Test Ride Spyder Can-am, UNIK!

41

image

Sobat MMBlog sekalian, beberapa minggu yang lalu MMBlog berkesempatan untuk ngejajalin motor roda tiga yang unik, Spyder Can-am. Jujur, ini pertama kalinya MMBlog jajal motor roda tiga, sekalinya ngejajal, langsung Spyder Can-am! Motor tiga roda premium yang unik, keren, dan dibanderol dengan harga yang premium. Terus, bagaimana impresi berkendaranya? Lanjut temen-temen.

Sebelumnya MMBlog mohon maaf, foto-foto action MMBlog pas lagi riding hanya ada satu. Foto lainnya kena virus pas di memory card πŸ˜₯ . Wassalam dah, fotonya raib, untung udah mengunggah satu foto di media library, gak papa lah ya, MMBlog bakal ceritain dengan rinci. Oke pertama-tama kita bahas bersama ergonominya.

Ergonomi

Begitu melihat unitnya udah siap untuk ditunggangin, MMBlog langsung aja naik ke pelananya yang lebaaar dan empuk banget itu. Nyesss, gile ini joknya kok nyaman banget yak?? Beneran jadi kayak duduk di sofa masbroo. Terus langsung naikin kaki ke footpeg. Eiiit, bisa naikin kedua kaki nih, gak kuatir takut jatuh! Setelah kedua kaki naik, coba ngeraih setang, wah lumayan rileks juga ternyata posisi ridingnya. Badan relatif tegap, tapi masih tersirat rasa sporty ketika meraih setangnya. Posisi bahu juga terbuka karena setangnya lebar. Posisi kaki juga sejajar dengan jok, gak terlalu ke depan dan gak terlalu kebelakang. Wah, kalau begini mah beneran enak banget buat weekend blast! Jika dibandingkan dengan motor roda dua, hmm, kira-kita seperti riding dengan streetbike, tapiii, ada sesuatu yang berbeda karena paha kita mengapitΒ sesuatu yang lebar dan besar! Dan juga bahu yang terbuka.

Masih dari impresi ergonomi, ada rasa yang berbeda ketika berkendara dengan motor roda dua. Yaitu setang yang tidak bisa digerakan ketika motor dalam keadaan statis. Wajar karena roda depannya ada dua masbroo! Kalau motor roda dua kan bisa dibelok-belokin atau ditekak-tekuk setangnya :mrgreen: . Hmm, emang jadi ngerasa naik motor, tapi dengan feel nyamannya sepeti berada di mobil! Entah, ergonominya ini mirip sama ATV atau tidak ya? Can-am masih terasa sportynya walaupun ergonominya santai. Yang jelas, ergonominya itu berasa kayak naik motor touring/road bike, tapi tubuh kita in the bike banget, menyatu, mungkin karena wujudnya yang besar itu. Oia, kalau pernah duduk di atas Goldwing, nah feel ngeblend dan in the bikenya kayak gitu dah πŸ˜€

Performa

[fusion_builder_container hundred_percent=”yes” overflow=”visible”][fusion_builder_row][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

kunci kontak
kunci kontak

Oke, setelah MMBlog kenalan sama ergonominya, sekarang saatnya nyalain motor. Eh eh eh, tapi gimana cara nyalainnya nih? Wkwkwk, dasar ndeso bin katrok. Oh gak taunya sama aja masbro, masukin kunci kontak, puter ke posisi ON, nungguin semuanya aktif dan ada tulisan ON dulu (agak lama nih) baru deh tekan tombol stater…

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

engine cut off
engine cut off dan tombol stater

brooommm…broommm..brooommm… wuidiihh, suara khas mesin dua silinder v engine banget nih, gagah, garang, berkarakter, tidak beraturan, namun tidak mengganggu kuping! Naaahhh, abis ini nih, gimana cara jalaninnya? Wkwkwkwk… setelah mendapat wejangan dari tim BRP, ooh ternyata pas idup itu, ini motor dalam posisi netral, pantes gasnya bisa diblayer! Bentar dulu, ternyata ada rem kaki pemirsa (kalau dimobil kayak rem tangan), xixixi. Posisinya ada dibelakang footpeg kaki kiri, tinggal diinjak sekali untuk menggunakannya, kemudian injak sekali lagi untuk melepasnya, wuih, juooozzzz!

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

panel triptonik di bawah
panel triptonik di bawah

Oke, saatnya masukin gigi? Loh kok tuas kopling sama persnelengnya gak ada? Padahak MMBlog udah nyogkel-nyongkel. Eh ternyata udah triptonik yak, lupa πŸ˜† . Sebelum masukin gigi, injek dulu tuas rem, kemudian tekan dikit tuas yang ada area bawah saklar setang sebelah kiri “jeglek” wah giginya udah masuk nih. Tapi motor masih diem temen-temen, baru pas dikasih gas, can-am pun mulai melaju. Hmm, tenaga awalnya smooth juga. Walaupun sempet kaget karena throttlenya itu enteng sangat, kayaknya ride by wire nih, seenteng throttle MV Agusta gitu deh.

Riding di area parkiran Alam Sutera dengan can-am beneran asyik. MMBlog bener-bener mencoba mendapatkan feel powernya, dan emang bisa banget untuk dibawa pelan, asal melintir gasnya juga pelan-pelan aja. Gak ada gejala-gejala ndut-ndutan atau dradakan walaupun mesinnya v engine 1000 cc. Asyik! Terus begitu udah mulai dapet bayangan akan tampolan torsinya, akhirnya MMBlog beranikan untuk ngebetot gasnya lebih dalam dan lebih cepat, BROOOOOMMMM..

