Evaluasi Pengguna dan Jumlah Silinder (Bahan Penelitian)

11

Image

Mas bro semua, kali ini MM mau ngutarain isi kepala MM. Jika kita mengikuti sepak terjang Honda CBR 250 dan Kawasaki Ninja 250, maka yang paling sering dibahas adalah jumlah silinder yang nempel di keduanya. Dari data yang di himpun berbagai media otomotif yang ada, jumlah penjualan ninja 250 terlihat unggul dari CBR 250

Image

MM melihat fenomena ini sangat menarik untuk di teliti. Sebenarnya seberapa besar sih pengaruh jumlah silinder terhadap evaluasi pengguna (dalam hal ini attitude). Itu baru yang 250 cc, terus gimana dengan cc yang lebih besar dari itu yang casenya bisa dibuat jadi 2 silinder versus 4 silinder, belom lagi kalo brand motor yang teliti di gabung antara motor Jepang dan motor Eropa. Contohnya gimana evaluasi pengguna apabila Ducati juga keluar yang 4 silinder produksi massal dibandingan dengan Ducati yang dua silinder. Wah, menurut MM ini bisa di dijadikan sebagai bahan tesis buat mahasiswa yang punya passion terhadap roda dua nih!.

Image

Tapi jika topiknya seperti itu, maka penelitian yang harus dilakukan adalah penelitian kualitatif experimental desain. Penelitian eksperimen biasanya agak ditakutin sama mahasiswa karena rancangannya harus sempurna dan ribet. Tapi gak ada yang gak mungkin kok, apalagi menurut MM implikasi manajerial dari penelitian ini sangat bermanfaat buat pabrikan dalam meluncurkan produk-produk premium mereka di Indonesia

11 COMMENTS

  1. mantaappp… tampak kangen sama Mr.Harsus ni bung MM… haha… iya bro buat topik penelitian emang ga bakalan abis penomena-penomena baru di industri otomotip kususnya motor ini… makin banyak atribut2 motor yang dijadiin daya tarik produk…. dan kayenye cenderung mulai merambah ke sisi emosional konsumen yang gak rasional…. IMO, ga ada yang nyangka ninin 250 dengan harga segitu ternyata bisa laku bak kacang goreng, IMO lagi Sussy tampaknya agak kecolongan dengan dinamika pasar tersebut.
    Sebagai penikmat suara mesin (bukan knalpot bising loo… hehe) preferensi ane tentunya pada jumlah seher yang lebih banyak dimana suaranya gak menggelegar tapi cenderung lebih padet dan harmonis (menurut versi ane), soal tenaga yang dihasilkan gak usah ditanya…. masalahnya adalah trade-off dengan cost yang harus dibayar….. tapi sampai di titik tertentu (dalam hal cost) kayaknya pasar (konsumen) di Indonesia masih worthed untuk digarap meskipun sangat segmented dan beresiko tinggi, nah mungkin inilah salah satu topik yang bisa dijadikan hipotesis untuk diteliti lebih lanjut. salah satu fenomenanya, dangan dapat dikatakan cukup berhasil ya itu tadi… si ninin sang legenda….

    • Wah, jadi kangen diskusi nih saye kangbro, kapan ke jakarta lagi? Mampirlah kerumah, hehe. Stuju bro, pasar indonesia emang unik banget, motor yang harganya separo dari lcgc bisa laris manis. Hmmm, kedepannya mdh2an ada peneliti yang mau ambil topik kayak bgini, jadi makin jelas sebenarnya ada apa dibalik fenomena jumlah silinder dan lakunya penjualan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here