Spion, Gimana Tata Cara Pasang Yang Oke??

24

tour cidaun-8

Sobat MMBlog sekalian, spion adalah salah satu peranti penunjang berkendara yang bagi MMBlog pribadi, fungsinya bener-bener jelas dan eksistensinya itu harus! Untuk berkendara defensif, aman, nyaman, spion adalah sebuah harga mati kalau mau selamat dan sampai di tujuan Sob, IMHO. Spion, ada banyak sekali macemnya, motor setiap keluar dari pabrikan, pasti udah dipasang spion, gak hanya itu ada juga spion-spion aftermarket yang bentuknya gak kalah kece dengan spion orisinil, nah, yang jadi pertanyaan, spion itu yang oke cara pasangnya gimana sih??

GSR750-3

MMBlog gak bilang cara pasang yang “benar” yah Sob, tapi yang oke, karena perkara benar atau salah bener-bener relatif di perkara spion :mrgreen: . ada yang bilang pasang spion itu kudu dilipet biar enak selap-selip, ada juga yang harus dipasang kayak tangan yang lagi berdoa, menjulang tinggi ke atas. Naahh, setelah MMBlog berkali-kali ketemu sama Bang Joel D Mastana di workshop Unity Team, ahli riding dan safety riding instruktur, beliau memaparkan bahwa cara pasang spion yang oke adalah terlihatnya lengan kita di sepertiga (1/3) dari cermin!

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

CBR600RR
CBR600RR

Otomatis kalau begini yaa spion emang kudu mablang kayak tangan berdoa dong yah Sob. terus gimana dengan spion-spion yang ada ada di bawah setang dan nempel di ujung setang? Kata Bang Joel sih udah kurang kece, dan gak menunjang fungsi, karena sekarang lady bikers riding udah gak pake rok, tapi pake celana, loh?! Wkwkwk :mrgreen: . Kembali ke sepertiga lengan yang terlihat di spion, emang kenapa sih kudu gitu?? Alasannya sangat logis, yakni untuk ngukur jarak kita dengan rider yang ada di belakang, lagi pula setelah MMBlog coba praktekin, sepertiga lengan terlihat itu emang membuat pandang belakang lebih pas, walaupun blind spot rider yang ada disamping jadi lebih “blind”.

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

bawa kabur gak yah
bawa kabur gak yah

Yaps, perkara ini emang relatif banget. MMBlog juga gak mau menggurui, tapi sekedar sharing ilmu yang bisa langsung dipraktekin dan Insya Allah bermanfaat juga gak salah kan Sob? hehe, nah, terus gimana cara pasang spion yang “nyaman” bagi temen-temen? Monggo opininya yah. Oia, mohon maaf kalau belakangan MMBlog jarang reply komen, jarang di depan kompi dan HP lagi error niihh 🙁 . semoga berguna

[/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

24 COMMENTS

  1. emang iya om van. saya jg posisiin spion ky tgn berdoa, jd batang spionnya agak dikedalemin kearah tangki. selaen ga ngurangin fungsi, jg bantu bgt buat riding di kemacetan.

  2. udah praktek om, untuk lihat samping(blind spot) bisa sesekali tengok ke kiri / kanan.
    kebiasaan waktu pake spion kecil, jadi skg pake spion gede buat liat belakang + nengok buat blindspotnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here