Goookiilll.. torsinya badak banget ini motor! Badan berasa dijambak ke belakang! Gak kerasa angin udah kenceng banget! Lirik-lirik speedo, gile, jarak sependek itu tiba-tiba kecepatan udah sampe 70 km/jam aja! Udah gitu, gak berasa lagi perpindahan giginya. Motor jadi terus aja melaju tanpa jeda, tenaganya terus ngisiiiiii. Walaupun giginya bisa dipindahkan secara manual tapi MMBlog hanya melintir gasnya aja. Wah, kalau begini sih udah siap banget riding bareng sama moge-moge, bisa nempel kang maaassss. Akselerasinya cepat, seperti anah panah yang baru melejit dari busurnya. Bisa MMBlog simpulkan bahwa performanya ini asyik banget buat urban riding ataupun untuk speedtouring! Setelah test ride, MMBlog merasakan hawa hangat di sekitaran paha, Hmm, mesin 1000 CC V-engine gituloh, Rotax pula!

Handling dan Suspensi

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

desc brake
desc brake

Ini dia yang unik, belok dengan Can-am beda dengan belok sama motor. Belok sama motor, ada kombinasi nekuk setang, injek footpeg, dan condongin badan. Nah, dengan Can-am, yang perlu dilakukan adalah hanya membelokkan setangnya saja! Awalnya agak kagok juga masberoo, soalnya handlingnya lincah banget! Untuk changing line, bener-bener bisa dilakukan dengan sangat cepat, gesit, tanpa ada gejala ngebuang! Tapiii, ini dia sensasinya, ketika changing line ke kanan, secara otomatis tubuh kita akan mengalami daya sentrifugal ke kiri, yup badan serasa terhempas ke kiri temen-temen!

Bener-bener harus memegang setangnya secara properly nih. Begitu juga sebaliknya, jika ngebanting setang ke kiri, maka siap-siap tubuh kita akan merasakan daya dorong ke kanan! Unik banget!!! Oia, Can-am ini radius putarnya agak lebar, terus susah doang kalau mau balik arah di jalan sempit? Tenang, ada gigi mundurnya kok, hehe. Tinggal tekan dan tahan tombol “R” terus tekan tuas triptonik ke arah dalam, langsung masuk deh gigi mundurnya!

Terus bagaimana dengan kinerja suspensinya? Hmm, dari yang MMBlog rasakan, Can-am suspensinya tidak empuk juga tidak keras. Hanya saja, kita seperti dapat merasakan permukaan aspal di setang, mungkin karena roda depannya ada dua kali ya! Lokasi test ride bisa dibilang aspalnya mulus, gak ada yag bergajulan, dan memang Can-am adalah kendaraan yang murni melaju di atas aspal masbro.

Pengeraman

[/fusion_builder_column][fusion_builder_column type=”1_1″ background_position=”left top” background_color=”” border_size=”” border_color=”” border_style=”solid” spacing=”yes” background_image=”” background_repeat=”no-repeat” padding=”” margin_top=”0px” margin_bottom=”0px” class=”” id=”” animation_type=”” animation_speed=”0.3″ animation_direction=”left” hide_on_mobile=”no” center_content=”no” min_height=”none”]

disc brakenye tebeeelll
disc brakenye tebeeelll

Nah, ini juga unik! Rem Can-am ini hanya di kontrol dari satu pedal saja, dan pedal rem tersebut ada di depan footpeg kaki kanan. MMBlog sebelum riding mendapatkan wejangan dari Mas Dimas, bahwa selama riding, kaki jangan sampai menyentuh atau menekan pedal rem walaupin hanya sedikiiittt… pedal ini bekerja dengan sensor yang amat sensitif, jadi pedal harus benar-benar free jadi tekanan dan sentuh. Beda dengan pedal rem motor yang mana kaki kita sering standby di atasnya.

Oke terus gimana remnya? Jelas pakem kang maass, hanya dengan menginjakkan tapak kaki tanpa tekanan berarti, Can-am sudah berdelerasi dengan signifikan. Pengerrman ketika roda milikinya sudah terintegrasi dengan satu pedal rem ini! Praktis dan jelas tambah nyaman! Kalau motor kan tuas remnya ada dua, satu di tangan satu lagi di kaki. Oia, Can-Am ini ketiga remnya sudah menggunakan rem cakram ya, hehehe. Udah gitu juga rem cakramnya tebel bingiiittzzz.

Kesimpulan

Berkendara dengan Spyder Can-Am itu unik dan ajaib! Simpan dalam-dalam ekspektasi dan feeling berkendara dengan motor roda dua, karena emang berbeda temen-temen. Apalagi hempasan atau daya sentrifugalnya itu! bener-bener bikin kagok bagi yang belum terbiasa, yakin kalau udah biasa, bakalan ketagihan banget daaahhh.

Menurut MMBlog, dengan harga mulai dari 550 juta OTR, Spyder Can-Am adalah kendaraan yang masuk ke dalam kategori value for money. Terlebih jika melihat fitur-fitur yang ditawarkan, kenyamanan, keunikan, keamanan karena gak ada fitur jatuh atau ndlosornya, xixixi. Terus juga harganya masih relatif kompetitif jika dibandingkan dengan moge-moge Amerika atau Eropa. Oke deh, semoga bisa menambah wawasan serta khazanah permotoran temen-temen semuanya ya. Oia, mudah-mudahan juga bisa jadi tambahan referensi jika temen-temen pengen minang Can-am, xixixi.

Kalau ada yang ingin ditanyakan monggo layangkan aja di kolom komentar, juoozzz![/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

41 COMMENTS

  1. itu roda mana mas yang digerakkan mesin, depan atau belakang?

    anyway, itu harganya mahal yach. tapi pantas buat kelas 1000 cc dan fitur yang ga dimiliki motor lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here