Review Harian Honda CB500F (1) : Ergonomi Semi Agresif Karena Setangnya Baplang dan Rendah! Tapi Nyaman Karena Jok Empuk!

8

honda cb500f-2

Sobat MMBlog sekalian, review perdana dari tematis review Harian Honda CB500F. Yups, akhirnya MMBlog kedapetan dipinjemin Honda CB500F juga niihhh dari PT Astra Honda Motor, alhamdulillah. Nah, di artikel review harian perdana ini, MMBlog pengen sharing mengenai feel menduduki atau ergonomi dari Honda CB500F. Sebelumnya MMBlog udah pernah kok bikin reviewnya tersendiri, dan ada juga pembahasan mengenai ergonominya, tapi kali ini, kita bisa bedah lebih mendalam Sob.

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

setangnya pakai pipa warna hitam, dan profilnya rendah sob
setangnya pakai pipa warna hitam, dan profilnya rendah sob

Baca Juga : Test Ride dan Review Honda CB500F, PAS!

Kalau temen-temen menengok setang dari Honda CB500F, maka akan terlihat profil setang yang rendah, relatif rata, dan juga (ternyata) panjang dan lebar! MMBlog baru nyadar setelah membandingkan setangnya dengan setang Kawasaki ER6n dan juga mengukurnya dengan setang orisinil scorpio dan thunder 250, aje gileee, ternyata setangnya udah kayak setang fatbar yang bentuknya lempeng, dan lebar. Mungkin, mungkin loh ya, setangnya sama panjang dengan setang byson.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

posisi tangan memang agak ke bawah, tapi kaki gak terlalu menekuk
posisi tangan memang agak ke bawah, tapi kaki gak terlalu menekuk

Karena setangnya begini, mau gak mau dada jadi agak kebuka pas lengan meraih setangnya. Tangan MMBlog yang gak panjang-panjang amat (tinggi 167), dipaksa agak menjulur ke depan, terus juga posisi badan gak 100 % tegap kayak nunggang CB500X, walaupun begitu, daerah pinggan ke atas, masih dalam kategori rileks. Kayak begini ini bikin enak pas manuver dan juga pas ngerem Sob, lengan dengan presisi dapat menopang badan yang kena gaya sentrifugal ke depan.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

dada jadi terbuka karena setangnya lebar
dada jadi terbuka karena setangnya lebar

Memang boleh posisi badan atas relatif agresif, tapi agak bertolak belakang sama jok dan posisi footstep, joknya empuk, memang gak seempuk motor matik atau sport Yamaha, tapi ini untuk ukuran moge lumayan empuk Sob, udah gitu, lebarnya juga pas, gak terlalu makan paha yang otomatis terkadang bikin kaki tekor pas nginjak tanah (jadi jinjit kalau tekor). Terus juga, posisi footstep, ternyata lumayan punya jarak sama joknya. Posisi kaki jadi gak terlalu nekuk, naahh, ini dia nih yang bikin daerah pinggang ke bawah jadi nyaman!

Secara keseluruhan, memang ergonomi Honda CB500F bisa dibilang sebagai ergonomi motor streetfighter. Gak streetbike murni, karena dibandingin sama Kawasaki ER6n, masih lebih rileks Kawasaki ER6n loh Sob, nanti MMBlog coba bikin artikel komparasinya yah. Terus, catatan lagi nih, bisa jadi, user yang gak tinggi-tinggi amat dan demen touring, terus lengannya juga gak terlalu panjang, bakalan melakukan modifikasi kayak mengganti setang, atau memasang raiser tambahan agar posisi setang semakin tinggi.

Jujur Sob, kalau MMBlog pribadi lebih demen kalau setangnya agak dinaikin, perpaduan nyamannya pinggang ke bawah + tambah nyamannya pinggang ke atas bikin riding jadi lebih enak, lebih nyaman, dan bisa tambah lebih jauh (bagi penggemar touring). Hampir lupa, MMBlog jinjit gak sih? Monggo temen-temen kebet foto dibawah nih, keliatan jinjit sih, tapi 70 persen dari tapak kaki MMBlog menyentuh aspal kan? Okee laahhh :mrgreen:

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

gak terlalu jingjiiittt
gak terlalu jingjiiittt

Oke deh, semoga bisa menambah referensi temen-temen yah, semoga berguna!

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

8 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here