranya. Mungkin karena knalpotnya relatif lebih pendek kali yah, kalau CBR600RR kan knalpotnya panjang sampe di bawah Jok gitu Sob. tuas kopling dalam ukuran sedang-sedang sajaa, ya gak begitu keras juga gak lembek-lembek amat, masukin ke gigi 1, “jedak!” Hmm, lumayan juga asinkronius koplingnya Sob.

Yamaha R6 Sentul-6

Jalan pelan-pelan, MMBlog bareng sama Mbah Dukun yang bawa F3. Yaa pengenalan dulu daahh, dan inilah karakteristik motor supersport Jepang. Tarikan bawahnya lembut, smooth, gak mengintimidasi. Bukan artian lemot loh yah, yaa enak gitu, gak endut-endutan, power delivery juga menyenangkan, dan yang paling asyik adalah linearnya tarikan rpm, bener-bener gak kerasa karena tiba-tiba udah redline aja. Lap pertama MMBlog ngacir dengan kecepatan sedang, guna mengetahui gimana karakter handlingnya, suspensinya, serta performa per gearnya apabila di bawa pake perasaan, xixixi.

Jangan Dibaca Bagian 2 nya (klik), soalnya bahas performa niihhh, nanti jadi pusing loh 😆

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here