Motor 125 CC Yamaha Eropa Keren, Wajar! Tugasnya Berat!

33

yamaha-mt-125-2014-06

Sobat MMBlog sekalian, seperti yang sudah kita ketahui bahwa saat ini Yamaha Eropa telah merilis varian MT entry level yaitu MT-125. Melihat penampakannya, gak ada kata lain selain keren bin cadas untuk motor ini. Desainnya betul-betul extraordinary, lekuk tegas dan tajamnya ekstrim, belum lagi fitur-fitur yang disematkan, bikin ngeces banget dah! Tapi, timbul pertanyaan, untuk apa itu semua? Gak overkill tuh? Nah, sebenernya, artikel ini juga terinspirasi dari komentator pengunjung blog Bro Jeffry Budiman yang mengatakan bahwa, sedikit banyak, motor-motor 125 CC dari Yamaha ini memiliki tugas berat yaitu “menanamkan mindset positif tentang Yamaha” di benak ridernya.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa di eropa sana, surat izin mengemudi atau SIM memiliki penjenjangan. Orang yang baru memiliki sim, tidak bisa langsung mengendarai sepeda motor besar, ada tahapannya gitu deh. Dan salah satu tahapan pertamanya adalah hanya boleh mengendarai sepeda motor 125 CC. Nah, disini titik krusialnya, dan Yamaha eropa telah memperhitungkan dan melakukan langkah strategis untuk menjaga rider pemulanya agar tidak pindah ke lain hati ketika sudah memiliki SIM untuk riding dengan motor besar.

yamaha-mt-125-2014-35

Langkah tersebut adalah dengan memberikan segala sesuatu yang terkesan overkill di line motor 125 CC miliknya. Contohnya adalah suspensi upside down di YZFR-125 dan di MT-125, serta kaliper radial dan discbrake floating! Peranti superbike semua itu mah, xixixi 😆 . Nah, penggunaan part-part spesial ini dimaksudkan agar ridernya merasakan sebuah kepuasan ketika riding dengan sport entry level Yamaha, dan pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi sebuah referensi yang kuat agar tetap memilih motor Yamaha ketika dia sudah memiliki SIM untuk berkendara dengan motor besar. Cerdas!

wpid-13923755905260

Sederhananya, jika seorang rider Nubie memilih YZFR-125, maka ketika ia sudah memiliki SIM motor besar, maka ia akan memilih R6 atau R1 karena ia berpikir bahwa “pake yang 125nye aje udeh enak gini, gimane yang gedenye? Pasti lebih enak lagi daaaahhhh”. Hal senada juga berlaku untuk yang MT series, jika sudah ada pengalaman asyik dengan MT-125 ya kemungkinan besar ketika sudah punya SIM motor besar, ia akan memilih MT-07 atau sekalian MT-09. Ya istilahnya kaderisasi fansboy kali yah, hihihi. Tapi suer, langkah ini strategic banget untuk memaintain pengguna atau konsumen agar tidak pindah ke lain hati.

Terus gimana kalau di Indonesia? Ya kalau di pasangin part-part hebat begitu, jadi berapa harganya? Ada yang mau beli? Kalau mahal mending beli yang 250 CC aja sekalian toh? Disini juga gak ada penjenjangan SIM, begitu dapet SIM C, langsung bisa bawa Goldwing, CBR1000, atau Harley-Davidson. Oke deh, semoga berguna ya 😀

33 COMMENTS

  1. enggak lah.. standar nya ya kayak gitu om.. kita aja yg mau dikasih produk murah, low spek, cmn untuk diperes duitnya suruh beli motor murah dlm jumlah yg wow, jd sapi perahan pabrikan.

    ekonomi rakyat mau naik.. mau bisa beli yg bagus, ehh pajak barang mewah dinaikin, biar kita tetep beli produk masal murahan itu, mmg ga sadar ya teori konspirasinya

    • Opini yang bagus bro.. tapi di eropa sana juga ada CBR125 yang speknya biasa aja kan? pendapat saya sih, emang ini salah satu strategy Yamaha yang lebih mementingkan strategi pemasaran berkelanjutan, daripada beli terus putus

  2. ini motor di eropah sana di jual seharga 65 jt rupiah..nah taruh lah di bawa kemari via CKD atau apalah dgn spek yg sama persis..harga sama YIMM ngga di naikin cuma ngga bisa di turunin juga jadi sama 65 jt..naagghhh..!!!??? tetep ada yg mau beli?? saya ngga yakin..selera eropah ngga cuman bentuknya barangnya saja tapi modalnya dan ane ngga cuman ngomongin yamaha loh..ada yg mau? ujung2nya downgrade..overkill spekdown

  3. seharusnya sistem SIM kita juga ada perjenjangan. Disini ngawur banget sistemnya. Liat aja di jalan, bocah baru dapet sim langsung pecicilan bawa cbsf / vixy atau worse N250 (ini seumpama lho bukan maksud mendiskreditkan :lol:). padahal dari fisik aja badannya udah kebanting sama motornya

  4. Menanamkan mindset memang butuh effort yg lebih om Vandra…. good analisis..
    (eeemmmm 80 boleh ya?… if you know what i mean.)

  5. “kaderisasi fansboy” hahaha senyum senyum saya bacanya. bisa aja pemilihan katanya wkwkwk
    ternyata daya beli orang eropah super super ya.

    klo dimasukin ke sini bakal kaya kisahnya fxr itu mah. dikasih yg bagus bagus malah ga laku
    padahal lumayan overkill lah di jamannya hahaha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here